
seorang satpam berjalan menuju Zoya dan Gibran yang terdiam di depan gerbang , laki laki paru baya itu bertanya dengan ramah .
" maaf tuan dan nona , ada keperluan apa ya ? " tanya sang satpam dengan sopan nya .
"eh saya ada keperluan dengan Grisa , Grisa nya ada ?" tanya Zoya
" oh ada , maaf kalian temennya nona Grisa ?"
"iya kami temannya , boleh kami masuk ?" tanya Zoya dengan hati hati .
"oh , sebentar saya kasih tahu dulu ya nona dulu ya , tunggu sebentar !" jawab sang satpam pergi meninggalkan keduanya.
"baik !"
Zoya memperhatikan bangunan itu dengan teliti sampai sang satpam datang dan memperbolehkan keduanya masuk .
keduanya di sambut oleh seorang pembantu yang menuntun kedua menuju sebuah ruang tengah dan melihat seorang yang dia kenali .
" oh lihat siapa yang datang , panggil Grisa kemari " perintah seorang wanita paru baya .
"silahkan duduk " mau tak mau Zoya duduk diikuti dengan Gibran walaupun sebenarnya gadis itu merasa enggan untuk satu ruangan dengan wanita itu .
" ada apa ? eh-?" tiba tiba seorang gadis muncul dan terlihat terkejut dengan kedatangan Zoya
" Grisa ? bagaimana kabarmu ?" tanya Zoya menatap lurus kearah adik nya itu .
Grisa tiba tiba terlihat linglung ,gadis itu memegang kepalanya dan terlihat kesakitan .
" argh !"
Zoya secara spontan berdiri ,gadis itu ingin mendekati Grisa dan memapahnya tapi Grisa malah terlihat takut dan enggan untuk mendekatinya .
" oh ,ada apa ini , sepertinya kamu tidak tahu jika anak ku ini mengalami hilang ingatan pada saat tragedi itu ." jelas Renata dengan wajah sedih yang di buat buat .
Zoya terdiam , kemudian melipat tangannya di dada nya ,gadis itu menatap tajam kearah Grisa yang menghindari kontak mata dengan nya .
"berhenti berpura pura sakit Grisa ,aku tahu kau baik baik saja! jika tidak ingin melihat ku ! kau tidak perlu berpura pura sakit kan ?" seru Zoya dengan wajah tidak suka merasa muak melihat adiknya penuh sandiwara apa lagi dengan wanita itu .
" Victor ! berhenti bersembunyi di balik tembok apa kau juga sama dengan nya tidak ingin melihat ku ?"
__ADS_1
seorang pemuda muncul sambil menggaruk kepalanya tidak gatal , merasa malu ketika ketahuan menguping .
" katakan dimana Kayla ? " tanya Zoya ketika victory telah keluar dari tempatnya .
" tidak tahu , " jawab keduanya secara bersamaan , Zoya terdiam gadis itu terlihat melirik sekitar .
" baiklah ,kalian tidak ingin pulang dengan -
swosh ..
belum sempat Zoya menyelesaikan perkataannya tiba tiba sebuah tamparan melayang kearah nya tapi dengan sigap dia menahan nya .
seorang pria paru baya dengan tatapan benci nya menatap tajam Zoya yang menahan tangannya .
" woah ,sambutan yang sangat tidak terduga- !" ujar Zoya menatap lurus pria paru baya itu .
"ayah !" tambah Zoya dengan seringaiannya , sudah tahu jika pria didepannya ini sangatlah membencinya .
dia tidak akan membiarkan siapa pun menamparnya , enak saja mereka mama nya saja tidak pernah mencubit nya apalagi menamparnya , siapa mereka ingin memukul nya ?!
" apa yang kau lakukan di rumah ku ? pergilah !" seru Gran
"aku hanya ingin menjemput kedua adik ku , apakah salah ? "
" oh aku lupa memberitahu mu kau sebenarnya bukan anak kandung ku ,kau anak tiri ku !" ujar Gran sambil duduk dan melihat ekspresi Zoya yang tenang .
" oh ? bagus lah , pantas saja kita tak mirip ternyata ayah tiri toh !" jawab Zoya yang terlihat biasa biasa saja .gadis itu ikut duduk dan menatap Gran tanpa rasa takut .
" apa lagi yang kau tunggu !? keluar dari rumah ku ?! "
"aku ingin mendengar jawaban itu dari mulut keduanya , hei ! kalian ingin ikut dengan ku ? kita akan bertemu dengan mama !" seru Zoya melihat kearah kedua adiknya .
" ma , Grisa gak mau ikut dia ! Grisa kangen sama ayah , !" seru Grisa dengan wajah sedih , Renata mengelus pelan rambut Grisa dan tersenyum manis kearah gadis itu .
" kalo gitu gak usah ,kamu pasti masih takut kan , tenang aja mama ada kok buat kamu !" balas Renata melirik kearah Zoya yang hanya terdiam .
"baiklah jika kau tidak mau ikut , Victor bagaimana dengan mu ? kau ingin tinggal atau pergi dengan ku? " Zoya beralih melihat kearah Victor yang malah memalingkan wajahnya dan melihat itu Zoya mengangguk kan kepalanya mengerti jalan yang mereka ambil .
" ku harap kalian tidak menyesal nanti , Grisa, Victor ku harap keputusan kalian baik untuk kalian ! kelak jangan cari aku , aku ...bukan kakak kalian !" seru Zoya berjalan pergi meninggalkan orang orang di sana diikuti oleh Gibran .
__ADS_1
sepanjang jalan Zoya hanya diam , gadis itu melirik keluar dari jendela mobil melihat banyaknya orang berlalu lalang di sore itu , Gibran melirik sedikit ke arah Zoya entah apa yang dia pikirkan .
"kemana kita ?"
Gibran berhenti di sebuah pantai yang tampak sunyi dan hanya ada beberapa orang yang berlalu lalang di sana , pemuda itu mencari tempat yang memang sedikit orangnya .
" ayo !" Gibran menarik tangan Zoya pelan mengikutinya , gadis itu hanya diam dan hanya menuruti kemana Gibran akan membawa nya .
setelah lama berjalan akhirnya keduanya sampai di sebuah tempat yang cukup jauh dari orang orang , Gibran melepaskan genggaman tangannya dan berbalik menatap Zoya .
" kau lelah bukan ? teriak lah , mungkin itu dapat mengurangi beban mu walaupun hanya sedikit " ujar Gibran berjalan pergi meninggalkan Zoya .
Zoya terdiam gadis itu menatap lurus kearah matahari terbenam yang menampakkan sinar indah nya ,gadis itu terkekeh sebelum tersenyum tulus dan berlari menuju bibir pantai , berteriak mengeluarkan semua beban yang pernah dia alami.
" Aahhhhh..........!!!!!!!!"
" kalian pikir aku bakalan kalah ?! mimpi !!! aku bakalan menang dan bakalan buat kalian menyesal ! liat aja nanti !!"
dari jauh Gibran memandangi Zoya yang terlihat cantik bermain dengan air pantai setelah gadis itu berteriak mengeluarkan unek-unek nya yang sempat dia pendam .
" dia terlalu memaksakan diri ." gumam Gibran berjalan mendekat kearah Zoya .
Zoya yang menyadari jika Gibran ada di dekat nya hanya saja pemuda itu diam dan hanya memperhatikan nya saja .
byuur...
"hahahaha.....hahaha...!!"
Zoya tertawa lepas ketika berhasil menarik Gibran hingga pemuda itu terjatuh dan basah kuyup , untuk beberapa saat dia terlihat seperti gadis pada umumnya .
"Zoya ?! " nafas Gibran tertahan pemuda itu terdiam dengan telinga memerah melihat senyum lebar Zoya yang tulus , rasanya seperti melihat Zoya kecil yang polos dulu .
" Gibran ?!" panggil Zoya ketika melihat Gibran hanya diam saja .
"eh ? ,kau ! kubalas kau !" seru Gibran menarik tangan Zoya tiba tiba membuat gadis itu ikut terjatuh dan basah kuyup .
" kau ! rasakan ini !!" Zoya memercik kan air ke wajah Gibran dengan dress nya sebagai tempat nya , gadis itu terlihat sangat senang menikmati waktu nya yang sekarang.
" kau sangat cantik dengan senyuman itu !" gumam Gibran.
__ADS_1
"haha ? kau bilang apa tadi ?" tanya Zoya yang tidak begitu mendengar suara Gibran .
" tidak lupakan ! rasakan pembalasan ku !" seru Gibran menarik Zoya lagi .