
Malam yang penuh dengan teriakan dan bau anyir darah seakan menjadi teman untuk malam tanpa bulan itu .
teriakkan kesakitan dan suara tembakan yang saling menyahut seakan menjadi melodi , menemani mereka .
kesadisan dan kekejaman anggota Zoya seakan menjadi momok yang menakutkan bagi para musuh . mereka tidak dapat berkutik ketika perlahan lahan tenaga mereka habis sedangkan para musuh datang sambil menyeringai seakan mendapatkan mainan baru.
pasrah dan putus asa , itulah yang di rasakan para anggota mafia Akemi , mereka sudah tidak dapat melawan lagi , tenaga mereka seakan hilang menguapkan dan rekan rekan yang lain menggila .
para petinggi mereka hanya tersisa kepala saja yang di seret , sedangkan tubuh mereka di biarkan begitu saja .
ketakutan dan kengerian seakan menghantui mereka , seakan terus datang dan terus menempeli mereka , tidak ingin hilang seperti bayangan .
" aaarrhhh.......!!!!"
Akemi berakhir dengan mencekik leher nya sendiri sampai mengeluarkan busa , di tubuhnya terdapat banyak sayatan pisau dan cakaran tangan , pria tua itu mati mengenaskan akibat kehabisan darah dan oksigen .
" kau meracuninya queen ? tapi sejak kapan ?" tanya Chung-Hee melihat Akemi yang telah mati .
mungkin sekarang Zoya sudah tidak mempermasalahkan lagi soal panggilan nya , di bilang bagaimana pun lagi para anggotanya tidak akan mendengarkan nya .Zoya menatap miring Chung-Hee kemudian melihat kearah Akemi .
" kau terlalu lama, sebentar lagi akan fajar , katakan pada yang lain kita akan pulang dan jangan lupa bereskan ! " perintah Zoya
Chung-Hee menatap lama punggung Zoya yang menjauh , pria itu terdiam dengan semua yang Zoya lakukan .
sulit di percaya seorang gadis yang bahkan belum genap berusia 25 tahun itu berhasil membangun sebuah organisasi , bagaimana mungkin ada monster sepertinya ? .
" ah, apa aku merendahkan diri ku sendiri? jika orang seperti ku saja ada bagaimana dengan yang di atas nya ? benar benar , di atas langit masih ada langit "
di sisi lain
seorang pemuda terlihat menatap jauh kearah laut luas , mata pemuda itu terlihat merindukan sosok yang dia nanti .
" hei,apa kau tidak merindukan ku ? apa di sana sangat menyenangkan ? pulanglah ,aku merindukan mu " bisik Gibran
beberapa saat berdiri lama , seseorang datang dan menghampiri nya .
" apa yang kau lakukan disini? sudah lama kau berdiri , pulanglah kau tidak akan menemukan nya !" seru Azel sambil menepuk pelan bahu Gibran .
Gibran terdiam , sedetik kemudian di memalingkan pandangannya kearah laut lagi .
" tidak , aku yakin dia akan kembali ! dan aku akan menunggu nya!" balas Gibran pergi meninggalkan Azel .
__ADS_1
Azel menatap punggung Gibran yang perlahan menjauh , sejak kepergian Zoya , Gibran terlihat murung dan jadi lebih kaku , pemuda itu terlihat lebih tidak berperasaan di bandingkan dulu , sepertinya kepergian Zoya mengguncang nya .
sudah lama dia tidak melihat Gibran terlihat murung , sejak kecil laki laki itu tidak pernah tersenyum ,tapi sejak dia masuk SMP perlahan lahan Gibran menjadi sering tersenyum, seringkali Azel memergokinya senyum senyum sendiri sambil melihat buku , entah apa yang merasukinya tapi sepertinya Gibran sedang masuk asmara .
" eh , Lo kenapa ? kesurupan? " tanya Azel mendekati Gibran yang segera menutupi bukunya .
" eh , gak ada , ngapain kesini ?"
" enggak sih ,tadi cuma lagi liatin orang gila yang ketawa ketiwi sendiri , pasti ada apa apanya ini !" seru Azel curi curi melihat buku Gibran , laki laki itu menyadari nya dengan segara dia menyembunyikan nya di belakang punggung .
" ck ! Lo mau tahu aja sih ! udah Sono pergi !!" usir Gibran berjalan pergi .
Azel hanya bisa mengendikkan bahunya kemudian pergi , walaupun masih penasaran .
tak lama setelah itu Zoya datang dan menjawab semua pertanyaan Azel , dia tidak menyangka ternyata Gibran diam diam menyukai seorang gadis .
semua nya terlihat ketika mereka di kumpulan untuk saling mengenal anggota baru .
" ck ! Gibran Gibran ." gumam Azel ikut menyusul Gibran .
Ting
Azel datang dengan tergesa gesa , laki laki itu menepuk pundak Gibran dan menganggukkan kepalanya ,seakan mengerti keduanya berlari meninggalkan tempat mereka .
di vila terlihat Zyan dan yang lainnya duduk menunggu anggota mereka yang belum datang , tidak jauh dari sana Diego duduk dengan tenang menatap anak anak yang sudah di didiknya .
ceklek
" maaf , kami terlambat " seru Azel dan gubran secara bersamaan .
Diego menatap satu persatu anak anak nya dan seperti yang diketahui anak anaknya hanya tersisa sembilan orang .
" kalian sudah mengetahui nya kan kenapa aku mengumpulkan kalian ?" seru Diego menatap mereka .
" ya !"
" baiklah ,karena kalian juga sudah mengetahui nya ,persiapkan diri kalian! dua hari lagi kit akan menentukan peringkat kalian dan aku juga ingin mengenalkan satu anggota baru kita !"
mata Diego menatap kearah Gibran , pemuda itu hanya berwajah datar tanpa ekspresi sama sekali.
" Agustin , panggil anak itu " perintah Diego setelah melihat Gibran.
__ADS_1
" baik tuan , Leon ! masuk !" seru Austin.
seorang laki laki berusia 25 tahun datang , pria tampan itu berasal dari negara B terlihat dari bentuk wajahnya .
" sekarang dia adalah salah satu anggota baru kita, dan dia juga akan mengikuti penentuan peringkat "
" apa maksudnya ini ?! bagaimana dengan 05 ?!" seru Gibran tiba tiba , wajah Gibran terlihat gelap .
Diego diam menatap Gibran yang terlihat emosi dengan wajah datarnya .
" 04 ,sopan lah terhadap ketua !" seru Mark seakan ingin menghajar Gibran .
" 04, kau harus sadar jika 05 telah tereliminasi " seru Diego bersandar di kursinya .
" apa maksud mu ketua ?! jadi kau ingin melepaskan 05 begitu saja?!"
"04 ! dimana sopan santun mu ?!" bentak Mark dengan rahang mengeras .
" hentikan 04, kau harus tenang !" bisik Azel menarik tangan Gibran .
Gibran menarik tangan nya , laki laki itu terlihat marah dengan rahang mengeras , sekarang laki laki itu memperlihatkan emosinya .
" kau tidak bisa begitu bukan !! bahkan tubuhnya saja belum di temukan !!" bentak Gibran
"kalian pergilah , " ujar Diego melihat Gibran yang tampak tidak terkendali .
" tapi tuan ? "
" pergilah Mark , tinggalkan kami berdua "
Mark tampak ingin mengucapkan sesuatu tapi pria itu urungkan dan pergi meninggalkan keduanya .
" hah...semoga semua baik baik saja "
tapi sepertinya doa Mark tidak terkabul , baru saja pria itu selesai menutup pintu dengar suara gebrakan kuat .
.
.
Tangan ente nganggur kan ..( ՞ਊ ՞)→
__ADS_1