SERENDIPITY

SERENDIPITY
12. Freya malu punya suami Sean


__ADS_3

Darlen mengantar pulang kembali Freya ke rumah dan ia langsung pamit pulang karena hari ini benar-benar melelahkan. Darlen ikut jadi pramusaji membantu Freya.


"Aduh pinggangku sakit sekali. Bagaimana bisa aku kalah dengan wanita yang membawa anaknya di perut. "


Freya melambaikan tangan pada Darlen kemudian masuk tidak lupa ia menyapa pekerja di depan.


"Tidak.. Tidak.. Tidak.. Sangat memalukan jika aku kalah dari bumil "kata Darlen memijat pinggang kemudian melaju mobil keluar dari perkarangan Sean.


Freya terkejut mendapati ada Sean yang memakai bathrobe duduk di atas ranjang dengan tangan melipat ke dada.


" Selamat malam "kata Freya dengan ekspresi heran.


"Malam " Jawab Sean.


"Jam berapa ini Freya ? "


"Jam 7 malam Sean. Ada apa ? "


"Ada apa sih ? Kenapa pulangnya malam ? "


"Aku harus jual produk kue aku Sean. Hari ini banyak pelanggan "


"Terus kamu kapan ada waktu buat aku ? "


"Kamu kan udah ada Ocha,kurang yaa ? "


"Terus kamu gunanya apa ? "


Freya tersinggung saat Sean mengatakan gunanya seperti Sean mempertegas tugas Freya layaknya barang.


Perasaan sensitif ini timbul saat dirinya hamil namun Freya berusaha mengontrol hal kecil ini.


"Kok belum pakai baju, ini rambutnya masih basah "Komen Freya.


"Aku kan ga bisa milih baju sendiri apalagi keringkan rambutku " Freya melongo.


"Waktu itu bisa milih baju sendiri sama ngeringkan rambut kenapa sekarang ga bisa ? "


"Kapan ? Emang kamu tau ? "


Freya menyengir dengan ucapan yang ngasal.


"Kan waktu itu ada Ocha masa iya dia ga bantuin suaminya ngeringkan rambut "


Sean berpikir juga iyaya ternyata selama ini Ocha tidak pernah mengeringkan rambutnya apalagi memasangkan sepatu atau mencium tangan atau menanyakan kabarnya di kantor seperti hal kecil adalah apa yang dilakukan Sean hari ini ? Apa ada masalah ? Apa aku boleh dengar cerita mu hari ini ?


Sean mengeleng kepala lalu melihat ke Freya "Ya kan ada kamu "


Freya mengambil baju dan celana selutut. Dengan telaten Freya memasang pakaian.


Freya begitu memuliakan suaminya yang manja sekali. Semua pakaian hingga dalaman Freya yang memilihkan dan memasangkan. Freya mengeringkan rambut suaminya memakikan lotion di tubuh Sean.


Sean senang seperti ini ia suka di manja. Sejak kecil Sean tidak tau rasanya di sayang namun saat bertemu Freya Sean merasa begitu di perhatikan dan di sayang segala hal kecil tidak luput dari perhatian Freya.


"Kenapa kamu tersenyum ? " Tanya Freya yang memakaikan cream malam di wajah Sean.


"Kamu can--- kamu lucu kayak mainan bebek-bebek "


Sean terkejut kening nya di tonjok Freya.


"Dasar ga berterima kasih banget sih malah sekarang ngehina "


"Habisnya kamu lucu apalagi perut mu yang mulai keliatan "


"Keliatan gini di dalamnya anakmu. "


"Sudah selesai. Tidur " Titah Freya.


Freya menulis sesuatu di buku catatan untuk bahan kue-kue. Freya kemudian beranjak naik ke atas ranjang tiba-tiba saja Sean memeluknya.


"Loh dari tadi belum tidur "


"Gimana mau tidur lampu belajarmu masih nyala "


"Oh kamu ke ganggu ya maaf "


"Kamu senang banget kayaknya nulis apa sih "


"Isi hatiku "


"Cih "


"Aku menulis daftar bahan yang harus di beli untuk toko ku "


"Suruh saja anak buah mu kerjakan itu "


"Mereka berempat sudah sangat kelelahan bekerja aku juga ingin berguna "


"Kalau kamu ingin berguna untuk apa mengaji mereka, pecat saja mereka "


"Sean aku ini orang yang suka melakukan kegiatan jadi jika hanya diam saja tubuhku jadi cepat lelah. "


"Kamu bisa melayani ku jika tak ingin diam "


"Yang bermanfaat untuk orang lain "


"Ya itu kan bermanfaat untuk diriku juga untukmu "


"Freya mengenai tadi pagi aku sudah memutuskan "


"Ohh benarkah ? Jadi apa yang kamu inginkan ternyata ada juga yang kamu inginkan "Freya mencolek dagu Sean.


"Sebagai gantinya aku ingin bercinta "


"Hah apa ? "


"Kenapa mintanya seperti itu. "Sanggah Freya.


"Club itu candu Freya dan kalau sudah candu itu susah mengalihkan ke lain. "


"Alasan macam apa itu "


"Sean apa tidak bisa yang lain "


"Ya sudah aku ke Club saja."Sean ngambek. Pria itu hendak beranjak dari ranjang namun ditahan oleh Freya.


" Oke.. Oke.. Aku setuju. Baiklah itu gantinya. "


Freya terpaksalah menyetujui daripada ia membiarkan Sean ke tempat haram itu dan semakin jauh dari Tuhan bisa masalah Freya. Setidaknya Freya ingin Sean jadi lebih baik, minuman alkohol tidak baik untuk kesehatan. Freya memikirkan hal positif ia akan dapat pahala jika melayani suaminya.


Ya semoga saja.


"Kalau aku minta bercinta kamu harus mau dan ga boleh nolak "


"Iyaya "


"Malam ini mau ya ? "


"Hahh ? Ya ampun Sean apa tidak bisa nanti saja--"


"Ku bilang tadi jangan menolak tapi lihat baru beberapa detik kamu berani menolak. Ingat Freya surga mu sekarang di telapak kaki ku "


"Telapak kaki mu apaan kamu aja pergi ke club cih "


"Aku mau kamu yang mimpin "


"Mimpin apa ? "


"Mimpin sesi bercinta kita "

__ADS_1


"Aku ga tau gimana caranya "


"Kamu dulu saja memimpin sesi bercinta kita bahkan saat aku masuk kamu menyerbu bibirku-----"


Plak


Bibir Sean di pukul oleh Freya.


"Itu bukan diriku. Kau yang merancuni ku mana aku tau "


Sean menarik Freya di atas tubuhnya.


"Apa yang kau lakukan ? "


"Kau banyak bicara sudah cium aku "


Freya begitu ragu ia mendekat ke arah Sean.


Sean membulatkan mata merasakan benda kenyal itu menempel di atas bukan di bawah.


"Freya aku suami mu bukan anakmu "


"Loh ada yang salah dengan ciuman di kening ku pikir itu pembukaan "


"Itu juga ciuman. Kata orang ciuman di bibir itu nafsu tapi ciuman kening itu ciuman kasih sayang "


"Oh jadi kamu sayang sama aku, kenapa tidak bilang "


Plak


Bibir Sean di pukul lagi oleh Freya.


"Aku tidak, diamlah "


"Jadi kau tidak sayang padaku ? "


Freya tertawa "Aku tidak bisa menyayangimu Sean "


"Kenapa ? "Sean memulai bertanya hal yang membuat hatinya kembali sensitif.


"Aku tidak mau saja menyayangimu "


Sean kemudian berubah jadi emosi ia membalikkan tubuh Freya jadi posisi Sean diatas.


Sean mencium Freya mengebu-gebu, seluruh tubuh Sean semakin memanas tanpa melakukan pemanasan Sean menancapkan miliknya di milik Freya dengan kasar.


Freya berusaha mengimbangi permainan suaminya meski ia begitu amatir, Sean kembali berbuat nekad malam ini ia ingin Freya liar dan menjadikan Freya ******.


Ronde pertama telah usai dan Freya haus.


Freya minum minuman yang sudah diberi obat perangsang dari Sean dan bodohnya Freya tidak tau itu. Sontak saja Freya berubah jadi liar dan sesuai keinginan Sean.


Kemarahan Sean semakin memuncak ketika ingatan memunculkan perbandingan dirinya dan Darlen dalam perlakuan Freya. Jelas Darlen lebih unggul darinya.


____________


Sean terbangun di pagi hari ia melihat perempuan di dalam selimut yang sama dengannya bergelut di dekapan.


"Senang melihatmu yang damai seperti laut "


Freya mengeliat matanya kemudian terbuka namun belum sepenuhnya. Sean yang tadinya tersenyum langsung menatap datar Freya.


"Pagi "


"Pagi Sean "


"Jam berapa ini ? "


"Masih jam 7 kamu ke toko jam berapa ? "


"Jam 9 " Sean mengangguk.


Freya merapatkan tubuh ke Sean


"Buat apa ? "


"Ayok bercinta lagi "


Freya merasa sesuatu yang mengembung di dalam dirinya.


"Tapi---"


"Jangan menolak sayang "


Freya memasang koyo di tubuh belakang Darlen ada di samping bersama Freya. Dan kalian tau di depan samping supir ada Sean.


"Apa punggung nyonya sakit ? "


"Iya, saya tadi malam salah tidur "


"Mau saya tempelkan "


"Ga usah Terima kasih "Freya menjawab cepat. Sean tersenyum di kaca spion dan Freya mengumpat dalam ekspresi yang ditujukan pada Sean.


Freya ikut terkejut melihat belakang tubuh penuh merah-merah. Ia berpikir jika ayah anaknya ini adalah maniak ***.


"Sean, nanti tidak perlu menjemputku "


"Siapa juga yang mau menjemputmu "


"Cih ! Untuk apa memaksa kami masuk ke mobilmu "


"Aku mau mengantar kamu ke toko tapi Darlen ternyata ikut "


"Aku itu satu paket sama Pak Darlen "


"Dasar menyembalkan "tutur Freya lagi.


" Pak Darlen sudah lama kita tidak ke mall. Apa sebaiknya sore ini kita ke mall ? "


"Tidak etis, aku suamimu tapi kamu mengajak pria lain "


"Jika aku mengajakmu aku bisa depresi semua orang tau kamu suaminya kuntilanak bukan suami nya princess "


"Siapa princess siapa kuntilanak ? "


"Pake ditanya jelas aku princess nya dan yaa kita semua tau dia kuntilanak nya dan kamu adalah setan nya "


Supir di depan merasa suasana mencekam di mobil ketika istri kedua bosnya berkata suaminya adalah setan.


"Wah kau berani sekali ya "


"Hahahah untuk apa aku takut. Jangan berharap aku bisa menghormati "


"Kuntilanak yang kamu hina itu adalah istriku "


"Yaa istri yang tidak mau hamil "


"Freya, "tegur Sean.


"Aku benarkan istrimu tidak mau hamil dan kamu justru menghamili ku. "


Freya tertawa keras karena ia tau suasana memang mencekam.


"Hahahahahahahahahah tapi tidak apa-apa loh serius tidak apa-apa "


Mobil Sean sudah sampai di depan toko roti ketika akan membuka pintu mobil Freya menutup kembali dengan cepat.


Sean terkejut ia memaksa membuka pintu tapi Freya menahan.

__ADS_1


Sean mengalah ia akhirnya membuka kaca jendela mobilnya. Freya menempelkan kedua telapak tangan membentuk permohonan.


"Sean aku mohon jangan turun. Aku baru saja buka toko Sean jangan buat aku bangkrut hanya karena gosip mengenai kita "


Sean melihat betapa kerasnya keinginan Freya ini kali pertama Sean melihat sendiri bagaimana harapan Freya agar Sean dapat menuruti nya.


Sean memilih menekan tombol di pintu mobil untuk menutup kaca mobilnya dan pergi meninggalkan Freya dan Darlen.


"Terima kasih Sean " Ujar Freya dalam hati.


Darlen mengusap pundak Freya dan mengajak nyonya masuk.


"Menurutmu apa begitu memalukan punya suami seperti ku ? "


"Tidak Tuan Muda, Anda sangat menganggumkan "


"Tuh kau saja berkata seperti itu, kenapa wanita hamil itu malu punya suami sepertiku. Aku ini muda, kaya, sehat jasmani rohani, berbakat, multitalenta apalagi yang membuat dia malu. "


Freya melayani para pelanggan ia bersyukur toko selalu ramai pengunjung apalagi ia akan menambah menu ice cream pasti akan lebih ramai.


Mama Sean datang ke toko roti itu.


"Hallo selamat datang "Freya menghampiri wanita itu.


" Ohh ibu itu kan "kata Freya yang mengenali wanita di hadapannya.


"Kamu mengenalku. Apa ini toko roti mu ? "


"Iyaa ini toko ku. Mari bu silakan duduk " Darlen menghampiri Freya.


Betapa terkejutnya ia melihat siapa yang datang. Mama Sean mengelengkan kepala. Darlen mengangguk paham.


"Pak Darlen tolong antarkan ibu ini ke tempat kosong ya. Oh ya ibu mau pesan apa ? "Freya memberi buku menu.


"Menu favorit disini "


"Baiklah saya akan sediakan yang terbaik buat ibu. Duduk saja dulu "kata Freya dengan bersemangat.


Darlen mengantarkan ibu angkat itu ke meja.


"Tempatnya bagus mama suka "


"Silakan duduk ma "


"Terima kasih "


Ibu Sean memperhatikan menantunya dari jauh.


"Apa Sean tidak memperhatikan Freya. Ibu hamil ga boleh terlalu kelelahan "


"Saya akan menjaga Nyonya Freya "putus Darlen.


"Darlen, bagi saya, nenek dan papa kamu itu sama seperti Sean. Kami tidak pernah membandingkan mu dengan Sean jadi pulanglah ke rumah. Kami rindu bersama mu "


Darlen tersenyum dan mengangguk.


Sebenarnya Darlen tidak mempermasalahkan itu ia tinggal di kompleks yang sama karena ia ingin dekat dengan Freya itu saja.


Freya datang membawa segelas air lemon dan pudding.


"Silakan di coba "


"Terima kasih Freya "


"Ibu tau darimana nama saya ? "


Ibu Sean dan Darlen saling melempar pandangan.


"Tadi ibu ini menanyakan nama anda nyon----"Freya menutup mulut Darlen.


" Ahh bukan apa-apa "


"Pak Darlen ini teman saya "Freya memperkenalkan Darlen di hadapan ibu Sean.


"Panggil aku Freya saja " Bisik Freya.


"Freya tempat mu bagus sekali. Ini pasti akan ramai pengunjung apalagi ada tempat untuk foto "


"Alhamdulillah, Terima kasih bu. Silakan di nikmati makanan itu rendah gula cocok buat ibu "


Di ruang kamar yang pastinya besar.


Pakaian seseorang mulai dari pantofel pria, heels perempuan, dalaman hingga perhiasan berserakan di lantai, Kedua pasangan yang tidak ada status itu saling memamerkan kemesraan mereka di balkon kamar bahkan mereka tidak malu jika ada yang melihat adegan panas mereka.


"Sayang terushh "kata seorang wanita.


"Aku ga bisa berhenti kamu membuatku candu sekali "ucap sang pria.


"Apa istrimu tidak bisa memuaskan mu sayang "


"Lebih tepatnya dia tak berguna untukku. Kamu bagaikan narkoba untukku "


"Yeahh, apalagi hasil cinta kita ada disini " Sang perempuan membawa tangan laki-laki itu ke perutnya.


"Ahh "


"Sayang apa kamu tidak ingin keluar, sudah tiga hari kita di kamar dan bercinta terus "


"Katanya kamu dan baby merindukan ku. Aku ingin menyentuh mu hingga aku puas "


"Benarkah ? Aku yakin kamu tidak akan pernah bisa puas tanpaku " Keduanya tertawa dan saling menyerang kembali.


Sean masuk ke dalam ruang ia bekerja. Dengan malas pria itu membuka laptop dan mulai mengetik. Pekerjaan yang selama sembilan tahun ia tekuni.


Mood sedang buruk hari ini karena Freya sih rubah bermulut manis itu. Saking manisnya Sean ingin mencabut bibir perempuan itu.


Sean menarik kusor menuju ke file yang bertuliskan Freya Anastasia.


Sean tersenyum memandangi sebuah foto dan video yang isinya adalah Freya.


"Jika perempuan itu tau aku menyimpan yang mesum pasti dia akan memukuli ku "


Sean memandangi foto Freya yang tertawa lepas dengan dress kuning.


"Dia tertawa dan tidur sangat cantik tapi kalau dia sudah bicara aku jadi kesal. Tidak sesuai sekali dengan fisiknya yang sudah mendukung "


"Sejujurnya Freya saat melihatmu aku jadi mesum dan seorang yang hyper. Padahal dulu aku anak yang baik dan taat. Ahh dasar kamu Freya membuat image ku yang baik ini justru jadi pedofil "


Sean menyudahi mengulir foto Freya karena yang dibawah sudah tak mau di kendalikan. Sean tidak mau itu terjadi karena kerjaan menumpuk sudah.


Mata Sean entah mengapa tertuju pada sebuah map kuning dari nenek kemarin. Sean belum membacanya.


Pria itu membuka map kuning dan membacanya.


PRANG


PRANG


PRANG


PRANG


Beberapa menit kemudian barang yang ada di meja itu jatuh semua ke lantai.


"Ocha !!!!!! " Sean meneriakan nama istri pertamanya dengan keras.


Matanya memerah dan kempalan tangan menampilkan urat-urat.


Sean membuang isi dari maps itu ke lantai lalu pergi membawa ponsel, dompet dan kunci mobilnya.

__ADS_1


Surat itu bertuliskan persetujuan mengugurkan kandungan.


__ADS_2