
Zoya terbangun di sebuah kamar dengan dominasi warna hitam , gadis itu mengerjapkan matanya .
" kamu sudah sadar , bagaimana perasaan kamu ?" tanya seorang wanita paru baya dengan pakaian dokter nya .
"tubuhku sakit semua "
"oh itu wajar , punggung mu terluka parah dan juga kamu kehilangan banyak darah " ujar dokter wanita itu.
" oh benar kenalkan ,saya dokter disini , panggil saja Iris " ujar Iris
"Zoya , berapa lama aku pingsan ? "
" kamu ? oh 5 jam , sebenarnya aku tidak percaya kamu akan bangun cepat setelah begitu banyak darah yang keluar "
"jam berapa sekarang ?"
" 3 pagi "
Zoya terdiam , Sekarang sudah jam 3 pagi , bagaimana dengan ibunya , pasti sekarang ibunya sedang mengkhawatirkan nya .
" tenang saja kami sudah menghubungi ibu mu "
"Paman !"
" aku bukan pamanmu !panggil aku ketua !" ujar sang ketua dengan dingin .
Zoya hanya diam , apalagi gadis itu tidak bisa menggerakkan tubuhnya sama sekali .
"temui aku jika kau sudah lebih baik "ujar ketua pergi meninggalkan ruangan itu.
...----------------...
"ketua !" Zoya datang dengan tertatih tatih .
"oh kau sudah lebih baik ?"
" aku ingin pulang " ujar Zoya
"ingin pulang? kau tahu ini bukan tempat dimana kau bisa sesuka hati keluar dan masuk ."
"di sini memiliki aturan , kau harus di sini jika ingin menghasilkan uang , " tambah nya lagi
"...." Zoya terdiam , memang dia yang ingin bekerja di sini.
" untuk keluarga mu , tenang saja , aku akan mengirim uang untuk itu ,tapi kau tahu kau harus membayarnya nanti ! di dunia ini tidak ada yang namanya gratis"
__ADS_1
" lalu bagaimana dengan sekolahku ?!"
" kau yang memutuskan untuk bekerja di sini , jadi lakukan itu tanpa bertanya lagi , 6 bulan ! kau akan berlatih selama 6 bulan dan setelah itu kau harus mengambil misi untuk membayar utang mu "
" pergi ! jangan kecewakan aku !" ujar nya membalikkan badannya.
Zoya pergi dari ruangan itu , gadis itu terlihat bimbang dengan keputusan yang telah dia ambil.
sekarang bagaimana ? apa yang harus dia lakukan ? sekarang dia terjebak di tempat ini , tapi semuanya adalah kesalahan nya sendiri ! seharusnya dia tidak kembali ke tempat ini .
" hah.... sekarang menyesal ? ah ! yang benar saja ! "
6 bulan kemudian
seorang gadis cantik dengan balutan gaun hitam berdiri di depan sebuah rumah , gadis itu terlihat ragu untuk mengetuk pintu .
tok tok tok
" sebentar , !" saut seseorang dari dalam rumah .
" kak zo..ya ..?"
" hai ! ini kakak " Zoya tersenyum kaku melihat seorang gadis berdiri di depan nya , sang adik yang sudah lama tidak dia lihat , Grisa Raveena
gadis itu terlihat terkejut melihat kedatangan Zoya .
" zo..ya !" suara wanita paru baya terdengar, membuat Zoya menoleh , melihat tiga orang yang di sayangi nya berdiri di depan nya .
" mama !!!"
jantung Zoya berdetak kencang ketika merasakan pelukan sang ibu yang sudah lama dia rindukan , Zoya menangis menumpahkan segala kerinduan nya .
"Zoya pulang ma " ujar Zoya di sela sela tangisnya , Lily mengusap punggung Zoya sembari ikut menangis bahagia , melihat putri sulungnya kembali.
Zoya melepaskan pelukannya , memandangi wajah Lily yang sudah lama tidak dia lihat. ibunya tetap sama seperti sebelum dia pergi , masih cantik dan juga kuat , dia yakin itu . tapi entah kenapa ketika melihat ibunya kembali air matanya terus mengalir dan tidak ingin berhenti .
setelah acara pelukan selesai , Zoya kembali menuju kamarnya gadis itu membuka pintu kamar nya dan masih melihat jika kamarnya sama sekali tidak berubah , masih sama seperti terakhir kali dia lihat .
" sangat berantakan ! "
"kejutan kak , tadi di pakai sama Kayla " ujar Grisa tiba tiba.
"oh ? kenapa gak di beresin lagi ?!" tanya Zoya tiba tiba saja kesal .
" hihi , ya kirain kakak belom pulang , eh ternyata hari ini toh "
__ADS_1
" terus kalo kakak gak pulang emang kenapa ? gak bakalan kalian beresin ?"
" ya gitu deh , lagian buat apa ?" jawab Grisa pergi meninggalkan Zoya yang terdiam .
Zoya terdiam , memandangi punggung Grisa yang perlahan menghilangkan di balik pintu.
"dia gak berubah sama sekali " gumam Zoya memasuki kamarnya , gadis itu segera membersihkan kamarnya sebelum membaringkan tubuhnya .
Zoya memandangi langit langit kamarnya , seketika ingatan nya beralih ketika dia mulai di latih untuk menjadi bagian dari sebuah organisasi mafia bernama ' Red Shadow ' , organisasi bawah tanah yang sangat di cari cari oleh negara bahkan dunia .
pelatihan di tempat itu sangat kejam , bahkan sangat sangat kejam . mereka tidak akan segan segan membunuh siapapun yang mereka rasa tidak layak bahkan yang berguna sekalipun . berbagai keahlian di tuntut di sana , tidak peduli bisa atau tidak .
berada di sana benar benar seperti neraka , untuk mengisi perut saja mereka harus bertarung
belum lagi untuk tidur , mereka di tuntut untuk selalu waspada pada siapapun bahkan yang lemah sekalipun .
selama di sana Zoya benar benar merasakan yang namanya kegilaan psycho , tiada hari tanpa orang orang yang gila , apalagi ketika malam tiba rasanya seperti selalu ada bayangan yang akan terus mengintai mu dan jika lengah sedikit saja kau tidak akan tahu jika kau sudah mati .
6 bulan adalah waktu yang singkat bagi sebagian orang , tapi bagi Zoya itu adalah waktu yang sangat lama .
"hah....! gw gak bakal bisa balik lagi ! " batin Zoya menutup matanya .
"kak Zoya ! mama manggil kakak buat makan siang " seru seorang pemuda di depan pintu kamar Zoya yang terbuka .
" iya ," jawab Zoya sambil mengikuti Victor , adik laki laki Zoya .
" kapan ujian Zoya ?" tanya Lily di sela sela makannya , Zoya tersentak mendengar pertanyaan itu.
" sial ! bener , gw kan belom lulus SMA ! tinggal sebulan lagi kan ?! " gumam Zoya .
" tinggal sebulan lagi mereka bakalan ujian ma !" jawab Grisa .
" oh , gimana belajarnya di sana Zoya ? kamu bisa nangkep pelajaran nya ?" tanya Lily
"eh ,iya ma , Zoya bisa kok tenang aja " jawab Zoya sambil tersenyum paksa .
" gimana gak nangkep pelajaran ,toh kalo mati gak bakalan bisa ! "batin Zoya meringis .
" ma , Bu guru bilang kapan aku bayar SPP bulan ini ? soalnya sekarang udah hampir akhirnya bulan " seru Kayla tiba tiba , wajah Lily seketika berubah dan Zoya melihat itu.
" bentar ya mama pikir dulu " jawab Lily dengan senyuman sambil mengelus kepala Kayla .
" tapi ma kata Bu guru , kalo belum bayar Kayla gak usah ke sekolah besok " jawab Kayla dengan polos , bocah perempuan itu kembali menyendok kan makanan nya .
" haha..ya udah kalo gitu Kayla besok gak usah sekolah dulu ya ?"
__ADS_1
"gak mau , Kayla mau sekolah ! temen temen Kayla pada sekolah! kenapa Kayla enggak ?! " ujar Kayla marah , bocah itu berlari meninggalkan makanan pergi menuju kamar.
" Kayla ! nak ! "