
Kirana memegang tas selempang nya. Ia diminta berkunjung ke tempat pria itu.
"Apalagi ? "kata Kirana. Sehabis menyeruput coklat hangat.
"Bantu aku "
"Harusnya monyet yang datangin pisang bukan sebaliknya "
"Tapi aku manusia bukan monyet "
"Astaga, mau apa kamu ? "
"Baca "
"Apa ini ? "
Kirana membaca dengan seksama.
"Gila ! Lo di tuntut 21 milyar ga salah. Dasar penguras "
"Bantuin gua "
"Ya apa, bantuin apa ? Ngomong ? "
"Pastikan anak itu tidak di akui keluarga Wiliam "
"Ahh itu. Itu mah gampang. Gampang.. gampang "
"Gampang..gampang, bisa ga loe ? "
"Loe lupa ya gua ini menantu mereka lima tahun. Gua hafal yang beginian. Di dalam aturan keluarga Harlod pewaris akan di akui jika ia berasal dari hubungan yang jelas. "
"Wiliam itu anak kesayangan "
"Iya juga sih. Tapi tenang, ga semudah itu. Aku ada. Uang ada. Kuasa ada. Jangan kayak orang susah deh mikir-mikir. Lo ga usah takut Ocha ga mungkin dapat apa-apa dari elo "
"Lo kayak tenang gitu, Gua suka nih "
"Yalah, berkat loe dan Freya gua kembali jadi diri gue. Cuman gua akan lebih berani. Kalau gua ketakutan mulu orang-orang bisa curiga. "
"Lo sering ke makam Wiliam ? "
"Yah, dengan terpaksa. Masih ada pengurusan kepindahan ke Indonesia. "
"Mungkin sekali dua kali aja. Gua mau ke London tanpa beban..tanpa harus mikirin makam Wiliam. Pokoknya nothing's about Wiliam again. Lo ga tau apa yang gua alami selama pernikahan. Gua kehilangan teman dan gua dapat teman. Gua tau makna menghargai dan mencintai pasangan. Ahh sudahlah.. Jangan ngebahas Wiliam atau siapapun. Gua udah ga kenal.. Pokoknya lo tenang aja keluarga Wiliam biar gue yang ngurus. "
"Terima kasih "
"Sama-sama "
...__________...
Sidang dimulai pengugat membawa bukti jika anak bernama Natalia di telantarkan yang baru berusia satu setengah bulan lalu laporan kedua terkait keputusan cerai yang tidak ia ketahui.
Sidang ini merepotkan saja. Bagi orang sepertiku ini merepotkan. Aku ini sibuk. Batin Sean yang kesal setengah mati.
Sean menyerahkan semua bukti ke pengacara nya.
"Pihak tergugat di persilakan "
"Pak, "Sean menahan tangan pengacara.
" Iya Pak Sean, "
"Ini harus sampai sidang 2 saja maksimal. Saya ga mau datang ke pengadilan lagi. "
"Baik Pak "
Sean hanya bisa tertawa kecil melihat bagaimana Ocha melawan nya demi 21 milyar.
Wanita itu bersusah payah melawan membayar pengacara, membeli surat DNA palsu dan berakting menangis di depan hakim.
"Sidang putusan akan di laksanakan tanggal 16. Dimohon tergugat dan penggugat hadir. Sekian dari kami "
"Harap berdiri "
Sean berjalan begitu saja meninggalkan ruang persidangan sembari memasang kacamata hitam. Di depan ruang persidangan sudah banyak media yang menunggu. Sean di kawal enam penjaga agar memudahkan jalan nya dengan pengacara untuk bisa pergi.
Sean masih bungkam perihal pernikahan dengan Freya. Sedangkan Ocha menjawab setiap pertanyaan dengan berakting di tambah bumbu-bumbu tangisan.
Sean berpisah dari pengacara. Ia masuk ke dalam mobil.
Pria itu menonton berita, padahal di pengadilan Ocha sedang di wawancarai tapi sudah muncul saja berita.
Pria itu membuang sembarang arah ipad nya.
Kenapa aku bisa mencintai wanita jahat itu !
"Apa kita harus menghentikan berita ini ?"Tanya Rossa yang berada di depan.
" Aku tidak mengerti ini sudah dua minggu, kenapa beritanya masih saja jadi perbincangan. Semakin hari komentar semakin keterlaluan. Kalau Freya melihatnya bagaiamana ? "
"Perusahaan lagi bermasalah, butuh banyak uang untuk menghentikan video ini. Aku hanya bisa berdoa semoga istriku bisa bertahan. "
Freya membaca komentar orang dari TV. Salah satu stasiun televisi bertanya perihal pendapat nya mengenai video itu.
"Sebagai perempuan harusnya jangan saling menyakiti ya "
__ADS_1
"Uang memang penting bagi perempuan tapi kalau merebut itu kayak malu-maluin sih "
"Aku dengar juga kan dia punya anak. Apalagi anak perempuan takutnya apa yang dilakukan mamanya di masa lalu kena juga ke anaknya. Tapi itu cuman katanya "
Freya mematikan TV dan melempar ke sembarang arah remote.
"Jus ku habis lagi, " kata Freya melihat di gelasnya.
Prang
Gelas itu pecah seiring dengan Freya yang jatuh pingsan di ruang tamu.
"Antarkan saya pulang. "titah Sean.
Sean meletakkan kartu akses untuk masuk.
" Sayang aku pulang, Assalamu'alaikum "
"Sayang "
"Sayang " Sean kesandung oleh badan Freya.
"Freya.. Freya... Freya "
Sean bergegas menelfon dokter. Sean merasa beruntung setidaknya Cia terlelap dalam tidurnya.
"Bagaimana kondisinya dokter ? Apa istri ku menderita sesuatu ? "
"Dia kelelahan, dan banyak pikiran. Istri anda sedang hamil jadi tidak boleh banyak pikiran "
"H.. hamil dok ? "
"Iya, untuk lebih jelasnya silakan ke rumah sakit biar kita tau bagaimana perkembangan janin nya. Jangan lupa beri istri anda vitamin seperti biasanya, istirahat yang cukup dan makan yang bergizi. Satu lagi susu hamilnya."
"Baik dok Terima kasih "
Sean meminta orang suruhan membeli susu hamil dan buah.
"Bos apa ga kebanyakan ? Susu hamil mana ada sampai lima juta bos. Beli tujuh kotak buat stok, buah yang bagus buat istri saya. Istri saya lagi hamil. Sekalian kalian beli buah sana atau kopi atau apalah. "
"Terima kasih bos "
Sean senang bukan main usaha dua bulan akhirnya membuahkan hasil. Freya akhirnya hamil dan Sean akan memiliki anak lagi.
Sean masuk ke dalam kamar ia melihat istrinya sudah sadar.
"Ayah, sudah datang ? "
"Jangan bangun sayang. Tidur lagi " Sean mengajak istrinya tidur.
"Selamat ya sayang kamu akan segera jadi ibu lagi "
"Iya sayang, di perut kamu ada bayi lagi. "
"Alhamdulillah "
"Ayah, "
"Iya sayang, apa kamu mau sesuatu ? "
"Iyaa "
"Apa itu katakan ? "
"Kalau nanti kamu harus klarifikasi tolong katakan itu tidak benar ya. Bilang saja jika kamu menikah siri denganku hanya untuk anak "
"Loh kenapa memangnya ? "
"Aku ga mau perusahaan mu hancur. Perusahaan itu kamu bangun dengan usaha dan keringat mu sendiri. "
"Aku akan melawan mu "
"Dengarkan aku, Itu perusahaan turun temurun. Membangun perusahaan baru dan mencari kepercayaan orang itu susah. Jangan begitu, pikirkan mama, papa, nenek dan dirimu. Juga anak kita. "
"Apa jika aku miskin kamu akan meninggalkan ku ? "
"Kamu pekerja keras, kamu akan berusaha memiliki uang agar aku dan anak kita selalu disisimu. "
"Aku masih banyak uang di tabungan dan aset. Mahar mu saja belum ku belanjakan karena terlalu banyak. Kita bisa hidup dari sana, uang nya pasti cukup sampai anak kita kuliah. Asal hidup nya juga sederhana. "
"Aku gak akan biarin kamu nafkahin aku. Ini hanya ujian sementara, kamu bisa melewati nya."
"Tentu saja, kita pasti bisa. Tak ada yang lebih buruk daripada melewati koma."
"Aku tidak akan menyembunyikan mu. Lagian kita akan segera memiliki anak. Hubungan kita sah bahkan anak kita juga."
...______________________________...
Sean mengikat tali sepatunya lalu berjalan keluar dari apartemen mobil sudah menunggu di depan dengan pintu penumpang yang telah di buka.
"Selamat pagi tuan muda" Sean mengangguk.
"Sidang ini bukan untuk menghukum siapapun, kami menegaskan lagi sidang ini ada hanya untuk memberi keterangan dan kejelasan terkait putri dari penggungat yaitu ibu Ocha. "
"Pak Sean silakan bersumpah" Sean yang duduk sebagai saksi pun berdiri dan mulai membaca sumpah yang di tuliskan.
*Freya Anastasia.. istriku sayang. Hari ini semua akan berakhir. Usiaku sudah 30 tahun, aku punya istri dan anak, aku kepala rumah tangga dan aku tidak salah. Aku hanya memperjuangkan bahagiaku. Pengadilan ini akan ku menangkan dan membuat orang yang menghina kita akan membayarnya satu per satu.
__ADS_1
Kita akan menang Freya. Semua akan baik-baik saja. Setelah ini kau tidak perlu malu keluar. Orang-orang yang picik ini butuh pengakuan maka akan ku lakukan itu*.
"Di dalam bukti yang telah anda berikan ? Apa ini semua di tanda tangani oleh istri anda secara sadar ? "
"Ya, disana tertulis saya akan memberikan 7 milyar sebagai uang perpisahan."
"Tapi yang Bu Ocha berikan tidak ada "
"Saya punya cek dan data perpindahan dana senilai 7 milyar yang saya keluarkan secara tunai. "
"Disini ada tanda tangan bu Ocha diatas materai dan cap. Kami benar-benar tidak bisa mengunggat ini. Secara hukum ini sah, bahkan ada bukti cek juga tanggal. "
"Tidak.. aku tidak boleh kalah... "
"Dia menyekap saya pak Hakim. Dia menculik saya dalam kondisi hamil, saya tidak diberi makan, dan minum, "
"Bu Ocha harap tenang. "
"Tolong harap tenang, semuanya"
"Apa benar begitu Pak Sean ? "
"Pak Hakim yang terhormat seharusnya anda tidak melemparkan pertanyaan itu lagi. Seharusnya anda menemukan beberapa point disini. Bu Ocha mengunggat saya karena menelantarkan anak. Kalau saya menculik Bu Ocha dalam keadaan hamil untuk apa ? saya jauhkan dari siapa atau saya lindungi dari apa ? Buktinya kalau saya memang benar menyekap beliau seperti yang dikatakan sudah berapa lama ? Kalau saya menyekap beliau tanpa memberi makan dan minum tidak mungkin Bu Ocha bisa mengunggat saya. Dia akan mencari warung makan daripada pengadilan. "
"Untuk apa saya setega itu pada ibu hamil yang katanya mengandung anak saya. "
"Kau menyembunyikan ku dari istri kedua mu ? "
"Freya ? Dia bahkan mengalami trauma ketika melihatmu. "
"Bagaimana kondisi Bu Freya ? "
"Terima kasih Pak Hakim sudah menanyakan kabarnya. Istri tercinta saya ibu Freya dalam. kondisi baik sekarang. "
"Kau mengarang cerita ? bagus sekali karangan mu "
"Ada bukti jika setelah kami berpisah Bu Ocha masih meminta uang senilai 5 juta. Ini buktinya "
Para wartawan yang hadir ikut memotret bukti yang ditampilkan. Ocha semakin tersudut karena Sean mengeluarkan semua kartu AS nya.
"Ini adalah bukti Test DNA, Bu Ocha yang dinyatakan hamil pada bulan Februari jika memang bulan Februari berati harusnya Bu Ocha melahirkan di bulan Oktober tapi mengapa di akta kelahiran Natalia tertulis di bulan Agustus. Saya berangkat dari Desember hingga maret ke Swiss dan Bu Ocha juga saat itu di London. "
Pengadilan kali ini menghadirkan asisten pribadi Ocha yang selama ini menemani. Sean memanggilnya.
"Kita istirahat sebentar " ujar Hakim.
"Hadirin diharap berdiri"
"Putusan sidang kali ini. Pak Sean terbukti tidak salah. Saudari Natalia terbukti sah bukan putri Pak Sean. Tidak ada bukti resmi juga jika Bu Ocha telah di sekap. Pak Sean tidak perlu memenuhi hak sebagai ayah untuk kebutuhan Natalia dan segala tuntutan di tolak. " Sean bernafas lega sekarang.
Ocha menatap sinis ke arahnya namun Sean tak mengubris.
"Kau itu tong sampah nyaring bunyinya. "
"Sudah bodoh, masih aja cari pembelaan. Aku jadi malu karena sempat bucin padamu. "
Sean menyamakan dengan tinggi badan Ocha. "Jangan lakukan itu lagi yaa. Kan malu jadinya satu dunia tau kamu bodoh. Mantan istri konglomerat kok bodoh. "Kepala Ocha di toyor oleh Sean.
"Jangan senang dulu Sean, aku akan membalas ini"
"Ku harap kau juga jangan senang dulu. Karena--ahh liat saja di ponsel mu itu, pasti kamu akan dapat tag dari para netizen tercinta mu"
"Apa yang kau lakukan ? "
Sean berjalan meninggalkan Ocha sebelum itu ia menepuk pundak Ocha dan mengatakan semoga berhasil.
"Roy dan Rossa sudah bekerja keras aku harus memberi mereka bonus dan liburan. "
Roy bertugas mencari para saksi dan Rossa mengedit video.
"Bagus sangat bagus. Bangga aku "
Sean memunculkan bukti yang bisa dilihat seluruh netizen di dunia jika ia tak salah.
Lalu Sean memasang foto Natalia, Wiliam dan Ocha.
"Tamat riwayat mu"
"Sean !!!!! "
Freya sedang meminum susu di dapur.
"Selamat sore Ibu hamil tercinta ku "
"Ehh Mas, selamat sore juga. Kamu kok seneng gitu ? "
"Karena aku sudah memang dan kita menang. "
"Loh aku pikir sidang nya besok "
"Aku sengaja bohong supaya kamu ga kepikiran. "
"Gimana perkembangan anakku ? "
"Masih kecil juga. "
"Kita akan memeriksakan lusa. Aku masih ada pekerjaan gapapa kan "
__ADS_1
"Iya gapapa. Anak kita mau nunggu kok "
Freya memeluk suaminya begitu dengan Sean yang memeluk perut rata istrinya.