
Zoya sekarang benar benar kalut , gadis itu mengacak rambutnya dengan frustasi .apa yang harus dia lakukan sekarang ? . gadis itu berjalan mondar mandir di kamarnya dengan perasaan gelisah .
" gw harus gimana ? " batin Zoya
" masa gw harus minta bantuan sama Evan lagi ?" batin Zoya mengetuk jari jari nya pada sebuah buku ,gadis itu terlihat menimbang nimbang keputusan apa yang akan dia ambil .
"apa gw minta tambahan waktu lagi ? ,lagian ujian gw juga udah selesai ! tapi gimana kasih alasannya ? "
ceklek
Zoya menggaruk kepalanya tidak gatal ketika melihat mama nya tiba tiba saja muncul di kamarnya , gadis itu terlihat tegang untuk beberapa saat .
"ma-mama ? mama ngapain ke sini ? "
" gada , cuma kamu kenapa kok gelisah gitu ! " tanya mama Lili mendekati Zoya ..
"eh,haha,,gak kok ! cuma lagi bingung aja ,haha..." jawab Zoya dengan tawa hambar nya .
" bingung kenapa? kamu ada masalah?"
"em..jadi gini ma , besok Zoya bakalan mulai kerja , tapi mungkin Zoya bakalan lama tinggal nya " jelas Zoya mengambil nafas dalam dalam .
" tapi Zoya khawatir sama kalian !"
untuk beberapa saat mama Lili tidak merespon , wanita itu duduk di ranjang Zoya dan menepuk nepuk sampingnya agar Zoya duduk di sana .
" kalo gak mau ,batalin aja ! gak usah maksain ya ?"
"lagian kamu masih muda ,kamu mau kuliah kan ? " tambah mama Lili mengusap perlahan kepala Zoya lembut .
"gak , Zoya gak mau kuliah ! Zoya cuma mau beli rumah buat mama !" jawab Zoya sambil menatap mama Lili tegas .
"kamu yakin?" tanya mama Lili menatap kedalam mata Zoya ,gadis itu tampak tidak goyah dengan perkataan nya .
" ya !" balas gadis itu ,tapi percayalah sebenarnya dia sangat ingin bisa kuliah ,hanya saja keadaan yang memaksa nya untuk mengubur impian itu .
"mama tahu kekhawatiran mu ,tapi tenang saja ,kita bakalan baik baik aja . jadi kamu juga haru baik baik saja ,ya ?"
"um ..oke ! "
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
__ADS_1
hari yang di tunggu tunggu telah tiba , sekarang Zoya harus menjalankan hukuman nya dan harus berangkat ke negara Amerika dan dia tidak tahu betapa lama dia akan di sana, terlebih lagi perasaannya mengatakan jika dia tidak hanya sebulan di sana.
" jaga diri mu baik baik ,kau tahu bukan ? kau hidup seperti ini karena apa ? ingin berhenti pun kau sudah tidak bisa !" bisik Gibran di telinga Zoya ,gadis itu hanya terkekeh kecil sebelum mendarat kan pukulan kecil di dada pemuda itu .
" kau pikir aku akan berhenti ? kau salah ! aku lebih kuat dari yang terlihat ! sampai saat itu jangan salahkan aku !" balas Zoya dengan senyum nya .
Gibran mengepalkan tangannya ,Zoya benar benar keras kepala ! bisa kah gadis itu melihatnya dan berhenti ? tidak kah dia melihat sekeliling nya ? bagaimana agar bisa membuat gadis itu berhenti ! sekarang Gibran benar benar tidak bisa lagi menggoyahkan keputusan nya .
" tolong jaga keluarga ku sebentar ,itu permintaan ku ! " bisik Zoya sebelum berlari memasuki helikopter yang akan membawa nya pergi menuju negri Paman Sam itu .
" ah ...dia benar benar bisa membuatku tidak bisa berbuat apa apa !" gumam Gibran memandangi helikopter yang sudah mengudara .
pemuda itu terlihat memandang jauh hingga helikopter itu menghilang dari pandangannya .
.
.
.
.
3 tahun kemudian bandara internasional negara I
tak selang berapa lama seorang pemuda dengan setelan jas datang dengan beberapa bodyguard di belakangnya .
gadis itu berdiri dan berhadapan dengan pria yang datang itu , keduanya saling bertatapan sebelum pergi tanpa berkata apa-apa .
di mobil suasana tampak hening sebelum gadis cantik itu membuka suara .
" bagaimana kabar mu ? " suara gadis itu terdengar dingin , Gibran terdiam sebelum menjawab nya .
" kau sungguh berbeda dengan kau yang dulu , jadi kau ingin ke rumah mu dulu ? " Gibran malah mengabaikan pertanyaan Zoya dan malah menawarkan pertanyaan lain.
" kau sungguh tidak tahu aturan ! " sarkas Zoya memalingkan wajahnya menatap keluar , melihat jalan raya yang sepenuhnya berbeda dari yang dulu .
keduanya sampai di sebuah masion megah dan besar dengan banyak penjagaan ketat di sekelilingnya.
Zoya melepaskan kacamata hitamnya dan berjalan memasuki masion itu .
di ruangan yang di desain dengan elegan terlihat seorang pria dewasa duduk dengan angkuh menatap kearah Zoya yang berdiri di depannya , gadis itu memberi hormat sebelum kembali menghadap nya .
__ADS_1
" sepertinya kau bertambah kuat setelah tiga tahun tidak bertemu ! " seru Diego
ketua dari mafia cabang Red Shadow , pria yang berumur hampir menginjak usia kepala empat itu terkekeh melihat Zoya yang tampak berbeda dengan dia yang dulu , seperti nya waktu yang membuat gadis itu berubah atau memang pelajaran yang membuat nya berubah .
" semua berkat anda " jawab Zoya sambil menundukkan kepalanya ,gadis itu hanya diam dengan tenang menunggu kalimat lain keluar dari mulut Diego .
"heh , kau bisa kembali dan jangan lupakan tugas mu setelah datang kesini , kau bisa beristirahat selama 2 hari !"
"baik ,saya pergi !"
Zoya pergi meninggalkan masion itu dan pergi menuju suatu tempat dengan di antara oleh Gibran , pemuda itu hanya diam ketika keduanya sampai di depan sebuah rumah yang bagus terbakar .
Zoya berdiri didepan bangunan yang hanya tersisa puing puing yang hagus , tatapan nya terlihat kosong menatap lurus ke sana .
perasaan nya campur aduk , antara sedih ,marah dan hampa , berteriak pun sekarang tidak ada artinya sekarang,dan dia terlambat menyadari nya .
Zoya berbalik meninggalkan bangunan itu dan pergi menuju tempat Gibran .
" are you ok ?"
" yeah !"
Zoya tenggelam dalam lamunan nya , seharusnya dia menemukan siapa penguntit itu dan membereskan nya sampai akhir hingga kejadian ini tidak terjadi ,tapi apa dia bisa perbuat bagaimana pun ini kesalahan nya sendiri dan semua berawal dari dirinya .
" aku menemukan informasi jika keluarga mu masih hidup " ujar Gibran tiba tiba , Zoya menoleh pandangan matanya tiba tiba saja terlihat hidup mendengar penuturan Gibran .
"tapi aku tidak yakin dengan Kayla dan ibu mu , tapi Grisa dan Victor berada pada ayah mu " seru Gibran masih fokus menyetir
" aku tidak yakin jika mereka mau menerima mu , tapi mungkin besok kita bisa melihat mereka juga untuk mencari petunjuk ibu dan adik mu " tambah Gibran membuat Zoya mengangguk kan kepalanya .
keesokkan harinya Zoya berdiri di depan pintu kamar Gibran , gadis itu terlihat tidak sabar untuk bertemu dengan kedua adiknya .
" Gibran ! " seru Zoya mengetuk pintu Gibran dengan keras .
" apa ? lah ? kok cepet banget ,kan janjinya jam sepuluh ?" seru Gibran yang baru bangun tidur rambutnya terlihat acak acakan ketika membukakan pintu kamarnya .
" nanti gw ada acara , udah cepetan! kalo gitu gw sendiri aja !"
"emang tahu alamat nya di mana ?" goda Gibran sambil mengucek matanya , Zoya memutar bola matanya malas .
" kalo gak mau ya sudah !" celetuk Zoya pergi meninggalkan Gibran yang masih terlihat mengantuk .
__ADS_1
"eh ! tunggu ,iya iya aku siap siap dulu !" seru Gibran kembali memasuki kamarnya .
setelah selesai dengan aktivitas pagi nya , keduanya pergi menuju ke alamat rumah papa Zoya , gadis itu terlihat tengang ketika melihat sebuah rumah besar berdiri di sana .