Shadow Queen

Shadow Queen
02 . Traktir


__ADS_3

Zoya terlihat terburu buru pagi itu , Lily melihat anaknya yang terburu-buru segera mendekat .


"mau kemana Zoya ? kenapa pagi pagi udah rapi ? "tanya Lily


"tentu aja Zoya mau sekolah ma , dan pulang sekolah nanti Zoya bakal les ,jadi pulangnya agak malem gitu " jawab Zoya .


" Mama udah bilang kalo kamu harus istirahat Zoya , kenapa kamu ngeyel banget sih !? "


" Mama tenang aja aku gak papa kok , lagian aku baik baik aja , dokter bilang aku gak papa kan " jawab Zoya yang masih sibuk mengambil seragam karate nya .


Lily memijat kepala nya pusing melihat anak gadisnya sangat keras kepala hari ini.


" Jujur sama mama kemarin kamu kemana ? " Tanya Lily menghalangi Zoya yang hendak pergi keluar.


" Ma , Zoya udah bilang kan , Zoya cuma gak sengaja keseret tawuran ! Beneran deh ma ! Zoya gak boong !" Ujar Zoya dengan wajah memelas .


" Terus kamu tidur dimana ?" Tanya Lily yang membuat Zoya bungkam .


" Ayo jawab , kemarin tidur dimana ?"


Zoya terdiam , gadis itu memutar otaknya untuk berbohong lagi , tapi apa boleh buat otaknya sekarang sedang macet .


" Ma ! Adek udah siap ! " Seru seorang bocah kecil berusia 6thn yang mendekati keduanya , Alana Raveena .


" Alana udah siap , gada yang ketinggalan?" Tanya Lily sambil menepuk pelan kepala Alana .


" Enggak ma , Alana udah siap !" Seru bocah kecil itu , ada perasaan lega di hati Zoya ketika adiknya datang , setidaknya ibunya tidak akan bertanya tanya tentang kemarin untuk saat ini.


" Ma , Zoya pergi dulu ! Nanti pulangnya malem jadi gak usah tunggu Zoya !" Ujar Zoya berlalu pergi tanpa menunggu respon sang ibu .


" Aish...anak itu "


Di sekolah


Zoya terlihat terburu buru menaiki pagar sekolah , gadis itu telat gara gara terlalu asik melihat perkelahian orang di sebuah gang sempit menuju ke sekolah dan sekarang gadis itu telat .


" Damn ! Gara gara keasikan sendiri !" Gumam Zoya dan segera meloncat kedalam area sekolah , untung saja tidak ada siapapun karena sekarang semua siswa siswi sudah masuk kelas .

__ADS_1


Tapi sepertinya gadis itu kurang beruntung sekarang , Gibran ketua OSIS sedang berkeliling sekolah dan menemukannya .


" Hei , kamu telat ya !" Ujar Gibran tiba tiba di belakang Zoya , membuat sang empu terkejut .


" Mampus ada ketos !! "Batin Zoya .


" G-gak ! Tadi aku cuma ambil tas aku yang di sembunyiin sama temen temen aja " jawab Zoya segera .


Gibran menaikkan sebelah alisnya, menatap tak percaya dengan perkataan Zoya .


" mau jujur apa kita lihat cctv-nya ?"


" Eh beneran kok ! Gak bohong !" Ujar Zoya berani berharap Gibran percaya dengan ucapannya .


" Kalo gitu , siapa temen yang sembunyiin tas kamu ?" Tanya Gibran yang masih senantiasa bertanya.


" Nih orang lama lama bikin kesal juga ya " batin Zoya yang sudah kesal dengan sikap gibran , pemuda itu terlihat sangat menyebalkan bagi Zoya.


" Gak tau "


" Gak tahu ? Kamu serius? Kalo gak tau , saya bantu cari pelakunya ! Ayo , kelas kamu dimana ?" Ujar Gibran dengan formalnya .


" Oh ? Udah nyerah ? Kirain masih ngotot " ujar Gibran dengan senyumnya , pemuda itu terlihat sangat menikmati wajah cemberut Zoya .


" Lagian kalo kamu udah tahu kenapa tanya tanya?! "


" Mau liat aja , kamu jujur apa enggak , eh ternyata jujur toh " balas Gibran menuntun Zoya ke kelas nya .


" Eh ? Gw gak di hukum ? " Batin Zoya ketika keduanya sampai di depan kelas XII MIPA 2 .


Tok tok tok....


" Permisi Bu , ini Zoya , maaf telat soalnya tadi dia bantuin saya buat ambil buku Bu " ujar Gibran membuat Zoya terlihat tidak percaya.


" Oh ya udah , Zoya ayo masuk " ujar guru Rani.


" Nanti traktir gw ya " bisik Gibran tepat di telinga Zoya .

__ADS_1


Zoya terlihat merenggut mendengar bisikan Gibran , ternyata benar pemuda itu ada maunya .


Gibran Einstein pemuda tampan dengan tinggi 180cm itu adalah ketua OSIS sekaligus teman Zoya yang dekat sejak SMP , keduanya pisah kelas ketika masuk di bangku SMA.


Jam istirahat berbunyi , seluruh siswa keluar dari kelas menuju kantin tak terkecuali dengan Zoya , gadis itu berlari menuju kantin sekolah sebelum siswa yang lain datang yang membuat kantin itu sesak .


Setelah berhasil membeli makanan, gadis itu segera mencari tempat duduk untuk menikmati makanan nya , di dekat pojok ruangan .


Dari kejauhan Gibran melihat Zoya yang duduk sendirian dengan makanan nya , lantas pemuda itu datang menghampirinya .


" Yo , traktiran gw mana ? " Tanya Gibran yang tiba tiba saja datang .


" Uhuk !"


" Minum minum nih ,,,gak papa kan ?" Tanya Gibran sambil menggosok punggung Zoya .


" Kenapa sih suka bener ngagetin orang!? "


" Hng , maaf , jadi gimana ? Traktiran gw ?" Tanya Gibran duduk di depan Zoya .


Zoya terdiam , gadis itu segera berbalik dan meronggoh saku nya , melihat berapa nominal uangnya .


" Tinggal Sepuluh ribu ! Gimana ya nanti gw harus ke hutan ! " batin Zoya dan segera berbalik .


" Em...Lo mau gw traktir apa ?"


" Gw mau makan es krim yang ada di jalan raya , Lo tau kan ?"


Zoya lagi lagi terdiam , eskrim yang ada di jalan raya sangat mahal , dia saja belum pernah membeli eskrim di sana dan sekarang dia harus mentraktir Gibran di sana .


" Ya ? Zoya ? Lo gak keberatan kan ?" Tanya Gibran yang melihat Zoya melamun .


" Eh ? Ah , iya tapi besok ya , kalo sepulang sekolah gw gak bisa " jawab Zoya segera menghabiskan makanan dan pergi meninggalkan gibran .


Gibran dan Zoya memang berteman sejak SMP hanya saja mereka dekat dan menjadi teman karena seringnya mereka di tempatkan di kelompok yang sama dan membuat tugasnya pun selalu di rumah Gibran , karena itu Gibran tidak tahu tentang kehidupan Zoya , jadi tanpa pikir panjang pemuda itu ingin di traktir es krim mahal dekat jalan raya .


" tuh anak kenapa ya ? " batin Gibran melihat tingkah Zoya .

__ADS_1


sepulang sekolah Zoya segera pergi menuju hutan luar kota , dia masih ingat jalanya .


dengan berbekal ingatan nya , Zoya segera berlari menuju hutan luar kota . untuk ke luar kota dengan berlari tentu saja tidak mudah , apalagi jalan yang di ambil Zoya sangat panjang , gadis itu membalik rute nya sambil melatih fisiknya .


__ADS_2