
sudah satu jam sejak ayah Zoya pergi , keadaan rumah terasa suram , Zoya baru saja turun ketika merasa perutnya lapar .
gadis itu pergi menuju dapur dan melihat ibunya duduk dengan pandangan kosong .
" ma, mama kenapa ?" tanya Zoya tiba tiba , Lily menoleh dan seketika tangisannya pecah .
" hiks , gimana nih nak , hiks "
" ada ma ? " tanya Zoya yang bingung .
" hiks ! rumah ini hiks , bakalan di sita kalo gak bisa bayar Zoya, hiks" ujar Lily yang tampak berantakan .
Zoya terdiam membeku ,rasa laparnya seketika hilang , sekarang apalagi ?
" maksud mama gimana ? " tanya Zoya lagi , lily menatap Zoya kemudian menundukkan kepalanya .
" papa kamu pernah minjem uang di Bank dan rumah ini sebagai jaminan , dan sekarang karena gak pernah dibayar mereka mau nyita rumah ini " jelas Lily yang merasa terpuruk . wanita itu menangis lagi mengenang bagaimana nasib mereka jika rumah ini di sita .
" memang berapa , ma ?" tanya Zoya sambil mencoba menenangkan Lily .
" 600jt ! sekarang gimana Zoya ?, hiks !" jawab Lily .
"dimana kita bakalan tinggal kalo bukan disini ?!, hiks , gimana dengan sekolah kalian !!! ah...hiks ! "
" gimana membayar utang yang besar itu ,hiks , "
"hiks , dasar pria bajingan !!! hiks ! " teriak Lily tiba tiba , wanita itu melampiaskan kesedihan dengan memaki pria yang tidak bertanggung jawab itu .
Zoya terdiam , sekarang apa yang harus dia lakukan , uang yang dia dapat kan semalam hanya tinggal 300jt , setelah membayar habis semua uang sekolahnya dan adik adiknya .
300jt tidak akan cukup untuk mempertahankan rumah mereka sekarang .
"mama tenang dulu ,pasti ada rezeki buat kita , " ujar Zoya mencoba menenangkan Lily .
" gimana mau tenang Zoya ! , tinggal seminggu Zoya ! seminggu ! " ucap Lily dengan amarah nya .
" ma , mama tenang aja , gimana kalo kita coba minta bantuan sama saudara yang lain ? ups-"
" kamu pikir mereka mau ?! , kamu pikir mereka mau bantuin kita ?! Zoya mereka gak bakalan bantuin kita , kamu tahu itu nak ,yang ada mereka pasti mau ngusir kita dari sini ! " ujar Lily mencengkram pundak Zoya dan menatap Zoya dengan tajam .
" gak ma , aku salah ngomong tadi , mama tenang aja aku bakalan kerja , pasti bisa kok pertahanin rumah ini " jawab Zoya yang mulai kewalahan menghadapi ibunya .
" gimana Zoya ? gimana ? , kamu masih kecil kamu mau kerja apa ? kamu mau jual diri ya ?!"
__ADS_1
" ma , gak gitu , aku nggak bakalan jual diri , mama mikir yang enggak enggak ! " jawab Zoya yang tidak terima dengan ucapan sang mama .
" terus apa Zoya ?! , emang kamu bisa apa ?! kamu itu cewe Zoya ! kamu pikir kamu bisa apa kalo bukan jual diri ?!" ucap Lily dengan frustasi , kepala nya terasa pecah ketika mendengar Zoya akan bekerja untuk mempertahankan rumah ini .
Zoya terdiam mendengar kata kata yang di ucapkan Lily , gadis itu seketika merasa semua mental nya runtuh . pikiran nya seketika kosong .
kosong
itulah yang di rasakan oleh Zoya sekarang , semua emosinya terasa lenyap . pikiran nya juga ikut kosong .dia bertanya tanya apa yang harus dia lakukan sekarang ?.
Zoya pergi meninggalkan ibunya yang masih menangis .
Zoya menatap Kayla yang bermain di halaman depan rumah , bocah kecil itu terlihat bahagia dengan dua mangkok plastik yang dia pegang .
bocah itu bermain sendiri tanpa ada yang mengawasinya .
" Kayla , masuk ! udah sore !" teriak Grisa dari dalam, tapi sang pemilik nama tidak mendengarkan .
"Kayla ! masuk !" ujar Zoya
Kayla yang mendengarnya segera bergegas masuk kedalam .
"ngapain kakak disana ?" tanya Kayla yang menyadari Zoya masih berada di dekat jendela ketika dia masuk .
Zoya hanya diam ,tanpa berniat menjawab pertanyaan bocah kecil itu .
" KAYLA !!!......" teriak Grisa dengan lantang , Kayla segera berlari menuju Asal suara sebelum sang pemilik mengamuk .
" APA !!!" jawab Kayla sambil berlari .
Zoya hanya memandangi Kayla yang berlalu meninggalkan nya .
" sekarang , gw harus kerja ! " batin Zoya memandangi matahari yang menghilang di gantikan dengan pekatnya malam .
" dek, nanti bilang sama mama kakak gak makan malam , kakak ada tugas jadi kalian makan dulu " ujar Zoya yang melewati Victor .
...****************...
malam benar benar pekat , Zoya menyelinap pergi lewat jendela kamarnya ketika tengah malam lewat. gadis itu mengepalkan tangannya dan pergi meninggalkan rumahnya .
sekarang sampai lah gadis itu di sebuah masion terbengkalai di tengah tengah hutan .
gadis itu memasukinya dan disambut oleh seorang butler .
__ADS_1
"ketua sudah menunggu mu , " ujarnya dengan suara dinginnya .
keduanya berjalan menuju ke lantai atas, suasana di sana sangat hening hanya suara langkah kaki yang terdengar .
ceklek
semua pandangan tertuju kearahnya , Zoya hanya diam dan ikut duduk di salah satu kursi yang tersisa .
suasana di sana sangat tegang dan dingin , tapi Zoya cukup terbiasa dengan keadaan itu, apalagi dengan tatapan tidak bersahabat dari sebagain anggota di sana .
"sepertinya adik kecil kita sudah datang , " ujar seorang pria yang duduk dengan tidak sopan nya. dia adalah salah satu anggota senior yang sepertinya membenci Zoya , nama panggilan nya ' 08 '.
" sepertinya dia merasa sombong setelah berhasil membunuh cacing kecil " ujar 07 yang sepertinya ikut membenci Zoya .
" Diamlah , sekarang ingat kalian dimana !" ujar 04 yang jengah dengan kelakuan keduanya yang menurutnya sangat kekanak-kanakan.
"cih."
" baiklah sepertinya kalian cukup menikmati waktu bersama ?" ujar seorang pria tampan dengan aura dingin yang menyertai nya .
di belakangnya dua orang pria dewasa mengiringi nya .
seluruh anggota yang ada di ruangan itu menunduk hormat ketika pria itu datang ke dalam ruangan itu .
"misi kalian kali ini adalah menyerang markas utama Rose ****gold**** ,Pastikan kalian menyapu habis markas mereka " jelas Mark asisten sang ketua .
" dan untuk mu 005 selamat karena sudah menyelesaikan tugas pertama dengan baik " ujar Mark ,.
" terima kasih , tuan " balas Zoya dan mendapatkan tatapan sinis dari kedua senior tadi
" tapi untuk misi ini , ketua hanya akan mengirim 5 orang dan mereka yang berada di lima besar yang akan melaksanakan misi ini " lanjut Mark .
Brak !
" apa maksudnya ini ?! , itu berarti apakah si pengganti 05 juga ikut ?!" seru no name 07
" 07 , jaga sikap mu " ujar Mark dengan dingin , 07 mendecak marah .
" dia hanya pemula tuan asisten , bukan kah yang seharusnya menjalankan misi ini ada para seniornya ?" seru no 08 yang juga tidak terima jika Zoya ikut dalam misi ini
" jadi menurut mu siapa yang cocok ? "
" tentu saja no 07 dan no 08 , si no 01 Masih dalam misi bukan ?" ujar 08 dengan nada sinis nya
__ADS_1
" kau cukup percaya diri untuk menentang kebijakan ketua ?"
" aku tidak berani , tapi kau tahu bukan tuan asisten , kita tidak mau akan ada no 05 yang ketiga " jawab 07 dengan tawa kecilnya .