
Zoya menghela nafas ketika dia berdiri di depan jendela kamarnya , gadis itu melirik kiri kanan , mengawasi sekitar nya . setelah aman gadis itu segera bergegas membuka jendela dan masuk kedalam nya .
hari menunjukkan pukul 04:00 ketika dia sampai . gadis itu kembali menghela nafas , waktu tidurnya hanya 2 jam jika dia tidur sekarang .
Zoya membaringkan tubuhnya di atas kasur sambil melihat langit langit kamarnya , pikiran gadis itu melayang sampai rasa kantuk dan lelah membuat nya tertidur .
.
.
.
.
dor dor
" Zoya ? Kak Zoya !!! bangun ! udah siang !!!" teriak Grisa dari luar kamar Zoya sambil mengendor pintu kamar nya.
Zoya terbangun dengan nafas yang memburu , terkejut dengan teriakan Grisa yang keras dan suara gendoran pintu .
" iya , udah bangun " teriak Zoya dari dalam
" huh...." Zoya menghela nafas sambil berjalan menuju kamar mandi untuk membersihkan diri , mata masih terasa berat ,tapi Zoya tetap segera bergegas cepat sebelum telat ketika melihat jam di dinding nya yang menunjukkan pukul 06: 55 .
"ma Zoya , berangkat ! " ujar Zoya sambil menyambar roti isi yang ada di meja .
puk
"ma ? " Lily tidak merespon , wanita itu hanya diam dengan pandangan kosong .
Zoya yang awalnya ingin pergi mengurungkan niatnya ketika melihat ibunya duduk dengan pandangan kosong , gadis itu merasa tidak tega meninggalkan Lily sendiri dengan keadaan yang sekarang .
" ma , Kayla udah siap ayo berangkat !" ujar Kayla dari luar.
" dek, bareng kakak , kakak yang anterin oke ?"
"mama mana kak ? " tanya Kayla yang melirik ke dalam .
" mama gak enak badan , jadi hari ini kakak yang anterin ya ? , "ujar Zoya memberikan pengertian kepada Kayla yang masih melirik ke dalam.
" ouh , oke "
setelah mengantar Kayla , Zoya segera bergegas pulang untuk mengembalikan motornya sekaligus melihat keadaan ibunya ,
" ma , motor nya di depan , Zoya berangkat dulu ya " ucap Zoya dari luar setelah melihat keadaan ibunya dari jauh , tidak berani mendekat setelah pertengkaran kecil mereka .
gadis itu berlari menuju ke sekolah dengan cepat sambil mengambil jalan pintas , walaupun tahu jika akan telat , menunggu bus ? yang benar saja , bus sudah lewat dari tadi.
jika bertanya kenapa tidak jalan motor ? jawabannya karena motor mereka hanya satu dan tempat kerja Lily cukup jauh dari tempat tinggal mereka .
__ADS_1
" cepat !! " batin Zoya sambil sesekali melirik ke arah jamnya , 07:35 .
" sekarang belok , dan sampai ! "batin Zoya mempercepat larinya , tapi naas ternyata ada seseorang di balik persimpangan itu .
brak
Zoya mengigit bibir bawahnya ketika stang motor mengenai lengan kiri nya yang terluka , gadis itu terdiam dan tidak bergerak karena rasa sakit itu terasa membuat kepalanya sakit .
" ugh...Lo kalo jalan yang bener dong , ah !!" ucap seseorang yang bertabrakan dengan nya , orang itu malah peduli dengan motornya , mengecek apakah ada lecet atau tidak.
" heh! Lo kenapa ? " tanya pemuda itu tiba tiba , nada nya terdengar khawatir ketika melihat Zoya terdiam tidak bergerak .
" Zoya ? Lo nggak papa ? " tanya Gibran tiba tiba , pemuda itu berjongkok membantu Zoya berdiri .
Gibran sebenarnya terkejut , melihat bagaimana gadis itu berubah , sangat berbeda dengan 6bulan lalu , terakhir melihat nya, sekarang lihat , gadis itu benar benar berubah , sampai dia saja ragu jika itu benar adalah Zoya .
" tangan Lo gak papa ? " tanya Gibran lagi ketika melihat Zoya menggenggam lengannya .
" sakit "
" ayo ke rumah sakit " Gibran segera bergegas membantu Zoya duduk di motornya dan segera pergi ke rumah sakit .
setelah cukup lama di rumah sakit, Gibran membawa Zoya pulang ke rumahnya setelah meminta izin ke sekolah lewat teman sekelas .
sebenarnya pemuda itu ingin mengantar nya pulang tapi gadis itu menolak dengan alasan tidak ingin ibunya khawatir.
Zoya tidak menanggapi nya dan malah tidur di belakang Gibran , baginya suara Omelan Gibran seperti musik yang membuat matanya ngantuk .
" Zoya ? , Oy ! " panggil Gibran yang memelankan laju motornya ,Zoya tidak merespon nya sama sekali.
" Zoya ? malah tidur ! " gumam Gibran menggeleng kan kepalanya , pemuda itu menghentikan motornya dan meraih tangan Zoya untuk memeluk nya agar tidak terjatuh .
" dasar cewe ! " batin Gibran yang kembali fokus
.
.
.
.
Zoya terbangun ketika merasa tidurnya terusik , gadis itu mengerjapkan matanya perlahan yang masih terasa berat .
"uh ? hoaam...."
Zoya melihat sekelilingnya , ruangan itu tampak familier bagi nya , tapi dimana ?
" oh , udah bangun toh !Lo nggak papa kan ? atau masih ada yang sakit ? " tanya Gibran yang tiba tiba saja muncul.
__ADS_1
Zoya mengalihkan pandangan nya menatap kearah Gibran yang muncul tiba tiba.
gadis itu menggelengkan kepalanya sambil sesekali melirik sekitar mencari jam .
" jam berapa ?" tanya Zoya
" jam 12siang , nih minum dulu "
"burrrr...?! , " seketika gadis itu menyemburkan minumannya , terkejut dan juga sadar jika sekarang dia sedang ada di kamar Gibran .
" kenapa ? syok bener ? , Lo nggak apa² kan ?" tanya Gibran yang terkekeh melihat reaksi Zoya .
" ini kamar Lo ? " tanya Zoya .
" iya, kenapa? " Gibran sedang sibuk mencari sesuatu di lemarinya ,pemuda itu membuat pakaiannya berantakan .
" oh , gada , gw mau pulang " ujar Zoya berdiri , berniat keluar dari dalam kamar Gibran .
" dasar gila , " batin Zoya yang tidak mengerti jalan pikir Gibran , kenapa pemuda itu malah membawakannya ke kamarnya , bukan di kamar lain .
"eh tunggu , mau kemana Lo ?"
"ya pulang lah ,nggak mungkin kan gw balik ke sekolah ? " jawab Zoya ,
"bentar , nih ambil !" ujar Gibran memberikan sebuah kotak berwarna biru .
Zoya menaikan sebelah alisnya , tapi tak ayal gadis itu menerima nya .
"buka nya kalo udah pulang " seru Gibran yang tahu jika Zoya ingin membuka kotak itu .
Gibran hanya tersenyum melihat Zoya yang menurut .gadis itu menyimpan kotak itu kedalaman tasnya .
" oke , kalo gitu gw mau pulang , makasih udah ngizinin gw tidur tadi " ujar Zoya
" gw anterin"
" gak usah , gw mau ke suatu tempat dulu !"ujar Zoya , gadis itu sebenarnya tidak enak hati ,tapi apa boleh buat , dia akan ke markas lebih dulu sebelum pulang.
" Lo mau kemana? , Lo gak aneh aneh kan ?" tanya Gibran curiga , pemuda itu merasa jika Zoya agak berbeda terakhir kali dia lihat.
"pikiran Lo, ya nggak lah , Lo kenapa sih ?!" jawab Zoya sambil tertawa kecil , dia tahu jika Gibran sepertinya sudah mulai mencium bau bau kebohongannya.
"nggak , Lo kayak berubah aja gitu , kayak gimana ya ?" jawab Gibran yang menggaruk kepalanya tidak gatal .
pemuda itu menyipitkan matanya melihat Zoya dengan seksama .
"berubah gimana ? , emang gw Ultraman bisa berubah ?ada ada aja Lo " jawab Zoya
" udah ah , gw pulang dulu ! makasih ya ," ujar Zoya bergegas pergi meninggalkan gibran yang sibuk berpikir .
__ADS_1