SERENDIPITY

SERENDIPITY
34. Tekanan baru Ocha


__ADS_3

Di sebuah kontrakan.


"Jadi uang mama sama papa habis ? "Tanya Ocha yang terkejut bukan main.


" Iya cha, uang udah habis di pakai bayar kontrakan dan bayar kebutuhan lain "


"Ma, pa, 30 juta yang aku kasih habis begitu saja. Astaga ma pa, kalian taukan kita ga sekaya dulu. Sean menceraikan aku. Kita ga punya apa-apa sekarang. Akses yang Sean berikan ia tutup sekarang kita bener-bener ga ada uang lagi. "


"Ini Iwan mana ? "


"Iwan kuliah "


"Memang dia ga kerja, kok cuman kuliah aja ?! "


"Iwan tidak bisa bekerja dibawah tekanan "


"Terus aku bagaimana ! Bagaimana hidupku selama ini ! Yang selalu di maki, di hina bahkan sampai di bully. Bagaimana aku ma pa ? Aku kerja di bawah tekanan orang yang sangat menekan ku luar biasa !! "


"Yaa kalau Papa ga kerja, Iwan ga kerja terus kita hidup gimana. Makan gimana..pakai ulat gitu ! "


"Untuk apa Iwan kuliah kalau uang kita ga ada. Anak itu juga tidak ada prestasi astaga "


"Papa akan cari pinjeman uang "


"Astaga mama papa, kalian rela tidak bekerja dan menurunkan harga diri demi minjem.Malah aku sekarang punya bayi. Harus apa aku ini ! "


"Kamu minta saja uang dari Sean. Minta saja uang nafkah dari dia "


"Nafkah, nafkah untuk siapa "


"Bayimu "


"Ini bukan anak Sean "


"Hah ??!!!! "


"Apa Sean tau ?! "


"Ya "


"Dasar anak bodoh ! bagaimana bisa ini terjadi ? Pantas saja Sean menceraikaku "


"Aku harus bagaimana dia itu ahh----- Argh--- Kalian itu enak, dapat uang, bisa bangun usaha dan beli produk merek ternama semua karena aku. Aku membantu kalian. Kalau bukan karena aku, kita mungkin tidak akan pernah makan enak, Steak, seafood, restoran,hotel, mobil apa itu semua. Kita tidak pernah tau kalau tanpa dia. Bersyukurlah dia sempat menikahi ku. "


"Lantas kenapa kau menceraikan nya dan mengandung bayi laki-laki lain ?! "


"Mama ingin tau kenapa ? Kenapa ?! Sean lebih mengerikan dari orang psycho. Dia menekan ku hingga aku selalu ke psikiater. Kalian tidak taukan jika aku mengomsumsi lima obat penenang setiap harinya, obat depresi,obat anti cemas, obat tidur dan obat penambah nafsu makan. Aku ini seperti seorang pelayan yang menikah dengan majikan. Dia selalu mengingatkanku tentang apa yang sudah dia berikan padaku, Jasa, bantuan dan uang nya, dia selalu menuntut dan menyakitiku. Apa kalian pikir aku tidak gila, "


"Menikah dengan Sean seperti di penjara. Rasanya tersiksa dan menyakitkan. "Luluh sudah air mata Ocha.


" Selain dari uang, paras dan otaknya tidak ada yang bisa di banggakan darinya. Dia selalu menuntut kesempurnaan. Aku lelah mencapai tuntutan nya. "


..._____________...


Sean membawa putrinya dan perlengkapan Cia di dalam tas. Biasanya Sean akan berjalan dengan tas punggung hitam kini ia justru memakai tas bewarna kuning bergambar kelinci besar.


Sean memasuki lift pribadinya. "Banyak yang nanya siapa Cia nih, banyak yang kepo sama anak ayah " Cia tersenyum lalu mencium pipi sang ayah.


Dua bodyguard yang ikut masuk dalam lift ikut gemash dengan bayi itu. Tubuh nya begitu gembul rambut nya juga tebal dan hitam serta lesung dan kepintaran membuat orang yang mengenal Cia gemas pada bayi itu.


Cia tersenyum kepada dua laki-laki yang berada di belakang tentu di balas dengan baik.


"Duh pinternya anak ayah " Sean memudarkan wajahnya melihat apa yang putrinya lakukan.


"Ihh senyum dia sama karyawan ayah. Tau yaa dia yang jaga Cia sama ibu kalau ayah ga di rumah. " Sean mencolek pipi montok Cia.


Sean sadar selama hamil Freya berusaha ceria meski sulit dilakukan namun ia paksa. Makanya pas lahir Valencia suka senyum dan tertawa. Jarang sekali Sean melihat putri pertama itu menangis.


"Rossa "


"Ya pak Sean "


"Kamu banyak kerjaan tidak ? "


"Tidak sih pak, ada apa ? "


"Tolong jaga anak saya dulu. Saya ada meeting. Kamu jaga di ruangan saya saja. Tolong nyalakan pemanas ruangan. Susu, popok dan mainan ada di tas. Kalau sampai nangis awas kamu " Sean meninggalkan Rossa yang terkejut melihat di atas mejanya.


"Yailah sih presdir. Lupa apa dia aku punya tiga anak dia baru satu anak aja belagu "


"Cia masih inget tante kan. "

__ADS_1


"Ciki... cikiti.. cikiti.. " Rossa mengelitik perut bayi lucu itu yang di respon tawa.


"Ayok kita main di dalam. "


"Anaknya cantik banget untuk secantik mama nya malah periang lagi "


Sean memasuki ruangan sehabis rapat. Ia melihat Rossa tidur di sofa dan Cia bermain sendirian dengan botol susu.


"Astaga perempuan ini, disuruh jaga anak saya malah tidur. "


"Rossa.. Sa.. bangun Sa "


"Rossa bangun "


"Ehh nih orang tidur apa mati ? Rossa "


"Eh iya pak, Ehh pak presdir. "


"Rossa kamu kok malah tidur liat nih anak saya main sendiri "


"Astaga, maaf.. maaf Pak. Saya ngantuk banget apalagi ini lembut banget pak "


"Sudahlah kembali bekerja "usir Sean. Rossa mengangguk.


" Dada Cia "Rossa melambaikan tangan pada bayi kecil itu dari pintu ruangan.


" Hei, pergi sana "Rossa memayumkan bibirnya.


" Kapan aku memiliki anak perempuan, aku ingin yang lucu seperti anaknya Sean kalau. Lucuuuuuuuu bangettttttt astaga pengen aku bawa pulang anaknya "Rossa gemash sendiri.


Sean mengunci pintu ruangan dengan remote control lalu membawa Cia ke ruangan istirahat miliknya.


Cia minum susu nya sendiri dari botol.


" Kamu cantik banget nak, secantik ibumu "Sean melihat putrinya dengan tatapan memuja anaknya benar-benar cantik dan lucu persis istrinya.


Sean pulang ke rumah. Ia melihat Freya sudah rapi dengan dress biru yang sedang asyik menonton.


" Turun, datangin ibu "Cia menurut ia berjalan menuju ke Freya.


" Hallo sayang " Freya menyambut dengan mencium anak perempuan.


"Assalamu'alaikum "


"Apa Cia rewel ? "


"Enggak kok "


"Stts, tolongin itu mau naik ke sofa " Freya menoleh melihat anaknya berusaha naik ke sofa.


"Oh "


"Kamu masak makanan penutup ? "


"Iyaa, cobain deh "


"Aku mandi dulu deh, "


"Itu belanjaan nya "


"Makasih yaa udah belanja "


...____________...


Ocha mengerutu kesal dengan rengekan kedua orang tuanya.


"Ayok Cha hanya itu yang bisa kita lakukan sekarang "


"Mama sumpah ! saran mama sedikitpun tidak membantuku atau cucu mama. "


"Cha kamu pikir ke London ga butuh duit. Kamu bilang keluarga ayah dari bayimu di London kan. Bagaimana kamu dan bayimu kesana ? "


"Aku akan cari cara lain "


Ocha pergi ke sebuah hotel bintang lima. Ia mengetuk kamar seseorang.


Munculah perempuan yang mengenakan jilbab putih. Antara dirinya dan Ocha bagaikan berlian dan batu. Keduanya berdiri saling berhadapan.


"Eh mbak Ocha "Kirana terkejut melihat Ocha di depan pintu kamarnya.


" Kirana "

__ADS_1


Kirana dan Ocha duduk di sebuah restoran.


"Silakan di cicipi mbak susu nya. Susu disini paling enak "


"Terima kasih "


"Kamu disini sendirian, Mas Wiliam mana ? "


Perempuan ini begitu tidak tau malu muncul di hadapanku.


"Loh mbak ga tau ? "


"Ada masalah apa ? "


Kirana memasang wajah sedih, "Mas Wiliam sudah meninggal. Beberapa bulan yang lalu "


Gelas yang di pegang Ocha langsung jatuh.


"Mbak baik-baik saja. Mbak Ocha "


W.. w.. wiliam meninggal.


Ayah dari putrinya meninggal.


"T.. tidak mungkin. Enggak mungkin "


"Memang nya mbak tidak tau, Mas Wiliam meninggal akibat perampokan. Keluarganya membawa Mas Wiliam kembali ke London dia di makamkan disana "Ujar Kirana.


Entah mengapa setiap kali ada yang mengingatkan pada mantan suaminya itu Kirana gugup dan takut karena dialah pelaku utama Wiliam meninggal.


Tapi itu bukan kesengajaan karena Wiliam juga ingin menghabisinya dan mau membawa pergi Freya. Anggap saja ini sebagai perlindungan dan nasib buruk Wiliam.


"Terus kamu bagaimana sekarang ? "


"Karena sejak awal mama mas Wiliam tidak menyukaiku dan kami juga tidak ada ikatan karena Mas Wiliam tidak pernah menyentuh ku jadi aku kembali ke Indonesia. Aku akan ke Jakarta kembali ke rumah orang tuaku "


"Lalu kenapa kamu ada di Bandung ? "


"Aku ingin menemui teman lama. Dia baru saja melahirkan dan aku belum sempat menjenguknya "Kata Kirana lalu menyeruput teh.


" Oh ya mbak, tubuh kamu kok seperti orang yang habis lahiran. Maaf ya mbak, soalnya aku lagi sering liat ibu hamil dan ibu yang sudah melahirkan. Mungkin penglihatan ku yang salah, Habisnya mbak kayak hilang di telan bumi selama beberapa bulan terus muncul lagi. Aku jadi terkejut loh "


"Tidak apa-apa Kirana. Aku memang banyak makan " Kirana mengangguk paham.


"Perusahaan milik Wiliam dikelola siapa ? "


"Aku kurang tau sih, mungkin adiknya. "


"Ngomong kamu terlihat bahagia Kirana. Aku liat tubuh mu bagus, dan juga kantung mata mu menghilang kami juga sering tersenyum "


"Benarkah ? "


Kirana mendapat telfon yang ternyata adalah petugas hotel.


"Oh ya mbak, aku harus pergi sekarang. Maaf ya. Aku tinggal duluan, ada urusan soalnya "


"Apa aku boleh menumpang ? "


"Memang mbak Ocha mau pergi kemana ? "


"Aku ingin pulang ke rumah alamatnya dia ******* "


"Ohh kita ga sejalur ternyata. Aku akan pergi ****** ****** "


"Jauh sekali, kamu tidak lelah. Mestinya sekalian kamu sekalian kembali ke rumah kan ? "


"Aku masih ada urusan. Ya sudah aku tinggal ya mbak, makanan nya sudah aku bayar. Selamat tinggal "


Ocha mengangguk.


Wajah ceria yang di tampilkan Kirana tadi seketika berubah perempuan itu menyeringai.


"Setelah apa yang kau lakukan, Kau pikir kau siapa. "


"Mobilnya Nona " Kirana masuk ke dalam mobil dan langsung menghubungi seseorang.


"Aku mau ke rumah mu, Aku mau menemui keponakan ku yang lucu itu. Kalian di rumah kan "


"Baiklah aku segera kesana "


"Eits, Aku sebaiknya check out sekarang saja. Bila-bila dia datang lagi menemuiku, hari ini dia memang tidak dapat apa-apa tapi besok bisa saja dia pinjem uang. Yasudah aku check out sekarang saja "Kirana membawa mobilnya ke parkiran hotel.

__ADS_1


Perempuan itu harus segera pergi meninggalkan hotel.


__ADS_2