
"Hei elu masuk "
"Assalamu'alaikum, Hai Freya " Kirana cekikikan.
"Walaikumsalam " sapa Freya.
"Sayang aku ada meeting di luar pulang jam 12 siang, kalau nitip chat aku ya. "
"Iyaa "
"Ayah berangkat dulu. " Sean mencium pipi Freya kanan kiri.
"Eh, ada yang harus kita bahas "kata Kirana berbisik.
"Soal apa ? "
"Jangan disini, aku tidak mau Freya meninggal "
"Ke ruang kerja ku saja. Disana "
"Yaudah, "
"Bentar aku bilang dulu orang nya " Sean mengangguk.
"Freya, aku mau bicara dulu sama Sean. Ada urusan pekerjaan. Sebentar yaa "Freya yang sedang di dapur sibuk memasak mengangguk.
" Sebentar aku setel kedap suara, "
"Ada apa ? "
"Kemarin pagi aku bertemu Ocha. Dia pergi ke hotel tempat aku nginap. Aku kaget dong, ngapain sih di bebasin, "
"Loh terus aku harus gimana. Aku mau sekap terus biayain dia. Ngelunjak dong. Enggak ahh, "
"Memang kemarin di ke Bandung ? "
"Rumah orang tuanya di Bandung goblok. Dia sekarang tinggal sama orang tuanya "
"Apa yang dia inginkan ? "
"Dia mencari Wiliam. "
"Apa yang kamu bilang ? "
"Jawaban yang kamu perintahkan "
" Kita harus mengubur bukti dan fakta kematian Wiliam selamanya. Jika perlu tidak boleh ada yang tau lagi "
"Barang bukti semuanya sudah ku bakar kau tenang saja termasuk rumah itu. "kata Kirana.
"Apa keluarganya masih menghubungi mu ? "
"Untuk apa. Mama dan saudara nya itu bikin aku gregetan. Aku itu capek tau berakting menangisi pria ga ada akhlak itu ! "
"Aku membeli obat mata tujuh botol hanya untuk berakting seolah aku kehilangan dia ! "
"Itu sudah berlalu. Tapi apa benar kau tidak menangisinya ? "
"Air mataku terlalu mahal untuk pria seperti dia. "
"Kau tidak bersalah telah membunuhnya "
"Aku rasa itu karena tidak sengaja. Dan dia emang harus pergi. Kau tidak tau Sean apa yang ku alami selama ini. Dan dia akhir hayatnya aku harus melihat dia menindih tubuh istrimu yang tidak berdaya. Bahkan setelah ku cek ke laboratorium rumah sakit ada beberapa suntikan yang ku cek ternyata dia berusaha menghentikan darah nifas Freya agar ia bisa menghamili istrimu. "
"Aku akhirnya tau inilah bahagiaku. Kehidupan ku. Freya benar harusnya aku menceraikan dia atau aku setuju saja waktu itu di ceraikan "
"Kantung mata ku sekarang ga ada lagi dong, berat badan ku juga naik. Duh aku senang banget "
"Hari ini apa rencana mu dengan Freya ? "
"Aku hanya mengunjungi Freya dan anakmu itu saja. "
"Oh yaa. Tas apa yang bagus sekarang ? "
__ADS_1
"Tas perempuan atau laki-laki ? "
"Perempuan "
"Oh mau belikan Freya. Nanti aku kirimkan fotonya ini bakal lauching sih. Jadi harus rebutan belinya. Kamu akan bersaing denganku "
"Kamu pasti akan kalah, "
"Aku akan minta papa ku "Sean tersenyum sinis saja.
Temas sekelas ini selalu mengandalkan orang tuanya.
"Tuh sudah aku kirim "
"Oh ya. Terima kasih "
"Freya tidak punya satu barang mahal pun. Dia kalau kemana-mana bawa uang tuh di gumpal aja di kantong " Kirana tertawa terbahak-bahak.
"Dia sederhana sekali "
"Umm, dia memang sederhana banget. Di tanyain mau perawatan kulit atau ke salon ga. Dia bilang enggak justru dia gosok muka nya sendiri terus di bedah sendiri jerawat nya kalau ada terus dia tinggal olahraga di rumah sampai nonton youtube "
"Serius ?"
"Hmm iya "
"Beda banget sama istrimu yang dulu "
"Pstss malah dibahas. Udahlah aku pergi kerja dulu. Bye "
Kirana melihat sebuah bingkai foto di meja kerja Sean. Foto Sean dan Freya saja di sana.
Mereka berfoto dengan memakai pakaian kasual.
"Tidak seperti Sean yang ku kenal. Yang selalu pakai pakaian branded."
"Sean sudah menemukan pasangan yang tepat, aku saja yang belum. Semoga aku menikah dengan laki-laki waras kali ini "
Untung Kirana dan Sean sama-sama orang berkuasa dan pintar mereka jadi bisa bekerja sama membuang barang bukti dalam waktu singkat dan membuat rekayasa cerita.
Dalam kasus ini kesalahan mereka hanyalah menghilangkan barang bukti. Namun itu demi menyelamatkan nyawa mereka termasuk Freya. Sean belum siap memperkenalkan Freya pada dunia bukan karena Freya istri kedua hanya saja Sean memikirkan kondisi kesehatan Freya.
Sean mengarahkan Kirana hingga meminta perempuan itu kembali ke London. Kirana sempat menolak tapi demi rencana Kirana akhirnya mau meski harus di semprot ibu mertua dan saudaranya.
Freya sedang meletakkan sarapan di meja tamu.
"Kirana di makan " Kata Freya. Kirana masih melamun mengingat kejadian yang ingin ia lupakan.
Di pangkuan ada Cia.
Kirana ingat bagaimana dia membakar rumah dimana ia menghabisi Wiliam.
"Selamat tinggal suamiku. Terima kasih atas derita yang kau berikan, sekarang aku akan bahagia. Kau tak akan bisa menyakitiku lagi "Kata Kirana dengan air mata haru sembari melihat bekas luka di tangan.
Anak buah Sean dan Kirana membuang mayat Wiliam di pinggir jalan agar segera di temukan orang sembari Kirana meminta petugas listrik mematikan seisi wilayah itu lampu.
" Kapan listrik nya akan nyala ? "tanya Sean.
"Jika ku hubungi orangnya makan lampu nya akan menyala. Fokus saja keluar dari daerah ini."
"Aku senang bekerja sama dengan orang berkuasa sepertimu "
"Jangan lupa aku juga pintar. Meski peringkat enam "
*Semua sudah berlalu. Tidak ada orang yang tau mengenai pembunuhan tidak sengaja itu. Mereka lah yang jahat padaku. Jika kemarin aku membiarkan nya mana Freya tidak akan pernah bertemu Cia lagi.
Wiliam, kurasa anak hasil hubungan gelap mu telah lahir. Menurut mu bagaimana reaksi papa dan mama mu. Wiliam, Luka itu tak akan lenyap dan tak akan ku maafkan begitu saja. Anakmu dan Ocha, maaf yaa aku tak bisa menjamin keselamatan mereka*.
"Freya, sebentar lagi aku mau pindah ke Jakarta loh. Mau balik ke rumah orang tuaku. Kapan-kapan kamu mampir yaa. Atau kamu nginep disana ? "
"Anakku gimana ? "
"Titipin aja sama Sean. Sean kan bapaknya. Biar aja dia repot sendiri "
__ADS_1
"Oh ya tadi kalian berdua bicarain apa kok lama banget di ruang kerja "
"Pekerjaan, aku bilang akan meneruskan perusahaan papa. Dia mengajariku beberapa hal sisanya aku disuruh belajar sendiri. Karena dia bilang ga ada waktu "
"Ohh, kalian keliatan dekat ? "
"Aku sama Sean ? Ahahahaha enggak lah "
Kami bekerja sama untuk menumpas kejahatan Freya
"Aku tidak dekat dengan Sean. Dia menyembalkan, dia pilih-pilih teman, cewek manapun tak bisa berteman dengan ya. Selera nya sangat tinggi, dia pintar, kaya dan ganteng dia ga butuh apapun dari orang lain. "
"Kau tau dulu saat ada kelas masak gadis-gadis kelas 10 ramai di kelas kami hanya untuk memberi kue terbaik mereka. Sean langsung membuang di tong sampah. Dia anak yang paling bersih meja kotor dia langsung marah. Anak-anak dulu ngatain Sean itu Psikopat "
"Psycho ? "
"Huft, aku bukan nya ingin menakut-nakuti mu. Tapi Sean itu pemarah, dia kalau sudah marah ga peduli sama apapun. Pokoknya kalau orang normal marah nilainya 100 Sean itu 300. "
"Apa Sean pernah marah padamu ? "
"Kalau di pikir-pikir enggak sih. Dia cukup baik "
"Baguslah,tidak perlu memancing amarahnya kalau bisa selamanya. Sampai akhir hayat. "
"Apa Sean pernah membully orang ?"
"Huh ? "
Kirana pamit pulang setelah bermain di rumah Sean selama tiga jam.
Perempuan itu masuk ke dalam lift dan menekan tombol 1."Kenapa hari ini aku disuruh Flashback mulu "
"Kalau ingat Sean di masa lalu ahhh ga taulah. Semoga Freya tetap hidup, semoga Freya memang jodohnya Sean. Amin "
...________________...
Sean baru saja pulang dari kantor ia melihat anaknya sudah tidur sedangkan istrinya berada di kamar.
"Lagi ngapain ? "
"Ohh ini beres-beres baju kamu sama baju aku "
"Biar aku saja yang beresin kamu istirahat. Muka kamu agak pucat "
"Tinggal dikit lagi kok "
"Kamu rajin banget buat cake. Apa ga capek ? "
"Justru aku bingung kalau enggak kerja ngapain di rumah "
"Istirahat dulu besok ga usah buat kue. Toples kita udah penuh sama kue kamu. "
"Iya ya "
"Aku mau ngajakin kamu makan daging di luar. Jadi ga usah masak ya sayang "Freya mengangguk.
Sean menidurkan badannya di atas ranjang.
" Capek banget yaa "
" Enggak juga kok "
Freya melepas jubah mandinya lalu naik ke atas tubuh Sean.
"Ini sudah kelima kalinya ada rahasia di balik jubah mu "
"Lagi pengen Ayah, "rengek Freya. Perempuan diatas nya itu memainkan tempat sensitif milik Sean.
"Katanya mau punya anak lagi. Tapi kok seminggu ini jarang banget kamunya "
Sudahlah jangan ditanya lagi bagaimana selanjutnya. Sean benar-benar langsung bersemangat melayani istrinya yang aduhai itu.
Jujur saja Sean benar-benar menyukai postur tubuh Freya sekarang ia tampak lenih aduhai ketimbang saat dulu Freya kurus.
__ADS_1