Shadow Queen

Shadow Queen
03. Paman


__ADS_3

Zoya baru saja sampai di depan luar hutan ketika matahari sudah terbenam , gadis itu tanpa ragu menerobos masuk kedalamnya.


Awalnya tidak terjadi apa-apa , tapi semakin kedalam Zoya merasakan jika ada yang mengikutinya , gadis itu segera memanjat pohon di gelapnya malam .


Swosh.....


Sekelebat bayangan muncul dengan cepat melewati Zoya dan tiba tiba saja seekor harimau besar muncul dengan mulut yang terbuka .


Grrr....


Air liurnya menetes melihat kearah Zoya yang telah berhasil memanjat pohon , Zoya terlihat sangat enak dimata harimau itu .


" Untung masih sempat " batin Zoya mengeluarkan isi tasnya , sambil sesekali melirik ke arah harimau dibawahnya .


" Sial dimana pisau itu !? " batin Zoya mencari benda tajam itu , seingatnya tadi pagi sudah dia bereskan , tapi sekarang tidak ada .


Tidak ada pilihan lain , Zoya mengambil sabuk karate nya kemudian memperhatikan harimau yang ada di bawahnya .


Lambat laun Zoya terdiam , dia sebenarnya takut , bahkan sangat takut ! Setelah ini apakah dia akan hidup ? Atau apakah dia nanti akan cacat ? Lalu siapa yang akan membatu ibunya ? Lalu bagaimana dengan cita citanya ?


Lama kelamaan rasa ragu dan takut menghampiri Zoya , gadis itu terlihat goyah untuk turun ke sana dan menghadapi harimau lapar itu.


Berbagai pikiran negatif muncul dan membuat tubuh Zoya berkeringat dingin , tubuh gadis itu bergetar membayangkan skenario yang mungkin terjadi .


" Sial gw takut banget !! " batin Zoya dengan menutup matanya , gadis itu memeluk lututnya karena takut .


Sedangkan di bawah sana , harimau itu terlihat meloncat loncat ke atas pohon , berharap berhasil memanjat ke sana .


Zoya yang masih ketakutan tadi terkejut ketika mendengar dering ponselnya .


" Halo ?"


" Zoya kamu belum pulang ? Kamu pulang jam berapa ?" Tanya Lily yang menelpon .


" Zoya Pulang jam 22:00 ma , "


" Zoya kamu gak papa ? Kok suara kamu kayak gitu ? Kamu kenapa nak ? "


" Oh gak papa kok ma , Zoya cuma habis pemanasan aja " bohong Zoya dari seberang


" Beneran gak papa ?"


" Iya gak papa "


" Lily ! "


" Huh ? Siapa ma ?" Tanya Zoya penasaran , gadis itu terlihat serius mendengar suara orang yang memanggil nama ibunya .

__ADS_1


" Eh bentar , - kak ? Ada apa ya , "


" Lily , Zoya kemana ? "


" Ada kok dikamar udah tidur "


" Oh , bagus deh , besok kalian harus pergi ke rumah kak Haris , mereka mau ngadain pesta buat anaknya yang mau kuliah luar negri , oh ya jangan lupa bawa anak anak kamu juga "


" ....."


" Siapa ma ? , Bi Renda ? " tanya Zoya yang mendengar nada bicara itu .


" Iya ,yaudah kamu lanjut aja latihannya ya , mama tutup , hati hati jalan pulang" ujar Lily menutup telponnya sebelum Zoya berbicara .


" Bi Renda ! Berarti ?....


Mata Zoya seketika menyipit , teringat dengan orang orang munafik yang menyalahkan ibunya atas perselingkuhan ayah nya. Harimau dibawah sana tidak ada ganasnya dibandingkan harimau jadi jadian Yang ada di keluarga ayahnya .


" Gini aja udah takut , gimana nanti mau lawan harimau jadi jadian !? " Batin Zoya segera turun dengan sabuk ditangannya .


Harimau di bawah nya terlihat senang ketika melihat Zoya hendak turun, dan tanpa basa basi harimau itu datang menerkam Zoya .


Zoya sudah tahu akan pergerakan harimau itu segara saja Zoya mengarahkan tangannya kearah harimau itu .


Jelb


Zoya menusuk dagu harimau dengan bolpoin nya , gadis itu berhasil membuat harimau besar itu mengaum keras .


Seragam putihnya ternodai oleh darah harimau yang terciprat .


Hewan besar itu tidak akan tumbang dengan begitu mudah nya , terlihat betul dari pergerakan nya yang mengamuk karena rasa sakit di dagunya .


Di tempat lain tepatnya di sebuah masion bernuansa hitam , terlihat sesosok pria dewasa duduk melihat ke layar lebar di mana terlihat Zoya sedang bertarung melawan harimau besar .


" Tuan apakah ini tidak masalah ? " Tanya pria yang lebih tua dengan pakaian bulter nya .


" Sejak kapan ini jadi masalah ? Tapi aku tidak menyangka gadis itu akan benar benar datang"


" Apakah saya harus membantunya tuan ? "


" Menurut mu ?"


Pria dengan pakaian bulter itu terdiam mendengar jawaban tuannya ,dia melihat lagi ke arah layar lebar dimana Zoya sedang tertarung mati Matian melawan harimau besar itu.


" Jika di latih, bukan tidak mungkin dia bisa menggantikan no 05 , " gumam nya yang masih terdengar jelas oleh pria dewasa itu .


" Bagaimana ? Kau sudah mencari informasi tentang gadis itu secara lengkap ? " Tanya pria itu .

__ADS_1


" Sudah tuan "


" Bacakan "


" Sesuai yang dia katakan , nama asli nya adalah Aneska Zoya Raveena , kelas 3 SMA. kedua orang tuanya bercerai ketika dia berusia tepat 14thn."


"Dia memiliki 3 adik, dua perempuan dan satu laki laki, dua adiknya memiliki umur yang tidak jauh berbeda . Dia gadis yang berprestasi, dia juga pernah meraih mendali emas di kejuaraan karate , kemudian berhenti . jika dilatih lagi dia mungkin bisa menyaingi jenius . Hanya saja keadaan ekonomi yang membuatnya harus seperti itu . "


" jadi Maksud mu ? "


" Dia adalah jenius jika kita latih " jelas nya


Pria itu memandangi berkas-berkas berisi informasi tentang Zoya . Memang benar Zoya adalah jenius , hanya saja gadis itu tidak mengetahui potensi tentang dirinya .


"Tuan gadis itu berhasil mengalahkan harimau itu "


Pria itu menoleh , sebuah seringai muncul ketika melihat Zoya yang berhasil menumbangkan seekor harimau .


" 1⅕ jam untuk gadis itu menumbangkan harimau itu " ujar bulter .


" Oh , haruskah kita datang dan memberikan selamat ?"


" Ya tuan ?"


Di tempat Zoya , gadis itu baru saja selesai menumbangkan harimau , keadaannya sangat mengenaskan , seragamnya sobek dengan darah mengucur deras dari punggung .


Zoya bersandar di dekat pohon , kepalanya terasa pening dan pandangannya kabur karena darah yang mengalir dari kepala .


" Sialan , bisa cacat gw!! " Gumam Zoya sesaat sebelum seekor ular tiba tiba saja muncul .


Sshhh.....sshhh....


ular itu mengeluarkan lidah nya sambil mendesis mendekati Zoya .


" ular apa itu ? kok warna ijo ? bahaya gak ya?" batin Zoya mengambil kayu yang ada di sampingnya .


ular itu adalah viper hijau, Zoya yang masih awam dengan jenis jenis ular tentu tidak mengetahui jika ular di depannya sangat berbahaya .


ular itu mendekati Zoya yang perlahan mundur dengan memegang kayu di tangan nya.


" ular biadab , kenapa malah maju ?! " batin Zoya


gadis itu sudah tidak kuat lagi , apalagi darah nya terus mengucur deras , bisa bisa dia mati karena kehabisan darah .


sebelum viper hijau itu menerkam Zoya , tiba tiba saja tubuhnya tercincang dan terpisah , Zoya yang melihat itu tentu saja terkejut .


" apa yang -? "

__ADS_1


"oh?, kau baik baik saja? kupikir kau sudah mati karena kehabisan darah , kau cukup kuat juga ternyata " ujar suara yang Zoya kenal .


" Paman ? "


__ADS_2