
Seorang gadis terlihat berlari dari kejaran lima orang berpakaian hitam menuju hutan . gadis itu terlihat berantakan dengan darah yang menetes dari tangan kirinya .
tiba tiba sebuah pisau melesat dan mengenai pipi nya yang sedang berlari .
" berhentilah gadis kecil " seru seorang pria dengan perawakan kekar menghalangi jalan Zoya ketika gadis itu terjatuh karena terkejut dengan pisaunya , lima orang itu mengelilingi Zoya .
" jadi kau yang telah membunuh 05 ? " tanya pria berbadan kekar itu terlihat memperhatikan Zoya .
Zoya diam saja tanpa berniat untuk menjawab pertanyaan itu.
"hei ****** kecil ,apa sungguh kau yang telah membunuh 05 ? " tanya Pria lain mendekati Zoya dan berdiri tepat di depan Zoya .
"jawab sialan ! " bentak nya tepat di depan wajah Zoya , selang beberapa saat Zoya masih diam tak menjawab pertanyaan pria itu.
karena kesal pria itu menjambak rambut Zoya dengan kasar dan mendekatkan wajah Zoya agar bisa melihat nya .
" apakah kalian mendapatkan uang dari pekerjaan ini ?" alih alih menjawab Zoya malah bertanya balik .
kelima orang berpakaian hitam itu saling pandang sebelum membuat Zoya pingsan dan membawanya pergi.
di sebuah ruangan yang bernuansa hitam terlihat seorang gadis duduk dengan tangan terikat menghadap kearahnya seorang pria dewasa yang duduk di sebuah singgasana , pria itu melihat kearah Zoya dengan tatapan tajam .
" apa kau yang sudah membunuh no 05 , gadis kecil ?" suara berat itu terdengar sangat dingin .
Zoya mendongak menatap berani kearahnya.
" iya ,lalu kenapa ? dia terbunuh karena ketidakmampuannya dalam melindungi dirinya sendiri , kenapa malah menyalakan ku ? !" balas Zoya berani tanpa rasa takut sedikit pun.
" oh , HAHAHAHAHA.....kau benar ! dia mati karena ketidakmampuannya untuk melindungi dirinya sendiri ! tapi apa kau tahu dia memiliki orang dibelakangnya , jadi bagaimana mungkin aku akan diam saja . " ujar pria itu terlihat mengimiditasi .
" oh ? jadi apa yang harus ku lakukan? "tanya Zoya berani , terlihat menantang.
" HA, HAHAHA! gadis yang menarik , tentu saja kau harus membayarnya !" jawab pria itu tertawa keras
__ADS_1
" membayar ? tapi aku tidak memiliki uang ,berapa aku harus membayar mu ?" tanya Zoya dan semakin membuat pria dingin itu tertawa.
" kau bisa membayar nya dengan menjual diri mu , tapi walaupun begitu kau juga tetap tidak akan bisa membayar 05 !"
" bagaimana jika aku mengantikan 05 ? " tawar Zoya tiba tiba .
" Ha! kau serius !? gadis kecil kau tahu apa yang kau katakan ?!"
" tentu saja , tapi aku ingin kau membayar ku, " jawab Zoya
" bagus ,hahaha ! siapa nama mu ?"
" Aneska Zoya Raveena, panggil Zoya "
" kau memberikan nama lengkap mu?" tanya pria itu sedikit terkejut dengan reaksi Zoya .
" tentu , aku akan bekerja untuk mu "
" kau terlihat sangat percaya diri jika aku akan menerima mu? , apakah kau tidak takut jika aku akan membunuhmu?"
" HAHAHAHAHA, untuk ukuran bocah berusia 18 tahun kau cukup berani , baiklah aku terima ! tapi kau tahu bukan untuk masuk kesini tidak akan muda " pria itu tertawa keras mendengar jawaban Zoya .
" tentu saja , sebelum itu biarkan aku pulang , bagaimanapun aku masih seorang anak gadis orang" ujar Zoya sambil melepaskan tali yang melekat pada tubuhnya .
" silakan tapi aku tidak bisa mengantar mu " ujar pria itu melihat Zoya yang berusaha melepaskan ikatan nya tanpa berniat membantu .
" terserah , tapi bayar aku ketika aku kembali " ujar Zoya berbalik pergi menuju pintu keluar . ikatan tali itu sudah terlepas.
di luar sebuah hutan menyambut Zoya , apalagi hari sudah menunjukkan pukul 03:00 dini hari .
"jika kau menuju barat , kau akan keluar lebih cepat , semoga beruntung ' 005 ' " ujar seorang pria dengan gaya bulter .
Zoya tidak menanggapi nya , gadis itu pergi menuju arah barat dan masuk kedalam hutan itu .
__ADS_1
hanya ada keheningan dingin yang menusuk selama perjalanan , Zoya berjalan dengan hati hati tidak ingin membangunkan penghuni di sana.
hari itu adalah hari yang cukup beruntung bagi Zoya , bulan tampak bersinar terang sehingga tidak begitu menyulitkan Zoya berjalan di gelapnya hutan itu .
3 jam berlalu dan Zoya berhasil keluar dari hutan itu dan melihat jalan raya menuju kota , gadis itu terlihat melihat kiri kanan untuk mengecek apakah ada yang lewat , tapi ternyata tidak .
tidak ada pilihan gadis itu berjalan menuju rumahnya dan tentu saja dengan cara menghindari keramaian pagi .
tidak jauh dari tempat nya ,gadis itu melihat seorang wanita paru baya terlihat gelisah , mondar mandir di depan pintu rumah dan terlihat menunggu sesuatu .
"mama " gumam Zoya sesaat , gadis itu melihat penampilan nya yang acak acakan .
jika dia muncul sekarang apa yang akan ibunya pikirkan , belum lagi para tetangga yang judes super senior itu ,pasti kompleks itu akan ramai membicarakan tentang dirinya .
" gimana ya , masa gw harus nunggu sampai malam lagi ? " gumam Zoya yang memutar otak nya untuk bisa pulang.
sekarang adalah jam paling sibuk , apalagi banyak para ibu ibu yang keluar untuk mengantar suami dan anak mereka pergi berangkat .
Zoya masih menunggu , gadis itu sedang mencari kesempatan untuk bisa pulang kerumahnya dan kesempatan itu datang setelah 2 jam menuggu .
Zoya segera menerobos masuk kedalam rumah sebelum ada orang yang melihat nya , Lily yang baru saja ingin berangkat ke kantor polisi terkejut melihat anak pertama nya pulang dengan penampilan yang acak acakan .
"astaga ! Zoya ! apa yang terjadi ?! dari mana saja kamu ?! kenapa gak pulang kemarin?!"
" eh ? ma ,, tenang dulu , Zoya baru habis tawuran eh-
"apa ?! kamu tawuran ?! Zoya kamu jangan macem macem ya ! mama khawatir sama kamu ! kamu itu anak gadis Zoya !kenapa sampai tawuran !!! hiks " air mata Lily jatuh melihat penampilan anak gadis nya yang berantakan , pikiran lain tiba tiba muncul di kepalanya.
"nak kamu di perkosa ?! kenapa sampai begini ?"
"wt- tu - tunggu ma ! bukan gitu , aku gak di perkosa kok , mama tenang aja , semalem aku cuma sembunyi aja , sumpah aku gak boong aku masih suci ma , mama Taukan kalo aku juaranya karate ! " jawab Zoya yang terkejut dengan reaksi ibunya .
"kenapa kamu ikut tawuran hah?! kamu masih pelajar Zoya ! kamu ngertikan kalo kamu itu perempuan?! kamu ngertikan ?!??? hah ? Zoya !!" teriak Lily .
__ADS_1
"iya ma ! Zoya minta maaf udah bikin Mama khawatir " ujar Zoya menundukkan kepalanya , dia tidak tega melihat ibunya yang rapuh seperti ini , tapi apa boleh buat untuk sekarang dia harus berbohong .
Lily masih menangis melihat anak perempuan nya yang seperti ini , rasanya hatinya tersayat sayat melihatnya .sebagai seorang ibu dia merasa telah gagal dalam mendidik anaknya .