
Perasaan gundah kian membesar entah perasaan apa ini yang jelas Sean sedang cemas.
Valencia berada dalam keranjang nya sedang tidur di samping Sean sedang Darlen berada kursi depan bersama supir.
Sean mencoba mengalihkan perasaan cemas dengan melihat ke Valencia tanpa henti.
Semoga bukan hal buruk.
Kirana mendengar kabar dari Darlen jika Freya berada di rumah sakit keadaan kritis sekarang.
Tanpa berpikir panjang Kirana langsung mengunjungi Freya.
Kirana berpapasan dengan seorang dokter yang baru saja keluar dari kamar pasien.
"Dok, "
"Ada yang bisa saya bantu ? "
"Disini ada nama pasien atas nama Freya ? "
"Kalau boleh tau nama lengkapnya siapa ? "
"Saya lupa nama panjangnya "
Dokter melirik ke arah suster "Sus, tolong yaa "
"Baik dokter "
"Kita ke bagian informasi saja ya mbak. "Kirana mengangguk.
" Tadi namanya siapa ? "
"Freya "
"Pasien atas nama Freya ruangannya di kanan. Tapi apa anda sudah mendapat izin dari suami pasien. "
"Sebenarnya belum, tapi aku kesini untuk menjenguk nya. "
"Silakan tinggalkan daftar hadirnya saja sekalian tanda tangan anda di kolom sebelah "
"Oh begitu baiklah "
Kirana lalu berjalan menuju kamar Freya. Namun sesampainya disana alangkah terkejutnya Kirana.
"Freya.. "
"Freya "
Kirana bergegas lari menuju ke tempat informasi tadi.
"Sus, pasien nya mana ? "
"Maksudnya mbak ? "
"Di kamar itu ga ada siapa-siapa. Selimutnya aja jatuh terus alat yang lain jatuh. Di kamar mandi ga ada "
Mereka bergegas mengecek kamar Freya.
"Nyonya Freya. Nyonya Freya "
"Tidak mungkin jika ia kabur sedangkan pasien baru siuman "
"Periksa CCTV lalu hubungi polisi "
Kirana melihat dari rekaman CCTV Freya dibawa dengan memakai kursi roda oleh dokter dan suster.
Mas Wiliam ?
Ada apa antara mereka berdua ?
Kirana bergegas pergi dari ruang CCTV dan mencoba menghubungi Darlen atau Sean.
"Darlen angkat telfon nya !!! "
"Argh !!! "
Kirana masuk ke dalam mobil dan pergi entah kemana.
Kirana menghubungi kakak laki-laki nya untuk mencari Freya.
"Aku sedang mencari orang akan ku kirim fotonya. Kumohon bantu aku temukan dia "
Mata Kirana menyipit melihat sebuah mobil putih tak jauh darinya.
__ADS_1
"Itu kan mobil mas Wiliam " Lampu berganti menjadi hijau. Kirana langsung mengambil jalan mobil lain.
"Freya tunggu "
Sean menidurkan Valencia di tempat bayi. Ponsel berdering.
"Kirana, ada apa dia menelfon ku "
"Siapa yang menelfon ? "Tanya Darlen yang masuk ke kamar Valencia.
" Kirana. "
"Kirana, istrinya Wiliam ? " Sean mengangguk ia lantas mengangkat telfon Kirana.
"Sean, Freya diculik Wiliam. Aku tidak tau ini dimana ? Aku sedang mengejar mereka sekarang. Aku akan mengirim alamatnya. Terus terhubung denganku "
Kirana membagi lokasi nya saat ini pada Sean. Sean akan mengikuti nya hingga Kirana berhenti.
"Akan ku habisi kau Wiliam, "
"Aku ikut Sean-----"
"Kau disini saja jaga anakku. "
Sean bergegas keluar dari kamar anaknya. Di ruang tamu ada keluarganya namun Sean tak peduli dan tak menghiraukan.
Kirana melihat sekelilingnya. "Tempat apa ini " gumam Kirana.
Kirana keluar dari mobil nya ia melihat Wiliam membawa Freya yang tak berdaya itu masuk ke dalam sebuah rumah.
Istri Wiliam itu memilih masuk dari arah lain karena di depan ada penjaga. "Semoga ada pintu atau jendela disini "
Kirana melepas heels nya dan masuk lewat jendela.
"Terlalu banyak kamar , "
Kirana memutuskan mengecek setiap kamar bertapa terkejutnya ia melihat segala foto Freya yang tertempel di ruang kerja.
"Jadi selama ini dia sudah memantau Freya begitu lama " Lama yang dimaksud Kirana adalah terdapat foto Freya yang masih kurus mungkin perut masih rata.
Kirana bertemu Freya saat perut Freya buncit itu artinya Wiliam memang memantau Freya sudah sangat lama.
Perempuan itu mengendap-endap masuk ke dalam. Mata Kirana memerah ketika melihat Wiliam memeluk Freya.
Suaminya itu sangat terlihat sekali memperlakukan Freya layaknya berlian yang berharga.
"Sekarang kita akan hidup bahagia disini,Selamat datang di rumah baru kita sayang. Kalau kamu sudah sembuh kita akan segera menikah "
Kirana mundur beberapa langkah ia cukup terkejut ketika mendengar pernyataan dari Wiliam suaminya.
"Coba kulihat, pipi mu tergores sayang. Ocha wanita tidak tau malu itu berani sekali menyakiti calon istriku. "
"Kamu adalah orang pertama yang membuatku tau apa arti Cinta itu sesungguhnya. Aku sangat mencintaimu akan ku lakukan apapun untukmu, Aku awalnya sungguh bosan dan muak dengan Ocha dan akan meninggalkan nya. Tapi kamu orang yang kucari justru menjadi istri Sean. "
"Butuh waktu lama hingga hari ini agar aku bisa bersamamu. Besok kita akan pergi ke Eropa kita akan tinggal bersama. Tinggalkan saja anakmu bersama Sean. Aku juga kaya seperti Sean. "
Kirana mengambil pisau lipat di meja. Dengan segala emosinya Wiliam yang merubah posisi dengan menaiki Freya hendak mencium perempuan tak berdaya itu.
Kirana menancapkan pisau di pinggang Wiliam.
"BANGUN, KAU " Kirana menyingkirkan tubuh Wiliam dari Freya.
"Kirana, dasar kurang ajar kau ! Berani sekali kau mengikutiku hingga kesini ! "
Kirana menusuk kembali perut Wiliam. Wiliam sedikit terkejut melihat Kirana yang lembut, ramah dan murah senyum kini berubah menjadi Kirana psikopat.
Kirana melempar semua barang yang ada di meja ke tubuh Wiliam.
Kirana menancapkan pisau itu lagi di dada Wiliam.
Sean berdiri di depan pintu dengan nafas memburuh.
Kirana mendadak terkejut dengan apa yang ia lakukan. Tangan dan bajunya terdapat beberapa bercak darah tangan kanan masih memegang pisau yang menancap di dada.
"HAH " Sean menghampiri Kirana.
"Ada apa ? "
"Sean bagaimana ini ? Aku menusuknya "
"Sean bagaimana ini ?!!! Bagaimana ini !! Aku baru saja menusuk suamiku sendiri. "
Sean dilema mana yang harus ia prioritaskan Kirana atau Freya.
__ADS_1
"Kirana lepas tangan mu dari pisau ini " Kirana mengangguk.
Sean mengeluarkan bubuk hitam dan mengambil kuas untuk menghapus jejak sidik jari Kirana. Lalu Sean menggunakan isolasi untuk mencabut bubuk hitam itu.
"Di meja juga Sean "Sean mengangguk. Ia mengambil pembersih kaca lalu dicampur dengan bubuk hitam agar menghilang kan jejak Kirana.
" Kita harus pergi segera "Ucap Sean.
Sean mengambil tubuh Freya ia mengendong bridal style. " Sean, bagaimana dengan Wiliam ? "
"Dia sekarat, tinggalkan saja "
"Ehh tapi,----"
"KIRANA, Jika kau tetap disini semua yang kulakukan sia-sia. Ayok cepat Kirana "
"Biarkan dia mati, Dia hampir memperkosa istriku yang baru saja melahirkan dan hampir membunuhmu. "
Kirana dengan tubuh gemetar mengikuti Sean.
"Mobilmu sembunyikan dulu di rumahku, "
"Kirana "
"Hello, Kirana "
"Hah ? terserah ya terserah mu saja "
"Biar aku yang nyetir kamu urus istrimu saja "
"Pak tolong bawa mobil teman saya ke rumah "
"Baik Tuan "
Kirana memperhatikan bagaimana Sean memperlakukan Freya begitu lembut dan penuh kasih sayang. Sean memeluk Freya dengan erat.
Sean meletakkan Freya kembali ke atas ranjang miliknya.
Sean menghapus air mata Freya yang terus keluar. "Aku panggilkan dokter dulu "
Sean duduk di samping Kirana.
"Aku pikir kamu sudah pulang "
"Aku ga tau mau kemana ? Jika jalan-jalan aku takut tertangkap polisi "
"Berakting saja sebagai istri yang kehilangan suami "
"Maksudmu ? " Sean menyeringai.
"Kau akan tau nanti, sekarang kau pulanglah ke rumah pura-pura panik dan bilang saja suamimu izin bekerja di luar "Kirana mengangguk.
" Bagaimana keadaan Freya ? "
"Entahlah, dia masih di tanganin dokter. "
"Aku tidak tau jika cinta bisa berpindah secepat itu. "
Sean mengerutkan kening. "Maksudmu ? "
"Dulu aku melihat mu dan Ocha sebagai pasangan. Kamu begitu mencintainya kupikir cinta kalian tak akan terpisahkan dan kalian akan bahagia sampai maut memisahkan.Mengingat perjuangan mu mendapatkan Ocha yang dulunya hanya gadis miskin, sederhana tapi bisa memikat hati Sean. Kupikir perjuangan dan cinta itu akan bertahan "
"Ya awalnya kupikir seperti itu. Aku yang mengalami pun tidak menyangka sama sekali jika aku harus menikah lagi dan memiliki anak pada perempuan yang tidak kusangka-sangka. "
"Tapi aku jelas bahagia, melepas perempuan yang kucintai demi mendapatkan seseorang yang mampu membuat hidup bahagia, itu adalah yang terbaik. "
"Kau pun juga harus demikian, Ada laki-laki lain yang mungkin jauh disana menyukaimu dan menyayangimu. Laki-laki yang mencintaimu, "
Kirana tersenyum. "Ahh aku merasa lebih baik sekarang. Terima kasih sudah mau ngobrol denganku. Aku jadi percaya diri sekarang "
"Tidak usah terbebani dengan kematian Wiliam. Itu menjadi urusanku "
"Aku tidak peduli dengannya. Yang penting dia sudah pindah server alam aja. Oh ya, sepertinya kamu harus mencari tau sesuatu "
"Hmm apa ? "
"Wiliam sudah lama mengincar Freya. Mungkin ada sesuatu yang belum kamu selidiki "
"Oh mengenai itu, Freya sudah cerita "
"Aku jadi ingin tau ada hubungan apa mereka berdua ? "
"Waktu itu Freya tak sengaja bertemu Wiliam di jalan. Singkat cerita Freya membantu Wiliam sampai ke kantor karena mobil mogok di jalan. Mereka pernah bertemu sebelumnya begitulah kata Freya "
__ADS_1
"Kau tau belum pernah aku melihat Wiliam memandang seseorang penuh dengan cinta. Entah apa yang Freya lakukan padanya yang jelas Wiliam menyukai Freya lebih dari aku maupun Ocha "
"Saingan yang tak terduga akhirnya menyingkir dan itu membuatku merasa lega. "