
Sean bahagia bukan main. Sean menuruni anak tangga dilihat istrinya sedang membantu pelayan masak. Berbeda sekali dua wanita lainnya sibuk di ruang tamu bersama bayi kecil.
Sean menghampiri Freya.
"Mau dibantu ? "
" Eh, Mas umm kayaknya ga usah. Tinggal dikit lain. Mau minum apa ? "
"Kopi susu "
"Kopi susu, gimana buatnya ya ? "
"Itu kamu masukkan bubuk kopinya terus pakai air susu gulanya sedikit aja "
"Oh begitu, ya sudah duduk sana "
Keluarga Sean menyantap makan dengan tenang tidak ada seorang pun yang menyentil masalah tadi malam.
Freya berada di ruang tamu sibuk mencari sesuatu.
"Ayah, liat handphone aku ga ? "
"Memang ga ada ? "tanya Sean.
" Ga tau, semalem hilang. Kemana ya ? "
" Kalau hilang beli baru aja "
" Boleh pinjem hape kamu ga, mau nelfonin hape aku "
Sean meminjamkan ponselnya ke Freya namun tetap tak di jawab.
"Cari aja yang bener. Aku ke kantor dulu yaa. Sore nanti kita pulang "
"Iyaya mas, "
"Hapenya ilang ga fokus sama suaminya nih. "
"Huh ? "
"Ciumnya mana ? "Freya mencium pipi suaminya.
Freya melambaikan tangan lalu Sean masuk ke dalam mobil begitu dengan Freya yang masuk ke dalam rumah.
Sean masuk ke dalam mobil yang telah dibuka, papa Sean masuk dari pintu penumpang lain.
" Astaga papa bikin kaget "
"Kenapa menyembunyikan ponsel Freya ? "
"Papa tau Sean, jangan bodoh di rumah ada TV. Papa tau kau janjian sama pelayan, mama dan nenek untuk tidak membiarkan Freya nonton TV. Jangan begitu Sean, suami istri itu bersama. Masalah ini kamu harus ajak Freya bersama mu."
"Papa minta hape nya, "
"Sini Sean "
"Pa, aku mohon "
"Sean ini perintah "Titah papa Sean yang terdengar suara menakutkan sekali.
Sean mengeluarkan ponsel Freya dari balik saku jasnya.
"Ini pelajaran untuk menguatkan mentalnya. Kamu khawatir usaha sia-sia kan papa akan bantu supaya usaha tidak sia-sia. "
"Kalian boleh pergi "
"Baik Tuan " pintu mobil di tutup Sean berdecak kesal.
Freya masih sibuk mencari ponsel sambil mengendong Cia dengan kain.
Tok
Tok
Tok
"Bentar ya nak "
"Papa , ada apa pa ? "
"Ini ponsel kamu "
"Oh iya bener. Terima kasih ya pa "
"Ketemunya dimana ? "
"Di dapur "
"Alhamdulillah Terima kasih ya pa, "Papa Sean pamit.
Rossa menunggu di depan. Pintu mobil Sean di buka oleh pengawal.
Roy dan Rossa sekretaris Sean berjalan di belakang bosnya.
" Karena video yang Viral tersebut, para pemegang saham mengajukan rapat pak. Mereka akan mengambil saham mereka. "kata Roy.
"Nilai saham kita anjlok presdir. Kemungkinan besar pembangunan Villa akan batal. "kata Rossa.
__ADS_1
"Proposal dan bahan meeting lainnya sudah siap, anda di tunggu di ruang rapat "
Pintu besar di buka oleh dua penjaga pintu.
Sekitar tiga puluh orang di dalam ruang rapat itu berdiri. Sean menunduk hormat.
"Silakan duduk "
"Selamat pagi semuanya. Saya mohon maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi. Saya pikir masalah pribadi tidak perlu di sangkut pautkan dengan misi kita. "
"Presdir Sean, apa anda tidak ingin klarifikasi mengenai video tersebut. Saya akan berubah pikiran jika itu pilihan yang benar "
"Untuk sekarang tidak. Saya minta maaf dan saya mohon pengertiannya. Keadaan istri saya sangat syok sekarang "
"Jadi mari kita bahas tentang rencana pembangunan Villa dan suplai minyak "
Beberapa orang berdiri mengundurkan diri karena merasa kecewa dengan apa yang mereka dapatkan dari Sean. Lampu yang semula di matikan ketika akan mulai membahas Villa dan suplai minyak kemudian dinyalakan.
Dua orang yang berada di kursi paling belakang dan satu orang di hadapan orang tersebut.
Sean tersenyum miris. Dua orang tersebut menyantap lemon tea yang telah di sediakan.
"Well, Sean apa yang sudah kamu lakukan hingga dirimu Viral di media sosial " kata Axel.
"Lain kali aku tidak ingin duduk di akhir merepotkan. "kata Raka.
"Cinta tak selamanya indah. Jadi apa yang membuat couple goals yang bucin pada era nya dulu bercerai, "
"Kita ke ruang kerja ku saja "
"Aku pernah bertemu istrinya di club. "
"Istri keduanya ? Gimana ? "
"Mantep lah " kata Axel dengan pelan. Sean terkekeh.
"Ahh kenapa di antara kita berempat pasti aku yang mendengar terakhir, ga adil banget. Jahat banget lo yan! "
"Tidak, Alvaro juga baru dengar. Dia memarahi saat berangkat. Dia bertanya apa maksudnya. Dia ambil jadwal penerbangan awal untuk pulang ke Jakarta. Katanya dia mau langsung ke rumah "
"Jadi ini beneran lo punya simpanan ? "
"Istri kedua bukan simpanan. Selama ini aku tidak pernah menyembunyikan dia. Kami selalu menghabiskan waktu bersama bahkan sebelum aku bercerai dari Ocha. "
"Wah, menarik. Aku hari ini akan bolos bekerja. Aku ingin tau dinamika rumah tangga mu " kata Raka.
"Aku pun begitu "imbuh Axel.
" Katamu kau sudah bertemu, kenapa kau juga ikutan. Kerja sana cari duit buat anak istri "
"Eh.. eh.. maaf yaa. Emang pernah ketemu tapi orang ini ga pernah jelasin. Dia kabur mulu dari gua. Sok lumpuh lah, istrinya bertengkar sampai istri keduanya koma di rumah sakit pas melahirkan bayi Sean. Dan putranya harus merenggut nyawa "
"Gilak.. gilak.. gilak gua ga habis pikir.. elo, ocha.. istri kedua loe.. gua.. Axel.. astaga.. Lo harus cerita.. pokoknya lo harus cerita semuanya. "
Sean menceritakan semua hal yang telah terjadi hingga video Ocha mengamuk sampai viral.
"Brengsek juga loe, Waktu SMA gua, Alvaro, Axel ngajakin ONS ga mau. "
"Apa manfaatnya ? "
"Ck ! latihan bro, latihan. Enak ya kan Xel " Axel mengangguk.
"Mereka semua jorok, bekas orang ogah gua terjangkit penyakit"
"Ups lupa Sean kan anak pembersih "
"Gua ga nyangka pasangan yang ngebucin dulunya harus kandas. "
"Ya, jangankan elo gua bahkan tidak menyangkan kalau jodoh gue tuh orang lain "
"Skenario Tuhan emang luar biasa. "
"Gua jadi penasaran sama istri kedua loe yan "
"Dia sekarang istriku bukan kedua atau simpanan. Dia satu-satunya, kami memang dari dulu menikah secara sah secara hukum dan agama "
"Kata Axel cantik, Selera gua sama Axel ga jauh beda lah yaa. Jadi kalau Axel bilang cantik ya pasti cantik "
"Nanti kapan-kapan gua aja loe semua ketemu istri sama anak gue "
"Bener ya ? "
"Iyaa "
"Awas loe " Kata Raka.
Axel dan Raka pamit untuk pulang. Rossa dan Roy masuk ke dalam ruang kerja.
"Presdir, ada surat panggilan dari pengadilan "
"Pengadilan, mau apa dia ? "
Sean membaca surat tersebut. "Bisa-bisanya perempuan miskin ini menuntut hartaku atas anak hasil hubungan gelap nya "
"Banyak dari para investor mengundurkan diri. "
"Kita bisa bertahan, "
__ADS_1
"Presdir kalau saya sarankan sebaiknya anda melakukan konferensi pers. Semua orang benar-benar sedang menghujat anda dan nyonya. "Sean diam sambil memandangi logo pengadilan.
Freya, Cia dan Sean sudah sampai di apartemen.
"Aku istirahat dulu ya. Kalau udah jam 4 bangunin ya sayang " Freya mengangguk.
Freya duduk di sofa sambil membaca komentar-komentar para netizen. Tidak ada yang tau instagram Freya karena nama akun adalah Anastasean. Sean yang meminta nama nya juga ada di instagram Freya seperti itu.
Air mata perempuan itu lolos. Banyak kata-kata yang di ketik oleh orang yang tak bertanggung jawab pada dirinya. Mengenai dirinya yang dikatakan perempuan jahat, pelakor, ******, dan murahan serta hinaan itu pun juga berdampak pada Sean dan Cia.
Inilah akibatnya jika orang-orang berasumsi dengan apa yang ia lihat dan dengar. Terkadang orang yang benar pun tidak punya hak berbicara orang-orang hanya tau apa yang ada bukan apa yang sebenarnya terjadi.
Menceritakan semuanya ? Jangan konyol tidak semua orang mau berbagi kisah. Kita sebagai orang lain disini berperan untuk diam dan mengamati kita tak boleh berkomentar. Kadang kita tidak tau dari ketikan, ucapan atau perbuatan kita yang mana yang membuat hidup kita sengsara. Semua hal buruk terjadi dalam hidup itu karena perbuatan kita bukan karena orang lain.
Freya mengecek ponsel Sean. Kertas-kertas yang berada di tas Sean jatuh. Freya tak asing logo itu.
"Pengadilan ? "
Sean terbangun dari tidurnya ia melihat ke arah jam di atas nakas.
"03:44 "
Sean mengeliat di sebrang sana ada Cia yang tidur dengan posisi menyamping menghadap. papa dengan tangan dua di pipi dan bibir yang mengerucut.
"Ya Allah..alhamdulillah. Bangun-bangun udah liat yang lucu. Duh lucu betul anakku. "
Sean melihat Freya sedang sibuk bekutak-atik di dapur.
"Nyiapin makan malam yaa ? "
"Iyaa, aku takut Cia nangis jam 7 atau jam 8 nanti aku ga bisa masak "
Sean sudah paham jika Freya memang masak ketika Cia lelap. Jadi saat makan malam, makanan nya akan di hangatkan. Cia suka di sofa sedangkan Freya harus masak. Cia ingin sofa, TV dan Freya. Tiga hal itu harus lengkap "
Sean mengambil air minum di kulkas dan duduk di meja makan. Lama ia terdiam hingga akhirnya pria itu membalik badan istrinya.
"Kamu habis nangis. Siapa yang buat kamu nangis ? Siapa yang cari masalah sama kamu "
"Bukan apa-apa, "
"Jangan memendam sendirian, apa ada masalah yang tidak ku ketahui ? "
"Aku sedang masak, sebentar lagi selesai. Kita bicarakan ini di ruang tamu "
"Aku tunggu "
Sean memijat pelipisnya. Ia lupa membuang hasil transferan lima juta itu.
"Kenapa ? Kenapa memberinya lima juta ? Pantas saja dia melabrak aku semalam. Mungkin dia pikir kamu masih cinta sama dia. "
"Freya, tidak begitu. "
Air mata ibu Cia itu lolos, Sean paling tidak suka jika ini terjadi. Istrinya nangis karena dirinya.
Harusnya Sean bisa berbuat lebih baik daripada ini tapi ia justru membuat istrinya sedih.
"Jangan begitu mas, kalau memang kamu ingin bertanggung jawab nafkahi saja putrimu kita berpisah itu cukup. Apa cintamu selama ini bohong ? Apa rencana mu selama ini ? "
Sean memeluk Freya. Freya memberontak tapi Sean tak peduli ia membalikkan tubuh Freya agar terkunci di sofa. Posisi mereka saat ini terbaring di sofa Sean memeluk Freya dari belakang.
"Jika tidak begini kamu akan berfikir buruk. Dengarkan aku, semua cinta yang ku katakan atau apapun yang ku lakukan. Aku lakukan memang tulus karena aku mencintaimu bukan karena hal lain "
"Apa kamu sudah siap mendengarnya ? "
"Aku siap, "
"Waktu kejadian. Wiliam kabur bersama Ocha. Aku meminta orang mengejar mereka tak peduli dalam keadaan apapun. Ocha mengikhlaskan Wiliam pergi. Aku mengurung Ocha hingga ia melahirkan putri Wiliam. Sepuluh hari kemudian kamu bangun dari koma dan Wiliam menculik mu dia ingin melecehkan mu dengan begitu kalian akan menikah. Kirana terpaksa membunuh suaminya sendiri karena ia tidak mau kamu terluka. Kondisi mu benar-benar drop, Wiliam meninggal. Aku melakukan banyak rekayasa terhadap pembunuhan tidak sengaja ini. Kami membakar rumah itu agar kami selamat dari tuduhan. Waktu berlalu, kamu bahagia dan semua orang bahagia. "
"Aku memberi Ocha uang untuk anaknya. Bukan untuk cinta. Aku tidak sudi kembali ada perempuan yang membunuh anak-anakku. Aku bahkan tidak tau dimana gumpalan darah mereka setidaknya aku ingin tau. Bagaimana mungkin kamu berpikir begitu. Uang itu ku berikan sebagai tembusan atas kematian ayah nya. Meskipun aku sebenarnya tidak perlu memberikan nya "
"Apa kamu sudah bercerai dari Ocha ? "
"Sudah sayang, di menerima kompensasi 7 milyar dariku. Dia tanda tangani kontrak dan hubungan kita berakhir. Kami bercerai sebelum kamu melahirkan. "
"Jadi tuntutan itu ? "
"Ahh ini kerjaan dia saja. Kamu percayakan aku menang "
"Iya, kamu punya banyak uang mustahil kamu kalah "
"Tidak pakai uang pun dia akan kalah sayang. "
"Ini karena kamu memberinya uang jadi dia ngelunjak "
"Apa kita perlu memiskinkan dia ? Kamu mau begitu sayang "Freya mengangguk. Perempuan itu berbalik dan memeluk suaminya.
" Dia sudah mempermalukan ku hingga seluruh dunia mencibir keluarga kita. Bisakan kamu mau dia miskin sekaligus buat dia malu "
"Tentu saja sayang, apapun itu buat kamu "
"Ahh satu lagi, anak itu kan anaknya Wiliam. Bukankah Wiliam pengusaha hebat di London. Berati Ocha bisa jadi kaya dong. Aku beneran ga mau dia hidup enak dan mewah. "
"Tenang saja sayangku. Keluarga Wiliam tak akan mungkin mengakui anak itu, kalau pun terjadi sesuatu aku punya Kirana yang menyelesaikan nya "
"Jangan selingkuh yaa, "
"Ngapain selingkuh, kamu udah ada disini. "
__ADS_1
"Kalau kamu bisa kabulin semua permintaan ku maka aku akan menuruti mu "
"Aku suka kamu kalau begini "