SERENDIPITY

SERENDIPITY
29. Dari kulit untuk kulit


__ADS_3

Freya perlahan membuka mata. Matanya melirik ke arah pria yang duduk di lantai sembari memegang keningnya.


Sepertinya dia pusing memikirkan keadaan yang rumit ini.


Pria yang kemeja Freya pasangkan tadi pagi nampak berantakan, lengan baju tergulung hingga persikuan, rambutnya yang rapi tadi kini berantakan namun tetap tampan. Ingat yaa bokap Valencia masih tampan.


"Kau sudah bangun ? " Freya mengangguk.


"Jangan lakukan itu lagi " Freya melirik ke arah lengan yang ia lukai tadi rupanya sudah di obati oleh Sean. Terlihat jelas ada bercak darah di lengan nya.


"Aku tidak suka melihat kamu diam padahal kamu menyimpan masalah mu sendiri. Kau bisa membagi masalah apapun denganku ? "


"Memang kamu siapa ? "


"Aku suamimu "


"Tidak lagi sekarang "


"Apa maksudmu ? "


"Kau memang pria sialan !!! "


"Bicaralah, Aku menunggu mu "


"Kau pikir aku ini apa hahh !! Kau pikir kau siapa ?! Kau hanya pria yang punya banyak uang dan bisa mengendalikan semuanya "


"Ketika aku bangun hal paling mengejutkan dalam hidupku ketika laki-laki yang ku rawat yang ku tau dia lumpuh, tidak bisa bicara apalagi bergerak ternyata sehat walafiat bahkan dia bisa menangis. Kau ternyata mempermainkan ku selama ini "


"Aku punya alasan kenapa aku melakukan ini ? "


"Apapun alasan mu tidak bisa dibenarkan Sean. Apa yang coba kamu permainkan Sean ! APA ?! Aku ? Ocha ? atau siapa ?! "


"Bukan kamu yang terkejut justru aku yang terkejut ! Apa aku bodoh ? Apa menurutmu aku ini orang yang bodoh!! "


"Setelah kupikirkan rasanya begitu sakit Sean. Aku tidak bisa menemukan alasan atau menerima perbuatan mu tidak bisa !!!!! "Freya berteriak sekencang-kencangnya.


Di ruang tamu,


Darlen melirik ke arah kamar Sean dan Freya kemudian melirik ke arah bayi perempuan yang tidur di dalam keranjang nya.


" Tidur yang lelap sayang. Mama papa mu sedang memperkuat pernikahan mereka "


"Mereka hanya bertengkar untuk membangun rumah tangga lebih baik bukan untuk berpisah "


Freya memukuli dada Sean tanpa henti.


"Hentikan Freya "


"Freya hentikan " Freya tak menghiraukan ia memukul dada Sean.


Sean tak punya pilihan lain selain memeluk istrinya dengan erat.


"Kau tak pernah tau Freya bahagia nya aku saat memiliki mu dan Valencia. Setelah apa yang ku lewati. "


"Aku kehilangan calon tiga anakku yang baru ku ketahui di malam kecelakaan itu. Ocha mengugurkan anak kami sebanyak tiga kali. Saat itu aku pulang dalam keadaan stress. Menurutmu bagaimana perasaan ku saat itu ? "


"Aku tak bisa menjelaskan apapun apa yang ku rasakan ? Bagaimana perasaan ku sekarang atau apa yang bisa ku cerita kan."


"Tapi kau juga kehilangan anak laki-laki mu dariku hiks hiks hiks hiks hiks hiks hiks "


"Kau tidak membunuh atau sengaja melenyapkan nya. "


"Kau tidak membagi rasa dukamu padaku dan memilih menyimpan sendiri seolah bayi kita hanyalah milikmu. "


Freya menangis kencang ia kembali mengingat kejadian tragis itu.


"Apa yang terjadi pada hari itu Freya ? " Freya mengendurkan pelukan dari Sean.


Freya duduk di pangkuan Sean.


"Tolong jangan menghindar lagi, biarkan aku mengetahui . Percayai aku Freya "


Freya mengigit bibir bawahnya. Bahkan ketika polisi meminta keterangan darinya Freya tetap diam.

__ADS_1


Haruskah ia mempercayai Sean ? Apakah Sean dapat di percaya ?


Sean mengusap punggung Freya, cara ini bertujuan memberi kekuatan dan dukungan pada sih penderita gangguan kejiwaan.


"O.. ocha "


"Hmmm "


Tangan Freya gemetaran dan air mata kembali jatuh membasahi wajah cantiknya. Sean mengambil tangan Freya yang gemetar dan menciumnya.


"Waktu itu dia memukulku dengan vas bunga dan barang keras lain kayak kursi. Tiba-tiba saja Wiliam keluar dari lemari dia membanting badanku di atas ranjang dan mengobrak-abrik dibawah sana. Rasanya sakit sekali, hiks hiks aku bahkan takut merasakan sakit itu lagi. Aku merasa alat panas menusuk dalam milikku, bahkan hingga aku mengalami pendarahan. Aku tidak tau apa yang dia lakukan tapi rasanya sakit sekali. "


"Aku berjalan ke balkon untuk menghindari...ternyata mereka berdua sengaja memojokkan kesana dan aku tidak ingat apapun lagi setelah aku di lempar vas bunga "


Sean mengempalkan tangan nya ia meletakkan Freya di sebelah nya dan bergegas hendak pergi namun ditahan saat mendengar isakan Freya.


"Aku tau kau pasti jijik padaku. Maafkan aku.. Maafkan aku tidak bisa menjaga kesucian ku. Cerita ini saja aku sudah takut, aku takut akan jadi seperti ini.Aku belum sanggup berpisah dari putriku. Tolong maafkan aku.. Tolong ampuni aku.. aku tau aku salah.. tolong maafkan aku "


"Aku janji akan melakukan apapun, tolong jangan pisahkan aku dari putriku. Tolong kabulkan permintaan ku Sean. Aku bersedia hamil dan melahirkan anak-anakmu terus menerus tapi tolong jangan pisahkan aku dari darah daging ku "


Sean tak menjawab ia pergi keluar melepaskan tangan Freya dari kedua kakinya.


Freya menangis sekencang-kencangnya ia meringkuk layaknya bayi di bawah ranjang.


Setelah ini pasti Sean akan membuangnya dan jijik padanya. Setelah ini pasti ia akan berpisah dari putrinya. Freya tak siap dan tak yakin akan seperti apa hidupnya setelah ini. Atau bisakah ia hidup ?


Freya mendongak setelah beberapa menit ia kembali mendengar suara pintu tertutup.


Sean menidurkan Freya di atas ranjang kemudian pria itu menyusulnya dengan memeluk Freya dan menyembunyikan kepalanya di dada bidang Sean.


"S.. s.. Sean "


"Setelah semua yang kita lewati apa dimatamu aku hanya pria yang ingin kepuasan biologis saja ?! "


"Jika itu pikiranmu maka akan ku lakukan. Dimana dia menyentuhmu ? Katakan padaku! "


"S.. s.. semuanya " Sean melakukan aksinya menghapus jejak pria lain di tubuh istrinya.


Sean melempar kemeja putihnya ke pantai dan membuang pakaian yang dikenakan istrinya juga.


" T.. tolong pelan-pelan "


"Kau masukkan sendiri "


"Hah ? "


"Jangan takut, berusahalah tepis kejadian itu "


"Ahh sakit.. sakit sekali "


Setelah beberapa waktu barulah mereka berdua tidur dalam posisi saling berhadapan.


"Apa masih sakit ? " Freya mengangguk.


"Biarkan tetap di dalam. "Freya menurut.


" Tolong jangan membenciku Sean, tolong jangan pisahkan aku dari putriku. Aku baru saja kehilangan putraku, maafkan aku Sean---"


"Bagaimana bisa perempuan yang mengalami pelecehan justru yang minta maaf. Bagaimana bisa aku menceraikan perempuan terbaik sepertimu Freya. "


"Aku tidak bisa membuang berlian untuk sesuatu yang masih kabut. Dalam perusahaan seorang presdir harus bisa memutuskan sesuatu dengan cepat dan tepat. Banyak berlian yang indah dan menjanjikan. Aku menggali itu terus menerus. "


"Tapi aku berhenti "


"Kenapa ? "


"Aku berhenti menggali berlian disaat aku menemukan berlian bernama Freya. Dia umm sulit dijelaskan dia bukan berlian yang berkilau, bagus apalagi indah dia hanya berlian biasa tapi aku suka. Saat menggali lagi tangan memang bergerak tapi mataku berhenti di berlian Freya. Hingga aku sadar jika aku memang terpikat dan harus berhenti sebab aku harus memilikinya disisiku "


"Kamu sudah kehilangan putra, di lecehkan lalu mengalami trauma dan sempat koma. Semua begitu tragis kamu alami. Aku tidak jijik atau membencimu "


"Hei, aku ingin menanyakan padamu "


"Apa itu ? "

__ADS_1


"Apa benar jika dulu aku hamil saat kita belum menikah ?"


Wajah Sean masam seketika.


"Pertanyaan apa itu Freya ? "


"Apa kamu mulai percaya mereka daripada aku ? "


".............. "


"Baiklah, istriku butuh penjelasan "


"Tidak Freya. Anak kita aku produksi saat kita sudah menikah. Valencia dan adiknya memang kamu kandung saat kamu menjadi istriku. "


"Jika anak kita memang hadir sebelum kita menikah kalau begitu kamu tidak perlu menafkahi mereka karena tanggung jawab mereka pada ibunya "


"Freya apa kau mencintaiku ? "


"Hah ? "


"K.. kenapa nanya seperti itu ? "


"A.. aku bahagia bersama mu "


"Apa hanya bahagia ? "


"Ternyata hanya aku yang mencintaimu " Sean melepas penyatuan dari Freya dan memilih bangkit memasang bathrobe.


Pria itu menuju ke kamar mandi. Freya masih diam di tempat bingung maksud Sean apa.


Freya bergegas bangkit dari ranjang.


"Akh sakit sekali " ringis Freya.


Tepat di hadapan cermin tangan kecil Freya memeluk perut sixpack dari belakang.


Sean terdiam memperhatikan apa yang akan terjadi selanjutnya.


"Aku tidak tau artinya cinta. Karena aku selalu gagal dalam cinta dan hubungan. Saat bersama mu aku tenang, awalnya aku menyukaimu karena finansial, tapi saat aku mengeluarkan uang aku hanya belanja kebutuhan bukan berfoya-foya. Kau selalu memperhatikanku ketika kita jauh seperti aku di rumah dan kamu di kantor. Kamu melindungi ku dan menghargai ku belum ada yang memperlakukan seperti itu. Ketika kita berhubungan ba*an kamu melakukan after care yang membuatku merasa di hormati olehmu, kamu memegang tanganku ketika aku sudah di ujung tanduk. Kamu tidak mengeluh mengurus anak kita di saat aku tak berkontribusi, kamu selalu menyesali tiap malam ketika kamu menamparku dulu. "


"Kamu merawatku yang gila ini dan khawatir padaku. Mungkin dari sanalah aku mencintaimu. Aku belum pernah bertemu pria yang menghargai ku. Kamu selalu tau apa yang mataku inginkan. Bahkan dalam hatiku aku beruntung sekali bisa mengandung anakmu, benih dari seorang pria yang jenius. Entah mimpi apa aku dapat jackpot di hamili pria yang baik dan masa mudanya membawa banyak piala perhargaan di berbagai negara "Freya membalik tubuh Sean.


"Aku ingin bahagia Sean, supaya bisa bahagia aku harus bersama mu. Aku akan bahagia jika bersama mu. Bawa aku mana pun kamu mau. Tolong jangan biarkan aku pergi darimu. Aku sudah cinta sekali padamu "


Sean dan Freya berpelukan dibawah guyuran air yang mengalir.


Bukankah ini indah. Pengakuan cinta mereka lakukan di hari ini di bawah guyuran shower. Kulit bertemu dengan kulit yang membuat mereka dapat saling menyentuh dan menyalurkan kebahagiaan.


Baik Freya maupun Sean tak pernah menyangka jika mereka sudah jatuh cinta satu sama lain.


Di dalam bath up yang di penuhi busa tebal pasangan yang berbeda usia jauh ini berada. Freya menyandarkan kepalanya di dada bidang Sean.


"Valencia dan Darlen-----"


"Aku meminta mereka pergi dulu nanti malam kita jemput di rumah mama. "


"Ku bilang pada Darlen jika kita butuh waktu. Darlen bilang kita harus bersenang-senang sampai kamu dinyatakan positif lagi "


"Huh ? Positif apa ? "


"Positif hamil lagi. Sepertinya akan menyenangkan jika kamu hamil lagi "


"Sean tapi Valen mau tiga bulan---"


"Kamu bilang tadi tidak masalah jika terus hamil dan melahirkan anakku "


"Aku mau sepuluh anak Freya. Ingat Freya usiaku sudah 30 jangan sampai menunda kehamilan, "


"Tunggu Valen usia satu tahun saja bagaimana ? "


"Sepuluh bulan saja. Terlalu lama jika menunggu hingga dua belas bulan "


"Bedanya cuman dua bulan saja. "

__ADS_1


"Ga masuk sehari ke milikmu bagaikan di selimuti salju tebal. Kedinginan dan tak berdaya "


Freya terkekeh. Sean mencium pipi Freya.


__ADS_2