
Zoya baru saja sampai di depan luar hutan ketika matahari sudah terbenam , gadis itu tanpa ragu menerobos masuk kedalamnya.
Awalnya tidak terjadi apa-apa , tapi semakin kedalam Zoya merasakan jika ada yang mengikutinya , gadis itu segera memanjat pohon di gelapnya malam .
Swosh.....
Sekelebat bayangan muncul dengan cepat melewati Zoya dan tiba tiba saja seekor harimau besar muncul dengan mulut yang terbuka .
Grrr....
Air liurnya menetes melihat kearah Zoya yang telah berhasil memanjat pohon , Zoya terlihat sangat enak dimata harimau itu .
" Untung masih sempat " batin Zoya mengeluarkan isi tasnya , sambil sesekali melirik ke arah harimau dibawahnya .
" Sial dimana pisau itu !? " batin Zoya mencari benda tajam itu , seingatnya tadi pagi sudah dia bereskan , tapi sekarang tidak ada .
Tidak ada pilihan lain , Zoya mengambil sabuk karate nya kemudian memperhatikan harimau yang ada di bawahnya .
Lambat laun Zoya terdiam , dia sebenarnya takut , bahkan sangat takut ! Setelah ini apakah dia akan hidup ? Atau apakah dia nanti akan cacat ? Lalu siapa yang akan membatu ibunya ? Lalu bagaimana dengan cita citanya ?
Lama kelamaan rasa ragu dan takut menghampiri Zoya , gadis itu terlihat goyah untuk turun ke sana dan menghadapi harimau lapar itu.
Berbagai pikiran negatif muncul dan membuat tubuh Zoya berkeringat dingin , tubuh gadis itu bergetar membayangkan skenario yang mungkin terjadi .
" Sial gw takut banget !! " batin Zoya dengan menutup matanya , gadis itu memeluk lututnya karena takut .
Sedangkan di bawah sana , harimau itu terlihat meloncat loncat ke atas pohon , berharap berhasil memanjat ke sana .
Zoya yang masih ketakutan tadi terkejut ketika mendengar dering ponselnya .
" Halo ?"
" Zoya kamu belum pulang ? Kamu pulang jam berapa ?" Tanya Lily yang menelpon .
" Zoya Pulang jam 22:00 ma , "
" Zoya kamu gak papa ? Kok suara kamu kayak gitu ? Kamu kenapa nak ? "
" Oh gak papa kok ma , Zoya cuma habis pemanasan aja " bohong Zoya dari seberang
" Beneran gak papa ?"
" Iya gak papa "
" Lily ! "
" Huh ? Siapa ma ?" Tanya Zoya penasaran , gadis itu terlihat serius mendengar suara orang yang memanggil nama ibunya .
__ADS_1
" Eh bentar , - kak ? Ada apa ya , "
" Lily , Zoya kemana ? "
" Ada kok dikamar udah tidur "
" Oh , bagus deh , besok kalian harus pergi ke rumah kak Haris , mereka mau ngadain pesta buat anaknya yang mau kuliah luar negri , oh ya jangan lupa bawa anak anak kamu juga "
" ....."
" Siapa ma ? , Bi Renda ? " tanya Zoya yang mendengar nada bicara itu .
" Iya ,yaudah kamu lanjut aja latihannya ya , mama tutup , hati hati jalan pulang" ujar Lily menutup telponnya sebelum Zoya berbicara .
" Bi Renda ! Berarti ?....
Mata Zoya seketika menyipit , teringat dengan orang orang munafik yang menyalahkan ibunya atas perselingkuhan ayah nya. Harimau dibawah sana tidak ada ganasnya dibandingkan harimau jadi jadian Yang ada di keluarga ayahnya .
" Gini aja udah takut , gimana nanti mau lawan harimau jadi jadian !? " Batin Zoya segera turun dengan sabuk ditangannya .
Harimau di bawah nya terlihat senang ketika melihat Zoya hendak turun, dan tanpa basa basi harimau itu datang menerkam Zoya .
Zoya sudah tahu akan pergerakan harimau itu segara saja Zoya mengarahkan tangannya kearah harimau itu .
Jelb
Zoya menusuk dagu harimau dengan bolpoin nya , gadis itu berhasil membuat harimau besar itu mengaum keras .
Seragam putihnya ternodai oleh darah harimau yang terciprat .
Hewan besar itu tidak akan tumbang dengan begitu mudah nya , terlihat betul dari pergerakan nya yang mengamuk karena rasa sakit di dagunya .
Di tempat lain tepatnya di sebuah masion bernuansa hitam , terlihat sesosok pria dewasa duduk melihat ke layar lebar di mana terlihat Zoya sedang bertarung melawan harimau besar .
" Tuan apakah ini tidak masalah ? " Tanya pria yang lebih tua dengan pakaian bulter nya .
" Sejak kapan ini jadi masalah ? Tapi aku tidak menyangka gadis itu akan benar benar datang"
" Apakah saya harus membantunya tuan ? "
" Menurut mu ?"
Pria dengan pakaian bulter itu terdiam mendengar jawaban tuannya ,dia melihat lagi ke arah layar lebar dimana Zoya sedang tertarung mati Matian melawan harimau besar itu.
" Jika di latih, bukan tidak mungkin dia bisa menggantikan no 05 , " gumam nya yang masih terdengar jelas oleh pria dewasa itu .
" Bagaimana ? Kau sudah mencari informasi tentang gadis itu secara lengkap ? " Tanya pria itu .
__ADS_1
" Sudah tuan "
" Bacakan "
" Sesuai yang dia katakan , nama asli nya adalah Aneska Zoya Raveena , kelas 3 SMA. kedua orang tuanya bercerai ketika dia berusia tepat 14thn."
"Dia memiliki 3 adik, dua perempuan dan satu laki laki, dua adiknya memiliki umur yang tidak jauh berbeda . Dia gadis yang berprestasi, dia juga pernah meraih mendali emas di kejuaraan karate , kemudian berhenti . jika dilatih lagi dia mungkin bisa menyaingi jenius . Hanya saja keadaan ekonomi yang membuatnya harus seperti itu . "
" jadi Maksud mu ? "
" Dia adalah jenius jika kita latih " jelas nya
Pria itu memandangi berkas-berkas berisi informasi tentang Zoya . Memang benar Zoya adalah jenius , hanya saja gadis itu tidak mengetahui potensi tentang dirinya .
"Tuan gadis itu berhasil mengalahkan harimau itu "
Pria itu menoleh , sebuah seringai muncul ketika melihat Zoya yang berhasil menumbangkan seekor harimau .
" 1⅕ jam untuk gadis itu menumbangkan harimau itu " ujar bulter .
" Oh , haruskah kita datang dan memberikan selamat ?"
" Ya tuan ?"
Di tempat Zoya , gadis itu baru saja selesai menumbangkan harimau , keadaannya sangat mengenaskan , seragamnya sobek dengan darah mengucur deras dari punggung .
Zoya bersandar di dekat pohon , kepalanya terasa pening dan pandangannya kabur karena darah yang mengalir dari kepala .
" Sialan , bisa cacat gw!! " Gumam Zoya sesaat sebelum seekor ular tiba tiba saja muncul .
Sshhh.....sshhh....
ular itu mengeluarkan lidah nya sambil mendesis mendekati Zoya .
" ular apa itu ? kok warna ijo ? bahaya gak ya?" batin Zoya mengambil kayu yang ada di sampingnya .
ular itu adalah viper hijau, Zoya yang masih awam dengan jenis jenis ular tentu tidak mengetahui jika ular di depannya sangat berbahaya .
ular itu mendekati Zoya yang perlahan mundur dengan memegang kayu di tangan nya.
" ular biadab , kenapa malah maju ?! " batin Zoya
gadis itu sudah tidak kuat lagi , apalagi darah nya terus mengucur deras , bisa bisa dia mati karena kehabisan darah .
sebelum viper hijau itu menerkam Zoya , tiba tiba saja tubuhnya tercincang dan terpisah , Zoya yang melihat itu tentu saja terkejut .
" apa yang -? "
__ADS_1
"oh?, kau baik baik saja? kupikir kau sudah mati karena kehabisan darah , kau cukup kuat juga ternyata " ujar suara yang Zoya kenal .
" Paman ? "