
Sesuai janjinya Sean mengajari Freya cara mulai berbisnis. Di ruang tamu sambil keduanya makan malam.
"315 ini kamu masukkan di debit terus kamu kurangi sama yang 160 itu. "
"Begini " Sean menepuk jidatnya.
"Gini loh Freya, ini kamu kurangin habis itu di letakkan di modal bukan di debit lagi. Bagaimana kamu ngerti ? "
"Enggak "kata Freya dengan plong.
"Astaga "
"Darlen menjelaskan hal yang mudah ku mengerti Sean. Dan kau sebaliknya apa Mungkin karena kamu menyebalkan yaa "Freya mengusap dagu. Darlen terkekeh sembari menikmati cemilan keripik.
"Berani sekali kau bicara seperti itu pada guru mu "
"Katakan padaku, Apa di sekolah kamu begitu juga jika guru mu menjelaskan hal yang otak mu tidak bisa terima "
"Tidak, karena aku sekolah negeri hehehe. Udah gratis masa iya protes entar di balas guruku lagi. Aku biasanya tergantung guru nya. Kalau guru ngajar seikhlasnya ya aku juga seikhlasnya aja kalau bagus yaa sebaliknya aku juga bagus "
"Mood guru tuh juga berpengaruh pada pembelajaran di kelas. Kalau gurunya seru kan kita juga enjoy belajar di kelas "
"Generasi milenial zaman sekarang apa-apa ngeluh terus "celetuk Sean.
"Generasi tua mana tau nikmatnya ngeluh "balas Freya.
"Jadi kamu bilang aku tua ? "
"Terserah pendapatmu Tuan Sean "
"Aku tidak tua "
"Kamu tua, aku 19 tahun dan kamu 29 tahun kita beda 10 tahun generasi "
Darlen tertawa renyah. Sean melempar kotak tisu.
"Kau jarang fitnes sekarang. Tubuhmu mulai gendut. Sana nge gym di lantai atas "
"Bos bilang saya disuruh jaga Nyonya Freya. Ya saya jagain lah. "
"Terus apa hubungannya ? "
Freya memukul lengan Sean hingga membuat pria tersebut merintih kesakitan.
"Kenapa sih, orang mau makan dimarahin. Biarlah, kamu mau makan ya makan saja "
"Betul betul betul " Balas Darlen itu menirukan suara kartu ipin.
"Masalahnya Nyonya Freya suka makan, Nyonya akan marah jika saya tidak ikut makan juga bos. "
"Tuh betul itu. "
Ocha datang dengan gaya pakaian brand ternama dunia ya memang pakaian Ocha memang selalu seperti itu berbeda dengan Freya. Tapi Freya tak mau ambil pusing toh ia siapa disini.
"Sayang, ada apa ini seru sekali sepertinya ? "
"Sayang kamu lagi ngapain tumben kamu di ruang tamu sambil nonton TV pula "
"Oh itu aku mengajari Freya untuk mengatur keuangan dan manajemen usaha nya nanti "
Ocha tersenyum sumringah.
"Loh jadi Freya mau buka usaha begitu "
"Iyaa "
"Bagus dong, Selamat ya Freya "
Freya dan Darlen saling bertatapan. Tatapan mereka seolah mengatakan
Ada apa dengan wanita ini ?
"Ya, Terima kasih "
"Tadi sepertinya seru sekali sampai Darlen dan Freya ketawa. Aku ikutan dong "Ocha nimbrung duduk di antara Sean dan Freya.
Pelayan datang menghampiri Freya.
" Nyonya waktunya minum susu hamil anda "Freya berterima kasih pada pelayan nya. Pelayan tersebut tersenyum.
Darlen pun mengekori Freya.
" Loh Darlen ngapain ? "
"Hah ? Kenapa ?"
"Kamu kenapa ngikutin Freya ke dapur. Mau minum susu hamil juga "
"Saya mau main game Nyonya sekalian mau diskusi besok sama Nyonya Freya sebentar "
"Ohh begitu "
Ocha menyeringai, "Darlen itu dekat sekali sama Freya. "
"Iya kan dia aku tugaskan jaga Freya. Jadi dia mesti bersama Freya terus "
"Aneh ga sih mas ? "
"Aneh maksudnya ? "
"Ya aneh masa iya penjaga sampai segitu. Kayak posesif gitu "
"Wajar Cha, kalau Freya kenapa-kenapa dia yang akan ku marahi "
"Ya Tuhan Sean kamu itu polos sekali ya. Orang yang kenal Darlen saja paham jika pria itu memperlakukan Freya berbeda. "
"Memang nya kamu ga curiga anak yang Freya kandung ? Mungkin saja itu anak Darlen."
__ADS_1
"Stss ngomong apa sih Cha. Jangan gitu ah "
"Mending kamu selidiki saja deh sayang daripada kamu ketipu. "
"Kalau apa yang kamu tuduhkan ga benar gimana ? "
"Kita cuman cari tau aja biar kamu nya ga ketipu. Ingat Sean penipu berasal dari orang terdekat. "
Sean melirik ke arah Ocha yang memandangnya dengan tatapan serius atau mantap.
Sean dan Ocha masuk ke dalam kamar.
___________
Keesokan harinya Ocha menghampiri Freya membawa segelas susu hamil nya.
"Ini susu hamil mu Freya. "
Freya mengaruk kuping tidak gatal.
"Loh biasa yang buat bibi. Memang bibi kemana kok bisa mbak yang buat "
"Mbak sadar, mbak salah harusnya mbak ga marah-marah sama kamu atau ngajak kamu ribut kamu kan lagi hamil. Ini anggap aja sebagai permintaan maaf mbak. "
Tiba-tiba nenek sihir.. ada apa lagi ? Huft Ocha jangan kayak bunglon deh elo gua ga siap nih.
Freya diam mengamati susu coklat kesukaannya.
Freya memilih makan dulu "Loh kenapa ga di minum ? "
"Aku mual kalau minum susu dulu."
"Ohh begitu "
Freya tau ada yang tidak beres di dalam susu itu maka dari itu ia makan selambat mungkin tangan nya di bawah bergerak mengirim pesan ke Darlen.
"Nyonya... Nyonya nyonya.. Nyonya Freya " Panggil Darlen panik.
Freya berdiri "Ada apa Pak Darlen ? " Jawab Freya yang ikut panik juga.
"Itu....terjadi kesalahan pengiriman stiker nya mereka tidak menerima barang kembali kalau nyonya tidak tanda tangan "
"Seburuk itu kah. Yasudah ayok kesana "
Freya mengambil ponsel dan tasnya lalu pergi bersama Darlen.
"Sialan ! " Umpat Ocha melihat susu buatanya tak jadi di minum.
Mobil Darlen keluar dari perkarangan mungkin berkisar 1 km dari rumah Sean.
"Saya tadi baru datang pas nyonya mengirim pesan. Saya pura-pura panik dan lari. Untung nyonya bisa jalankan skenario nya "
"Terima kasih Pak Darlen. Anda penyelamat saya "
"Memang ada apa hingga anda minta tolong bawa anda pergi ? "
"Berati dia tidak minta maaf karena sudah mencekik dan menjambak rambutku "
Darlen terkekeh Freya pintar sekali ternyata.
"Iya kan. Dia bilang tadi, aku minta maaf karena sudah membuatmu marah. Kecuali kalau dia bilang aku minta maaf atas segala perbuatan ku. Tapi meskipun dia minta maaf aku susah menerimanya lagi. Jika menyangkut kekerasan fisik itu sulit Pak Darlen karena ada bekasnya meskipun hilang namun kita tau letak nya dimana dan kita bisa lihat itu "
Darlen mengangguk paham.
"Pak Darlen apa anda bisa memeriksa perangsakan buruk saya ini. Jika besok Ocha membuatkan saya susu pasti 100% ada sesuatu disana yang pasti akan membahayakan janin saya "
"Saya akan memeriksakan apa yang terjadi "
"Baik Terima kasih "
__________
Darlen memasuki kamar Ocha dengan mengendap-ngendap. Ia harus memastikan sesuatu yang di katakan Freya tadi.
Dengan menggunakan sarung tangan mulai mencari-cari sesuatu di laci atau di lemari.
Ocha sedang mandi sekarang, pagi ini mereka melakukan aksi sedang Freya mengawasi di depan kamar jika Darlen ketahuan.
Darlen menemukan dua bubuk di tas Ocha. Melihat Ocha sudah memakai handuk di balik kaca buran Darlen buru-buru keluar kamar itu dan berlari ke kamar Freya yang sudah terbuka dan di tunggu oleh sang empunya.
Freya menutup pintu kamar setelah Darlen masuk ke kamarnya.
"Pak Darlen. Anda baik-baik saja ? "
"Iya nyonya "
"Minum dulu Pak Darlen "
"Terima kasih "
Setelah Darlen cukup tenang, Ia barulah bercerita tentang apa yang ia lakukan di kamar Ocha tapi tidak termasuk tentang ranjang yang berantakan karena itu tidak baik untuk di dengar Freya.
Darlen duduk di lantai sedang Freya duduk di atas ranjang mereka kemudian mengobrol mengenai rencana Ocha.
"Dia memang ingin membunuh anak anda Nyonya "
Freya meletakkan tangan di atas perut seolah ada yang harus ia lindungi.
"Tapi saya tidak tau pasti apa gunanya obat perangsang ini "
"Kamu pintar sekali padahal mereka sama-sama bubuk bewarna putih tapi kamu bisa membedakan nya "
"Karena Tuan Sean memiliki lebih banyak lagi obat seperti ini. "
"Ohh begitu, " jawab Freya.
"Saya tidak bermaksud mengingatkan anda pada kejadian di masa lalu "
__ADS_1
"Ohh tidak.. Aku tidak tersinggung kok percayalah "
Keesokan harinya,
Darlen baru saja sampai di rumah Sean, Hari ini Darlen akan mengajak Freya keluar mengecek cafe nya yang sudah jadi.
Darlen melihat ada anak kucing masuk ke dalam parit ia pun mengambilnya.
"Untung paritnya kering. "
"Kamu disini aja yaa kucing. Jangan masuk disana lagi. Kamu beruntung loh saya lewat dekat sana tadi coba kalau hujan kamu pasti susah. Sebentar aku ambil makanan untukmu ya "
Darlen mengambil makanan kucing di dalam mobil.
Ia membuka makanan untuk kucing itu sembari mengelus nya "Kamu tau selama ini aku tidak pernah beli makanan kucing tapi aku punya seorang majikan dia cantik dan baik. Dia berkata jika aku tidak bisa bersedekah pada manusia karena sibuk setidaknya aku bersedekah pada hewan makhluk Allah. Katanya jika aku bersedekah pada hewan aku pasti tidak mengharap imbalan apapun. Ternyata benar, Yang ku pikirkan hanyalah kamu kenyang itu saja. Memang kamu bisa memberiku imbalan apa kan ? "
"Kucing sudah yaa kamu makan banyak buat pertumbuhan mu, aku mau masuk dulu. Itu rumah majikan ku yang ku bilang cantik dan baik. Kamu masuk saja dan cari perempuan bernama Freya dia paling muda di rumah jika kamu kesulitan ciri khas nya dia hamil. "
Darlen masuk ke dalam rumah Sean lewat pintu belakang. Sembari membersihkan sepatu yang terkena tanah.
Darlen terdiam sebab ia mendengar obrolan seseorang.
"Aku gagal membunuh bayi Sean. Para pelayan disini sepertinya mencurigai ku "
"Kau tau, masa tiga kali aku memberinya racun tiga kali juga aku gagal dan sekarang racun itu hilang. "
"Iyaa aku serius racun itu hilang. Tadi malam aku ingat itu berada di dalam tasku lalu paginya hilang. Aku berdoa jika racun itu jatuh di jalan jika sampai di rumah jatuh habislah aku. "
"Ayolah.. Sean itu cukup pintar. Dia tidak mungkin mencurigai sih ****** itu. Sih ****** itu terlalu polos dan naif namun aslinya dia begitu munafik dan naif. Aku benci sekali melihat wajahnya sangat-sangat menjijikkan "
"Aku akan melakukan apapun untuk menyingkirkan perempuan itu dari rumah ini. Aku sudah mengulur waktu Sean agar tidak membicarakan pada keluarganya. "
"Aku akan meminta Joseph membuat racun yang seperti itu lagi. Selain bayinya meninggal rahimnya pun juga akan rusak sehingga dia tidak bisa memiliki anak "
"Arghh!!! Aku stress aku butuh wine dan club "
"Malam ini aku tidak bisa. Aku harus menjemput pria ku. "
"Yaah begitulah kekasihku yang begitu tampan Wiliam hari ini dia pulang aku akan menghabiskan waktu bersamanya. "
"Ahhh aku tinggal berbohong pada Sean jika aku sedang ada bisnis. Biarkan saja dia bersama istri keduanya "
"Dan aku ingin memberitau Wiliam juga jika aku hamil "
"Akhh ku sarankan jangan menikah "
"Pria akan manis saat pacaran dan menyebalkan saat sudah menikah. Sean begitu menyebalkan dan membuatku selalu ingin marah "
"Aku bahkan mengugurkan anak Sean tiga atau dua kali yaa..aku lupa, Jika Sean dalam. kondisi sehat entah kenapa benih itu bisa jadi janin. Aku hanya ingin hamil anak wiliam di rahim ku. "
Darlen merekam obrolan Ocha dengan temannya di balik telfon.
"Ocha, sayang "
"Iya sayang "
"Sudah yaa nanti aku telfon balik "
Darlen menyeringai ia menyimpan hasil rekaman tadi.
"Saatnya pergi Ocha. "Ujar Darlen.
Jadi selingkuhan Ocha selama ini Wiliam ? Pantas saja.
Darlen masuk lewat dapur karena pintu belakang rumah Sean terhubung dengan taman belakang dan dapur.
" Pak Darlen kok ga pakai alas kaki ?"Tanya Freya yang berada di dapur.
"Ahh itu anu sepatu saya basah Nyonya Freya "
"Bentar yaa aku ambilkan sandal "
"Nyonya Freya ga usah "
Terlambat Freya sudah berlari naik ke lantai dua dan membuka kamarnya.
Ocha dan Sean datang menuju ruang makan.
"Loh Darlen kamu sudah datang "
"Selamat pagi " Sapa Darlen meskipun ia eneg mengucapkan itu.
"Pagi " Jawab Ocha.
"Perasaan aku ga liat kamu deh di pintu depan "
"Saya datang lewat pintu belakang "
"Baru aja datang nya ? "
"Iya " Bohong Darlen.
Freya datang membawa sandal warna putih gambar Elmo.
"Ini dia "
"Itu kan sandal kesukaan mu "tambah Sean.
" Pak Darlen tidak pakai sepatu karena sepatu nya basah jadi aku pinjamkan sandal ini untuknya "
"Memang kamu habis ngapain ? "
"Nyelamatin anak kucing tadi di parit "
"Ohh begitu " Sean mengangguk paham.
Mereka berempat sarapan bersama seperti biasa Darlen dan Freya mengobrol dan saling melempar candaan.
__ADS_1
"Kalau ku perhatikan kau berangkat pagi sekali bahkan aku belum bangun pun kamu sudah datang "sindir Sean pada Darlen.