SERENDIPITY

SERENDIPITY
40. Keluarga kecil


__ADS_3

"Hati-hati sayang"


"Ayah aku mau makan roti itu "


"Pasang dulu jaketnya dingin loh "Sean memasangkan jaketnya pada ibu hamil ini.


"Nah sudah " Sean mengeluarkan rambut istrinya.


"Ayok ayah cepat nanti ramai. Anak kita udah ke pengen nih. "


"Iya sayang, "


"Bapak roti kari nya dua "


"Empat pak, saya mau empat. "


Sean menoleh, "Empat pak "


"Istrinya lucu pak. "


"Terima kasih, "


"Sedang hamil ya ? "


"Iya istri saya sedang hamil. "


"Di sana ada penjual kacang almond itu bagus untuk ibu hamil, kacang juga rasanya enak. "


"Terima kasih kalau begitu, ini berapa jadi pak ? "


"Tidak usah, "


"Jangan pak "Sean meninggalkan uang 50 ribu pada bapak penjual roti.


" Masyallah ga istri ga suaminya sama-sama baik. Semoga selalu akur. "


Ocha dari kejauhan melihat Sean dan Freya sedang makan di pinggir jalan. Keduanya sangat bahagia Sean memeluk Freya dah Freya menyuapinya. Sesekali pria itu mencium pipi Freya.


"Liat deh disitu bagaimana jika itu terjadi ? "


"Hahahahahahha "


"Loh sayang kamu kok malah ketawa "


"Hahahahaha "


"Ada-ada aja kamu nih mas. "


Ocha mengingat masa-masa indah dulu bersama Sean. Sean tak suka makan di pinggiran karena debu dan tidak bersih tapi sekarang Sean melakukan apapun yang Freya inginkan.


"Menyedihkan Sekali hidupku, dulu Sean bucin hanya padaku, dia melakukan apapun yang ku inginkan ,mencintaiku, memelukku dengan penuh kasih sayang semua sudah diambil oleh Freya. Aku tidak menyangka ini akan terjadi. Aku tidak menyangka jika cinta itu bisa beralih. "


"Dulu membeli pakaian bermerek begitu mudah bagiku bahkan sekarang membeli popok untuk bagiku saja aku sulit sekali."


"Cha..loe tuh bodoh sekali. Serius bodoh plus tolol..oon apapun deh.Gimana kalo Sean kepincut sama istri keduanya ? "


"Alah ga mungkin. Cewek itu kurus dan tidak cantik. Mana mungkin Sean menyukainya."


"Cha loe hidup di zaman kapan sih ! Cinta itu di jaga bukan di biarin. Semakin loe biarin Sean sama istri keduanya semakin Sean nyaman. "

__ADS_1


"Chelsea.. Chelsea.. Lo ga kenal Sean. Gua dah pacaran sama dia dari SMA terus sampai sekarang aman lah "


"Semoga loe ga nyesal. "


"Gua yakin Sean pasti lagi nikmatin tuh cewek, "


"Gua ga bisa dukung lo, gua justru dukung mereka berdua. Yang salah disini tuh tetap elo Cha. Elo ngerusak perempuan baik-baik dan loe membiarkan lubang hitam tercipta. "


"Chelsea, tenang aja okey. Sean akan tanggung jawab tapi untuk anak itu saja. Sean punya anak dan aku bebas dia pasti akan membayar perempuan itu. Masalah beres, anak beres dan uang ku juga lancar. "


Namun rencana hanyalah rencana. Dari hubungan terlarang yang tidak pernah di rencanakan keduanya mereka hidup bersama. Sean bahagia, Freya bahagia dan keluarga mereka bahagia. Sean menemukan keluarga kecil pada orang lain. Bagi Ocha, Freya bukan perempuan yang cantik namun di mata Sean, Freya adalah kesempurnaan.


Ocha mengingat kembali bagaimana Sean datang bersama Freya dan mengatakan jika mereka menikah, tanpa Ocha sadari kebersamaan dengan Wiliam membuka celah bagi Sean mengenal lebih Freya.


Ocha tau bagaimana keseharian Freya. Sebelum insiden itu, Freya hanyalah gadis SMA yang tidak melanjutkan kuliah dan sibuk mencari pekerjaan.


Jika di bandingkan keduanya sangat berbeda. Siapapun pria akan menyukai Freya.


Wanita itu tidak banyak mau nya. Apalagi saat hamil. Dia lebih suka mencari uang sendiri. Baju yang di kenakan juga kaus oblong Sean hingga celana pendek milik Sean, Jauh dari pikiran punya tas, dompet, perhiasan atau barang bermerek. Freya lebih gila dalam memikirkan makanan, yang ada dalam pikiran hanya makanan.. makanan.. makanan.


Alas kaki yang di kenakan Freya hanya sandal kepit, perempuan itu tak punya dompet atau tas Freya membawa uang gumpalan di kantong nya. Rasa syukur nya, rasa kemanusiaan nya pun juga.. Freya orang yang mau belajar meski ia tidak kuliah.. perempuan itu begitu tau cara menghormati orang lain.


Lalu hal yang lebih penting lagi. Dia begitu menghormati Sean meskipun pria itu pernah menampar dan menyakiti. Beda sekali dengan Ocha yang makan hati pada setiap tindakan Sean hingga ia tak sudi memiliki anak dari Sean.


Mungkin poin-poin itulah yang menjadi perbedaan besar antara Ocha dan Freya. Alasan mengapa Freya menjadi pilihan Sean meski mereka memiliki anak atau tidak.


Ocha pertama kali bertemu Freya di supermarket sejak masuk ke dalam Ocha memperhatikan gerak-geriknya. Entah kenapa perempuan itu menarik perhatian nya tanpa sadar Ocha mengikuti nya hingga ke rumah.


Selama seminggu Ocha selalu memperhatikan nya dan mencari tau tentang Freya.


Ocha tidak tau perasaan apa ini namun ia selalu ingin mencari tau tentang Freya. Ocha takut jika ini perasaan terlarang maka dari itu ia memutuskan untuk tidak menguntit Freya lagi.


Di pikiran Ocha hanyalah Freya saat itu karena infoman nya mengatakan jika Freya adalah gadis baik di lingkungan nya.


"Untuk apa aku mengingat itu semua ? "


"Semua sudah terjadi. Mengingat pun percuma. "


..._______________...


Sean mengajak Freya liburan ke lima negara. Ia ingin menepati janjinya yaitu membuat Freya bahagia.


Awalnya Freya menolak karena tak bisa bahasa Inggris namun karena Sean menjelaskan banyak makanan enak disana tentu tak pikir panjang istrinya itu packing baju.


Negara pertama yang di kujungi adalah Belanda. Sean memberitau bagaimana budaya dan cara memesan tiket ketika akan naik kereta.


"Ayahhhh ini lucu.. Mirip kayak pop Ice taro warna nya. Cia mau juga kannn "


"Ya Allah jadi keluarga pop Ice taro. "keluh Sean.


Freya dan Cia nampak senang dengan baju baru mereka.


Cia dan Freya nampak bersemangat melihat sesuatu yang menurut mereka baru.


Sean mengajak Freya pergi ke Korea Selatan setelah dua minggu di Belanda. Perjalanan ketiga Jerman lalu ke empat London dan terakhir Arab Saudi.


"Aku senang banget bisa ke rumah Allah, Aku ga nyangka. "


"Aku udah ngerencanain ini dari tahun lalu. Aku ngumpulin uang supaya bisa berangkat haji mumpung udah masuk bulan syawal. "

__ADS_1


"Selamat lebaran Ayah. "


"Selamat lebaran juga mama. Semoga ke depannya rumah tangga kita baik-baik saja dan akan terus bahagia. Semoga aku bisa dapat banyak rezeki biar bisa bawa kamu sama anak-anak kita jalan-jalan. " Freya mengangguk.


Kehamilan yang semakin membesar tak membuat Freya kesulitan menjalankan ibadah. Orang-orang selalu menyapa dan mengajak bermain Cia gadis cantik itu tidak rewel selama melakukan ibadah bersama sang mama.


Tidak peduli apa yang orang lain katakan. Sean tak malu memposting momen kebersamaan bersama sang istri dan putri mereka yang memang di tutup wajahnya.


Hanya dia yang tau bagaimana cintanya pada Freya. Perempuan yang mengisi hatinya untuk selamanya.


Kehamilan Freya telah menginjak sembilan bulan. Sean memboyong istri dan anaknya pergi ke Amerika sebab Sean ada urusan pekerjaan selama beberapa bulan di Amerika Serikat.


Ambulan membawa Freya menuju ke rumah sakit bersama Cia yang duduk di samping dokter.


"Anak nya pintar bu, " ucap dokter.


"Kamu di bilang pintar nak. " Cia tersipu malu.


"Ini nomor telfon suami saya pak. Tolong telfon satu jam lagi yaa. Suami saya sedang meeting. "


"Ta.. tapi bu.. "


"Pekerjaan ini penting untuknya saya harus mengerti. " Dokter itu mengangguk.


Freya langsung masuk ke ruang UGD. Rossa berlari menuju ruang meeting.


Pintu di buka hingga ia seluruh khalayak fokus padanya. Namun Rossa langsung menghampiri bos.


"Bos, tolong tenang. "Sean semakin tidak tenang.


"Ada apa Rossa ? "


"Penjaga apartemen bilang jika Nyonya di bawa oleh Ambulan. Rumah sakit bilang jika Nyonya akan segera melahirkan dan pembukaan sudah 8."


Sean seketika berdiri dari kursi wajah begitu kalang kabut.


"Bos.. bos.. tolong tenang.. "


"Siapkan mobil, rapat tolong kamu handle. "


"Bos saya mohon jangan. Kita bisa kehilangan investor. Saya mohon. "


"Mohon tunggu sebentar " Kata Sean.


"Bos, Nyonya sendiri yang menahan rumah sakit untuk tidak menghubungi bos. Hingga satu jam ke depan. Tolong bos, ini usaha bos hingga sampai disini. "


"Saya mohon bos, kita bekerja keras. Bos ingin membangun perusahaan di Amerika kan. Ini hanya satu jam bos. "


Sean mengusap wajahnya kasar. Ia kembali duduk dan meminta di lanjutkan rapatnya. Fokus Sean sudah hilang kakinya bermain tanda ia ingin meninggalkan ruang meeting.


Ternyata jadwal harus undur, Meeting memakan waktu satu jam 23 menit.


Dokter sudah mengambil tindakan. Freya melahirkan anak keduanya dengan Sean tanpa pria itu. Cia di minta tidur di ruang dokter, Freya menitipkan putrinya yang berusia satu tahun itu pada dokter.


Sean berlari menuju rumah sakit ia tak bisa menunggu lagi di tengah kemacetan.


Freya sayang tunggu aku.. bertahanlah sayang..


Ketika Sean datang dan masuk ke ruangan ia melihat Freya di pasang nebulizer.

__ADS_1


"d.. dok.. istri saya kenapa ? "


__ADS_2