SERENDIPITY

SERENDIPITY
41. Baby Boy


__ADS_3

Sejak empat jam yang lalu Sean tak beranjak sedikitpun dari mana pun atau berbicara ia setia menunggu Freya hingga sadar. Sean memeluk istrinya sembari mengusap lengan Freya berharap istrinya segera sadar.


Dokter mengatakan jika Freya kehilangan banyak darah, ia mengalami pendarahan. Di ruangan kecil itu keluarga kecil itu berkumpul.


Cia tidur di sofa, bayi nya tidur di keranjang khusus.


Air mata Sean terus keluar, ia sangat menyesal dan sedih ketika perusahaan akan di bangun dan di setujui sedangkan ia harus mengorbankan istrinya yang berjuang melahirkan anak mereka kedunia. Ini kali pertama Freya melahirkan normal.


Sean tidak bahagia sama sekali, Ia begitu mencintai istrinya dan mengorbankan istrinya itu menyakiti hatinya.


Freya adalah orang nomor ketiga yang ia cintai setelah Allah dan orang tuanya. Bahkan wajah anak kedua mereka tidak terlalu Sean perhatikan.


"A.. ayah.. "


"Freya kamu sudah sadar. Kamu butuh apa ? "


"Haus " Freya mencabut Nebulizer.


"Aku haus," Sean membantu Freya untuk minum hingga tandas.


"Kamu jangan nangis."


"Kenapa kamu lakukan semua ini ? "


"Aku baru bangun, hal apa gang kulakukan? "


"Kenapa pergi ke rumah sakit sendirian ? Aku khawatir dengan mu dan Cia. Kamu nutupin Cia sama dokter, bagaimana bisa ? "


"Maafkan aku, Aku ga punya pilihan lain selain nitipin anak kita sama dokter."


"Jangan begitu lagi, aku sungguh-sungguh kecewa. " Freya mengangguk.


"Harusnya kamu menelfon ku kalau kamu mau melahirkan jangan begini, kamu seolah-olah lupain aku "


"Ayah, aku ngerti perjuangan kamu untuk mengembalikan keuangan kita. Kamu bahkan sampai ga tidur.Suami istri itu perlu saling mengerti satu sama lain."


"Aduh paling bisa deh buat aku ga marah, sini peluk "


Sean ga jadi marah karena istrinya ini terlalu baik.


"Biasanya cowok kalau lagi bahagia suka janji ? "


"Janji in apa uang ? atau apa ? "


"Ya ga tau, janji lah pokoknya. "


"Aku ga mau janji sama kamu, aku mau buktiin aja sama kamu."


"Pindah ke hati lain itu susah Freya, tapi kalau hatinya baik yaa ga masalah. Kalau dua-duanya baik tuh repot. Harus bisa bedakan mana yang baik dan mana yang baik banget. "


"Memang aku nyuruh kamu nikah lagi.. Ohh jadi kamu mau nikah lagi. Mau selingkuh dari aku gitu ? Enak banget kamu yaa.. udah dikasih anak juga masih kurang ? mau cari yang lebih bagus lagi.. "


"Loh bukan itu maksudnya ? Maaf sayang aku kira kita bahas tentang hubungan kita. "


"Aku berjuang mati-matian. Udah gila sendirian, sakit sendirian.. rasanya udah kayak bestie sama malaikat maut tau enggak. Koma tuh udah kayak tempat nongkrong. "


Sean memeluk Freya. "Jangan marah-marah dong sayang, kan aku ga tau. Mau apa ? uang , saham, atau toko kue atau liburan lagi atau rumah baru.. ohh atau anak baru.. "


"Anak baru ! itu mah enak di kamu aja. Aku mau ke Disneyland. "


"Waduh.. minta nya jangan yang itu yaa sayang. Kamu kan baru melahirkan. "


"Kita disini aja dulu sampai tiga bulan."

__ADS_1


"Aku belum pernah ke Disneyland, mimpi kesana aja belom pernah "


"Yaudah yaa, nanti kita pergi kesana kalau kamu sudah baik-baik saja. "


Mama video call,


"Freya sayang... Selamat yaa.. Sean


sana hush.. hushh.. mama mau liat cucu mama. "Sean cemberut.


"Masyallah ganteng nya. " Papa, nenek juga melihat cucu kedua mereka.


"Mana sih gembul kesayangan mama. "


"Mama ini, Cia kok di bilang gembul. Anaknya lagi bobo "


"Ohh, kapan kalian pulang ? "


"Nanti tiga bulan lagi. "


"Lama banget, besok lah yaah "


"Mama ini , Freya tuh bukan sakit tipes dia habis lahiran. "


"Iss, yaudah mama aja yang kesana. Darlen pesan tiket ke Amerika. "


"Okey ma, "


"Ganteng kan mah, mirip aku banget ? "


"Huekk.. mama rasa kamu tuh jelek. Semoga anakmu lebih mirip ibunya yang good looking dari pada papah nya bad attitude. "


"Mama kok meng-anak tiri kan aku sih. "


"Papa belain "


"Papa juga ga suka kamu Sean, kalau papa dukung kamu nanti papa tidur diluar."


"Nenek..ahh sudahlah ngapain ngarepin nenek. Nenek memang sayang Freya. "


"Cuman Cia sama Darlen yang sayang aku. "


"Aku ? enggak. "jawab Darlen tanpa berdosa.


Mama tertawa, "Darlen itu cuman suka Cia. Ngapain dia suka kamu ihh kasian deh ga ada yang suka. "


Freya ikut tertawa. Mama emang paling ga suka Sean, katanya Sean itu suka bikin masalah sekarang. Papa tentu akan memihak mama, karena baginya lebih penting istri daripada anak. Kalau nenek beliau tidak masuk daftar pemberi suara.


Malam harinya Freya menciumi kedua anaknya satu persatu dengan gemas. Hingga Cia merengek.


Sejujurnya Sean khawatir jika anaknya tinggal sama Freya, Freya terlalu gemas pada anaknya. Apalagi Cia yang suka di dandanin oleh Freya.


Ketika semua orang tau mengenai Freya. Pekerjaan Freya yang sebagai selebgram harus sirna. Setiap kali perempuan itu punya pekerjaan pasti saja ada yang menghancurkan. Brand yang pernah memakai jasa Freya mencabut kerja sama nya dengan Freya.


Freya sebenarnya tidak malas dalam mencari kerja dia orang yang gigih namun entah kenapa pekerjaan yang di dapat selalu saja jadi ajang iri orang-orang hingga ia gagal.


"Sudah tuh nanti nangis lagi anaknya. "


"Enggak kok, Cia ga nangis kan ? "


"Ya ga sekarang juga."


"Nama anak kita siapa ? "

__ADS_1


"Aku tidak sempat memikirkan nya"


"Kenapa ? "


"Aku panik, nanti aku akan cari nama yang bagus."


"Sekarang manggil nya apa dong "


"Baby saja "


"Itu kan panggilan kamu ke aku, nanti kalau kamu manggil anak kita justru aku yang nyahut"


Benar juga yaa- pikir Sean


"Jangan lama-lama mikirnya, "


"Kamu bantuin dong ngasih nama anak kita ? "


"Aku ga pintar nama nya nanti pasaran.Kamu kan pinter sama mama... papa ngasih nama anak kita Valecia bla.. blaa.. "


"Kamu ga hafal nama anak kita ? "


Freya dengan tampang polosnya mengeleng.


"Aku kebanyakan kerjaan. Memang nama panjang Cia siapa, Valecia..... titik.. titik..titik apa mas ? "


"Ahh mikir aja sendiri. "Pasrah Sean.


"Loh kok gitu."


...____________...


Keluarga Sean berangkat langsung ke Amerika. Mereka mengunjungi Freya dan bayi laki-laki tampan itu.


Darlen mengajak ngobrol Freya.


"Gimana keadaan mu ? "


"Baik, "


"Wajah mu masih pucat, lebih baik istirahat saja. "


"Iyaya, makan buah dulu. Aku sudah cuci untukmu, kamu sedang menyusui dua anak pasti repot sekali, apa aku harus sering berkunjung saja. "


"Itu ide yang bagus aku jadi merasa terbantu. "


"Hei... hei apa itu aku dengar kamu akan sering berkunjung ? tidak.. tidak.. tidak.. bisa kalian ada cinta di belakangku ga bisa. Aku lebih baik ngundang mama daripada kamu. Ga boleh.. ga boleh.. ga boleh titik. "


Sean langsung memeluk Freya.


"Ini istriku Darlen"


Darlen menaikkan alisnya kenapa Sean jadi semanja itu ? rasa-rasanya sama istri yang dulu enggak begitu.


"Aku cuman ingin membantu Freya. Dia pasti kerepotan karna ada dua anak bayi yang harus dia urus eh tiga deh. "


"Aku datang karna ingin membantu bukan CLBK lagi, Jangan berpikir seperti itu. "


Tetap saja Sean tak percaya Freya melirik ke arah Sean.


"Gapapa, Aku bisa ngurus rumah sendiri. Lagian Sean bantu banyak, dia sering masak.. cuci pakaian.. nyapu.. ngepel.. terus buat susu.. nemenin Cia main. Gapapa, keliatan ini memang susah tapi kalau di nikmati yaa semua jadi lebih baik. "


Sean benar-benar terpesona oleh istrinya, istrinya begitu menjaga nama baiknya di hadapan keluarga. Padahal Sean tak berbuat banyak untuk membantu Freya hanya mengurus Cia saja.

__ADS_1


"Masyallah"


__ADS_2