
Cerita ini hanya fiktif dan jangan di anggap bahwa cerita ini benar-benar ada, jika ada nama tokoh yang sama maka itu murni tidak kesengajaan.
Sehari setelah misi pencarian dokter bedah Arnita dan pencaharian Ryan Chandra untuk segera di eksekusi atau di tangkap hidup hidup.
Karena telah menyalah gunakan teknik seni, untuk membahayakan masyarakat, bukan untuk melindungi nya.
Misi regu Raina untuk mencari dokter bedah untuk Pak Panca yang sedang koma, dan dokter itu juga adalah satu alumni SMA Teknik seni, Arnita berjalan sukses.
Walaupun ada kendala yang sudah di lakukan Ryan kepada mereka.
Ryan menjebak mereka di dalam sebuah kubus emas yang tidak bisa di buka dari dalam, walaupun itu mengunakan teknik seni.
Dan juga tidak ada sinyal handphone di dalam sana, jadi mereka yang terjebak tidak bisa menghubunginya teman nya yang ada di luar.
Mereka hanya bisa menunggu kubus ini menghilang, tapi regu Raina tidak tau bagaimana cara menghilangkan kubus ini.
Karena Ryan yang mengaktifkan penjara kubus emas itu, dan posisi Ryan ada di regu Leonarda.
Mungkin saja, Leonarda dan Abian mengetahui tentang ini.
Tapi, saat ini....
Mereka berdua tidak keluar kamar mereka, mungkin mereka masih syok atas kematian Sonia.
Ya, Rava dan yang lainnya yang juga sangat terkejut dan sedih melihat Sonia di bunuh dengan tragis oleh Ryan.
Apalagi Leonarda dan Abian yang melihat kejadian tersebut di depan wajah mereka.
Sonia di makamkan malam tadi, di pemakaman yang sama dengan ibu dan Ayahnya.
Malam tadi juga, Arnita datang ke sekolah bersama ke dua asisten pribadinya, mereka mengoprasi luka dalam Panca di ruang kesehatan sekolah.
Dan operasi nya berjalan lancar. Tapi, Panca masih koma, menurut Arnita paling lambat dia akan sadar 2 Minggu lagi.
Jika melihat dari kesehatan tubuh Panca, dia pasti akan segera sadar dan kita hanya menunggu kekebalan tubuh Panca untuk segera menyembuhkan luka nya.
°°°°°°°°°°°°°°°
Nika berjalan ke dekat pintu kamar Abian, dia sangat mengkhawatirkan Abian dia tidak keluar kamar dari semalam.
Setelah pemakaman Sonia, Abian dan Kak Leonarda juga sama sama tidak mau keluar kamar.
Kak Leonarda jadi perbincangan hangat para warga sipil di Indonesia, karena dia terjebak dalam dalam kubus yang sama dengan yang di ceritakan regu Raina.
Kak Leonarda di jebak di sebuah perempatan jalan di Jakarta kemarin dan kubus itu membuat kemacetan total di perempatan itu.
Saat, kubus itu menghilang secara otomatis, Kak Leonarda yang terjebak di dalam nya. Di lihat oleh orang yang ada di sana.
Di tambah Kak Leonarda sedang memegang sebuah pedang, dan bisa bergerak dengan cepat untuk mengindari perhatian orang orang di sana.
Hal tersebut membuat dia viral dan masyarakat mulai ingin mencari tahu tentang Kak Leonarda yang tidak normal.
Dan sepertinya, hal seperti itu yang membuat Kak Leonarda jadi lebih suka mengurung diri di kamarnya.
Nika hanya bisa menarik nafas panjang, melihat situasi akhir-akhir ini. Dia tetep mengunakan seragam sekolahnya.
Walaupun hari ini sekolah di liburkan, karena masih berkabung atas kematian Sonia dan melihat Abian dan Kak Leonarda yang seperti ini.
Mereka akan kesulitan untuk bergerak menjalankan misi, kalo situasi nya akan begini terus mereka cuma hanya bisa menunggu Pak Panca sembuh.
Walaupun mereka gak enak karena akan membebani Pak Panca yang baru sembuh atas kejadian yang sudah di buat oleh Ryan.
Nika mengetuk pintu kamar Abian.
"Hei! Abian, apakah kamu bangun? Apakah kamu lapar atau kamu ingin makan sesuatu? Aku akan membelikan nya untuk mu?"
Tidak ada jawaban dari Abian.
Sepertinya Nika harus memberikan Abian sendirian untuk saat ini, tapi Nika sangat khawatir kepada Abian.
Mungkin ini karena pertama kalinya dia melihat teman yang meninggal dengan tragis di depan matanya.
Pantas saja dia begitu syok berat karena ini, Nika juga baru pertama kali melihat teman yang dia kenal meninggal seperti ini.
Tapi,dia berbeda dengan Abian yang melihat Sonia yang terbunuh di depan mata nya.
Nika mengerutkan bibirnya.
"Kalo kamu membutuhkan sesuatu, kamu bisa memanggil ku....."
Setelah mengatakan itu, Nika berjalan meninggalkan kamar Abian.
°°°°°°°°°°°°°°°°°°°
Di dalam kamar Abian, dia sedang tiduran di kasur nya. Dia tidak sedang tidur, tapi entah kenapa dia merasa putus asa.
Abian sempat berpikir untuk pergi dari sekolah ini, tapi dia mengurungkan niatnya. Jika dia tiba-tiba meninggalkan sekolah ini.
Dia hanya akan jadi pengecut dan lari karena takut mati terbunuh seperti Sonia.
Jika dia lari apakah dia akan aman? Tentu saja tidak bukan? Ryan ingin membunuh semua penguna teknik seni lainnya bukan?
Sebenarnya kenapa dia punya teknik seni? Bahkan punya kekuatan supranatural yang bisa melihat makhluk tak kasat mata?
Abian berpikir keras bagaimana itu bisa terjadi? Apakah kekuatan nya akan aktif saat umur dia sudah masuk SMA? Atau gara gara dia masuk sekolah ini?
Jika memang itu karena dia masuk ke sekolah ini, lebih baik dia pergi meninggalkan sekolah ini.
__ADS_1
Tapi, Abian tidak bisa lari seperti pengecut seperti itu.
Semua orang yang ada disini mungkin akan membencinya karena lari takut di bunuh Ryan.
Tapi, memang nya jika dia pergi dari sekolah akan membuatnya merasa aman dari Ryan? Atau mungkin ada musuh lain yang ingin menganggu para pengguna teknik seni?
Kita semua yang ada di sini tidak tau, apa tujuan Ryan memusuhi petinggi,guru dan siswa sekolah ini.
Bukan nya dia juga penguna teknik seni dan juga salah satu dari keluarga petinggi yaitu Chandra.
Memikirkan itu membuat kepala Abian sakit.
Dia melihat smartphone nya yang ada di atas meja, tiba-tiba menyala.
Sepertinya ada pesan masuk.
Abian meraih nya dan ternyata ada pesan dari ayahnya, bukan cuma satu pesan tapi 74 pesan.
Isi pesan itu sama yaitu "apakah kau baik-baik saja?"
Setelah melihat pesan itu, Abian melemparkan smartphone nya ke kasur.
Sepertinya Ayahnya di hubungi, Pak Tomi karena dia tidak keluar kamar dari kemarin.
Sepertinya semua orang mengkhawatirkan Abian.
Tapi, Abian gak bisa memenuhi mereka karena rasa bersalah karena tidak bisa melindungi Sonia.
Abian hanya duduk di atas kasur sambil menunduk.
Tiba-tiba, cahaya kuning muncul di sisi nya.
Dia tau cahaya kuning itu apa. Ya, itu adalah teknik seni cahaya milik Nika.
Dia muncul dengan teknik seninya untuk masuk ke kamarnya.
"Aku tau, kamu itu tidak tidur..." Kata Nika sambil tersenyum kepada Abian.
Abian melihat Nika dengan mata yang sedikit menghitam karena kurang tidur dan menangis.
"Di sini gelap, kenapa kamu gak membuka kan tirai jendelanya?"
Sebelum menjawab Abian membuang tatapannya dari Nika dan menunduk lagi melihat sprei kasur putih nya.
"Aku lebih suka gelap...."
"Begitu ya? Kalo begitu bagaimana kalo menyalakan lampu?"
"Sudah kubilang aku lebih suka gelap!" Jawab Abian sedikit menaiki volume suara nya.
Abian tidak sadar sudah meneriaki Nika.
Abian melihat Nika yang menangis, dia menutupi wajah nya dengan kedua tangannya untuk menghentikan air mata nya.
Abian merasa bersalah telah membuat Nika menangis, Abian menunduk lagi.
"Aku sudah pernah bilang kan? Biar aku sendiri dulu, jika aku membutuhkan sesuatu pasti aku akan keluar kamar."
Nika mengepalkan kedua tangannya.
Mata nya masih berkaca-kaca.
"Kau pembohong! Kau tidak akan keluar kamar dalam waktu dekatkan?"
"....."
"Kau seperti diam di kamar dan menunggu ajal mu tiba!"
Nika mulai meneteskan air mata nya lagi, Abian berpikir apakah Nika sampai berpikir seperti itu?
Abian harus meminta maaf karena telah membuatnya khawatir.
"Jika kau punya apa yang kau pikirkan kau bisa berbicara kepada ku seperti biasa, Abian..."
Aku ingin berbicara dengan mu, tapi....,
"Aku suka...., saat kau bertanya kepada ku, tersenyum kepada ku, dan berbicara dengan ku. Aku suka itu."
Kenapa kau berbicara seperti itu? Hanya untuk menghiburku?
"Hei Abian! Apakah kau menyerah melakukan seperti ini? Memburu makhluk tak kasat mata dan mempertaruhkan nyawa mu? Untuk melindungi non penguna teknik seni?"
"Tentu saja tidak!"
Tanpa sadar Abian membalas perkataan Nika.
Nika tersenyum, Abian tidak ingin berhenti melakukan pekerjaan sebagai pengguna teknik seni.
"Aku senang, kamu masih mau melakukan ini...."
Abian melihat kedua telapak tangannya.
"Tapi..., Aku merasa sangat sangat lemah dan tidak berguna terlahir sebagai laki-laki, aku tidak bisa melindungi Sonia yang seharusnya seorang perempuan di lindungi oleh seorang laki-laki....."
Abian mengerutkan bibirnya.
"Tapi, ini malah seperti aku yang di lindungi Sonia...."
__ADS_1
Nika menggeleng-gelengkan kepalanya.
"Tidak, lawan yang kita lawan begitu kuat dan juga cukup pintar karena manusia, bukan makhluk tak kasat mata yang sangat mudah kita lawan karena kita bisa menonaktifkan aura negatif nya."
"Ryan...., Sebenarnya apa tujuan nya?"
"Aku juga tidak tau, maka dengan itu. Aku ingin kamu ikut membantu kita untuk menghentikan nya, agar dia tidak membuat ketakutan di masyarakat,lagi."
"Tapi..."
Nika berjalan satu langkah mendekati Abian, kedua tangan Nika memegangi belakang kepala Abian dan mendorong nya ke payudara nya.
Nika memeluk Abian, Abian begitu kaget dia akan mendapatkan hal yang hampir mustahil dia dapatkan di kehidupan nya.
Wajah Abian merasakan kelembutan yang sangat lembut seperti marsmellow dan juga bau manis Nika bisa dia hirup dengan hidung nya.
Abian sangat senang di perlukan seperti ini oleh perempuan secantik Nika.
Nika membelai kepala Abian.
"Kamu juga ingin membalas kematian, Sonia kan?"
"Ya..." Jawab Abian di balik pelukan Nika.
"Kalo begitu ayo kita lakukan..." Jawab Nika serius.
Mendengar itu membuat Abian menangis di pelukan Nika dan Nika memberikan Abian mengeluarkan semua tangisan sambil membelai rambut Abian.
Setelah Abian tenang dan sudah tidak berputus asa lagi, Nika memutus untuk pergi dari kamar Abian.
"Terimakasih dan maaf, Nika..."
Nika melihat Abian dan memiringkan kepalanya.
"Untuk apa?"
"Kau telah membantu ku melalui hal yang sulit dan juga aku meminta maaf karena mengkhawatirkan mu dan yang lainnya."
Nika tersenyum.
"Kita teman bukan? Tidak, kita sudah sangat dekat lebih dari teman. Kita sahabat kan?"
Abian tersenyum.
"Ya, terimakasih ya! Dan juga aku minta maaf karena mengotori baju mu...."
Kata Abian sambil mengaruk belakang kepalanya sambil merona.
"Oh...,Tenang saja, aku belum mandi dari pagi..." Jawab Nika.
"Benarkah?" jawab Abian sambil memiringkan kepalanya.
Sebelum Nika pergi mengunakan teknik seninya, Abian mengatakan sesuatu lagi.
"Tunggu Nika! Tubuh ku sepertinya masih kurang sehat, jadi aku ingin beristirahat di kamar saja boleh? Untuk beberapa hari ini?"
Nika tersenyum dan mengangguk.
"Saat aku memegang mu tadi, tubuh mu cukup panas sepertinya kamu demam, istirahat lah. Jika kamu butuh sesuatu berbicara saja pada ku ya!"
Abian bisa tersenyum lagi.
"Ya, terimakasih!"
"Kalo begitu istirahat lah dan sampai nanti."
Nika pun menghilang.
Sedangkan Abian memutuskan untuk kembali beristirahat.
°°°°\=\=\=\=\=\=°°°°
Di sebuah kamar yang cukup gelap, terlihat laki-laki yang sedang duduk di pojokan kamar nya.
Dia sudah mengurung diri di kamar selama 1 hari, dia sedang melihat smartphone nya dan melihat banyak sekali berita tentang nya.
Dia saat ini sedang berada di titik terendah hidup nya, adik kelasnya meninggal, sepupu nya menjadi jahat, dan rahasia tentang dunia teknik seni mulai bisa terlihat ke permukaan gara gara diri nya yang terjebak dalam sebuah jebakan yang di buat sepupu nya.
Sekarang tidak tau apa yang di harus pikirkan untuk melepaskan beban yang sedang dia pikirkan sekarang.
Dia terlalu lemah dan bodoh karena tidak bisa mengalahkan sepupu nya, apalagi untuk mengeksekusi nya.
Dia hanya bisa menunduk untuk bisa keluar dari tekanan seperti ini.
Tiba-tiba tubuh nya mengeluarkan sebuah aura hitam yang sudah dia tahu sejak kecil.
Aura negatif dari manusia.
Tapi, apakah penguna teknik seni bisa mengeluarkan aura negatif?
Bersambung...
Ikuti penulis di Instagram juga
@taufik_hikigaya
Maaf jika ada kata-kata yang gak enak di baca dan typo di mana-mana aku ucapkan minta maaf dan terima kasih :)
__ADS_1
Jika suka cerita ini, kalian bisa like, komen dan favoritkan novel ini untuk mendapatkan info update.