
Freya menyuapi Sean di taman belakang.
"Lahap sekali, pasti ingin cepat sembuh yaa ? " Sean mengangguk.
"Baguslah, Makan yang banyak "
"Ini sudah jam 10 pagi kenapa kamu tidak mau makan. Ingat Sean kamu harus minum obat ? "
"Padahal ini makanan kesukaan mu loh. Daging terbaik lagi. "
Sean tak. peduli ucapan Freya ia sibuk menguyah makanan
"Toko Roti kebakaran semuanya hangus tak ada sisa. Aku tadi harus bayar pesanguan karyawan ku. Dan ke kantor polisi rasanya, penat sekali " keluh Freya.
"Lain kali waktunya sarapan kamu harus sarapan jangan di tunda. Ada atau tidaknya aku kamu harus tetap menjaga kesehatan mu. "
"Dulu tanpa aku kamu bisa menjalani hidupkan ?" Sean mendadak kesal dengan ucapan Freya. Kursi roda bergerak berbalik dan pergi.
"Sean.. Sean.. Sean. Lah aku salah bicara yaa ? "kata Freya.
Darlen datang melihat Sean lewat dengan wajah kesal ia jadi kebingungan apa yang terjadi ? itulah pertanyaan yang muncul di dalam benaknya.
"Ada apa Freya ? Sean seperti kesal "
"Ahh tidak ada apa-apa kok "
Di dalam kamar Sean memukul-mukul ranjang.
Jadi kau ingin hidup dengan Darlen begitu Freya ? Maaf Freya itu tak akan mungkin terjadi.
...___________...
Freya menegak minum di dapur. Dengan mata sayup ia duduk di kursi pantry sembari mengumpulkan kesadaran.
Freya membawa teko kaca untuk ia bawa ke kamar.
"Tangga nya banyak banget apa ga bisa di buatin lift aja " keluh Freya.
Perut Freya tiba-tiba bunyi.
"Krukkk... Krukkk "
"Nak, apa ga bisa pagi aja makan nya ? Mama ngantuk loh. Memang makan malam ga cukup ya " Freya beranjak beberapa langkah membuka kulkas.
"Rezeki kalian nih. Ada bakso. Panasin dulu deh "
"Uwahh bibi emang paling tau kalau Freya suka bakso goreng. " Freya menyantap dengan lahap.
"Ahh "
"Terushh sayang lebih keras "
Freya mengeplak sendok di mangkuk. Perempuan hamil itu berdecak kesal.
Sialan dua orang itu, apa mereka tidak bisa menyetel kedap suara sekalian kedap udara juga biar mati.
Freya makan dengan muka yang marah. De**han itu makin terdengar di rumah yang hening ini hingga membuat Freya gemash dan berakhiran ia tak mood makan. Mungkin mood bayinya juga langsung bete.
Mendengar ayah nya bersama perempuan lain.
Freya hendak menaiki tangga namun langkah kaki terhenti ketika ia melihat di celah pintu kamar tamu.
Kamar yang di tinggalin Sean. Freya melihat Sean dalam kondisi tenang.
"Ini de**han bukan dari kamar ini terus di kamar atas siapa yang lagi anu-anu "
Freya membuka perlahan kamar tamu itu. Freya melihat kaki seorang pria yang mulus itu di atas ranjang.
Benar saja Sean tertidur dengan lelap.
"Sayang ini mending kamu kembali deh. Karena jam 4 ada pergantian shif penjaga. Aku takut kamu ketahun "
"Ahh kita nikmatin saja sayang. Aku rindu padamu dan tubuh mu yang indah ini "
"Yahhh aku juga rindu padamu "
Wiliam memakai pakaian dengan cepat. Ocha mencium bibir pria itu tergesa-gesa sebelum mereka berpisah. Wiliam tersenyum.
Mereka berdua menuruni tangga.
Bertepatan dengan Freya yang akan naik. Ketiga orang itu membulatkan mata.
"Ocha.......k.. Kamu siapa ? " Tanya Freya pada Wiliam. Wiliam terpaku diam melihat ke arah Freya.
"Cha, siapa pria ini ? "Tanya Freya dengan keras.
"Apa urusan mu sih ! Dia temanku "
Freya di dorong oleh Ocha. Freya drngan berani menghadang jalan Ocha dan Wiliam.
__ADS_1
"Dia siapa ? " Tanya Wiliam menunjuk Freya.
"Oh dia pemuas nafsu suamiku "
"Kamu ngapain mengunjungi istri orang malam-malam begini ? Dasar tidak tau malu ! "
******* ..... Ocha dan pria Asing.... Kamar atas.
"Jangan-jangan kalian melakukan hal tidak senonoh. Kalian berdua udah gila ya , Sean lagi sakit tapi kamu malah ngajak laki-laki lain ke kamar . Kamu juga, dia ini punya suami emang ga ada yang lain apa. "
"Kamu ga tak malu yaa! Dia itu istri orang , emang ga ada yang lain apa. Dasar cowok penyakit kelamin ! "
Ocha membalas, "Ga usah urusin, Urusan aku. Kamu disini itu cuman istri kedua. Ingat Freya, ga akan ada yang percaya padamu jika kamu melaporkan pada Sean dan keluarga nya mengenai ini semua "
"Percaya diri sekali kamu, "kata Freya. Wiliam mengernyit ketika Freya mundur beberapa langkah.
"PENJAGA... PENJAGA... PENJAGA... ADA MALING "
Ocha tak percaya Freya akan senekat itu.
"ADA MALING "
"ADA MALING "
"TOLONG ADA MALING "
Wiliam dan Ocha terkejut. Wiliam langsung mendorong sebelum Freya sampai ke. pintu, Freya hingga keduanya jatuh di sofa. Wiliam menindih tubuh Freya dan menaikkan tangan perempuan itu ke atas. Freya langsung menendang kej**tanan pria itu dan melempar teko kaca yang ia bawa dari tadi ke kepala Wiliam.
"Huft Wiliam " Para pengawal rupanya mendengar teriakan Freya mereka langsung menuju ke sofa menghampiri Freya. Wiliam jatuh tersungkur ke bawah.
"Nyonya.. Astaga Nyonya Freya "
"Cepat ambil air hangat. Wajah Nyonya Freya banyak serpihan kaca. "
"Nyonya tolong jangan membuka mata anda dulu "
Ocha diam mematung melihat kepala Wiliam berdarah begitu banyak.
Wiliam di seret layaknya kain kotor keluar rumah.
Seseorang dari ruangan melihat dari celah pintu memperhatikan dari jauh sejak tadi konflik apa yang ia lihat.
..._________________...
Darlen masuk ke rumah Sean dengan wajah panik setelah mendapat kabar ada insiden maling.
Darlen masuk memanggil nama Freya.
"Ahh "
"Ocha maafkan saya " Kata Darlen lalu pergi melewati Ocha mencari Freya.
"Freya... Freyaaaa... Freyaaa "
Ocha menoleh ke samping Freya yang sedang menyiapkan makanan di dapur. Darlen langsung meneliti seluruh tubuh Freya.
Kau beruntung Freya untuk hari ini. Jika terjadi sesuatu pada Wiliam hingga membuat bayiku tidak memiliki ayah akan ku bunuh kau.
Freya tersenyum sedangkan Darlen panik karena tenggelam dalam kekhawatiran.
Ocha mengempalkan tangan dan pergi.
Ocha pergi menuju rumah sakit. Sudah ada polisi yang menunggu Wiliam.
"Selamat pagi pak "
"Selamat pagi ibu, Apa benar saudara Pak Wiliam adalah suami ibu ? "
"Ya benar, Pak Wiliam suami saya. "
"Apa ibu tau keluarga dari Pak Wiliam ? "
Mampus aku. Aku bisa ketahuan ada Affair dengan Wiliam meski udah di restuin tapi keluarga Wiliam bukan ingin aku berselingkuh. Tidak-tidak aku harus bertindak cepat.Freya tunggu pembalasan ku.
"Maaf Pak. Teman saya anak yatim-piatu dia tidak punya siapa-siapa kecuali saya "
"Oh begitu, kami mendapat laporan jika Pak Wiliam menjadi tersangka pencurian. Barang bukti memang tidak ada. Juga Pak Wiliam dalam kondisi tidak memungkinkan untuk kami lakukan interogasi. Jadi untuk sementara kami akan menyelidiki kasus ini lebih lanjut "
Ocha mulai menceritakan kronolohi kejadian tentu itu dibuat-buat serapi mungkin olehnya.
Polisi tersebut mengetik apa yang Ocha sampaikan.
"Baiklah kami akan menutup kasus ini segera. Kami akan buat surat pernyataan terlebih dahulu. Ibu bisa mengambilnya besok atau bersama pengacara "
"Terima kasih pak atas bantuanya "
Kedua polisi itu pamit pergi.
Satu masalah selesai. Ocha kemudian menghubungi pengacara nya.
__ADS_1
Ocha memasuki ruang inap melihat Wiliam dalam kondisi lemah dan kepala di perban.
"Bagaimana keadaan dok ? "
"Syukurlah Pak Wiliam dalam kondisi stabil "
"Tapi kenapa Wiliam belum membuka matanya "
"Itu adalah efek obat. " Ocha mengangguk.
Ocha menangis sejadi-jadinya. Di tubuh Wiliam. Sembari memanggil nama pria itu.
"Mbak Ocha ? "Ocha menoleh ke arah perempuan yang mengenakan dress pink itu.
"Kirana kamu disini, kemarilah " Kirana mengangguk.
"Kenapa suamiku bisa seperti ini ?! "Kirana menangis sejadi-jadinya.
" Kirana sabar ya.. Yang sabar "
"Suami mu dikira maling kemarin "
Kirana mendongak. "Apa ? bagaimana bisa mbak ? Kenapa suamiku di katain maling "
"Jadi ceritanya seperti ini ? "
"Wiliam datang malam-malam mengambil berkas di rumah ku. Lalu pembantu ku tak sengaja melihat kami berduaan di ruang tamu dia pikir kami melakukan yang tidak-tidak padahal Wiliam hanya mengambil berkas itu saja dan minta pendapatku mengenai desain kantor "
Kirana terdiam sejenak. "Apa urusan sepenting itu sampai harus malam ? "
"Iya kirana, Wiliam pagi nya akan pergi ke London untuk menyelesaikan urusannya "
"Kalau saja pembantu ku tidak melakukan ini mungkin Wiliam akan baik-baik saja. "
"Maafkan aku ya Kirana. Aku minta maaf atas nama pembantu ku Freya "
"Jadi yang melukai kepala mas Wiliam namanya Freya. Itu nama pembantu mbak Ocha "
"Iya Kirana. Mbak minta maaf ya. "
Ocha melihat wajah marah Kirana istri dari selingkuh itu. Sudut bibirnya ia tarik tanpa Kirana tau jika Ocha berbohong padanya.
"Aku harus melaporkan wanita itu ke polisi " Geram Kirana.
"Kirana.. Kirana jangan Kirana. Please jangan. Aku mohon. Dia sudah dapat ganjaran nya kami juga tak bisa melaporkan ke polisi karena ini murni dia tak tau siapa Wiliam. Sean memecatnya tanpa pesanguan. Menurutku itu sudah keputusan yang kejam untuknya. "
Tangan Kirana melemah. "Syukurlah, perempuan jahat itu "kata Kirana.
Dalam insiden ini Ocha berusaha keras untuk melindungi Wiliam.
Darlen membelai wajah Freya yang terluka.
" Aneh sekali CCTV di ruang tamu tak menyala. Bagaimana bisa ? "
"Aku juga tidak tau Pak Darlen. "
"Apa anda mengenal pria itu ? " Freya menggeleng.
"Namanya ? "
WILIAM
"Wiliam ya itu namanya "
"Wiliam ?"
Darlen masuk ke kamar sembari tersenyum. Sean yang berada di dalam memasang wajah kesal.
"Lima tahun aku mencari tau siapa selingkuhan Ocha hingga akhirnya aku baru tau hari ini. Wiliam itu pengusaha berlian itu kan. Kalau tidak salah dia juga punya pabrik kain "
"Mungkin saja hubungan itu dimulai karena saling membutuhkan. "
"Apa kamu tau ? "
"Aku sudah tau. Waktu di acara itu Wiliam berciuman dengan Ocha di lorong. "
"Woww "
"Pergilah, kamu mengangguku "
"Apa yang ingin kamu lakukan ? Bukankah sangat membosankan memainkan drama ini ? "
"Urus saja urusan mu "
Sean melihat tatapan Darlen yang mengisyaratkan bahagia.
"Kamu begitu bahagia "
"Yaa sebentar lagi. Freya akan melahirkan. Tiga bulan lagi "
__ADS_1