
"Sayang kamu pakai dress ini saja ya "
Freya duduk di atas ranjang dengan mengenakan bathrobe putih yang senada dengan suaminya.
Setelah sama-sama mengakui perasaan Sean berubah drastis Freya melihat sisi baru Sean lagi dan lagi yaitu suaminya sangat-sangat bucin sekali dengannya. Bahkan menginjak lantai pun tidak boleh apa-apaan ini coba.
"Sini biar aku pakaikan dress nya "
"Sean---"
"Panggil aku mas, ga sopan istri manggil nama suaminya "
"Mas Sean, aku bisa pakai sendiri baju ku "
"Aku ingin memanjakan mumu sayang, kamu tinggal diam dan nikmati saja semua yang perlakuan yang ku berikan "
"Ini sudah hampir malam kasihan Cia, aku takut dia haus "
"Kalo soal itu sudah aku urus, aku memberi banyak botol susu dari asi mu dan pakaiannya "
"Kamu benar-benar menyiapkan semuanya dengan baik "
"Aku bisa memprediksi beberapa hal yang akan terjadi kecuali yang tadi "
"........ "
"Aku tidak tau jika akan di layanin istriku "
"Kamu masih saja mesum, padahal sudah jadi bapak anak satu "
"Anaknya ga ada disini, jadi luwes lah mesumin ibunya. "
"Ayok jemput anak kita yang lucu itu, aku ingin menciumnya "
"Cium saja bapaknya. "
"Ahh tidak mau, agendanya bisa berubah karena kesalahan kecil saja "
"Kesalahan kecil apa sayang ? " Goda Sean mencolek dagu Freya.
"Ihhh nakal banget sih "
"Ihh kok aku suka ya liat kamu marah "
"Udah yuk cepat, aku mau ketemu anak kita "
"Ciee yang udah manggil Cia anak kita bukan anak ku lagi, "
Pipi Freya merona seketika.
"Huft Cia sayang cepatlah berusia satu tahun nak, papa ga bisa nunda lama untuk ga buat adik yang lucu sepertimu "
"Mas! " pekik Freya. Sean mengajungkan dua jari.
Mobil Sean keluar dari gedung apartemen menuju ke rumah orang tuanya.
Pelayan mengantar Sean dan Freya masuk ke dalam rumah. "Silakan tuan muda, nyonya "
Freya bersembunyi di balik punggung besar Sean. Sesungguhnya Freya merasa begitu malu bertemu dengan mertuanya setelah sekian lama.
Sean mengusap-ngusap punggung tangan Freya. Pria itu menoleh sedikit ke belakang sbari tersenyum.
Papa memberi kode ke mama dengan sebuah anggukan.
"Freya, kamu datang "
"Dijawab, papa ngomong tuh " kata Sean.
"Ha.hallo semuanya "
"Selamat datang Freya " sapa nenek dari arah dapur. Freya tersenyum kikuk.
__ADS_1
"Apa kalian sudah makan malam ? "
"Belum, Freya ingin cepat-cepat bertemu dengan Cia. "
"Kebetulan sekali kita baru mau makan malam, ayo kita makan malam bersama "
Mama menyerahkan Cia kepada Freya.
"Apa putriku rewel ? "
"Iyaa tapi tidak masalah karena mama punya seseorang yang menjadi sasaran pelampiasan "
Mama menoleh ke arah papa Sean yang menonton TV.
"Cia pipis, kentut dan menangis saat rewel dan untung targetnya adalah kakek nya. Dia tau kakek nya ga ada kontribusi, ga sayang dia "
"Ya ampun pantas saja mengibah menjadi hal identik bagi perempuan "
Papa pergi menuju ke meja makan setelah mematikan TV.
"Papa Sean memang begitu, waktu Sean masih bayi dia hanya bisa melihat Sean. Kira-kira saat Sean bisa merangkak barulah papa sedikit-sedikit belajar mengendongnya "
"Kamu harus bangga Cia papa lebih keren dari kakek mu "
"Oh ya Darlen dimana ? "
"Darlen tadi ada urusan di kantor dia bilang pulang tengah malam "
"Darlen pulang ? " tanya Sean lagi.
"Iya, dia tidak bisa tidur sendiri "jawab mama.
"Ahh masa Darlen gitu. Ini pasti kerjaan nenek "
"Kamu sudah punya rumah sendiri, kamu sudah memiliki keluarga. Kamu juga tidak mau tinggal disini. "
"Nenek berpikir ingin mengesahkan Darlen sebagai keluarga kita "
"Maksudnya gimana nek ? "
"Bukannya Darlen sudah masuk di kartu keluarga kita ya, iya kan pa ? "
Papa hanya diam ia melihat ke arah lain.
Nenek tersenyum simpul, "Papa mu mengerti "
"Pa apa maksudnya ? "
"Cia, putrimu "kata papa.
" Hah ? "
Ketiga nya Sean, mama dan Freya. "APA ? "
"Ya Allah nenek, putriku masih berusia tiga bulan. Bahkan membaca a.. b.. c.. d. aja belum bisa dia hanya bisa pipis, buang air besar dan menyusu. "
"Nenek menjodohkan Cia dengan Darlen. Saat itu usia Cia 17 dan Darlen 46 tahun "
"Bagaimana bisa Anakku menikah dengan saudara ayahnya. Biarkan saja lah nek, dia menikah dengan teman seumuran nya atau dia menemukan sendiri pasangan hidupnya "
"Aku sudah melihat dua orang yang memilih wanita yang dicintainya, Apa jadinya sekarang hah ? ujung-ujungnya apa sekarang ?...tak perlu ku sebut orangnya kan "
"Iya nek ga usah disebut. Memang orang seperti itu ada yaa ? "Tanya Sean pada sang papa.
"Ga ada lah tentunya. Mereka hanya orang bodoh yang tidak perlu di ingat "kata papa menyantap kembali buah nya.
Nenek terkikik geli mendengar ucapan putranya.
"Ahh Sean bahkan salah satu pria yang ku kenal itu pernah melakukan hal bodoh.. bodohhhh sekali saking bodohnya aku sampai ingin tertawa saja "
"Istrinya waktu itu melahirkan putranya lalu temannya dari kampung membawanya kembali. Pria itu dikenal orang desa sebagai anak yang baik. Makanya wanita itu setuju untuk kembali ke kampung. Suaminya lari-lari mencari istrinya bahkan ia tidak mandi dan hanya makan roti dan minum kopi. Lalu masuk rumah sakit karena masalah pencernaan. Istrinya datang membawa teman dan putra nya di gendong oleh pria itu. "
__ADS_1
"Suaminya yang lemas karena baru saja muntah saat itu langsung bersujud di kaki istrinya. Ia mencium kaki istrinya agar tidak di ceraikan. Tolong jangan ceraikan aku.. tolong jangan pisahkan aku dari darah daging ku. Tolong jangan menikah dengan pria lain.. maafkan aku.. kau boleh menghukumku tapi jangan minta pisah.. aku minta maaf "
"Astaga mama, hentikan ini. Kenapa mengungkit masa lalu. Saya jadi malu mama apalagi di dengar menantu saya, "
"Kenapa kamu marah memangnya mama menceritakan mu ? Memang nya itu kamu ? "
"Aku baru tau jika papa menyayangi ku "
"Apa maksudmu ? Aku ini papa mu, darahku mengalir di dalam tubuhmu mana mungkin aku tak menyayangimu. "
"Papa tidak seperti orang tua lainnya. Sejak kecil aku hanya akrab dengan Darlen, mama dan Nenek. "
"Kamu tau sayang, aku mulai sering ngobrol sama papa waktu dia tau aku menikahimu "
"Itu karena kamu tidak pernah salah dalam menjalani hidup. Kamu bergerak dan memutuskan seperti apa yang papa mau. Waktu kamu bersikeras menikahi Ocha papa tak punya pilihan lain mungkin cerita kamu akan beda dengan papa. "
"Papa mu menyayangimu Sean. Waktu usiamu 4 sampai 5 tahun kamu sering sakit Papa yang menemanimu di kamar dia pernah tak tidur hanya untuk memastikan demam sudah turun, kamu ga muntah, atau kamu ga kena penyakit lain "
"Dulu sistem imun Sean lemah Freya jadi gampang terserang penyakit. Sean itu orangnya gampang iri, harusnya dia senang papanya homeschooling kan dia, ehh justru dia maksa sekolah karena liat kakaknya Darlen sekolah pakai seragam dia juga mau. Ujung-ujungnya dia nyusahin guru-guru karrna pingsan atau ngeluh sakit. Sean di taman kanak-kanak itu tidak lama tiga bulan saja sisanya dia homeschooling di rumah "
Freya cukup senang bisa bergabung di meja makan malam ini ia jadi bisa mendengar dan mengetahui masa kecil suaminya. Karena hubungan pernikahan nya dengan Sean terlalu serius dan tegang sekali-sekali Sean dan Freya diajak untuk flashback.
Freya dan Sean sedang bersandar di ranjang saling berpelukan.
"Anak kita lucu ya. Pengen di cium tapi ke ganggu ehh mending cium mama nya aja "
Sean menghujani banyak kecupan di wajah istrinya.
"Duh papa jadi pusing deh, mama sama anaknya cantik banget. "
"Suamiku pinter banget gombal nya "
"Kita menikah sudah hampir satu tahun, tapi aku belum mengenal mu lebih jauh. "
"Memang apa yang ingin kamu tau ? "
"Semuanya tentang mu. Aku ingin tau. Aku ingin mengenalmu "
Sean mengambil album foto di dalam laci lemari.
"Ini Darlen dan ini aku "
"Ternyata ini yah yang dinamakan teman dari orok. "Sean terkekeh.
"Darlen usianya lima bulan sedangkan aku baru lahir. Dia sudah bisa berguling dan aku masih menyesuaikan penglihatan ku yang berbeda "
"Darlen itu tinggal di samping rumah, dulu itu rumahnya tapi di jual uangnya di pakai untuk tabungan dia. Papa merawat dia saat aku dan mama kabur-kaburan dulu. "
"Kami tumbuh bersama dia menjadi kakak yang baik dan orang yang selalu ingin ku contoh. Kami bagaikan dua kacang polong. Dia aktif di eskul olahraga dia juga dingin pada perempuan. Banyak perempuan yang menyukainya tapi dia tidak, dia juga dikenal sopan. Pokoknya Darlen itu anaknya pilih-pilih "
"Ini foto kami lulus SMP dan ini foto aku waktu main futsal, ini aku waktu ulang tahun 17 tahun waktu itu papa membelikan ku mobil lengkap dengan SIM juga "
"Wow orang kaya memang beda ya ? "
"Kalau ini argh---" Sean merobek beberapa lembar foto dirinya dan Ocha.
"Ini foto kebodohan mending di buang saja "Freya terkekeh melihat kelucuan Sean merobek foto-foto tersebut.
" Tidak mau di bahas pacar pertama kamu ? "
"Enggak usah lah sayang, dia cuman masa lalu "
"Mending bahas kita aja "
"Kita ? Memang apa yang mau di bahas ? "
"Cerita dong mas, aku pengen tau cerita kamu sama istri pertama mu "
"Aku lupa, intinya aku sayang kamu. Aku mencintaimu. Tidak akan ada cinta yang lain selain cintaku padamu "
"Ihh kok gemesin gini sih. Sayang deh "Sean mencium bibir Freya.
__ADS_1
" Aku menyayangimu "
"Aku juga menyayangimu, sayang banget "