SERENDIPITY

SERENDIPITY
21. Pilihan hati


__ADS_3

Keberanian Freya mulai ia tunjukkan salah satunya menerima ajakkan tinggal di rumah Darlen.


Jiwa nya sedang tidak baik sekarang. Bertemu dengan Sean bukan pilihan yang tepat apalagi bertemu dengan sih pelaku yang tinggal satu atap bersama nya.


Freya bisa kehilangan akal sehat. Maka dari itu Darlen membawa Freya ke rumah nya. Untung saja Freya mau.


Darlen mengendong Freya ala bridal style. Freya dan Darlen sama sama gugup namun sebisa mungkin keduanya menyembunyikan nya.


"Aku berat, Pak Darlen tidak perlu repot-repot "


Darlen tersenyum, "Kaki mu sedang sakit aku tidak bisa membiarkan mu berjalan. "


"Terima kasih yaa "


"Sama-sama " Darlen mendorong pintu kamar tamu dan membaringkan Freya disana.


"Beristirahat lah. Jika butuh sesuatu panggil saja aku "


"Baik Pak "


"Selamat malam " Freya tersenyum dan melambaikan tangan pada Darlen.


Darlen mengulung lengan kemeja ia bergegas menuju dapur mengambil air mineral.


Duduk di pantry sembari memandangi keheningan di rumah nya. Disini ada dua pelayan dan dua penjaga rumah yang tinggal di kamar belakang jadi Darlen tak begitu kesepian. Nenek sering tinggal disini makan dari itu nenek punya kamar juga.


Darlen meneguk air setelah meletakkan gelas senyum menyeringai terbit di wajahnya ketika melihat seorang pria duduk di sofa ruang tamu.


Pria yang memakai kemeja hitam dan celana hitam itu menoleh perlahan.


Darlen menghampiri pria itu.


"Sudah ku duga ini semua sandiwara mu "


"Apa aku harus memberimu tepuk tangan karena sudah menjadi aktor "


Darlen bertepuk tangan. "Hebat, lumayan lama kamu menipu semua orang "


"Darimana loe tau ? "


Flashback.......


Freya calling...


"Hallo nyonya Frey____"


"Assalamu'alaikum Pak Darlen. Ma.. maaf kalau aku menganggu. S.. s.. sean.. "


"Iya ada apa dengan Tuan Sean ? "


"Hiks hiks hiks hiks hiks hiks hiks hiks "


"Nyonya Freya tenanglah. Apa yang terjadi ? "


"Sean kecelakaan hiks hiks hiks sekarang dia ada di rumah sakit sedang operasi. Hiks hiks hiks kata dokter Sean kemungkinan besar akan mengalami lumpuh. Aku tidak tau harus menghubungi siapa. Tolong lakukan sesuatu. Aku bingung.. aku bingung sekarang "


"Baiklah.. baiklah.."


Darlen menerima foto dari orang kepercayaan yang memotret mobil yang di pakai Sean ketika kecelakaan.


"Rasanya tak mungkin jika Sean lumpuh "


" Kau pikir aku tertipu. "Sean menyeringai.


" Aku tidak tau jika malam ini Sean pada akhirnya menunjukkan dirinya. "


"Hujan deras di malam hari Sean akhirnya keluar. "


"Jika saja istriku pulang ke rumah ini tak akan terjadi dan rencanaku pasti akan tetap berjalan "


"Istrimu siapa ? "


Sean menyipitkan mata sembari mendengus kesal. "Wanita yang lo gendong itu adalah istri gue. Gua peringatkan ini pertama dan terakhir kalinya loe nyentuh istri gue "


"Loh ??? bukannya istrimu itu yang jadi hidangan untuk semua orang yaaa. Ahahahah iya kan. Yang di kamar itu ahh itu calon istri ku Sean "


"Kalau saja gua tidak kemari bisa saja kalian melakukan hal yang tidak-tidak. "

__ADS_1


"Sean.. Sean.. Sean.. kamu tuh bodo ya. Freya ga sama kayak Ocha. Tidak akan ada yang terjadi kecuali saat aku dan Freya Sah nantinya "


Sean mengebrak meja. "Simpan omong kosong itu. "


"Kau berperan besar melindungi Freya rupanya. Katakan apa tujuan mu ? "


"Oh jadi sudah tau yaa. "


" Aku tau kau pasti punya alasan "


"Apa lagi alasan ku jika bukan ingin dia tetap aman "


"Kau melindungi istriku dari suaminya. Apa otakmu itu sakit! "


"Lalu apa yang kau punya untuk melindungi Freya. Apa kau bisa melindungi Freya dari Ocha ? Tidak kan. Apa kamu yang bucin ini bisa melihat mana yang baik dan mana yang buruk ? Tidak kan "Darlen menujuk-nujuk dada Sean.


"Jadi itu alasan mu memalsukan data Freya. "


Sean mendekat Darlen tidak mundur tatapan mengisyaratkan bahwa ia tidak takut sedikitpun.


"Aku mencintainya. "Kata Darlen.


"Omong kosong "bantah Sean.


" Dia tidak mencintaimu! "


"Dia akan mencintaiku. Aku jauh lebih baik darimu "


"Kau tak akan bisa mendapatkan nya sekalipun harus bertaruh apapun "


"Ini perasaan ku. Aku tidak perlu minta pendapat mu. "


"Kau tidak akan bisa memiliki nya. Dia adalah istriku "


"Hanya sampai anakmu lahir "


"Akan ku buat dia menjadi istriku selamanya "


"Menghamili terus menerus begitu ? Heh ?!!"


"Jika itu jalan nya maka akan kulakukan "


"Aku butuh Freya juga "Tukas Sean.


"Wow, Apa sekarang kau mencintai istri kedua mu itu ? "


"Wajar kan aku mencintai istriku. Tidak wajar saja jika orang lain mencintai istriku "


"Kau yang menujukku untuk bersamanya. Aku turutin mau mu, aku bersamanya setiap waktu dan selalu ada untuk menjaga bayi-bayi kalian. Rupanya dia pun mengambil hatiku. Dia membuatku takut, khawatir, panik dan bahagia juga marah "


"Aku tidak masalah dengan apa yang terjadi. Aku menerima Freya seutuhnya. Aku juga akan menerima anak-anak kalian. Kau tau kan seperti apa aku "


Bugh!


Sean memberi bogeman pada wajah Darlen. Darlen membalas.


Mereka saling baku hantam di depan.


"Kenapa harus Freya ?!! "


"Aku tidak tau ! "


"Dia itu istriku "


"Kau akan menceraikan nya. Biarkan aku yang bersamanya "


"Aku mencintainya. Aku mencintainya saat pertama kali aku melihatnya. Saat di kamar itu "


"Dia tidak mau kamu Sean. Dia menginginkan diriku. Dia ingin kabur bersamaku, "


"Aku tidak peduli ! "


"Kau sudah gila ! "


"Yaa aku memang sudah gila. "


"Dia manusia bukan hewan ! Biarkan dia bersama ku "

__ADS_1


bugh!


"Tidak ! Aku adalah suaminya. Aku tidak akan membiarkan istriku dimiliki orang lain! "


Bugh (Darlen memukul Sean lagi)


"Kau akan melepaskan nya. Aku pastikan itu "


___________


"Sean ayolah makan.. aaaa " Sean mengeleng kepala.


"Satu saja ayolah "


"engh... enggh " Sean menolak keras.


Ocha mengaruk rambutnya pusing dan frustasi.


"Bik! "


"Bibik! "


"Bibik! ahh kemana sih "


"Iya nyonya. "


"Ini Sean ga mau makan ! Coba buatin makanan kesukaannya deh kali aja dia mau makan "


"Maaf nyonya. Biasanya Tuan Muda makan saja dan tidak memilih "


Ocha melirik ke pelayannya. Tangannya ia letakkan di atas pinggang. "Kamu ngajarin saya ? Udah pinter kamu gitu ?! "


"Enggak nyonya. Enggak kok "


"Biasanya ****** itu melakukan cara apa agar Sean makan! "Ocha kemudian melirik ke arah Sean.


Mata Sean bertemu dengan mata Ocha.


" Maaf pancang nyonya biasanya Nyonya Freya menyuapi Tuan Sean di depan TV sambil diayunkan-ayunkan kayak pesawat gitu "


Ocha memutar matanya malas. "Kekanak-kanakan sekali ! Sean itu 29 tahun bukan 3 tahun "


" Nyusahin banget sih. "Ocha berdecak kesal.


Ocha melirik kondisi tubuh Sean yang duduk di kursi roda tak berdaya bergerak saja tidak bisa apalagi bicara.


Kalau saja rencanaku kemarin berhasil pastinya cacat ini sudah jadi gembel beserta keluarga nya yang arogan itu. Freya memang biang masalah nya.


Sean menggerakkan kursi roda dengan semangat ketika melihat Freya datang bersama Darlen.


"Tuan ingin kesana ? " Sean membalas anggukan pada pelayan nya.


Pelayan tersebut mengantar dengan senang hati Sean ke Freya.


Betapa terkejutnya Ocha melihat Freya muncul di hadapan nya. Sean melihat keterkejutan Ocha hingga membuat sendok di tangan Ocha jatuh.


Freya berjalan pincang dengan di bantu oleh Darlen masuk ke dalam.


"Freya apa yang terjadi padamu ? " Tanya Ocha. Freya mengacuhkan nya.


Freya tak ingin kembali ke rumah namun Darlen menyuruh nya karena Sean begitu khawatir ketika mendengar toko kebakaran.


Sean ya.


Freya terpaksa kembali untuk menemui Sean yang mungkin untuk terakhir kalinya begitulah kata Freya dalam hati.


Dia ingin berterima kasih pada Sean atas segala yang telah Sean berikan untuknya. Mungkin Freya akan pergi diam-diam dari rumah.


"Selamat pagi Sean "sapa Freya yang duduk bersimpuh di hadapan nya.


Sean meraih tangan Freya agar perempuan itu dapat berdiri tegak.


"Aku ga apa-apa kok. " Kata Freya.


Sean terlihat begitu khawatir padanya. Pria itu berusaha membantu Freya berdiri dengan baik. Dengan kemampuan yang seadanya Sean membantu Freya untuk berdiri.


Dalam hati Freya berkata, Ayolah Sean jangan seperti ini. Jantungku tidak bisa kompromi nantinya.

__ADS_1


"Ya, aku baik-baik saja. Jangan khawatir " Freya tersenyum meski itu sulit di lakukan olehnya mengingat sih penyebab kebakaran itu ada disini.


__ADS_2