SERENDIPITY

SERENDIPITY
33. Ibu dan anak


__ADS_3

"Ayok buk terus, "


"Engh argh!!! "


"Argh !!!! "


"Akhhhhh dok saya ga kuat "


"Ayok bu semangat tinggal sedikit lagi "


"Argh!!!! " ejanan keras dan panjang akhirnya berhasil mengeluarkan seorang bayi perempuan dari rahim Ocha.


"Selamat ya bu, bayinya perempuan sehat dan cantik "


Bayi hasil hubungan gelap nya dengan Wiliam pun terlahir ke dunia akhirnya.


Ocha sudah lama di kurung di dalam rumah Sean hingga ia akhirnya melahirkan. Mungkin kalau Ocha hitung sekitar tiga bulan.


Ocha melihat ke arah kolam renang. Tempat itu, tempat dimana ia melenyapkan nyawa Freya istri kedua suaminya.


Air jernih itu berubah menjadi merah darah seketika. Ocha tidak tau apakah Freya masih hidup atau sudah meninggal.


Waktu itu ia melarikan diri bersama Wiliam namun naas dirinya di tangkap oleh pengawal Sean dan Ocha membiarkan Wiliam pergi tanpa dirinya.


Rumah yang ia huni selama pernikahan nya berubah seketika menjadi rumah yang menakutkan bagi Ocha.


Peralatan dan perabotan di rumah ini sebagian di ambil seperti TV, mesin cuci, peralatan dapur. Tidak ada pelayan satupun hanya ada empat penjaga yang mengawasi di luar. Pelayan yang sebanyak itu hilang dalam empat jam kamar mereka pun kosong seketika.


Di rumah besar ini Ocha kesepian tidak tau harus berbuat apa dan apa yang terjadi di dunia luar ia dikurung di rumah entah sampai kapan.


Lantai, kamar Freya dan dinding tembok itu terdapat bercak darah yang sengaja tidak dibersihkan. Kolam renang di biarkan tanpa ada air.


Ocha mulai ketakutan ketika naik ke lantai dua ia pasti akan melewati kamar Freya dimana banyak darah disana juga ketika berada di sekitar kolam renang Ocha akan melihat darah yang menempel di pagar besi juga balkon.


Hal itu membuat psikis Ocha perlahan terguncang. Perbuatan yang ingin ia lupakan justru menghancurkan nya. Sean melakukan itu agar Ocha mengalami hal yang sama seperti Freya rasakan.


Sean mengendong buah hatinya di bawah sinar matahari. Banyak perempuan yang melirik ke arah pria itu apalagi punggungnya yang besar dan tegap juga pundaknya dan dada bidangnya. Kaum hawa pun bisa melihat bagaimana kaos lengan panjang itu membentuk tubuh bapak satu anak itu.


Freya mengalungkan tangan di lengan Sean. Sesekali perempuan itu menempelkan wajahnya di pundak suaminya.


"Matanya mbak "ujar Freya.


"Itu istrinya yaa ? Tubuh nya kok kayak lebar gitu yaa "


"Namanya juga habis lahiran, kamu ga liat bayinya masih kecil "


"Suami ganteng gitu, kok ga pinter jaga tubuh sih "


"Udah jangan ngurusin urusan orang-orang "


"Enak banget yaa ngomongin tubuh orang. Belum tau apa rasanya lahiran. " Gerutu Freya. Sean terkekeh.


"Biarkan saja "


"Aku ingin mengunci di apartemen saja. Biar kamu di godain! "


"Di ranjang aja sayang, biar sekali bikin bayi lagi "


"Iyaaa di ranjang aku ikat kamu biar ga macem-macem "


"Aku tuh cuman satu macem aja "


"Bentar yaa ada telfon. "Freya mengangguk.

__ADS_1


Sean sedikit menjauh karena ini penelfon adalah orang rahasia.


" Hallo bos, Bu Ocha sudah melahirkan pagi ini. Anaknya perempuan dan sehat. Kondisi mereka juga sehat. Apa yang harus saya lakukan sekarang ?"


"Usir dia, berikan uang yang ku berikan itu "


"Baik bos "


"Kenapa kalian berbuat begini padaku , Hah ! "


Amplip coklat tersebut dilempar ke hadapan Ocha.


"Ini uang kasihan, tuan muda untuk anda. Sekarang anda tinggalkan tempat ini "


"Anakku baru saja lahir, apa kalian tega membiarkan dia langsung terkena udara yang kotor "


"Kami hanya menjalankan perintah, Rumah ini akan di jual. Jadi silakan pergi "


Ocha mengambil tas berisi perlengkapan bayi dan uang yang berada di amplop coklat itu dengan nominal lima juta.


"Dulu lima juta tak ada artinya untukku. Tas, baju bahkan perhiasan ku semuanya di atas 500 ratus juta. Tapi itu semua bukan milikku. Keluargaku bangkrut, usaha ku bangkrut, Wiliam tak tau dimana. Lalu apa yang mesti ku lakukan sekarang. Kamu tenang saja kita memang sulit sekarang tapi aku akan cari cara agar kita hidup mewah dan enak aku sangat menyayangimu karena kamu anakku dari pria yang kucintai. "


Freya menghampiri Sean. "Siapa yang nelfon, ayah ? "


"Ehh ? " Sean berbalik.


"Udah berapa lama disana "


"Baru saja, kenapa aku ganggu yaa ? "


"Bukan siapa-siapa sayang, urusan bisnis " Freya percaya saja.


"Kita sarapan di bawa yuk, kamu ga usah masak "


..._____________...


Sean menekan sandi apartemen. Lantai teratas ini adalah rumah miliknya. Bangunan 20 lantai ini adalah milik Sean. Lantai paling atas adalah miliknya semua orang tentu mengetahui siapa Sean.


Saat ia akan masuk putrinya duduk di depan pintu dengan tubuh mungilnya. Kepala mendongak ke atas melihat sang ayah sembari tersenyum.


"Lihatlah, Lihat Cia sama ibu aja ayah langsung semangat lagi, rasanya kayak hape baru yang di charger dengan cepat dan tahan lama gitu "


Sean mengambil putrinya kemudian mencium dengan gemash pipi gembul Cia.


"Seperti biasanya dia liatin jam pas udah bunyi dia merengek minta di turunin. Susu nya tidak penting kalau udah urusan ayah "


"Benar itu nak ? Benar itu ? "


"Yap " jawab Cia.


"Ahhh senangnya ada yang prioritassin ayah "


Tidak peduli berapa banyak stamina dan masalah yang Sean hadapi hari ini dan esok ketika ia pulang ke rumah stamina seolah kembali lagi melihat istri dan anaknya menunggu dirinya pulang.


Usia Cia sudah beranjak sepuluh bulan. Bayi kecil itu sudah bisa mengenggam, melempar bola dan kecerdasan visual kian mengesankan. Cia mulai belajar bicara dan menyapa orang-orang yang ia temui.


"Ayah mau mandi sekarang ? "


"Boleh, Cia belum mandi kan ? " Freya mengeleng kepala.


"Ayok nak, ayah mandiin "


"Aku siapin air hangat nya dulu "

__ADS_1


Ketiga orang itu masuk ke dalam kamar. Wajah Sean sedikit kesal melihat ada kemasan obat di nakas istrinya.


"Aku enggak minum lagi "


"Dari kapan ? "


"Dari kemarin "


"Kamu mau punya anak lagi kan ? "


"Aku hari ini sedikit teledor karena kamu melihatnya. Maaf ya "


"Tidak.. tidak. Jadi beneran kamu ga minuman pil KB "


"Iyaa "


Sean bersorak dalam hati. "Persiapkan dirimu nanti malam, Cia ayok ayah mandikan "


Freya mengeleng kepala.


Di bath up Sean bersenandung riang.


"Cia, maaf ya harus kasih adiknya pas Cia masih kecil. Ayah udah kepala tiga jadi pengen punya anak "


"Cia mau adiknya ada berapa 5 atau 10 ? "


"Imaa.. imaa "


"Lima sayang, baiklah nanti ayah kasih tau ibu kalau kamu mau adik lima "


...__________...


Sean tak memberi istri itu kesempatan melihat matahari. Dua bulan terakhirnya ayah cia cukup bekerja keras untuk mendapatkan anak lagi dari perempuan yang ia cintai. Sering kali Freya kesulitan berjalan dan itu membuat Sean senang.


Sean menghabiskan waktu bersama istrinya daripada di kantor. Ia akan pergi bekerja jika harus bertemu klien di luar dan yang lainnya ia urus dari rumah sembari mencari kepuasan.


Freya masih berada di atas ranjang, semalam Sean mengempur tak ada habisnya.


Wanita itu masih berada dalam selimut putih dengan kondisi lemas. Tubuh putihnya penuh dengan tanda keunguan dari suaminya.


Tanda ini tidak hilang selama dua bulan. Bayangkan saja dua bulan.


"Maaf ya mas, ga bisa nyiapin sarapan sama kebutuhan kamu "


"Gapapa sayang, kamu pasti lelah "


"Kamu kelihatan bugar sekali beda sekali denganku yang lemas seperti spaghetti "


Wajar saja sehabis di gempur Sean, Freya mengurus Cia yang menangis tengah malam dan Sean tidur. Ketika Cia sudah lelap dan Freya ingin tidur justru Sean bangun dan mengajaknya mencari kepuasan.


Sean duduk di ranjang melihat rambut istrinya yang berantakan, bibirnya yang bengkak, dan dada, leher serta yang penuh karya nya.


"Aku bawa Cia ke kantor. Kamu istirahat "


"Gapapa nih ? "


"Apa maksudmu ? "


"Tidak ada yang tau jika kamu menikah lagi dan punya anak dari wanita simpanan mu. Aku hanya takut mereka berkata hal buruk pada anakku "


"Wanita simpanan, apa maksudmu ? " Freya tau jika Sean tak suka mendengar apa yang baru saja dirinya ucapkan.


"Ayah maksudku adalah... "

__ADS_1


"Kamu istirahat, aku pergi dulu "


__ADS_2