Shadow Queen

Shadow Queen
10.Gibran


__ADS_3

Zoya menghela nafas ketika dia berdiri di depan jendela kamarnya , gadis itu melirik kiri kanan , mengawasi sekitar nya . setelah aman gadis itu segera bergegas membuka jendela dan masuk kedalam nya .


hari menunjukkan pukul 04:00 ketika dia sampai . gadis itu kembali menghela nafas , waktu tidurnya hanya 2 jam jika dia tidur sekarang .


Zoya membaringkan tubuhnya di atas kasur sambil melihat langit langit kamarnya , pikiran gadis itu melayang sampai rasa kantuk dan lelah membuat nya tertidur .


.


.


.


.


dor dor


" Zoya ? Kak Zoya !!! bangun ! udah siang !!!" teriak Grisa dari luar kamar Zoya sambil mengendor pintu kamar nya.


Zoya terbangun dengan nafas yang memburu , terkejut dengan teriakan Grisa yang keras dan suara gendoran pintu .


" iya , udah bangun " teriak Zoya dari dalam


" huh...." Zoya menghela nafas sambil berjalan menuju kamar mandi untuk membersihkan diri , mata masih terasa berat ,tapi Zoya tetap segera bergegas cepat sebelum telat ketika melihat jam di dinding nya yang menunjukkan pukul 06: 55 .


"ma Zoya , berangkat ! " ujar Zoya sambil menyambar roti isi yang ada di meja .


puk


"ma ? " Lily tidak merespon , wanita itu hanya diam dengan pandangan kosong .


Zoya yang awalnya ingin pergi mengurungkan niatnya ketika melihat ibunya duduk dengan pandangan kosong , gadis itu merasa tidak tega meninggalkan Lily sendiri dengan keadaan yang sekarang .


" ma , Kayla udah siap ayo berangkat !" ujar Kayla dari luar.


" dek, bareng kakak , kakak yang anterin oke ?"


"mama mana kak ? " tanya Kayla yang melirik ke dalam .


" mama gak enak badan , jadi hari ini kakak yang anterin ya ? , "ujar Zoya memberikan pengertian kepada Kayla yang masih melirik ke dalam.


" ouh , oke "


setelah mengantar Kayla , Zoya segera bergegas pulang untuk mengembalikan motornya sekaligus melihat keadaan ibunya ,


" ma , motor nya di depan , Zoya berangkat dulu ya " ucap Zoya dari luar setelah melihat keadaan ibunya dari jauh , tidak berani mendekat setelah pertengkaran kecil mereka .


gadis itu berlari menuju ke sekolah dengan cepat sambil mengambil jalan pintas , walaupun tahu jika akan telat , menunggu bus ? yang benar saja , bus sudah lewat dari tadi.


jika bertanya kenapa tidak jalan motor ? jawabannya karena motor mereka hanya satu dan tempat kerja Lily cukup jauh dari tempat tinggal mereka .

__ADS_1


" cepat !! " batin Zoya sambil sesekali melirik ke arah jamnya , 07:35 .


" sekarang belok , dan sampai ! "batin Zoya mempercepat larinya , tapi naas ternyata ada seseorang di balik persimpangan itu .


brak


Zoya mengigit bibir bawahnya ketika stang motor mengenai lengan kiri nya yang terluka , gadis itu terdiam dan tidak bergerak karena rasa sakit itu terasa membuat kepalanya sakit .


" ugh...Lo kalo jalan yang bener dong , ah !!" ucap seseorang yang bertabrakan dengan nya , orang itu malah peduli dengan motornya , mengecek apakah ada lecet atau tidak.


" heh! Lo kenapa ? " tanya pemuda itu tiba tiba , nada nya terdengar khawatir ketika melihat Zoya terdiam tidak bergerak .


" Zoya ? Lo nggak papa ? " tanya Gibran tiba tiba , pemuda itu berjongkok membantu Zoya berdiri .


Gibran sebenarnya terkejut , melihat bagaimana gadis itu berubah , sangat berbeda dengan 6bulan lalu , terakhir melihat nya, sekarang lihat , gadis itu benar benar berubah , sampai dia saja ragu jika itu benar adalah Zoya .


" tangan Lo gak papa ? " tanya Gibran lagi ketika melihat Zoya menggenggam lengannya .


" sakit "


" ayo ke rumah sakit " Gibran segera bergegas membantu Zoya duduk di motornya dan segera pergi ke rumah sakit .


setelah cukup lama di rumah sakit, Gibran membawa Zoya pulang ke rumahnya setelah meminta izin ke sekolah lewat teman sekelas .


sebenarnya pemuda itu ingin mengantar nya pulang tapi gadis itu menolak dengan alasan tidak ingin ibunya khawatir.


Zoya tidak menanggapi nya dan malah tidur di belakang Gibran , baginya suara Omelan Gibran seperti musik yang membuat matanya ngantuk .


" Zoya ? , Oy ! " panggil Gibran yang memelankan laju motornya ,Zoya tidak merespon nya sama sekali.


" Zoya ? malah tidur ! " gumam Gibran menggeleng kan kepalanya , pemuda itu menghentikan motornya dan meraih tangan Zoya untuk memeluk nya agar tidak terjatuh .


" dasar cewe ! " batin Gibran yang kembali fokus


.


.


.


.


Zoya terbangun ketika merasa tidurnya terusik , gadis itu mengerjapkan matanya perlahan yang masih terasa berat .


"uh ? hoaam...."


Zoya melihat sekelilingnya , ruangan itu tampak familier bagi nya , tapi dimana ?


" oh , udah bangun toh !Lo nggak papa kan ? atau masih ada yang sakit ? " tanya Gibran yang tiba tiba saja muncul.

__ADS_1


Zoya mengalihkan pandangan nya menatap kearah Gibran yang muncul tiba tiba.


gadis itu menggelengkan kepalanya sambil sesekali melirik sekitar mencari jam .


" jam berapa ?" tanya Zoya


" jam 12siang , nih minum dulu "


"burrrr...?! , " seketika gadis itu menyemburkan minumannya , terkejut dan juga sadar jika sekarang dia sedang ada di kamar Gibran .


" kenapa ? syok bener ? , Lo nggak apa² kan ?" tanya Gibran yang terkekeh melihat reaksi Zoya .


" ini kamar Lo ? " tanya Zoya .


" iya, kenapa? " Gibran sedang sibuk mencari sesuatu di lemarinya ,pemuda itu membuat pakaiannya berantakan .


" oh , gada , gw mau pulang " ujar Zoya berdiri , berniat keluar dari dalam kamar Gibran .


" dasar gila , " batin Zoya yang tidak mengerti jalan pikir Gibran , kenapa pemuda itu malah membawakannya ke kamarnya , bukan di kamar lain .


"eh tunggu , mau kemana Lo ?"


"ya pulang lah ,nggak mungkin kan gw balik ke sekolah ? " jawab Zoya ,


"bentar , nih ambil !" ujar Gibran memberikan sebuah kotak berwarna biru .


Zoya menaikan sebelah alisnya , tapi tak ayal gadis itu menerima nya .


"buka nya kalo udah pulang " seru Gibran yang tahu jika Zoya ingin membuka kotak itu .


Gibran hanya tersenyum melihat Zoya yang menurut .gadis itu menyimpan kotak itu kedalaman tasnya .


" oke , kalo gitu gw mau pulang , makasih udah ngizinin gw tidur tadi " ujar Zoya


" gw anterin"


" gak usah , gw mau ke suatu tempat dulu !"ujar Zoya , gadis itu sebenarnya tidak enak hati ,tapi apa boleh buat , dia akan ke markas lebih dulu sebelum pulang.


" Lo mau kemana? , Lo gak aneh aneh kan ?" tanya Gibran curiga , pemuda itu merasa jika Zoya agak berbeda terakhir kali dia lihat.


"pikiran Lo, ya nggak lah , Lo kenapa sih ?!" jawab Zoya sambil tertawa kecil , dia tahu jika Gibran sepertinya sudah mulai mencium bau bau kebohongannya.


"nggak , Lo kayak berubah aja gitu , kayak gimana ya ?" jawab Gibran yang menggaruk kepalanya tidak gatal .


pemuda itu menyipitkan matanya melihat Zoya dengan seksama .


"berubah gimana ? , emang gw Ultraman bisa berubah ?ada ada aja Lo " jawab Zoya


" udah ah , gw pulang dulu ! makasih ya ," ujar Zoya bergegas pergi meninggalkan gibran yang sibuk berpikir .

__ADS_1


__ADS_2