Shadow Queen

Shadow Queen
13.


__ADS_3

Zoya menghela nafas pelan , gadis itu membaringkan kepalanya di meja sambil menatap papan tulis yang kosong , di sampingnya Dila bercerita banyak hal dengan Gebby yang setia mendengarkan cerita nya .


" Eh , Zoya ! Lo kenapa ?" Tanya Dila yang merasa Zoya tidak merespon panggilan nya .


" Uh ? Ah,,, gak ada , cuma gw ngantuk aja " jawab Zoya menatap kearah Dila .


" Ehm...pasti begadang nih anak , ngapain Lo begadang. ? Biasanya kan gak pernah. "


" Belajar ,seminggu lagi ujian , "


" Wtf , bener! Bentar lagi ujian , By lo belajar ?" Tanya Dila beralih menatap Gebby .


Gebby hanya menganggukkan kepalanya sambil tersenyum , gadis satu ini sangat jarang bicara .


" Ah ,cuma gw dong yang kagak belajar ?" Seru Dila dengan lesu gadis itu terlihat lemas karena satu satunya yang tidak belajar untuk ujian .


" Eh ,btw si Andra mana kok gak masuk ?" Bisik Dila yang kembali semangat ketika menemukan cerita baru .


" Biasanya tuh anak yang paling rajin ,kok tumben dia gak masuk!? " Bisik Dila lagi , gadis itu terlihat mencari cari keberadaan Andra .


" Emang kenapa ? , Lo kangen ya ?" Ujar Zoya tiba tiba , mata tidak ngantuk lagi ketika teringat dengan kejadian semalam .


Seingatnya semalam dia melihat Andra di antara para polisi , tapi apa mungkin dia salah lihat ?


" Dih , siapa juga yang kangen , gw udah ada pacar !" Seru Dila sambil mengibaskan rambutnya sombong membuat ketiganya tertawa kecil .


" Dih sombong yang punya pacar ~"


" Iya dong , hahaha .." tawa Dila dengan bangga nya , gadis itu menegakkan tubuhnya bangga


" By , kok diem ? Lo sakit ?" Tanya Dila yang melihat Gebby hanya diam saja .


" Gak ,gw cuma mau pulang , gw mager banget sekolah " jawab Gebby dengan menunjukan raut muka lemas .


" Lo mageran terus !!! Dari pada Lo mageran yuk ke kantin , laper gw ,bel juga udah bunyi " seru Dila dengan semangat menarik keduanya pergi menuju kantin sekolah .


Keduanya hanya bisa pasrah di seret oleh Dila


Tap


" Ikut gw "


Gibran tiba tiba saja muncul dan menarik Zoya pergi .


" Eh ,,,Lo apa apaan !? Main tarik tarik aja , lepasin gak !" Seru Dila menarik Zoya hingga genggaman Gibran terlepas .


" Pinjem bentar doang !" Seru Gibran kembali menarik Zoya tapi Dila tidak akan membiarkan nya .


"Heh ! Emang nya dia barang bisa Lo pinjam pinjam !? , Emang Lo mau ngapain hah !?"ujar Dila terlihat garang , gadis itu segera menarik Zoya ke samping nya .

__ADS_1


" Ck ! Dia dipanggil wali kelas kalian ,puas Lo? " Jawab Gibran sekena nya .


" Ng-


Zoya segera memotong perkataan Dila dan menyeret Gibran pergi setelah mendengar nada bicara Gibran .


" Dila , gw ikut dia dulu ya , tenang aja gw bentar aja kok ,nanti gw nyusul " seru Zoya tiba tiba , gadis itu tidak ingin melihat keduanya bertengkar dan lagi orang orang mulai melihat mereka.


" Gw pesen susu sama roti isi !" Teriak Zoya sambil menyeret Gibran pergi meninggalkan Dila dan Gebby .


" Ikut gw " setelah cukup jauh dan hampir dekat dengan ruang guru , Gibran tiba tiba saja menarik Zoya pergi.


" Ck ! Lo mau kemana sih !? , "


Belakang sekolah ,


" Lo harus keluar dari dunia bawah " ujar Gibran tiba tiba setelah keduanya sampai .


" Hah?!? "


Zoya tidak mengerti , kenapa Gibran tiba tiba menyuruhnya keluar , hah ! Yang benar saja !.


" Zoya , Lo gak ngerti apa apa tentang organisasi itu ,jadi mending mulai sekarang Lo keluar dari organisasi itu sebelum Lo terseret lebih jauh !" Ujar Gibran meremas pundak Zoya pelan .


" Gila gw pikir kenapa Lo ajak gw kesini ! Lo pikir gw mau !?" Ujar Zoya menyingkirkan tangan Gibran yang ada dipundaknya .


" gak bisa Ran , gw gak bisa keluar dari sana ! Seharusnya kalo mau cegah gw , Lo seharusnya cegah semalem ! Bukan sekarang ! " teriak Zoya kesal , menatap Gibran yang menampilkan wajah memelas .


" Zoya , please ! Gw mohon sama Lo , kali ini aja ! Dengerin gw sebagai sahabat lama Lo !"


" Ah....sekarang Lo mau pura pura jadi sahabat gw !? Gak bisa Ran , gw udah bilang kan gw gak bisa ! Lo paham kan maksud gw. ?"


" Gw udah masuk ke lingkaran itu , !gw gak bisa balik lagi "


" Zoya ! Lo masih bisa balik ! Belum terlambat sekarang ! Gw mohon banget sama Lo ya , please , Lo masih bisa balik !" Ujar Gibran membuat muak Zoya .


" Kenapa gw harus keluar !? Kasih alasan yang masuk akal buat gw ! Kenapa ? "


" Lo bisa kan keluar sendiri , gak harus gw ! Kalo mau keluar kenapa gak Lo aja !?" Tanya Zoya memiringkan kepalanya, tersenyum meremehkan kearah Gibran yang terdiam .


" Kenapa ? Ayo kasih gw alasan nya ! " .


" Ya , Lo tahu kan resikonya ? Gw gak mau Lo terseret terlalu dalam , Lo juga tahu kan cara kerja mereka dan sekarang mereka udah memutuskan buat hukuman Lo ! "


" Terus kenapa ? Gw gak akan mundur, dan gw akan tanggung resikonya !" Balas Zoya .


" ZOYA !!! AH....kenapa sih Lo keras kepala banget !" Seru Gibran yang frustasi melihat Zoya yang sangat kukuh .


Zoya membuang muka nya , tidak ingin melihat Gibran, pemuda ini datang dan membuat masalah sekenaknya saja untuk nya.

__ADS_1


" Zoya , ini bukan cuma buat Lo ! Tapi buat keluarga Lo juga ! Lo tahu kan !!!!! Dengan Lo masuk ke sana keluarga Lo juga bakalan ikut terseret !!!" Gibran mengguncang tubuh Zoya , mencoba menyadarkan gadis itu .


Zoya terdiam , perkataan gibran membuatnya sadar , jalan yang dia ambil pasti tidak akan mudah .


" Dengan Lo masuk ke sana , Lo udah mulai nyari musuh ! Dan musuh Lo bukan sembarang musuh ! Mereka bakalan lakuin apa pun buat musnahin atau bikin Lo menderita !dan Lo masih punya keluarga Zoya ! Lo gak bisa masuk ke sana ! Lo tahu keluarga Lo dalam bahaya !!!" Seru Gibran


"bisa gak sih Lo dengerin gw sekali aja !" ujar Gibran rendah


Plak !


Zoya menyingkirkan tangan Gibran yang ada di pundaknya dengan kasar , gadis itu menjauh dari Gibran .


" Iya gw sadar , gw sadar keluarga gw yang jadi taruhan ! Tapi apa Lo pikir gw bakalan mundur !? Gak ! Lo salah Ran , gw gak bakalan mundur !gw bakalan tetep maju , sorry gw gak bisa turutin permintaan Lo !" Ujar Zoya menundukkan kepalanya .


Gibran benar benar merasa frustasi , pemuda itu sudah tidak tahu bagaimana cara membuat Zoya mundur , gadis ini menjadi keras kepala setelah sekian lama .


" Sorry Ran , gw gak bisa dan gw gak berharap Lo bakalan ngerti , tapi gw udah nentuin jalan gw , jadi .....apapun resikonya gw bakalan terima , gw gak bisa mundur lagi " batin Zoya pergi meninggalkan gibran yang terduduk lemas .


" Zoya , please dengerin gw buat kali ini aja . Gw gak mau Lo terseret lebih jauh ..." Ujar Gibran yang hanya bisa di dengar olehnya sendiri .


.


.


.


.


.


.


" Gimana bisa yang selamat cuma dua orang ? " Teriak pria dewasa dengan murka di depan kamar rumah sakit .


Pria itu terlihat sangat kesal dengan rahang mengeras , mencaci maki dan sumpah serapah .


" Gak guna , ! Dari 30 orang cuma 2 yang selamat ! Kalian pikir ini permainan ? Hah.!!! Dan mereka sekarang koma !?" Teriak pria dengan name tag Daniel , pria dengan seragam polisi itu mengamuk .


Orang orang di sekitar terlihat takut dan saling menundukkan kepala nya, tidak ingin menjadi sasaran empuk kemarahan sang empu.


" Maaf tuan , anda tidak boleh berisik di depan kamar pasien dan lagi pasien yang bernama Andra sudah sadarkan diri ." Ujar seorang perawat memberitahu Daniel .


" Ck !" Daniel berdecak dan pergi melihat kondisi Andra


" Terima kasih suster !" Ujar para polisi yang ikut bersama Daniel tadi .


" Tidka perlu tuan , dan saya ingatkan lagi harap tenang agar kesehatan pasien tidak terganggu "


" Baik sus!"

__ADS_1


__ADS_2