
Cerita ini hanya fiktif dan jangan di anggap bahwa cerita ini benar-benar ada, jika ada nama tokoh yang sama maka itu murni tidak kesengajaan.
"......"
"Oh, kau sudah sadar ya?"
Abian merasakan bahwa tubuh nya merasa hangat dan ternyata perempuan yang tiba tiba muncul saat dia bertarung dengan Rava.
sedang mengeluarkan cahaya dari telapak tangannya dan cahaya itu menyebar ke seluruh tubuh Abian.
Abian berusaha untuk duduk dan tubuh nya sedikit membaik daripada tadi.
"Apakah kau baik-baik saja?"
"Y-ya lebih membaik daripada tadi."
Dia pun meredupkan cahaya yang ada di telapak tangan nya.
"Berkat mu, aku baik-baik saja. Terima kasih."
"Sama-sama." Jawab nya tersenyum sangat manis.
Dia cantik, itu yang dipikirkan laki laki sehat seperti Abian.
"O-oh, iya. Tadi itu Teknik? Teknik apa?"
"Teknik seni. Ya, ini teknik seni ku. Yaitu cahaya."
"C-cahaya!? Bukan kah itu hebat?"
"Ya, ini cukup hebat. Aku bisa bergerak cepat, menyerang dan menyembuhkan seperti yang ku lakukan kepada mu."
"Oh, itu luar bisa andai saja aku punya bakat seperti itu."
"Apa yang kau katakan? Kau tinggal berjabat tangan dengan ku dan kau bisa mengunakan teknik seni ku."
"Apakah boleh?"
"Ya, kalo kita dalam misi yang sama sih. Dan juga teknik seni ini memakan energi supranatural cukup besar di dalam diri kita jadi aku tidak bisa mengoptimalkan kekuatan ini."
"Begitu ya? Oh iya ngomong-ngomong tentang misi maksudnya melakukan misi itu apa sih?"
Nika melihat Abian yang sungguh sungguh tidak tau apa-apa.
"Apakah ayah mu tidak mengetahui apa-apa?"
"Tidak, aku hanya di beritahu bahwa jika aku sekolah di sini aku mungkin bisa mengetahui tentang ibuku yang sudah meninggal."
"Oh begitu ya? Maaf...."
Nika terlihat murung.
"Kenapa kau meminta maaf? Ibu ku sudah meninggal saat melahirkan ku, jadi aku tidak punya kenangan dengan nya, tenang saja."
Dia melipat paha nya di pulukan nya dan menundukan wajah nya di paha nya.
"Kita sama-sama sudah tidak punya seorang ibu ya?"
"Begitu ya? Apakah ibu meninggal setelah melahirkan mu? Maaf aku menanyakan itu."
"Tidak, ayah dan ibu ku meninggal saat aku umur 5 tahun dan kak Rava umur 7 tahun, mereka meninggal karena kecelakaan."
Jadi mereka beneran, adik kakak ya?
__ADS_1
Dia bahkan sudah kehilangan ayah nya, Abian bersyukur masih mempunyai seorang ayah.
"Maaf, kau harus mengingat hal yang seharusnya tidak kau katakan."
"Tidak apa-apa, kamu juga mengatakan tujuan mu datang ke sekolah ini."
"Begitu ya? Jadi tujuan mu datang kesini."
"Setelah ibu dan ayah ku meninggal. Dua keluarga petinggi teknik seni mendatangi kami berdua bahwa kami berpotensi akan menjadi penguna teknik seni yang kuat."
Abian begitu serius mendengarkan kata kata Nika.
"Dua keluarga petinggi itu siapa? Apakah mereka yang memerintah kita untuk membasmi makhluk tak kasat mata?"
"Itu bener, nama keluarga mereka adalah Baskara dan Chandra."
"Begitu ya? Jadi siapa yang membangun sekolah dan membiayai kebutuhan kita sebagai para pembasmi?"
"Sekolah ini tidak di bangun kamu tau, sekolah ini terbuat dari teknik seni milik kepala sekolah kita, yaitu Tomi Baskara."
Abian sedikit tercengang bahwa sekolah ini, tidak di bangun, tetapi terbuat dari teknik seni milik kepala sekolah nya yang ternyata dari keluarga petinggi yaitu Baskara.
"A-aku cukup terkejut bahwa sekolah ini terbuat dari teknik seni seseorang, dan juga Pak kepala sekolah itu keluarga petinggi."
"Itu bener, dia adalah anak ke 3 dari 4 bersaudara dari generasi ke 3 keluarga Baskara."
"Begitu ya? Kalo keluarga Chandra?"
"Mereka juga andil untuk membantu sekolah dan para murid pembasmi seperti kita, walaupun dari keluarga mereka tidak ada yang menjadi guru disini."
"Mereka sangat berpengaruh ya? Bahkan setelah, maaf orang tua kalian meninggal mereka membiayai hidup Kalian kan?"
"Itu bener, aku dan Kak Rava di adopsi keluarga Baskara. Kami di beri tempat tinggal yang nyaman, makanan yang layak, pakaian dan juga pendidikan yang berkualitas. Sebelum masuk ke sekolah ini."
"Mereka sepertinya cukup kaya raya ya? Apakah mereka dapat uang dari membasmi makhluk halus ini?"
Abian terbelak mendengar kata di gaji, sekolah di gaji itu hal yang aneh, ya walaupun setiap murid harus menjalankan misi yang mempertaruhkan nyawanya.
"..... Mereka sangat kaya, keluarga Baskara mempunyai kilang minyak yang menggerakkan ekonomi negera kita dan keluarga Chandara punya tembang emas dan batu bara yang pasti kamu tau betapa mahal nya dua benda itu."
Wah..... Mereka bukan kaya raya lagi mereka milyarder.
"B-begitu ya? Oh ngomong ngomong kita ada di mana?"
Karena begitu seriusnya mendengarkan penjelasan Nika, Abian sampai tidak sadar bahwa dia sedang ada di mana.
"Kita ada dalam kelas...."
Abian melihat-lihat dan ternyata mereka memang ada di dalam kelas, walaupun kelas ini sepi dan meja nya pun cuma sedikit.
"Oh iya ngomong-ngomong makhluk tak kasat yang harus kita basmi itu seperti apa? Maaf aku banyak bertanya karena tidak tau apa-apa." Tanya Abian sambil menggaruk belakang kepalanya yang tak gatal.
"Kamu tidak perlu, minta maaf......." Jawab Nika sambil berdiri.
Dia berjalan mendekati papan tulis dan mengambil spidol dan dia pun mulai menulis dan sambil menjelaskan.
Abian berjalan mendekati meja dan duduk di kursi nya.
"Sebelum mulai ke membasmi aku akan bahas kenapa mereka muncul....."
Nika mulai menulis di papan tulis, dia menulis kata manusia.
"Manusia selalu punya rasa takut, dan rasa takut itu mengeluarkan aura negatif dari manusia."
__ADS_1
Nika melingkari kata manusia dan membuat garis kebawah, dan menulis kata makhluk tak kasat mata.
"......Aura negatif itu membuat makhluk yang mereka takuti, seperti penduduk yang tinggal di bawah tebing. Menurut mu apa yang mereka takuti?" Tanya Nika.
Abian menempelkan tangan kanan nya di dagu nya.
"....... Jika musim penghujan, mungkin mereka takut longsor, mungkin."
"Kita bisa simpulkan bahwa rasa takut mereka berawal dari longsor, dan menurut mu makhluk tak kasat mata apa yang identik dengan longsor apa?"
"Hmmmm..... Karena longsor adalah tanah yang basah karena curah hujan, mungkin sejenis manusia lumpur."
Abian masih memegangi dagunya dan bahkan dia sampai menutup mata untuk berpikir.
Nika melingkari kata makhluk tak kasat mata dan membuat dua garis di bawah kata makhluk tak kasat mata.
"Ada dua cara untuk memusnahkan makhluk tak kasat. Pertama kamu bisa memusnahkan mereka secara langsung dengan melawan mereka, yang ke dua adalah melenyapkan aura negatif pada manusia."
Setelah mendengar penjelasan, Nika. Abian menyandarkan punggungnya di kursi, Abian pun mulai bertanya lagi.
"Menurut mu? Yang paling mudah untuk memusnahkan mereka, lebih mudah ke satu atau ke dua?"
Sebelum menjawab pertanyaan Abian. Nika melingkari cara ke dua yaitu menghilangkan aura negatif pada manusia.
"Tentu saja, menonaktifkan aura negatif. Karena memusnahkan makhluk tak kasat mata cukup beresiko karena kita gak tau yang akan keluar itu tingkat berapa."
"Tingkat? Jadi ada tingkatkanya ya?"
"Itu bener, tingkat mereka di mulai dari 0,1,2,3 dan tinggi."
"Begitu ya?"
"Ya, tingkat 0 yang paling mudah di basmi, 1,2,3 mau menghadapai sendiri atau membentuk tim kecil juga mereka masih bisa di musnahkan. Tapi untuk tingkat tinggi seperti nya kita harus membentuk tim besar dan bahkan mungkin kita harus meminta bantuan para petinggi."
Abian mengerutkan keningnya.
"Tingkat tinggi sepertinya sangat menakutkan, ya."
"Ya, tapi jika kau menghilang aura negatif dari manusia. Makhluk itu pun pasti lenyap, jadi menjalankan misi lebih mudah untuk membentuk tim daripada menjalankan misi sendiri, di saat seseorang sedang mengnonaktifkan aura negatif, maka seseorang lagi melindunginya. Kau mengerti?"
Abian tersenyum.
"Aku mulai mengerti....."
"Penjelasan yang mudah di mengerti ya?"
Tiba-tiba Abian dan Nika mendengar suara laki-laki.
DUARRR!!!
Sejenis elemen angin, melubangi dingin kelas cukup besar dan membuat sebuah kepulan debu.
Dari kepulan debu itu keluar sosok laki laki yang mengunakan pakaian serba hitam, dia melayang di udara dan kakinya mulai menyentuh lantai kelas.
"Setelah lulus dari sekolah ini, lebih baik kamu membantuku untuk mengajar di sekolah ini, Nika...." Katanya.
Siapa yang orang ini? Apakah dia guru di Sekolah ini?
Bersambung....
Ikuti penulis di Instagram juga
@taufik_hikigaya
__ADS_1
Maaf jika ada kata-kata yang gak enak di baca dan typo di mana-mana aku ucapkan minta maaf dan terima kasih :)
Jika kalian suka cerita ini, kalian bisa like, komentar dan favoritkan novel ini agar langsung tau kalo penulis telah update.