SERENDIPITY

SERENDIPITY
18. Say Yes untuk istri kedua


__ADS_3

Di kamar atas,


Lingerie yang dikenakan Ocha tadi sudah jatuh di lantai wanita hamil itu rupanya terlentang di atas ranjang dengan video call dari seseorang.


Adegan tak senonoh pun terjadi di kamar itu tanpa diketahui siapapun dan siapapun yang melihat pasti tak akan menyangka jika Ocha melakukannya.


Keesokan harinya, Freya membuka pintu ketika bel bunyi. Ia melihat sekretaris Sean datang membawa banyak berkas hingga menutupi wajahnya.


"Hallo "ujar wanita itu menurunkan berkasnya ke bawah.


"Iyaa, maaf anda siapa ? "


"Saya Rossa. Sekretaris Pak Sean "


"Ohh anda, Nyonya Freya kan ? "Freya bingung.


"Salam kenal Nyonya " Rossa menjabat tangan pada Freya. Freya mengangguk.


"Saya Freya. Tidak perlu memanggil saya nyonya "


"Ehh gimana ya Nyonya. Ini suruhan Presdir. Saya lebih baik nurut sama Presdir "


"Tapi saya tidak kenal kamu dan istrinya Pak Sean itu Bu Ocha "


"Tapi Presdir bilang jika anda adalah istrinya. "


Sean. Apa kamu sengaja mempermalukan dirimu sendiri. Huft.


"Saya sudah lama kerja sama Presdir dari saya belum nikah sampai punya anak tiga. Saya dan Presdir udah kayak bestie gitu. Jadi kebetulan beliau cerita jika Presdir tidak mood karena tidak di akui sebagai suami lalu mengalir lah cerita sampai saya tau jika Presdir punya istri lagi "


"Oh begitu. Yasudah silakan masuk "


Kapan-kapan juga aku mau mengakuinya sebagai suamiku.


"Mari saya bantu angkat berkas "


"Ga.. Ga usah nyonya Freya saya bisa sendiri---"


"Sudah gapapa, saya bantu kamu kecapean sekali. Mari ikuti saya "


"Maaf ya Nyonya jika saya harus meminta Pak Sean untuk ikut mengurus pekerjaan disaat beliau dalam kondisi sekarang "


"Tidak apa-apa. Pak Sean tetap harus bekerja bukan. Lagian kasihan juga kalau di perlakukan seperti orang lumpuh. "


Istri saya yang namanya Freya itu cantik sekali dia juga baik pokoknya dia tuh orang yang positif jadi kalau di dekat Freya bawaannya tuh ceria terus. Kalau bertemu dengan istri saya kamu harus memanggilnya yang sopan panggil dia Nyonya.


Pak Presdir kayak anak muda aja ?


Huft gimana ya Rossa. Istri kecil saya itu selalu ceroboh dan konyol makan dari itu saya suka ketawa melihat tingkahnya. Tapi juga kadang dia suka buat saya bete.


Rossa teringat akan ucapan presdir Sean waktu di kantor. Betapa bahagianya pasti Sean bisa menikahi Freya.


"Pantas aja habis pulang dari Swiss jarang ke kantor, ternyata ada istri muda di rumah malah cantik lagi "gumam Rossa.


"Silakan masuk mbak. Maaf kamarnya berantakan belum beres-beres " Rossa memaklumi kamar kapal pecah belah ini.


Presdir saat ini sedang sakit jadi sulit melakukan semuanya sendiri. Rossa memaklumi itu.


"Saya bantu nyonya "


"Tidak perlu, Terima kasih atas tawarannya. Mbak lanjutkan saja bekerja "


Rossa mengangguk. Sean di hadapan Rossa sekarang di tengah mereka ada tumpukkan berkas tadi.


"Kenapa tidak meminta pembantu membersihkan kamar ? "Tanya Rossa usil.


"Bu Ocha tidak mau barang nya di sentuh sama pembantu jadinya saya yang membersihkan. Ga enak juga kan orang lagi sakit kamar nya kotor malah makin stres dia "


"Oh jadi disini yang tidur Presdir sama Bu Ocha ? "


"Iya "


"Nyonya Freya tidur dimana ?"


"Saya tidur di kamar saya. Kebetulan hari ini Bu Ocha ada pekerjaan jadi dia minta saya bersihin kamarnya "


Rossa heran.

__ADS_1


"Saya tinggal dulu yaa. Jika butuh sesuatu panggil saja saya " Rossa mengangguk paham.


Selepas Freya pergi Rossa masih memandang ke arah pintu.


"Sudah liat-liatnya ? "


Rossa menoleh ke arah Sean sembari menyengir.


Papa Sean memasang Elektro laring yang bisa membuat Sean dapat berbicara meski suara seperti robot.


"Sudah kepo nya ? "


"Alhamdulillah belum Pak, nanti saya mau tanya-tanya lagi "


"Ngomong-ngomong saya suka suara bapak yang baru ini. Hahahahahaha "


"Saya potong gaji kamu "


"Potong aja wlee.. wlee.. "


"Kamu itu datang kesini ganggu saya atau mau kerja ? "


"Ihh si bapak mah marah-marah aja. Kerja kok pak kerja demi proyek 21 milyar kita. Ayok pak "


"Tapi Nyonya Freya itu cantik ya pak. Kayak masih anak umur 12 tahun. Pantas aja bapak betah di rumah. Diam jadi Presdir bergerak menjadi pedofil hahaha "


"Rossa " tegur Freya.


"Apa pak.. Apa saya ga denger " Rossa meledekki Sean habis-habisan.


"Tapi kasihan loh nyonya Freya di perlakukan semena-mena sama Bu Ocha. Bersihin baju , parfum, baju tuh ada keripik juga. "


"Mereka sempat kelahi di depan tadi suara sampai melengking kesini. Tapi akhirnya Freya bersihkan kamar ini supaya saya ga stress "


Rossa mengangguk. "Makanya milih istri tuh jangan cuman cantik doang tapi budi pekerti juga harus ada. " Cibir Rossa.


"Cantik banget sih mulutnya " Balas Sean.


Rossa melangkah menuju pintu ia membuka sedikit pintu itu dan mengintip keluar. Lalu Rossa kembali sekitar lima menit kemudian.


"Lama sekali ! Kamu mengintip apa mencuri ? "


"Kenapa bertanya tiba-tiba ? "


"Bapak waktu itu bilang menyentuhnya hingga hamil. Lalu aku lihat sekarang dia di rumah lagi berdiskusi sama Pak Darlen di ruang tengah. "


"Dia tidak kuliah hanya tamatan SMK. Freya membangun bisnis kue yang dibantu Darlen "


"Pantas saja "


"Ada apa ? "


"Ber attitude "


"Maksudnya ? "


"Aku sempat berpikir dia sarjana loh. Karena make up, pakaian, attitude menggambarkan Nyonya Freya sarjana loh ternyata tidak. Tapi luar biasa "


"Semakin tinggi pendidikan rasa hormat seseorang semakin berkurang. Aku tidak paham akan hal itu. Jarang loh anak zaman hancur ini punya attitude"


"Zaman hancur hahaha "


"Itulah definisi cantik luar dalam "


Sean dan Rossa mulai melanjutkan pekerjaan sekitar enam jam tepatnya pukul 2 siang barulah Rossa keluar dari kamar tersebut.


"Loh sudah selesai mbak ? "


"Sudah nyonya, sisanya akan saya selesaikan di kantor saja setelah mendapat persetujuan dari Presdir "


"Ohh begitu "


"Saya antar ya ke depan "


"Tidak perlu nyonya, Nyonya kan ingin membawa makan siang. "


"Yasudah kalau begitu hati-hati ya Mbak " Rossa mengangguk lalu mengucapkan Terima kasih.

__ADS_1


Freya masuk ke dalam kamar ia melihat Sean sudah berbaring di atas kasur.


"Dibantu mbak rossa ya ?"Sean mengangguk. Freya melepas elektro laring.


"Makan dulu habis itu minum obat "


"I.. I.. I.. Ya "Freya menoleh.


"Wah kamu sudah mulai bisa bicara. Baguslah nanti sore kita akan mencoba berenang. Mau kan "Sean mengangguk.


" Yasudah ayok makan dulu "


Tanpa bantuan siapapun Freya mendudukan Sean di pinggir kolam renang dan menurunkan kedua kakinya.


"Coba di gerak-gerakkin sedikit-sedikit ya "


Ini akan melelahkan apalagi Freya berada di bawah semakin menggoda ku saja.


Freya masuk ke dalam kolam renang dan mengayunkan kaki Sean. Mata Sean fokus ke arah perut dan payudara wanita hamil yang menggoda iman nya.


Hanya dengan kaos oblong saja kamu sudah bisa membuatku ingin menerkanmu. Ingatkan aku menjadikan kolam renang sebagai tempat membuat baby next time.


Malam harinya...


Darlen membuka pintu diikuti di belakang ada papa Sean dan juga nenek bersama yang masuk.


Mereka sudah punya rencana makan malam bersama.


"Selamat datang papa, nenek " Sapa Ocha yang menghampiri keluarga Sean.


"Ya " Jawab nenek acuh.


"Selamat datang Darlen " Darlen mengangguk. Ketiga orang itu berjalan melewati Ocha.


Ocha menghembuskan nafas pelan.


"Selamat datang papa, Nenek dan Pak Darlen "


"Terima kasih anakku " Jawab Papa Sean. Sean senang mendengar dan melihat keluarga nya menerima Freya.


"Selamat datang cucu nenek yang cantik " Kata nenek dengan sumringah. Nenek memeluk Freya.


"Silakan duduk. Maaf ya mama papa, nenek. Sean makan duluan karena ini sudah waktunya minum obat "


"Tidak masalah sayang, kami datang terlambat karena sedikit macet "jawab nenek. Freya menyuapi Sean makan.


" Kamu terlihat tidak terurus Freya. Apa kamu perlu perawat ? "Tawar Papa.


Freya mengeleng kepala.


"Tidak Terima kasih pa. Aku masih bisa merawat suamiku. Lagipula besok aku akan membawanya ke toko roti nanti kalau sudah semakin membaik akan ku bawa jalan-jalan sekitar komplek perumahan "


"Freya itu adalah tugasku " Freya menoleh ke arah Ocha.


"Sudah jadi tugasku membawa suamiku jalan-jalan. Orang-orang disini tidak tau kau, memang apa yang kau katakan jika mereka bertanya siapa yang sedang bersama Tuan Sean ? "


"Jika kamu ingin melakukannya ya lakukan saja tidak perlu menyinggung statusku "


"Kenapa apa kau malu ? "


"Tentu saja aku malu. Tapi bukankah itu sebanding juga denganmu ? "


"Kok bisa sih Pak Sean punya istri lagi ? Apa karena Bu Ocha tidak bisa hamil atau tidak mau hamil ? Kemana istri pertamanya ... Oh pantasan saja Pak Sean nikah lagi istri pertama aja ga ngurusin. Ibu-ibu disini masih berusia 32-40 tahun aku yakin mereka masih pakai logika "


Papa Sean terkekeh. Ia cukup bangga dengan menantu nya Freya.


"Aku ini sudah terbiasa di hina, di caci maki dan di sindir. Aku bisa saja bertahan, apalagi aku bukan seorang publik "


"Kau tidak pernah seberani ini sebelumnya apa karena ada nenek mama dan papa yang akan membela mu "


"Aku tidak punya alasan untuk takut padamu "


"Nenek, papa,mama ini semua karena kalian membela sih istri kedua dia akhirnya besar kepala apalagi mentang-mentang dia sedang hamil jadi dia menginjak-injak aku "


"Aku yakin sekali jika anak yang kau kandung bukan anak Sean "


Freya menyeringai. "Apa ga cape nuduh-nuduh orang terus ?"

__ADS_1


"Akan ku cari bukti bila anak itu bukan anak Sean. Jika terbukti itu bukan anak Sean maka aku lah yang akan mengusirmu dari rumah ini " Freya mengajungkan jempol.


Freya dan Ocha melempar pandangan tajam ke arah satu sama lain.


__ADS_2