
Freya mulai membiasakan diri nya untuk menerima keadaan. Obat hanya pada di diri kita sendiri. Freya ingin subuh agar ia bisa melanjutkan rumah tangganya bersama Sean dan membesarkan Cia juga calon adiknya yang lain. (Kalau hamil lagi)
"Freya mending bibi saja yang masak, kamu gendong anak sambil masak "
Freya mengikat kain di punggung dan meletakkan anaknya di depan sambil menyusui.
Sean menimbrung dari tangga "Cia kalau pagi lengketnya sama mama nya nek sampai sore. Dia suka ikut Freya buat sarapan. "Nenek mengangguk.
"Sayang kayak biasa " Kata Sean mengayunkan dasi.
"Duh.. duh romantisnya pasangan suami istri ini "kata nenek.
Sean mencicipi masakan Freya yang sedang dimasak. " Kurang gula ma "
"Oh ya kah ? "
"Aku suka ayam saus pedas kemarin, "
"Nanti aku buatkan " Sean mencium pipi Freya tanpa peduli mereka ada dimana.
"Oh ya nek, Hari ini aku mau pulang ke apartemen ya "
"Loh kenapa ga lebih lama disini ? "
"Kami juga butuh privasi lah nek, "
"Oalah, yasudahlah. "
"Nanti siang aku jemput kamu sekalian pulang kita makan di luar juga. Udah lama kan kita ga makan di luar " Freya mengangguk.
"Ini udah mateng belum "
"Udah "
"Bi, minta piring ya "
"Baik tuan muda "
Mama dan papa berjalan ke arah dapur mereka terkejut melihat Sean yang ikut masak.
"Wah.. wah.. wah siapa ini ? "
"Kayak kenal "
"Mama, papa udah bangun "
"Kamu sebelumnya kan enggak pernah masak yan, masak mie aja minta Darlen mulu yang masak "
"Aku bisa kok sedikit-sedikit,Masakan pertamaku itu ayam bakar waktu itu Freya ngidam dan minta papanya yang buatin. Yaudah belajar dikit-dikit dibantu Freya. Sekarang mulai diasah lagi di apartemen kami ga ada pembantu jadi semua dikerjakan sendiri "
"Mau papa kirim pembantu tiap minggu ? "
"Enggak deh pa, Dengan ga ada pembantu Kami berdua menikmati jadi orang tua. Aku bisa masak, bersih-bersih rumah dan ngerti jadi orang tua yang sesungguhnya "
Papa, mama dan nenek bertepuk tangan.
"Sean sudah dewasa " kata Nenek.
"Putraku yang manja sudah dewasa akhirnya "
"Luar biasa mama bangga loh "
"Sean kurang tapi terampil namun jika dia diajarkan dia pasti bisa. Tolong bantuannya Freya "kata papa.
"Awal-awal kami tinggal di apartemen papa Cia hanya bisa mengurus putrinya saja karena dia penyuka kebersihan dan kami kebetulan punya bayi jadi tempat kotor kurang baik dia jadi belajar bersih-bersih, sifatnya mendorong dia untuk berubah. Apalagi tidak ada pembantu. Mungkin juga dia enggak tega ngeliat saya bersih-bersih sendirian apalagi sambil ngurus Cia "
"Sekarang dia makan cemilan itu rapi banget remahan biskuit atau bumbu keripik tidak ada yang jatuh "ujar Freya. Sean menyombongkan diri.
Mama, papa dan nenek bertepuk tangan.
"Itu kemajuan yang bagus Sean "kata nenek. Nenek mengajungi jempol cucunya.
__ADS_1
"Maafkan Sean kalau banyak perangai buruknya. "
"Ya ampun mama "
"Mama harus minta maaf sama istri kamu. Dia pasti susah banget ngadepin kamu yang banyak perangai buruknya "
Sean memutar bola matanya malas.
Pukul satu siang, Freya sedang berpamitan pada orang rumah sambil mengendong Cia.
Keluarga melambaikan tangan pada Freya dibalas oleh Sean senyuman dan Freya lambai tangan menggunakan tangan Cia. Bocah kecil itu tersenyum manis memamerkan lesung pipinya pada orang-orang.
"Kamu mau makan apa ? "
"Aku pengen seafood mas "
"Yasudah ayok "
"Jendela tutup aja deh kasian anak kita kena udara kotor "
"Dia keliatan senang, biarkan saja ya mas "Sean melihat anaknya memukul pintu mobil sembari sumringah yang di tunjukkan.
" Yasudah, "
"Dia jarang keluar, main cuman di apartemen dan keliling taman. Jadi pas dibawa mama papa nya jalan dia kesenangan "
"Senang ya nak, "
"emh "
"Emh dia bilang mas. "
"Masyallah pinternya anak ayah. Pinter ngejawab sudah. Nanti kalau udah besar jangan ngejawab atau ngebantah perkataan ayah ya nak "
"Kamu memang mau di panggil ayah bukannya kamu dulu suka di panggil papa ? "
"Kamu juga dulu suka di panggil mama kenapa sekarang suka di panggil ibu ? "
"Sudah sampai di tempat Seafood ter enak menurut Ayah" Sean membuka pintu mobil dan menarik kursi untuk Freya.
"Kayaknya ini pertama kalinya deh kita makan diluar "
"Iya ya, kita menikah udah lama tapi semua yang kita lakukan baru pertama kali "
"Maaf yaa sayang, aku ga bisa nyenengin kamu "Sean mencium punggung tangan Freya.
" Ini Tuan, Nyonya buku menu nya "
"Saya "
"Saya "
Sean dan Freya saling melempar pandangan.
"Kamu saja dulu sayang "
"Saya pesan cumi rica-rica, udang bumbu kuning, Daging sapi panggang sama sup jagung mbak terus minumnya jus alpukat. "
"Baik Nyonya "
"Saya pesan ikan bakar minum nya air putih, sama pesanan istri saya tadi itu double tapi satunya makan disini satunya di bungkus "
"Baik Tuan. Saya bacakan ulang pesanannya ya "
Selepas waiters itu pergi, "Kamu ga usah masak, di hangatin aja makanan ini. "
"Baiklah "
Sean terlihat begitu senang melihat ibu dari anaknya ini makan dengan lahap perutnya seolah masih banyak muatan.
Freya seketika terhenti ketika Sean memperhatikan nya.
__ADS_1
"Maaf ya cara makan ku jorok, aku pasti keliatan rakus yaa "
"Tidak kok, sebagian besar laki-laki suka perempuan yang menjadi dirinya sendiri. Aku juga rakus kok lihat nih " Sean ikut makan dengan rakus mengikuti Freya.
Agar Freya tidak malu laki-laki itu juga ikut melakukan hal yang sama seperti yang dilakukan istrinya. gigi.g
"Jangan malu, Kita punya uang kita bisa bayar. Ga ada yang bisa marahin orang be-duit. " Kata Sean yang mulutnya terisi makanan.
"Benar juga yaa "
Freya tertawa melihat Sean yang makan dengan lahap dan terlihat rakus. Biasanya Sean itu makan dengan elegan dan rapi. Bahkan dia punya tata krama dalam makan.
Sean senang melihat Freya tersenyum bahagia. Ia berjanji mulai sekarang akan membahagiakan Freya. Tugasnya adalah memuliakan istrinya dan menyayangi nya.
...******...
Sehabis menjalankan sholat isya. Freya maju ke depan mencium punggung tangan Sean. Sehabis menjalankan ibadah lainnya seperti dzikir. Keduanya mulai di sibukkan tugas masing-masing.
"Ayah, makan dulu "
"Iya "
"Ayok nak kita makan "
"Ga mompa asi ? "
" Aku bingung, Cia kurang tapi suka minum di botol maunya langsung dari sumbernya "
"Oh sama kayak ayahnya suka minum dari sumbernya "Freya mengeleng kepala.
" Pompa aja. Cia harus di biasakan minum dari botol adiknya nanti banyak bu. Kamu kerepotan "
Freya tertegun. "I.. ini beneran mau punya anak banyak ? "
"Iyaa. Aku serius mau punya anak banyak. Yang banyak "
"Tapi gimana kita bayarin hidup mereka ? "
"Kenapa bicara seperti itu ? "
"Dengar Freya masa kecil kita itu berbeda tidak sama dengan anak kita. Kita sama-sama mengalami hal yang tidak menyenangkan dalam pertumbuhan. Jadi kitalah yang menciptakan hal menyenangkan dalam pertumbuhan mereka. Menjadi orang tua yang baik, pendidikan yang baik, uang yang cukup dan fasilitas yang menandai untuk anak kita. "
"Aku kesepian Freya. Aku hanya bertemu ayah dan ibuku itu satu bulan dalam setahun Aku bermain dengan pelayan dan timbul jadi anak yang egois dan kesepian sampai akhirnya aku memiliki Darlen disisiku. Tapi aku merasa tetap berbeda karena Darlen bukan saudara kandungku dia hanya anak angkat. Tanggung jawabku dan dia berbeda. "
Freya melihat ada kesedihan yang tersirat dari wajah Sean.
"Hidup begitu selama hampir Dua puluh tiga tahun lalu menikah berpikir bahwa hidupku akan bahagia tapi ternyata justru sebaliknya. Aku tetap kesepian bahkan waktu itu sangat sepi, rasanya sendirian dan sunyi padahal orang melihat aku berada di keluarga dan istri yang mendukung. Menikah denganmu dan memiliki anak membuatku hidup. Aku bahagia Frey, sangat bahagia. Pulang kerja..letih, lelah,capek kerja seharian di dalam ruangan, kulit kering karena AC, pusing menghitung saham, kerugian dan keuntungan, laporan, meeting, belum lagi ada tamu, perjalanan bisnis yang yang bikin capek, stress baca laporan di dalam pesawat. "
"Tapi semua berubah aku tidak lagi tidur di kantor, pulang lebih awal, makan teratur, mulai tidak kecanduan kopi. Kalau berangkat ada yang pasangin dasi.. bawain tas kerja.. pasangin sepatu, terus cium tangan suami.. terus pulang di sambut teh hangat.. kalau capek di pijet.. di pakaikan perawatan.. di kasih lotion.. minyak rambut.. kalau pusing ada yang mijetin.. ada yang ingetin minum obat.. ada yang bawain bekal makan siang.. terus ada yang nungguin kalau aku pulang malem.. terus ada yang dengerin ceritaku.. Kalau pulang di siapin air hangat dan pakaian "
"Nemenin belanja.. makan.. checkup kandungan.. terus ada yang bisa jahilin pokoknya hal yang sering ku dengar dari kolega ku itu baru kurasakan. Ternyata menyenangkan dan capek. Kamu juga orang yang aktif ga mau kalah berdebat dari aku. Aku merasa jadi suami dan ayah yang di anggap "
"Apalagi kita punya Cia makin hari dia makin mengemaskan. Dia ketawa, nangis, senyum, buang air kecil, buang air besar dan minum susu itu semua seperti energi "
"Jadi ayok memiliki anak yang banyak "Mata Freya berkaca-kaca.
" Ya ampun, Ya Allah. Aku tersentuh. Tidak menyangka jika semua perhatian yang ku berikan kamu Terima dengan baik. Makasih yaa "
"Sama-sama. "
Cia tiba-tiba menangis di keranjang bayinya.
"Yaa dia ga tau apa ibu ayahnya lagi romantis gini. Tolong ya ayah. Ibu beresin bekas makan kita "
"Minta di timang kayaknya. "
"Dia suka dengerin suara al kalau beruntung sih suara kedalaman laut coba setel aja "
"Di TV ? " Sean bertanya begitu karena Freya jarang sekali memegang ponselnya. Dia hanya sibuk menonton TV.
"Iya, channel nomor 34 "
__ADS_1