
di gelap nya malam sesosok hitam terlihat oleh cahaya bulan di balik tirai di sebuah ruangan yang gelap , sosok itu hanya diam sampai seseorang masuk dan terkejut dengan bayangan manusia di balik tirai itu .
Grisa terdiam kaku , tidak dapat bergerak merasa takut walaupun hanya untuk berteriak .
swosh .
tirai tersibak memunculkan Zoya yang duduk tenang menatap kearah Grisa yang syok dengan kedatangannya .
"k-kakak?"
" bagaimana bisa dia berada di kamar ku !? " batin Grisa takut , melihat Zoya berada di kamarnya
"kau masih bisa menyebutku kakak ? padahal siang tadi kau tidak menyebutku seperti itu !" ujar Zoya dengan nada datarnya . gadis itu duduk sambil menatap Grisa tajam .
" ha-haha...kau memang buka kakak ku kan ? kau hanya kakak tiri !" seru Grisa mencoba berani tapi sebenarnya gadis itu takut , hanya saja gengsi nya tinggi .
"apa yang ingin kau lakukan disini ? kau ingin mencuri -!"
"ha !kau sungguh lucu , aku mencuri yang benar saja kamu ! "
" lalu apa jika bukan ingin mencuri ?! kau miskin kan ? malam malam ke rumah orang tidak takut ku panggil polisi ?!" seru Grisa dengan nada mengejek.
" jadi kau ke sini hanya untuk menikmati harta ? kau bahkan sampai mengabaikan mama !?!" ujar Zoya tak percaya .
Grisa memutar bola matanya malas , gadis itu melipat tangannya dan menatap santai ke arah Zoya .
" terus ? lagian kenapa ? aku tuh udah capek tahu ! kenapa gak dari dulu aja aku ikut papa ?! "
" kau sudah tidak tertolong lagi , bagaimana pun mama masih lah ibu kandung mu ! " ucap Zoya dengan nada miring , gadis itu serasa ingin mencakar Grisa .
" tidak ! siapa juga yang mau mengakui nya ?! dia bahkan jarang membelikan ku pakaian baru ! sekarang aku tidak membutuhkannya ! sekarang aku sudah memiliki ibu baru ,jadi jangan sebut ibu mu itu ibuku ! " teriak Grisa tidak ingin mengakui Lili sebagai ibunya .
Zoya membeku , perkataan Grisa membuatnya tidak percaya jika gadis lemah itu mampu mengatakan kata kata seperti itu , bahkan pada ibunya sendiri .
" kau ! - baik Grisa ! ingat perkataan mu ini ! jangan sampai kau menyesal kelak ! " ujar Zoya pergi , tidak ada gunanya berdebat dengan Grisa lagi , gadis itu sudah kukuh terhadap perkataan nya .
" sial ! dasar anak haram ! " batin Grisa mengepalkan tangannya .
__ADS_1
...----------------...
"Zoya ? Lo dari mana aja tadi ? " tanya Gibran dengan bahasa santainya , ketika melihat Zoya muncul , pemuda itu menyilangkan tangannya menatap Zoya yang masuk lewat jendela .
" jalan jalan ! "
" jalan jalan ? di tengah malem ? Lo kayaknya sekarang udah ada kebiasaan aneh deh !lagian pintu ada di sana ! kenapa Lo masuk lewat jendela ?! " ujar Gibran duduk dan memperhatikan Zoya yang mengutak-atik laptop nya .
Gibran menghela nafasnya , pemuda itu berjalan mendekat ketika Zoya menghiraukannya dan mengacak acak rambut Zoya membuat sang empu mendongkak kesal kearahnya .
" sorry ya , gw belum bisa lacak keberadaan Tante Lili sama Kayla " seru Gibran membuat Zoya mengangguk , gadis itu kembali fokus pada layar laptop nya .
" gak papa , mending Lo istirahat ! gak baik begadang Loh.."
" Lo begadang juga , emang kenapa gw gak boleh ? "
"terserah Lo aja !" ujar Zoya kembali fokus pada kegiatannya ,. mengabaikan Gibran yang terkekeh pelan .
keesokkan harinya Zoya terbangun , menatap langit langit kamarnya dengan banyak pikiran , gadis itu ingin mencari tentang identitas nya , tapi tidak mungkin dia mencarinya ke rumah yang sudah hangus terbakar .
sampai sekarang dia masih tidak mengerti dengan apa yang akan dia ambil ,langkahnya terasa berputar sejak gadis itu masuk dan terjebak di kegelapan , semua nya terasa rumit dan satu persatu masalah datang menghampiri nya .
setelah berpikir lama , Zoya turun dan pergi ke dapur ketika merasakan perutnya minta di isi , gadis itu mengeledah isi kulkas dan tidak menemukan makanan yang bisa di makan sekarang . akhirnya Zoya memutuskan untuk memasak .
" udah lama juga gw gak masak , gimana rasanya ya ?" batin nya pada diri sendiri .
Gibran baru saja selesai mandi dan segera turun menuju kamar Zoya untuk membangunkan pemilik kamar itu ,tapi tidak mendapatkan sahutan dari sang empu .
"apa udah bangun " gumam Gibran pergi meninggalkan kamar Zoya . pemuda itu pergi menuju dapur ketika mencium sesuatu dari sana.
Gibran duduk menatap kearah Zoya yang sedang serius memasak .
" gw boleh makan !? " tanya Gibran ketika gadis itu menata masakan nya , terlihat menggiurkan untuk di makan apa lagi perut nya sudah demo minta di isi .
" kenapa bertanya ? ya makan lah , !" seru Zoya duduk dan mulai memasukkan nasi ke mulut nya .
sedangkan Gibran dengan lahap menyantap makanan nya , tapi pemuda itu berhenti menyuapi makanan nya , Gibran memperhatikan masakan telur yang di buat Zoya dengan seksama sebelum menyingkirkan nya di sisi piring lain dan kembali menyantap makanan nya .
__ADS_1
Zoya yang memperhatikan itu bertanya tanya apa yang dilakukan oleh Gibran .
"Lo gak suka ?!" tanya Zoya menatap masakan telur nya yang tidak tersentuh .
" ha? suka kok ,masakan Lo enak !" jawab Gibran sekena nya .
" itu telur kok gak di makan ? emang gak enak ?" tanya Zoya mengambil sesendok telur dan makanan .
" uhuk ! ! " Zoya terbatuk ketika merasakan rasa dari masakan pertama nya , rasa nya sangat asin sampai membuat mulutnya terbakar .
" nih minum !" ujar Gibran menyerahkan segelas air putih kepada Zoya dan dengan cepat gadis itu menyambar nya .
" hah....asin !" ujar nya pelan sedangkan Gibran tertawa kecil .
" kenapa gak bilang ?! " kesal Zoya
" ya ,gw pikir Lo tahu ! lagian kan Lo yang masak" jawab Gibran tak mengerti , pemuda itu menggelengkan kepalanya sedangkan Zoya hanya mengendus kesal .
" sekarang Lo bakal ngapain ? " tanya Gibran sambil mencuci piring bekas makan mereka sedangkan Zoya nampak termenung .
" Lo bakal cari Tante ? " tanya Gibran lagi .
" iya , tapi prioritas gw cari Kayla dulu ! gw khawatir banget sama dia , mana masih kecil lagi !" jawab Zoya
" Lo inget gak waktu gw minta tolong Lo selidiki web yang gw kasih ?" tanya Zoya mengutak-atik ponselnya .
" iya , kayaknya itu organisasi pembunuh bayaran yang bergerak cuma buat orang kaya , tapi nerobos ke sana sama aja cari mati kalo dengan kemampuan Lo yang sekarang , lagian Lo juga sendiri " balas Gibran duduk di depan Zoya setelah selesai dengan kegiatannya.
" gimana kalo gw masuk buat jadi anggota mereka ? "
" Lo gila ? tua bangka itu pasti gak bakalan ngizinin Lo buat masuk ke sana ! " seru Gibran
Gibran benar , Diego tidak akan menyerah begitu saja pada nya setelah lama pria itu melatih nya , dengan kemampuan nya yang sekarang dia layak berada di posisi ke 5 dengan stabil .
" dengerin! kalo Lo mau masuk ke sana ! Lo harus buat kekuatan Lo sendiri ! tapi inget jangan sampai tua tua ****** itu tahu !" bisik Gibran dengan cepat.
" Lo kayaknya benci banget ya sama mereka ?"
__ADS_1
" biasanya nih orang gak kayak gitu kenapa bisa benci banget sama tetua tetua itu ?" batin Zoya merasa heran .