
Hari minggu, biasanya kebanyakan orang dihari ini menyempatkan diri untuk sakadar rebahan dirumah dan menjalani hari dengan santai tanpa beban, ataupun banyak juga yang memilih jalan-jalan untuk merilekskan otot dan pikiran karna lelah berkutat dengan pekerjaan dan membutuhkan amunisi penyegaran otak untuk seminggu kedepan, hal itu yang sekarang tengah dilakukan Haifa dan Kahfi, mereka memilih untuk merefresh pikiran dengan nge-date ke mall karna seminggu yang lewat, mereka baru saja melewati uji kemampuan akademik yaitu Ujian Nasional yang menguras pikiran dan fisik mereka.
Ya, tidak terasa waktu berlalu begitu cepat bahkan dalam kurun waktu 3 bulan lagi Kahfi dan Haifa akan melangsungkan ikatan suci pernikahan, mereka bahkan sudah memilih tema yang akan diusung dalam acara tersebut, tetapi untuk hal-hal lainnya belum dipikirkan mengingat Haifa yang memilih melangsungkan pernikahan dengan sederhana dan intim, artinya hanya keluarga dan kerabat serta sahabat saja yang akan diundang dan dibersamakan dalam moment bahagia itu, mereka sepakat untuk tidak mengundang banyak tamu karna pasti Haifa akan lelah pada bagian salam menyalam dan memasang senyum dipelaminan nanti, giginya akan kering dan wajahnya akan kaku jika seharian menjadi ratu dengan make up yang tebal, Kahfi juga tidak akan rela kecantikan Haifa dinikmati kaum laki-laki nantinya, untuk itu ia juga menyetujui usulan pernikahan tertutup ini, agar meminimalisir kecantikan Haifa dipenglihatan orang banyak. Kahfi benar benar manusia dengan tingkat kepossesivan yang akut.
Lupakan tentang acara pernikahan, sekarang mereka sedang bergandengan tangan menyusuri mall untuk menghabiskan waktu bersama, tidak akan berdua saja karna nanti, Bella, teman Haifa akan menyusul berbarengan dengan kekasihnya yang kebetulan sahabat baik Kahfi, jadi ya bisa dibilang double date untuk hari ini.
Kahfi menggenggam tangan Haifa erat, takut nantinya Haifa akan kalap dan memborong berbagai macam barang di mall tersebut, ia bukan takut uangnya akan ludes oleh belanjaan Haifa, tetapi ia ngeri jika disuruh menunggu berjam-jam bahkan dipaksa berkeliling mall dan memasuki semua toko di mall tersebut, karna Kahfi sudah trauma dengan hal itu, ia bahkan nyaris pingsan jika berbelanja dengan Haifa akibat kebosanan dan kelelahan. Oke, Kahfi memang berlebihan, tetapi pada bagian ia merasa kelelahan dan kebosanan, Kahfi berani bertaruh bahwa ia tidak berbohong.
"Fi, kenapa tangan aku ditarik-tarik sih , aku mau liat-liat baju, lho! kalo ditarik gini gimana mau liat!" tukas Haifa tajam kepada Kahfi
Kahfi berdehem kalem, ia memasang tampang sok dingin agar Haifa takut dan menurut pada ucapannya "Ngapain belanja, baju kamu udah banyak, mending kita nonton sambil nunggu Bella dan Kenno, katanya mereka mau nyusul"
"Bilangin aja kamu bosen nungguin aku, gak usah banyak alesan!" sinis Haifa sambil melepaskan tautan tangannya pada Kahfi dan melenggang sendiri menuju Bioskop.
Kahfi mengejar Haifa sambil berlari kecil, ia menyejajarkan posisinya disamping Haifa dan merangkul Haifa dari samping kanan "Ngapain ngambek juga oneng, mau nonton gak nih? ujar Kahfi seraya mengacak ngacak rambut Haifa yang tertata rapi
__ADS_1
Haifa hanya mendengus malas sambil berdehem membalas pertanyaan Kahfi.
"Oii Haifa, Kahfi!"
"Bella!! ih gue kangen banget sama lo" sorak Haifa sambil memeluk Bella setelah menghempaskan tangan Kahfi di bahunya
"Iya gue juga kangen banget , padahal kita gak ketemunya juga semingguan yaa Fa, tapi gue kayak sepi banget kalo gak ada elo" Bella balas memeluk Haifa erat, mereka bahkan sudah menarik perhatian beberapa orang di mall tersebut karna tingkah mereka yang seperti anak anak, berpelukan di tengah keramaian itu termasuk kekanakan , kan?
Kahfi dan Kenno geleng geleng kepala melihat kelakuan dua orang didepannya tersebut, mereka sih sudah hafal tabiat pacarnya masing-masing, jadi ya sudah khatam.
Dua orang remaja perempuan tersebut berjalan beriringan menuju pintu masuk bioskop dan meninggalkan para lelaki , seolah melupakan kehadiran pacar-pacar mereka, kini dunianya hanyalah berisi tentang gosip dan obrolan seputar sosial media, Haifa dan Bella bahkan sudah memesan kopi dan tiket duluan tanpa menyertakan pendapat Kahfi dan Kenno pada film yang akan mereka tonton nanti.
Kahfi menoel tangan Haifa pelan, dirinya menjadi bosan karna film yang sedang ditayangkan ternyata tidak menarik minatnya sedikitpun, ia tidak begitu menyukai film dengan gaya menye-menye , seperti lelaki pada umumnya, ia lebih senang kala menonton film dengan tema action, karna lebih menantang dan menarik, "Fa, daritadi sibuk sama Bella terus, kamu gak belok, kan? seru Kahfi sambil berbisik
Haifa menolehkan pandangannya ke arah Kahfi, ia mengerutkan kening saat mendengar kata belok yang keluar dari bibir Kahfi, kekasihnya itu kenapa, sih? uring uringan tidak jelas , begitu menurut Haifa.
__ADS_1
"Belok? apaan yang belok? kamu tuh , ya. Gak bisa nonton aja gitu tanpa gangguin aku? bisik Haifa pelan tetapi sarat akan nada kesal didalamnya
Kahfi hanya berdehem malas seraya memainkan gawainya, ia memilih untuk memainkan game cacing untuk membunuh kebosanan sambil menunggu filmnya habis.
Satu jam kemudian mereka keluar dari Bioskop tersebut, dengan Haifa dan bella yang masih antusias membahas alur film yang menurut mereka sangat menyedihkan
"Fi, menurut kamu kenapa sih cewek yang tadi gak mau balikan lagi sama cowoknya? sedih banget ya " Haifa menanyakan pendapat Kahfi tentang film yang baru saja mereka tonton, dirinya sudah kembali berdua dengan Kahfi , karna tadi Bella dan Kenno izin pamit untuk pulang, katanya dirumah Bella ada acara keluarga, dan gadis itu harus lekas pulang sebelum di damprat mamanya.
"Hah?" Kahfi melongo mendengar pertanyaan Haifa, kekasihnya itu sedang menanyakan apa, sih ?
"Itu film yang tadi, aku nanya pendapat kamu, jangan jangan kamu gak nonton filmnya, ya?" Haifa melotot tajam pada Kahfi sambil memelintir kulit tangan Kahfi, ia gemas dengan kelakuan Kahfi yang selalu seperti ini ketika mereka menonton
"Sakit Fa, kok aku dicubit? Kahfi meringis merasakan panas pada kulit tangannya, ia lupa bahwa cubitan Haifa itu nomor satu, pedasnya
"Tau ah! besok besok gak usah nonton lagi, gak enak banget nonton sama tembok kayak kamu!" Haifa berjalan duluan meninggalkan Kahfi, ia butuh semangkuk Ice cream untuk meredam kekesalannya pada tingkah Kahfi yang tidak pernah berubah
__ADS_1
Kahfi menghembuskan nafasnya pelan, dirinya butuh stock sabar untuk menghadapi Haifa dan segala mood gadis itu, dikit dikit ngambek.
"Haifa, tunggu!"