Shadow Queen

Shadow Queen
08. Misi


__ADS_3

sudah satu jam sejak ayah Zoya pergi , keadaan rumah terasa suram , Zoya baru saja turun ketika merasa perutnya lapar .


gadis itu pergi menuju dapur dan melihat ibunya duduk dengan pandangan kosong .


" ma, mama kenapa ?" tanya Zoya tiba tiba , Lily menoleh dan seketika tangisannya pecah .


" hiks , gimana nih nak , hiks "


" ada ma ? " tanya Zoya yang bingung .


" hiks ! rumah ini hiks , bakalan di sita kalo gak bisa bayar Zoya, hiks" ujar Lily yang tampak berantakan .


Zoya terdiam membeku ,rasa laparnya seketika hilang , sekarang apalagi ?


" maksud mama gimana ? " tanya Zoya lagi , lily menatap Zoya kemudian menundukkan kepalanya .


" papa kamu pernah minjem uang di Bank dan rumah ini sebagai jaminan , dan sekarang karena gak pernah dibayar mereka mau nyita rumah ini " jelas Lily yang merasa terpuruk . wanita itu menangis lagi mengenang bagaimana nasib mereka jika rumah ini di sita .


" memang berapa , ma ?" tanya Zoya sambil mencoba menenangkan Lily .


" 600jt ! sekarang gimana Zoya ?, hiks !" jawab Lily .


"dimana kita bakalan tinggal kalo bukan disini ?!, hiks , gimana dengan sekolah kalian !!! ah...hiks ! "


" gimana membayar utang yang besar itu ,hiks , "


"hiks , dasar pria bajingan !!! hiks ! " teriak Lily tiba tiba , wanita itu melampiaskan kesedihan dengan memaki pria yang tidak bertanggung jawab itu .


Zoya terdiam , sekarang apa yang harus dia lakukan , uang yang dia dapat kan semalam hanya tinggal 300jt , setelah membayar habis semua uang sekolahnya dan adik adiknya .


300jt tidak akan cukup untuk mempertahankan rumah mereka sekarang .


"mama tenang dulu ,pasti ada rezeki buat kita , " ujar Zoya mencoba menenangkan Lily .


" gimana mau tenang Zoya ! , tinggal seminggu Zoya ! seminggu ! " ucap Lily dengan amarah nya .


" ma , mama tenang aja , gimana kalo kita coba minta bantuan sama saudara yang lain ? ups-"


" kamu pikir mereka mau ?! , kamu pikir mereka mau bantuin kita ?! Zoya mereka gak bakalan bantuin kita , kamu tahu itu nak ,yang ada mereka pasti mau ngusir kita dari sini ! " ujar Lily mencengkram pundak Zoya dan menatap Zoya dengan tajam .


" gak ma , aku salah ngomong tadi , mama tenang aja aku bakalan kerja , pasti bisa kok pertahanin rumah ini " jawab Zoya yang mulai kewalahan menghadapi ibunya .


" gimana Zoya ? gimana ? , kamu masih kecil kamu mau kerja apa ? kamu mau jual diri ya ?!"

__ADS_1


" ma , gak gitu , aku nggak bakalan jual diri , mama mikir yang enggak enggak ! " jawab Zoya yang tidak terima dengan ucapan sang mama .


" terus apa Zoya ?! , emang kamu bisa apa ?! kamu itu cewe Zoya ! kamu pikir kamu bisa apa kalo bukan jual diri ?!" ucap Lily dengan frustasi , kepala nya terasa pecah ketika mendengar Zoya akan bekerja untuk mempertahankan rumah ini .


Zoya terdiam mendengar kata kata yang di ucapkan Lily , gadis itu seketika merasa semua mental nya runtuh . pikiran nya seketika kosong .


kosong


itulah yang di rasakan oleh Zoya sekarang , semua emosinya terasa lenyap . pikiran nya juga ikut kosong .dia bertanya tanya apa yang harus dia lakukan sekarang ?.


Zoya pergi meninggalkan ibunya yang masih menangis .


Zoya menatap Kayla yang bermain di halaman depan rumah , bocah kecil itu terlihat bahagia dengan dua mangkok plastik yang dia pegang .


bocah itu bermain sendiri tanpa ada yang mengawasinya .


" Kayla , masuk ! udah sore !" teriak Grisa dari dalam, tapi sang pemilik nama tidak mendengarkan .


"Kayla ! masuk !" ujar Zoya


Kayla yang mendengarnya segera bergegas masuk kedalam .


"ngapain kakak disana ?" tanya Kayla yang menyadari Zoya masih berada di dekat jendela ketika dia masuk .


Zoya hanya diam ,tanpa berniat menjawab pertanyaan bocah kecil itu .


" KAYLA !!!......" teriak Grisa dengan lantang , Kayla segera berlari menuju Asal suara sebelum sang pemilik mengamuk .


" APA !!!" jawab Kayla sambil berlari .


Zoya hanya memandangi Kayla yang berlalu meninggalkan nya .


" sekarang , gw harus kerja ! " batin Zoya memandangi matahari yang menghilang di gantikan dengan pekatnya malam .


" dek, nanti bilang sama mama kakak gak makan malam , kakak ada tugas jadi kalian makan dulu " ujar Zoya yang melewati Victor .


...****************...


malam benar benar pekat , Zoya menyelinap pergi lewat jendela kamarnya ketika tengah malam lewat. gadis itu mengepalkan tangannya dan pergi meninggalkan rumahnya .


sekarang sampai lah gadis itu di sebuah masion terbengkalai di tengah tengah hutan .


gadis itu memasukinya dan disambut oleh seorang butler .

__ADS_1


"ketua sudah menunggu mu , " ujarnya dengan suara dinginnya .


keduanya berjalan menuju ke lantai atas, suasana di sana sangat hening hanya suara langkah kaki yang terdengar .


ceklek


semua pandangan tertuju kearahnya , Zoya hanya diam dan ikut duduk di salah satu kursi yang tersisa .


suasana di sana sangat tegang dan dingin , tapi Zoya cukup terbiasa dengan keadaan itu, apalagi dengan tatapan tidak bersahabat dari sebagain anggota di sana .


"sepertinya adik kecil kita sudah datang , " ujar seorang pria yang duduk dengan tidak sopan nya. dia adalah salah satu anggota senior yang sepertinya membenci Zoya , nama panggilan nya ' 08 '.


" sepertinya dia merasa sombong setelah berhasil membunuh cacing kecil " ujar 07 yang sepertinya ikut membenci Zoya .


" Diamlah , sekarang ingat kalian dimana !" ujar 04 yang jengah dengan kelakuan keduanya yang menurutnya sangat kekanak-kanakan.


"cih."


" baiklah sepertinya kalian cukup menikmati waktu bersama ?" ujar seorang pria tampan dengan aura dingin yang menyertai nya .


di belakangnya dua orang pria dewasa mengiringi nya .


seluruh anggota yang ada di ruangan itu menunduk hormat ketika pria itu datang ke dalam ruangan itu .


"misi kalian kali ini adalah menyerang markas utama Rose ****gold**** ,Pastikan kalian menyapu habis markas mereka " jelas Mark asisten sang ketua .


" dan untuk mu 005 selamat karena sudah menyelesaikan tugas pertama dengan baik " ujar Mark ,.


" terima kasih , tuan " balas Zoya dan mendapatkan tatapan sinis dari kedua senior tadi


" tapi untuk misi ini , ketua hanya akan mengirim 5 orang dan mereka yang berada di lima besar yang akan melaksanakan misi ini " lanjut Mark .


Brak !


" apa maksudnya ini ?! , itu berarti apakah si pengganti 05 juga ikut ?!" seru no name 07


" 07 , jaga sikap mu " ujar Mark dengan dingin , 07 mendecak marah .


" dia hanya pemula tuan asisten , bukan kah yang seharusnya menjalankan misi ini ada para seniornya ?" seru no 08 yang juga tidak terima jika Zoya ikut dalam misi ini


" jadi menurut mu siapa yang cocok ? "


" tentu saja no 07 dan no 08 , si no 01 Masih dalam misi bukan ?" ujar 08 dengan nada sinis nya

__ADS_1


" kau cukup percaya diri untuk menentang kebijakan ketua ?"


" aku tidak berani , tapi kau tahu bukan tuan asisten , kita tidak mau akan ada no 05 yang ketiga " jawab 07 dengan tawa kecilnya .


__ADS_2