
"pak ! kami menemukan sesuatu " seru seorang pria dari dalam .
seruan itu membuat keributan keduanya berhenti , segera saja mereka mengikuti pria tadi.
"ap-?!" seketika nafas mereka tercekat , melihat pemandangan yang ada didepan mata.
pemandangan itu cukup mengerikan, dimana sebuah mayat kucing tergantung dengan bagian tubuh yang termutilasi ,tubuhnya kemudian diikat sejajar dengan arah tubuh yang lain . mulut kucing itu terbelah sampai telinga nya , darah segar menetes membasahi lantai, dan di lantai sebuah kalimat terlihat .
" See you "
semuanya terdiam , tapi banyak dari mereka yang mengepalkan tangannya , kalimat itu membuat emosi mereka memuncak .
" sialan !"
" apa yang telah mereka lakukan pada makhluk kecil ini?!"
"kita terlambat ketua !"
keadaan di sana cukup riuh , dua dari yang lain segera bergegas melepaskan ikatan ikatan yang ada di tubuh kucing itu agar dapat dikubur.
Andra berjalan menuju sebuah meja yang menarik perhatiannya , dari pada tertarik pada makhluk kecil yang sudah mati , pemuda itu lebih memilih menuju ke meja tua yang di atasnya terdapat secarik kertas dan segelas air berukuran kecil .
Andra memperhatikannya beberapa saat sebelum tangannya gatal untuk membuka secarik kertas itu .
" apa yang kau lakukan Andra ?! " Rizky menarik tangan Andra yang hendak menyentuh secarik kertas itu , pemuda itu dari tadi melihat gerak gerik Andra .
" kau tidak lihat ? " tanya Andra balik
"oke ,tapi kau tidak seharusnya menyentuh barang sembarangan , setidaknya pakailah sarung tangan mu " jawab Rizky mengalah dengan pemuda itu .
Andra membuka secarik kertas yang ternyata tidak ada apa pun di dalamnya , pemuda itu melirik kearah segelas air di samping kertas tadi.
" apakah aku harus menuangkan air nya ? " batin Andra yang terlihat bingung , tapi tak ayal pemuda itu menuangkan air kedalam secarik kertas itu dan seketika sebuah kalimat terlihat .
" you teased the wrong person, this will be your grave "
crash
Andra meremas keras yang di pegang nya , pemuda itu terlihat menahan amarah dengan rahang yang mengeras , bersamaan dengan itu sebuah suara tembakan yang keras terdengar .
darah segar terciprat ketika kepala salah seorang polisi tertembak .
__ADS_1
seluruh polisi yang ada di tempat kejadian segera mengarahkan pistol mereka , waspadai sekitar mereka belum sadar jika ada seseorang di balik pohon besar yang tidak jauh dari mereka
Andra segera keluar ketika mendengar nya dan melihat seseorang berada dibalik pohon .
"siapa kau ?! " seru Andra mengarahkan pistol nya ke sana .
orang yang berada dibalik pohon besar itu keluar menampakan dirinya .
" dasar bodoh ! kenapa malah keluar ?! " seru salah seorang yang berada di atas pohon .
"ini semua salah ku , jadi aku harus bertanggung jawab ! " batin Zoya menghadapi para polisi .
Andra tertegun ketika melihat seseorang keluar dari balik pohon besar itu , seorang gadis keluar dari sana dengan memakai topeng yang menutupi seluruh wajahnya , gadis itu membawa pistol di tangannya .
" tunggu ? seorang gadis ? " batin Andra memperhatikan gerak-gerik gadis itu .
" apa yang -
Andra membelalakkan matanya ketika Zoya mengangkat kedua tangannya dan suara tembakan terdengar keras , bersamaan dengan itu sebuah bola bola kecil terlempar kearah para polisi .
" merunduk !!! "
para polisi panik ketika mendapat serangan tiba tiba , dan lagi banyak dari rekan rekan mereka yang mati akibat tembakan yang entah dari mana datangnya selain dari depan , belum lagi sekumpulan asap hijau membuat tubuh mereka seketika oleng kehilangan tenaga mereka .
"agrk....!!!"
tempat itu seketika kacau , para polisi sama sekali tidak dapat melawan balik serangan yang datang , ini seperti pembantaian sepihak , belum lagi kabut hijau yang menggangu pengelihatan dan menguras tenaga mereka .
hari mulai gelap bersamaan dengan meredupnya suara suara teriakan . perlahan kabut hijau mulai menghilang di gantikan dengan pemandangan mengerikan .
Zoya terdiam memandangi tumpukan mayat yang berserakan di depannya , gadis itu menyipitkan matanya melihat dua orang berlari kedalam hutan tertatih tatih untuk menyelamatkan diri .
" wow ! ini beneran Lo yang lakuin ?!" tanya Evan dengan kagum , pemuda itu baru saja turun dari pohon di ikuti yang lain , kemudian menyipitkan matanya melihat kearah tumpukan mayat .
" ho..Lo serius ? kalo ini pembantaian pertama Lo ? " tanya Rizwan yang pergi menuju sana untuk melihat mayat mayat yang berserakan di depan masion .
darah membanjiri halaman itu dengan bau anyir yang menyengat .
"ugh .... menjijikkan , "
Zoya hanya diam , tidak menjawab pertanyaan dari keduanya , gadis itu berjalan pergi meninggalkan yang lain .
__ADS_1
" mau kemana ? "teriak Evan melihat Zoya pergi menjauh .
"pulang ! "jawab Zoya , tidak ada lagi sahutan setelah itu .
setelah cukup jauh dari masion, Zoya menyandarkan tubuhnya pada pohon yang cukup besar , gadis itu menghela nafas sambil melihat tangannya yang bergetar .
tubuh Zoya bergetar , mengingat semua kejadian yang baru saja terjadi , Zoya menutup mulutnya entah kenapa rasanya ingin tertawa .
" sial ! Zoya ! Lo udah gila ya ?! Lo baru aja bunuh orang tahu !!!! " batin Zoya dengan tubuh bergetar hebat , menahan perasaan aneh setelah membunuh orang .
apa ini ? apakah dia jadi gila setelah membunuh orang ? Zoya merasa aneh, entah mengapa dia jadi seperti ini , perasaan ini pernah dia rasakan pada saat pertama kali dia membunuh orang , rasa ingin tertawa ? tapi kenapa ? , ah sial ! sepertinya dia mulai gila ? .
" Lo kenapa ? " tanya suara dingin yang tajam secara tiba tiba .
sontak Zoya terkejut dengan suara yang tiba tiba saja datang dan tepat berada di samping nya .
" Gibran ?! sejak kapan ?! " batin Zoya melihat seorang pemuda berada di samping nya , Zoya bahkan tidak merasakan kehadiran nya sama sekali .
" jangan jangan hantu lagi ?! " batin Zoya gugup
ada perasaan takut ketika mendapati Gibran tiba tiba saja muncul dan berada disampingnya, pasalnya hari sudah malam dan lagi dia masih berada di dalam hutan .
"gw manusia asli !: " ujar Gibran yang seakan tahu dengan pikiran Zoya .
" Lo gak akan berpikir kalo ini selesai gitu aja kan ? " ujar Gibran tiba tiba
Zoya terdiam , gadis itu tahu apa yang dimaksud oleh Gibran ,tapi apa boleh buat ,memangnya dia bisa apa ? .
"tapi melihat kau tadi , kurasa ketua mungkin akan meringankan hukuman mu .? "
Zoya hanya menundukkan kepalanya , gadis itu tidak bertanya ataupun membantah , toh sudah kejadian .
" apa yang kau tunggu , kau tidak ikut ?" tanya Gibran yang berjalan menuju keluar hutan .
Zoya terperangah , sejak kapan Gibran berjalan? dia bahkan tidak merasakan jika Gibran sudah pergi .
" huh? pro memang beda ya ? " batin Zoya mengikuti Gibran dengan canggung .
pikiran gadis itu melayang , menunggu berbagai pertanyaan yang mungkin akan Gibran tanyakan dan bagaimana dia menjawab nya nanti , tapi menunggu beberapa saat Gibran tidak juga bertanya , dan itu membuat Zoya semakin canggung .
keduanya berjalan menuju keluar hutan dan sepanjang jalan hanya suara hewan hewan malam dan kegelapan malam yang menemani .
__ADS_1