
" ini yang kau sebut menyambut ?"
" Tentu saja ,menurutmu bagaimana lagi ? Kita bukanlah orang baik ! Berhenti lah mengeluh "
" Lagi pula memang begini bukan cara mainnya ?" Tambah Zoya dengan senyum tipis nya.
Ryu menepuk jidatnya menatap seorang pria paru baya yang babak belur akibat di hajar Zoya , sekarang pria itu sedang duduk sambil sesekali mengusap darah yang keluar dari mulutnya .
" Yang benar saja !"
" Aduh, sepertinya aku mulai tua hingga bisa di hajar dengan mudah oleh anak muda zaman sekarang " seru pria itu sambil tersenyum menatap kearah Zoya dan Ryu .
" Tapi apa kalian benar berpikir begitu ?" Seringai nya .
Sring
Sebuah benang tipis terlihat membuat Zoya dan Ryu terdiam .
" Sejak kapan !?" Batin Ryu tidak menyangka jika mereka sekarang terjebak , bahkan tidak bisa bergerak , jika bergerak sedikit saja mungkin dia akan terpotong oleh benang ini .
" Kenapa dia diam !? Apa sekarang dia ketakutan !?" Batin Ryu melihat kearah Zoya yang terdiam tidak bergerak .
" Sudah ku bilang ! Ini bukan acara penyambutan !!!"
" Lalu Bagaimana dengan mu pak tua ?" Zoya menyeringai , gadis itu menatap pria tua di depan nya yang terkejut .
" Sejak kapan gadis itu ..!?"
Mata pria paru baya itu membulat sempurna ,tidak menyangka akan ada jarum jarum kecil di tubuhnya .
Dia tidak menyangka jika tubuhnya tidak bisa digerakkan , rasa sakit seperti di gigit semut kian meningkat ketika waktu terus berlalu ,.dan perlahan lahan rasa sakit itu menjadi hilang tapi tubuhnya terasa berat dengan kulit yang cepat melunak .
" Nah pak tua ,kita lihat siapa yang akan menyerah lebih dulu ! Kau yang akan meleleh atau aku yang akan terpotong !?" Seru Zoya dengan senyum jahatnya .
" Sayang sekali pak tua , waktu mu habis dan aku yang menang " ujar Zoya yang melihat pria paru baya itu berusaha menarik benang nya namun kulitnya yang perlahan melemah menjadi halangan .
Perlahan lahan tenaganya berkurang , bahkan untuk mengangkat jari nya saja dia tidak bisa . Setiap bergerak rasa sakit luar biasa akan menyerang dan itu akan mempercepat proses pembusukan pada tubuhnya .
" Sepertinya kau tidak bisa di ajak bekerja sama , mantan pasukan khusus Korea Utara ! "
Zoya mendekati mayat yang perlahan lahan menjadi cair , gadis itu memperhatikan nya dengan seksama sebelum pergi menuju target berikutnya .
"Ayo pergi , memang ya ! Orang tua tidak bisa di ajak berkompromi !"
Ryu hanya bisa menghela nafas , apa begitu cara nya bernegosiasi !? Yang benar saja ! Zoya sekarang benar benar berbeda , apa yang salah dengan otaknya !? Apakah dia salah makan sesuatu ?.
Lee woochang seorang mantan anggota pasukan khusus Korea Utara yang pensiun , orang itu kebetulan ada di negara Jepang untuk melaksanakan tugas akhirnya sebelum benar benar Pensiun.
Sayang sekali dia bertemu Zoya yang tidak tahu cara negosiasi , gadis itu hanya sekali melihat para seniornya bernegosiasi dengan orang orang yang tidak patuh dan mereka melakukan nya dengan cara yang cukup menyakitkan , sepertinya cara negosiasi Zoya di ambil dari para seniornya .
__ADS_1
Sayang sekali orang sepertinya malah mati akibat racun , padahal keahlian nya bukan main main jika di pertarungan asli .
" Jadi kemana lagi kita ?" Tanya Ryu berjalan di belakang Zoya , keduanya keluar dari dalam gang itu .
" Apa kau memiliki uang ?" Tanya Zoya menoleh ke arah Ryu yang terlihat bingung .
" Hah ? "
Jalan kota Y
Seorang pemuda berusia 18 tahun terlihat mengakut beberapa bata di bawah teriknya matahari , beberapa kali pemuda itu mengusap air keringat nya yang mengalir .
" Hajin , kemari lah! Saatnya istirahat !" Seru seorang pria paru baya sambil melambaikan tangannya kearah pemuda itu .
" Baik aku datang !" Seru nya segera bergegas pergi setelah meletakkan bata di tempatnya .
Tidak jauh dari sana, terlihat sebuah mobil hitam terparkir di pinggir jalan dan terlihat dua orang memperhatikan dari sana .
" Itu target kita selanjutnya , dia adalah kim Hajin seorang tentara Korea Utara yang kabur setelah melakukan pembantaian terhadap rekan rekan nya , berhati hatilah dia lincah ."
" aku tahu itu ,tapi bukankah dia masih terlalu muda ? dia seperti berusia 18 tahun !"
" dia memang muda ,tapi dia berbakat !"
" Baiklah , aku akan ke sana " balas Ryu keluar dari mobil .
" Untuk apa ini !?apa kau lapar !?"
" Bawa saja , ayo pergi ."
Keduanya masuk ke area kontruksi dan pergi menuju tempat Hajin berada .
beberapa pekerja konstruksi terlihat berkumpul dan beristirahat sambil memakan bekal mereka masing masing .
"kau yakin itu dia ? dia terlihat seperti seorang bocah SMA yang baru puber !" seru Ryu
" itulah kenapa banyak yang mati di tangan nya , jalan sampai terkecoh dengan wajahnya yang manis itu !"
" eh. ..? kau bisa juga mengatakan kata itu !"
" seja-
swos
sebuah serangan melesat dari atas keduanya , Zoya dan Ryu segera menyingkir tapi serangan lanjutan kembali datang menghampiri Zoya .
sring ..tak
"siapa kalian ?! apakah kalian dari atas sana?!" suara nya terdengar tertahan dengan mata tajam menatap Zoya
__ADS_1
" bukan , bagaimana jika kau mendengarkan nya dulu ,mungkin kau akan tertarik ? " balas Zoya sambil menangkis serangan yang datang .
" hei ! bisakah kalian berhenti ? orang orang mulai datang kesini !" seru Ryu melihat beberapa orang mulai menuju ke tempat mereka .
" tidak ada yang perlu di bicarakan ! lebih baik kalian mati saja di tangan ku !" seru nya semakin gencar mengincar Zoya .
" kau sedang melarikan diri bukan , kami bisa menjamin mu tidak akan tertangkap . tapi dengan syarat kau akan ikut dengan kami , bagaimana ?!" seru Zoya berada di belakang Hajin
Hajin berhenti bergerak ketika sebuah belati tajam berada beberapa cm dari lehernya .
" woah ...bisakah kita berbicara ? "
" menurut mu ? " balas Zoya mendekat kan belatinya menyentuh leher Hajin .
" baiklah aku setuju! aku akan ikut kalian !" ujar nya
" bagus ,ini makan lah !" ujar Zoya sambil melemparkan sebungkus roti kearah Hajin .
daerah khusus distrik k
" apa yang akan kita lakukan ? berapa lama kita akan menunggu ?! ini sudah 2 jam !" seru Yuji merasa jengah .
Harumi di sampingnya hanya tersenyum sambil memukul kepala Yuji .
bugh
" aw ..sakit ! apa yang kau lakukan ?! " seru nya sambil mengusap pelan kepalanya yang terasa sakit .
" diam lah , sebentar lagi mereka akan datang ! hubungi nona sekarang !"
" baiklah !"
Tut
" kau mendengarnya queen ? " tanya Yuji sambil memasang earphone nya .
" ya ini masuk ! tapi sejak kapan aku menjadi queen ?"
" ada apa ,? apa kalian mendapatkannya ?" tanya Zoya di sebarang .
" tidak , mereka belum datang ! bagaimana dengan di sana ? kalian mendapatkannya ?"
" ya ,di sini selesai ! kami akan pergi mencari yang lainnya ! katakan pada ku jika kalian sudah selesai !"
" kita harus bergerak cepat ! pastikan kalian membereskan bagian kalian !" tambah Zoya .
" baik , tenang saja ! tapi apakah kau yakin dengan cara ini ?"
" tidak ada waktu untuk ragu ! jika kau ingin mundur , mundur lah sekarang !" balas Zoya tegas .
__ADS_1