
Freya memeluk Sean dengan erat lalu kemudian mencium kening calon ayah. Sean tersenyum mendapat perlakuan manis Freya.
"Maaf yah harus aku pasang topi. Agar orang-orang tidak mengenali mu . Tidak apa-apa kan " Sean mengangguk.
"Ap.. apa tidak m.. malu.. mengajak.. ku keluar ? "
Freya mengernyit. "Apa maksudmu ?"
"Da.. dar.. dar.. lemm bissa m.. nemani "
"Itu tidak mungkin. Ayah nya kan kamu bukan Darlen. Aku juga ingin jalan bersama suamiku. Jika kamu berpikir aku malu mengajakmu membeli pakaian bayi-bayi kita itu tidak mungkin. "
"Aku tidak peduli dengan omongan orang. Aku tidak perlu malu, Karena percaya atau tidak satu-satunya orang yang peduli padaku hanya kamu. Jadi tetaplah bersamaku. Karena kamu adalah nafas ku "
Sean membeku, Ini beneran ?
Sean melihat tidak ada kepalsuan dan kebohongan di mata Freya perempuan itu memang berkata benar dan tulus.
"Sudah ayok kita ke toko bayi " Sean mengangguk.
Di temanin satu pengawal Sean yang berbadan besar mendorong troli.
"Baju nya disamain aja yaa Sean "
Sean mengeleng kepala wajah juga menunjukkan tidak setuju.
"Harus beda gitu ?" Sean mengangguk.
"Menurutku samain aja Sean. Lagian hijau, biru, kuning, merah dan putih cewek cowok bisa kok " Sean mengeleng.
"Yasudah yang pink nya satu."
"He.. he heeh ngapain beli bath up. "
"Apa Sean buat bayi kita ? Enggak yaa "
"Ini belian kita banyak loh sepatu, kaus kaki, sarung tangan, gendongan, minyak, bedak, lotion, sabun kereta dorong, bahkan kamu beliin ranjang sendiri-sendiri. Udah yaa engga "
Sean mengerucutkan bibirnya. Ia lalu beralih ke tempat lain. Sean menunjuk ke arah baju berusia 2 tahun disana.
"Anda ingin kesana tuan ? "Sean mengangguk.
" Astaga, apalagi ulah calon ayah itu "
"Eh itukan sih bapak yang istrinya hamil besar itukan ? "
"Eh iyaa. Kasihan yaa. Istrinya lagi hamil suaminya lumpuh. Pasti capek ngurusin nya "
"Kayaknya sih orang kaya. Soalnya ada bodyguard mana beli nya juga banyak mungkin 20 atau 30 jutaan. "
"Istrinya masih keliatan muda kayak anak-anak gitu. Mungkin bedanya 10 tahun yaa "
"Sekarang ma apa aja untuk uang itu mudah bu. "
"Kalua saya masih muda sih saya mau aja. Toh, saya ga perlu pusing mikirin uang tinggal perawatan badan aja "
Sean tak memusingkan apa yang dikatakan para wanita itu perihal dirinya dan Freya. Mereka kan tidak tau selama ini apa yang dilakukan Freya untuk Sean.
"Wah Tuan pilihan anda bagus sekali "Puji pengawal melihat gaun bewarna pink yang dipegang Sean.
Freya jengkel dibuatnya saat berada di tempat kasir barang mereka masih belum berkurang namun nominal di layar komputer terus bertambah.
" Total nya 49.588 juta. Pembayaran dilakukan Cash atau melalui kartu debit. "
"Kartu debit saja "
"Alamatnya sudah sesuai yaa bu di catatan "
"Yaa. "
"Terima kasih "
"Wa.. wah.. wah liat ayah mu yang terlalu royal "
"Aku sungguh-sungguh tak percaya kamu menghabiskan uang untuk perlengkapan anak kita sampai berusia tiga tahun. Bahkan mereka saja belum lahir. "
"Huft beruntung sekali kalian punya papa kaya raya. "
"Angkat aku jadi anak mu dong om " goda Freya.
"Ayolah om "
"Om.. "
__ADS_1
"Ihh om mau yaa "
Sean mengelengkan kepala. "Ihh om mah nyebelin "
"Padahal aku enak loh om. " Pengawal di depan berdehem.
Freya tertawa Sean hanya dapat tersenyum.
"Pak berhenti di depan yaa. Saya mau beli es "
"Baik Nyonya "
"Biar saya turun, apa yang anda inginkan ? "
"Tidak usah pak. Biar saya saja yang turun. Bapak sama pak supir mau apa ? "
"Ahh tidak usah nyonya--kami sudah minum air putih saja---"
"Yasudah minuman sama kayak saya saja. Bentar yaa aku masuk ke dalam "
"Saya temanin Nyonya "ujar pengawal melepas sabuk pengaman.
"Enggak usah, tidak perlu saya bisa sendiri "
Dua puluh menit kemudian Freya masuk kembali ke mobil. "Ini buat pak supir sama bapak. Ini punya kita. Minum dulu "
Sean mengangguk, "Oh ya pak. Ini donatnya "
"Ini punya kita, aku beli banyak untuk perayaan "
Sean sedikit bingung. Perayaan apa.
"Nanti malam " Freya mengedipkan mata. Sean akhirnya mengerti.
"Ahh kamu masa ga ngerti juga "
Sesampainya di rumah. Freya membuka pintu mobil dan membantu Sean untuk duduk di kursi roda.
Freya sedang mengambil barang-barang di dalam mobil.
Foto berukuran 3×4 itu di pegang oleh seseorang. "Itu dia "
"Argh "
Sean dan pengawal yang mendorong kursi roda berbalik ke belakang.
"Nyonya apa yang anda lakukan " Dua bodyguard langsung berdiri di depan Freya menghadang wanita itu menyakiti Freya.
"Sean ! Kenapa kamu masih tetap mempekerjakan dia setelah apa yang dia lakukan pada suamiku "
"Sean apa kamu tidak tau Wiliam harus operasi dua kali karena pendarahan di kepala nya. Yang di sebabkan pembantu mu ini "
"Minggir, aku akan meminta pertanggungjawaban nya "
"Nyonya silakan anda keluar. "
Kirana terus memaksa bahkan tangan mencengkram keras lengan Freya.
"Lepaskan aku.. Lepaskan akuu " Freya melepaskan cengkraman perempuan itu.
Para bodyguard itu akhirnya dapat melepas tangan Kirana dan Freya.
Kirana melihat ke arah perut Freya.
"Pantas saja orang-orang ini melindungi kalian. Apa dia simpanan mu Sean, begitukah ? "
"Apa dia alasan mu selingkuhan dari Ocha. Dasar pria tak tau malu kau Sean !!! "
"Pantas saja! Pantas saja. Aku pasti akan membalas perbuatanmu. Akan ku kejar kau sampai ke ujung dunia. Kau harus menerima balasan atas apa yang telah kau perbuat pada suamiku "
Freya melihat kemarahan yang amat sangat besar di mata perempuan itu.
Kirana pergi dari mansion Sean. Freya dapat bernafas lega.
Kepala pelayan mengobati luka di Freya yang memerah. Sean memegang tangan Freya.
"argh ! Pelan-pelan ya bu. Sakit banget "
"Baik nyonya "
"P.. p.. pel.. lu ke ru.. mah.. s.. kit "
"Rumah sakit ? " Tanya Freya.
__ADS_1
"ahh enggak usah. Ini juga bukan pertama kalinya jadi jangan khawatir . Pijet otot wajah "
"Ahh ibu sakit banget "
"Kata Nyonya pijet otot "
"Yaa jangan di tekan juga dong. Ini sakit loh rasanya "
Sean duduk di kursi roda menghadap bulan purnama. Sudah pukul 11 malam, Sean berdiri dari kursi roda dan berjalan keluar dari kamarnya.
Ia melangkah ke kamar atas. Kamar yang di hiasi dengan warna biru laut.
Sean memandangi sang pemilik kamar itu. Siapa lagi kalau bukan istri keduanya.
Sean beranjak naik ke atas dan memeluk Freya. Selama seminggu ini Freya mulai susah tidur.
"ashh " Freya merasakan tendangan-tendangan anak nya.
Sean tersenyum ia mengecup kening Freya.
"Tau yaa ini ayah. Makanya aktif. Anak-anak ayah " Sean membelai perut buncit Freya.
Sean melihat jika kaki Freya membengkak. Mungkin karena bobot yang di tanggung.
..._____________...
Ocha membuka mulut lebar-lebar ketika papan nama tokonya dicabut oleh penyita.
"Pak apa tidak bisa beri saya waktu. Saya mohon pak tolong beri saya waktu dua bulan. Saya janji akan melunasi---"
"Kesepakatan adalah kesepakatan. Tempat ini akan kami sewakan ke orang lain. Bos kami tidak bisa menerima keringanan waktu."
Barang-barang milik Ocha dikeluarkan secara paksa oleh penyita. Hingga dalam satu jam tempat itu kosong dan sudah bersih.
"Sialan! Sialan! Sialan " makinya.
"ARGH !!!!!! " Para pengawai di butik Ocha menunduk sambil memasang wajah bingung.
"Ini bos kuncinya "
"Sudah kau bereskan "
"Sesuai dengan perintah bos. Juga ini surat yang sudah di cap "
"Kau boleh pergi ? " Kedua pria itu menunduk lalu pamit.
Sean menyeringai. "Kau pasti terluka Ocha. Tenanglah ini bukan apa-apa masih banyak lagi yang harus kamu sesali " Sean mengibaskan surat yang sudah ada tanda tangan dan cap.
...____________...
7 milyar bukanlah uang yang sedikit bagi Ocha. Alasan Ocha melakukan pinjaman karena segala dana yang berasal dari Sean tiba-tiba terhenti kurang lebih satu bulan ini sebab semua uang dari Sean dialihkan ke papa mertuanya.
Ocha dengar dari Rossa jika perusahaan mengalami masalah serius. Karena desakan klien dan hidup mewah yang susah ia tinggalkan membuat nya memilih untuk melakukan pinjaman.
Ocha mengadaikan butik mewahnya senilai 7 milyar pada seorang pria.
"Jika Sean tau aku mengadaikan semua aset ku habislah aku! " Ocha pusing sekali memikirkan bagaimana ke depan nya.
"Semoga saja Sean lumpuh selamanya "
"Ahh tapi jangan deh. Kalau dia lumpuh aku tidak akan dapat uang lagi. Yaa ! Sean adalah mesin ATM ku. "
...______________...
"Kemana aja loe satu bulan ini ?"
"Bukan urusanmu "
"Masih ingat rumah ? Kalau ga salah gue ga pernah liat elo lagi deh waktu sih Wiliam luka "
"Yang sopan yaa loe !! Ternyata lo mulai belagu yaa merasa nyonya Sean begitukah ? "
"Ingat yaa Freya---"Tangan Ocha di pelintir Freya.
"Apa ? Apa ? Apa yang harus ku ingat ? Harusnya kamu yang ingat. Ingat yaa Ocha posisi mu lebih terancam daripadaku. "
"Daripada loe sibuk ngancem istri kedua ini mending berkaca dong atau gaa cari muka sana. Dicariin mertua lo, "
Freya mendekat ke Ocha. "Kalau kamu bisa mengadu domba ku ke istrinya Wiliam akupun bisa mengadu domba mu ke pusat uang mu. "
Ocha kembali mengingat saat ia pergi ke mesin atm dan pergi ke bank lalu pergi ke perusahaan Sean.
"Apa jangan-jangan itu juga ulahmu ?"
__ADS_1
" Dasar wanita licik, ******, murahan! kau berani sekali yaa menghentikan saluran dana ku. "
"Kau menyakitiku dengan fisik, maka aku akan menyakitimu dengan uang. Wanita Socialita sepertimu punya semboyan kan 'tidak ada uang maka tidak ada hidup' hahahaha "