SERENDIPITY

SERENDIPITY
17. Hadiah buat calon papa


__ADS_3

"Sayang, aku janji akan ngerawat kamu sampai kamu sembuh. Kamu ga usah mikirin apapun pokoknya kesembuhan yang terpenting "


Bagaikan angin lalu begitulah yang Sean dengar. Rasanya Sean seperti duduk dengan badai.


Kursi roda Sean turun, sang papa mengangkat putranya untuk duduk di kursi roda.


Para maid berbaris menyambut tuan mereka.


"Selamat datang kembali anakku " Ucap sang papa.


Para maid menundukkan kepala. "Selamat datang Tuan Sean "


"Papa mengatur kamarmu di ruang tamu tidak apa-apa kan "


"Loh pah, kenapa ga diatas aja sih. Kan diatas kamar Sean "


"Ocha, Sean akan sering jenuh jika di lantai atas karena hanya ada kamar,ruang gym dan ruang kerja kalau di bawah dia bisa jalan-jalan ke dapur, kolam renang atau ke perpustakaan. "


"Yasudah, aku temanin kamu tidur ya sayang di bawah. Nanti aku pindahin barang-barang aku ke bawah. "


Sean mendengus kesal.


"Freya Anastasia "panggil seorang staff.


Freya mengajungkan tangan.


" Silakan masuk nyonya. Dokter menunggu anda "Freya mengangguk.


Darlen mengajak Freya untuk berdiri namun Freya sempat ragu.


" Pak Darlen anda tidak apa-apa kan tunggu disini. Ada hal yang harus ku bahas dengan dokter dan ini sedikit sensitif "Darlen tanpa curiga mengangguk.


" Baiklah, tolong tunggu sebentar ya. "


Freya masuk ke ruang periksa.


"Hallo nyonya Freya. Ini pertemuan kita yang ke tiga kan. "kata Dokter tersebut sembari tersenyum dengan maksud.


"Ahh dokter ingat saja pada saya "kata Freya mengibas tangan.


"Tentu saya ingat dengan Nyonya. "


Ya bagaimana bisa lupa Freya terpeleset di belakang sang dokter karena kenakalan nya sendiri Freya ingin mengambil Laba-laba. Sean dan Darlen sudah mendengur nya namun bukan Freya namanya tanpa segudang kenakalan.


Dengan jalan berjongkok mengikuti dokter di belakang. Dokter tersebut tiba-tiba berbalik wajah Freya terbentur terkena meja .


Darlen menahan tawa sedangkan Sean memijat kening nya sembari menahan tawa juga.


"Tanpa nyonya saya tidak tau jika ada laba-laba di baju saya ---"


"Dok tak perlu di bahas itu memalukan sekali "


"Baiklah, mari kita lakukan pemeriksaaan sekarang "


"Dok, usia kehamilan saya sudah 22 minggu apa sudah bisa melihat jenis kelaminnya "


"Kemungkinan sudah bisa kita lihat nyonya. Mari kita lihat sih baby ini boy atau girl "


"Dok, umm boleh ga langsung di cetak saja saya berencana ingin membuka bersama suami saya "


"Apa kalian akan mengadakan acara syukuran ? "


"Yaa kecil-kecil hanya kami berdua saja sih dokter orang pertama yang tau kalau saya mau syukuran. Saya merasa senang sekali dok ada acara buat saya, dokter harus senang juga yaa "


"Iya saya senang "


"Baiklah, kalau begitu karena saya orang pertama yang tau nyonya akan syukuran. Saya yakin kali ini kebahagiaan kalian akan melimpah ruah "


"Hah ? Maksudnya ? " Freya menengok ke arah layar USG yang langsung di putar oleh dokter. Hingga Freya tak sempat lihat.


"Katanya tadi suprise "


"Ahh dokter bisa juga main sama saya "


"Saya cetakan dulu yaa " Dokter tersebut nampak senang sekali.


Dokter berdiri namun lengan di tahan Freya.


"Dok apa ? "Bisik Freya seperti seorang teman.


"Apa nya ? " Balas dokter.

__ADS_1


"Memang di rahim saya kenapa dok semua baik-baik aja kan "


"Iya semua baik-baik saja "


"Saya penasaran dok, kayaknya ada lagi deh selain jenis kelamin "curiga Freya


"Berjanjilah membukannya bersama suami anda "


"Ahhh.. Aku kepo "Freya mengacak rambut frustasi. q


" Pemeriksaan hari ini selesai. Suster tolong bantu nyonya Freya untuk bangun "


"Baik dok "


Dokter tersebut sudah membungkus hasil USG dengan amplop kecil warna putih.


"Dok, boleh tanya ga ? " Kata Freya meletakkan kedua tangga di pipi sembari menunggu sang dokter menulis sesuatu.


"Tanya Apa Nyonya ? "


"Dokter kayaknya kenal Pak Sean "


Dokter tersebut menghentikan gerakan tangan untuk menulis ia kemudian mendongak lalu mengangguk.


Dokter melanjutkan menulis.


"Yaa aku pikir dokter orang yang hebat dan sepertinya sudah lama disini. "


"Sus boleh tinggalkan kami sebentar ? "


"Baik dokter "


"Nyonya boleh bertanya.Tidak baik saja jika kita membicarakan orang berpengaruh seperti suami anda di dengar orang lain nanti bisa jadi masalah "


"Ohh begitu. Panggil aku Freya saja. Aku kan masih muda "Dokter itu mengangguk.


" Jadi, dokter kenal Pak Sean dimana ? Apa Pak Sean pernah mengecrk kesuburan nya disini ? "


"Saya dulu menangani Bu Ocha untuk program kehamilan. Saya biasa menangani istri pejabat dan pengusaha lainnya yang istrinya susah hamil Dan Pak Sean adalah salah satunya. "


"Saya mengerti bagaimana seorang laki-laki menginginkan anak dari darah daging nya sendiri agar bisa jadi penerus. Banyak perempuan juga yang tidak mau punya anak alasan ini dan itu "


"Banyak juga dari mereka laki-laki itu maksud saya akhirnya memiliki selingkuhan dan entah mengapa pasti bersama selingkuhan mereka mendapat anak. "


"Membawa saya ? " Dokter mengangguk.


"Dia meminta agar saya mengecek rahim kamu. Saya melihat cincin pernikahan kalian. "


"Rupanya saat itu kamu dalam kondisi subur karena sudah melewati masa haid, masa haid adalah waktu yang pas untuk membuahi hingga terjadi kehamilan. Sean menanyakan juga saat itu "


"Tenang saja Freya, bukannya saya ikut campur tapi perempuan yang bisa memberikan anak seringkali dialah pemenangnya. Laki-laki yang menjadi suami pasien saya pun begitu mereka lebih menyukai istri kedua mereka. Apalagi muda, cantik dan perawan saat di sentuh. "


Pipi Freya memerah yang dikatakan dokter ini sungguh benar. Sean begitu bersemangat sekali menyentuhnya hingga tak mengenal waktu. Di ranjang Sean selalu memujinya yang cantik dan sempit.


"Dokter kenapa membahas itu ? "


"Saya hanya takut kamu risau dengan pilihan Sean nantinya. Saya tidak mau kamu yang ceria ini jadi murung memikirkan pilihan Sean nantinya. Ingat saja Freya apapun yang menjadi milikmu akan kembali padamu "Freya terdiam saja.


Malam harinya,


Freya mengetuk kamar ruang tamu dimana Sean tidur sekarang.


Ocha keluar dengan wajah marah.


" Ada apa ?! "Kesal Ocha wanita itu pede sekali memakai lingerie.


"Eumm "


"Kau bisu yaa. Aku tutup saja--"


"Ehh jangan, aku mau bicara sesuatu pada Sean "


"Sean sedang istirahat tidak bisa di ganggu "


"Sebentar saja boleh yaa. Ada yang harus ku sampaikan karena nenek yang memintaku "


"Biar aku saja yang sampaikan "


"Ini penting sekali Cha "


"Sepenting apa ? "

__ADS_1


Astaga kenapa dia kepo sekali sih ! Menyebalkan!


"Nenek bilang, Sean menyukai brownies aku harus membujuknya karena dia kemarin marah padaku "


"Ayolah Cha ini kemauan anakku. Dia ingin membujuk papanya..boleh ya "


"15 menit, cukup"


"Cukup sekali, makasih yaa "


Ocha mengeleng kepala . "Ada-ada aja "


"Mending aku telfon Wiliam aja ahh. Dimana yaa enaknya ? "


"Ohh di kamarku saja " Ocha menaiki tangga dan segera masuk ke kamarnya.


"Haii Sean aku datang "kata Freya. Wajah nongol dari balik dinding biru.


Sean melirik, sudut bibirnya terangkat Sean senang akhirnya ia bisa melihat Freya.


" Cit... cit.. cit.. cit.. kelinci kecil Freya sudah datang "kata Freya melompat-lompat.


Sean tertawa.


"Maaf yaa aku baru datang. Aku harus mencari alasan dulu pada Ocha untuk bertemu denganmu "


"Tadi aku ke toko dan buat brownies kesukaan mu. Sudah minum obat ? "


Sean mengangguk. "Baguslah, ayok makan dulu sambil buka hadiah nya "


"Aku bersumpah aku belum membuka hadiahnya ini akan jadi suprise untuk kita berdua. " Sean tersenyum.


Tadi Sean memaksa ingin ikut cek kandungan namun Freya menolak dan Sean terus memaksa.


"Sean, hari ini aku akan melihat jenis kelamin baby kita. Jika kamu menurutiku maka aku akan memberikan hasil tes jenis kelamin anak kita padamu lebih dulu. "


"Aku janji Sean "


Tubuh Sean menengang inilah hari yang ia tunggu-tunggu kata kolega ini salah satu yang membuat hati berdebar. Sean ingin sekali mengetahui secara langsung jenis kelamin anaknya dan pergerakan anaknya di layar hitam putih itu. Tapi Sean bisa apa. Ia harus sabar karena saat ini Sean menjalankan rencana nya.


Sean menolak makan brownies ia justru memaksa membuka amplop putih itu dengan memberi kode Freya.


"Astaga kamu ini, brownies maaf ya kamu kalah nih " Freya membuka isi amplop itu dan menyerahkan pada Sean.


Mata Sean berkaca-kaca.


Rupanya,.........


"Ada apa ? Apa terjadi sesuatu ? Apa kamu kecewa ? "Sean mengeleng. Ia berusaha memberikan pada Freya.


Freya menerima lalu membulatkan mata.


" Sean ini anak kita.. Anak kita kembar ? Sean anak kita kembar Sean "


Freya membaca catatan kecil dari dokter "Freya Sean, selamat ya anak kalian ternyata kembar laki-laki dan perempuan. Saya baru saja menyadari ternyata sih laki-laki nya bersembunyi jadi tidak lihat dan sekarang dia memunculkan dirinya "


Freya memeluk tubuh Sean. Sean menghirup harum dari leher Freya.


"Kamu senang " Sean mengangguk.


"Kamu suka " Sean mengangguk.


"Pantas saja perutku lebih besar dari ibu hamil biasanya. "


"Lekaslah sembuh aku ingin membeli perlengkapan twins bersamamu. Aku akan memanggil mereka twins apa kamu setuju ? " Sean tersenyum.


"Twins papa kalian sedang tersenyum loh sekarang. Apa kita perlu mengucapkan selamat malam padanya ? "


"Baiklah kalau begitu "


"Papa sayang selamat malam, tidur yang nyenyak juga mimpi indah " Ucap Freya menggunakan gaya bahasa anak kecil.


Freya memeluk Sean dengan erat.


Aku disini untukmu, aku akan selalu ada untukmu. Mau bagaimanapun aku tidak boleh membencimu. Kamu sudah bertahan untuk setia dan sabar. Kamu bertanggung jawab padaku dan twins aku berterimakasih atas itu. Memberikan toko dan fasilitas lain-lain. Bagiku pemberianmu adalah hal terindah dalam hidupku.


"Aku janji pada Ocha bertemu denganmu hanya 15 menit. Aku pamit ya. Selamat tidur "


Freya berlari manaiki tangga ia malu sekali habis memeluk Sean. Wajah memerah.


Sean terkekeh dengan tingkah istrinya. Hasil USG pun Sean masukkan ke dalam dompetnya kelak ia akan kembali ke kantor dan memajang foto sang buah hatinya di kantor. Tapi sebelum itu sang papa muda mencium foto USG itu.

__ADS_1


Sean, bisa menggerakkan tangan nya enggak salah nih ?


Yuk cari tau apa yang terjadi di episode selanjutnya.


__ADS_2