SERENDIPITY

SERENDIPITY
Kahfi, jangan gitu!


__ADS_3

Haifa


Terik matahari masuk melalui celah celah jendelaku , ah pagi ini rasanya kuingin bergelung dalam selimut sampai siang, rasanya enak sekali menghabiskan waktu di ranjang ku seharian penuh tanpa ngapa ngapain, tetapi rasanya tidak bisa, aku ada janji hari ini, ah Kahfi! dia sudah bangun belum, ya? apa dia ingat janjinya akan menemaniku membeli novel untuk stock kegabutannku karna sedang libur semester, biasanya si Kahfi itu, orangnya paling lupa , Ah semoga aja dia tidak lupa menemani pacar cantiknya ini pergi. "Baiknya kutelvon saja kali, ya" ujarku dalam hati, kuraih hapeku yang terletak diatas nakas samping dan mencari kontaknya..


"Halo"


"Fi, kamu udah bangun, belum?" rasanya aku merasa bersalah membangunkannya, terdengar dari suaranya yang serak, sepertinya dia sangat mengantuk


"Udah , kamu jadi ditemenin kan?"


"Iya, tapi gapapa deh agak siangan dikit, kamu tidur aja dulu Fi" Kataku, aku benarbenar ga enakan sama dia


"Gapapa Fa, kamu siapsiap gih, nanti aku jemput ya, jangan cantik cantik, kamu cantiknya cuman buat aku!


"Ih tapi kan'... "


Tuttt.. tuttt...


Sambungan telvonku dimatikan sebelah pihak, ya gitudeh Kahfi, posessive tapi manis.

__ADS_1


 


 


 


"Fa, ini rambutnya kenapa diginiin sih, gapapa diasal asalin aja, kamu jadi makin cantik kalo kaya gini, aku capek jagainnya" aku semakin geram melihat gadis kecilku ini, rambutnya dibikin ikal diujung dengan mengenakan jepitan berbentuk pita, dengan wajah oval dan alis yang rapi, serta bibir yang merah merekah tanpa sentuhan perona bibir, gadisku semakin terlihat menggemaskan, aku tak rela jika oranglain melihatnya juga, cukup aku!


Haifa memutar bola matanya jengah "ihh dimana mana nih ya, orang tuh suka kalo cewenya dandan cantik, biar bangga gitu, ini kamu malah marah gajelas , aneh banget" ujar Haifa sambil berkacak pinggang


"Sini peluk dulu" Kahfi merentangkan tangannya kearah Haifa


"Gamau"


"Aku ngambek tau, Fi" ujar Haifa seraya melototkan matanya


"Gaboleh ngambek, Fa" Kahfi berucap sambil memeluk Haifa dari belakang, ia membenamkan kepalanya diceruk leher Haifa dan seketika merasa tenang karna ia menyukai aroma Haifa yang seperti bayi, menggemaskan.


" Lepasin ih, keburu toko bukunya tutup " Haifa berusaha melepaskan lilitan tangan Kahfi dari pinggangnya

__ADS_1


" Tapi janji jangan marah dulu, Sayang "


Haifa merona mendengar Kahfi memanggilnya dengan panggilan itu, Kahfi itu jarang sekali bisa ngomong manis, biasanya dia akan begitu karna kepepet seperti ngambeknya Haifa ini, atau ketika hari hari special mereka, rasanya Haifa bahagia kalau mengingat moment itu.


"Iya gamarah kok, Fi" ujar Haifa sambil menunduk malumalu


"Kalo gamarah coba tatap aku"


Haifa menggigit bibir bawahnya, dia tidak bisa menatap Kahfi dalam keadaan begini, malu sekali! digoda Kahfi berarti membuat kerja jantungnya semakin ekstra, walaupun mereka sudah lama mempunyai hubungan, tetapi rasanya Haifa masih malu saat menatap Kahfi terang terangan begini


"Hei" Kahfi meletakkan tangannya di ujung dagu Haifa dan mengangkat keatas, membuat pandangan mereka bertemu, seketika Haifa melihat wajah bersih Kahfi, dengan alis yang tebal dan kulit yang bersih, Haufa tak menemukan jerawat dipipi Kahfi satupun. Lalu pandangannya beralih pada bibir Kahfi, merah alami karna Kahfi tidak merokok, rahang Kahfi yang tegas dan mata yang selalu memandangnya hangat, Haifa merasa bersyukur bisa mendapatkan Kahfi dengan segala keposessivannya.


"Apa" lirih Haifa sambil menatap mata Kahfi dalam


"Jadi pergi, gak? " Ujar Kahfi seraya menyelipkan anak rambut Haifa kebelakang telinga dan menatap Haifa hangat


" Jjj-adi kok" Haifa menjawab dengan gugup


" Yaudah , ayuk!" Kahfi meninggalkan Haifa setelah dia mengacak rambut Haifa yang tertata rapi menjadi kusut, Haifa membulatkan matanya dan wajahnya memerah karna ulah Kahfi yang telah merusak karya 1 jamnya dengan mengacaknya menjadi berbentuk sarang burung, dia sangat ingin marah sekarang.

__ADS_1


"Kahfi, jangan gitu! "


 


__ADS_2