Shadow Queen

Shadow Queen
22. mencari


__ADS_3

di gelap nya malam sesosok hitam terlihat oleh cahaya bulan di balik tirai di sebuah ruangan yang gelap , sosok itu hanya diam sampai seseorang masuk dan terkejut dengan bayangan manusia di balik tirai itu .


Grisa terdiam kaku , tidak dapat bergerak merasa takut walaupun hanya untuk berteriak .


swosh .


tirai tersibak memunculkan Zoya yang duduk tenang menatap kearah Grisa yang syok dengan kedatangannya .


"k-kakak?"


" bagaimana bisa dia berada di kamar ku !? " batin Grisa takut , melihat Zoya berada di kamarnya


"kau masih bisa menyebutku kakak ? padahal siang tadi kau tidak menyebutku seperti itu !" ujar Zoya dengan nada datarnya . gadis itu duduk sambil menatap Grisa tajam .


" ha-haha...kau memang buka kakak ku kan ? kau hanya kakak tiri !" seru Grisa mencoba berani tapi sebenarnya gadis itu takut , hanya saja gengsi nya tinggi .


"apa yang ingin kau lakukan disini ? kau ingin mencuri -!"


"ha !kau sungguh lucu , aku mencuri yang benar saja kamu ! "


" lalu apa jika bukan ingin mencuri ?! kau miskin kan ? malam malam ke rumah orang tidak takut ku panggil polisi ?!" seru Grisa dengan nada mengejek.


" jadi kau ke sini hanya untuk menikmati harta ? kau bahkan sampai mengabaikan mama !?!" ujar Zoya tak percaya .


Grisa memutar bola matanya malas , gadis itu melipat tangannya dan menatap santai ke arah Zoya .


" terus ? lagian kenapa ? aku tuh udah capek tahu ! kenapa gak dari dulu aja aku ikut papa ?! "


" kau sudah tidak tertolong lagi , bagaimana pun mama masih lah ibu kandung mu ! " ucap Zoya dengan nada miring , gadis itu serasa ingin mencakar Grisa .


" tidak ! siapa juga yang mau mengakui nya ?! dia bahkan jarang membelikan ku pakaian baru ! sekarang aku tidak membutuhkannya ! sekarang aku sudah memiliki ibu baru ,jadi jangan sebut ibu mu itu ibuku ! " teriak Grisa tidak ingin mengakui Lili sebagai ibunya .


Zoya membeku , perkataan Grisa membuatnya tidak percaya jika gadis lemah itu mampu mengatakan kata kata seperti itu , bahkan pada ibunya sendiri .


" kau ! - baik Grisa ! ingat perkataan mu ini ! jangan sampai kau menyesal kelak ! " ujar Zoya pergi , tidak ada gunanya berdebat dengan Grisa lagi , gadis itu sudah kukuh terhadap perkataan nya .


" sial ! dasar anak haram ! " batin Grisa mengepalkan tangannya .

__ADS_1


...----------------...


"Zoya ? Lo dari mana aja tadi ? " tanya Gibran dengan bahasa santainya , ketika melihat Zoya muncul , pemuda itu menyilangkan tangannya menatap Zoya yang masuk lewat jendela .


" jalan jalan ! "


" jalan jalan ? di tengah malem ? Lo kayaknya sekarang udah ada kebiasaan aneh deh !lagian pintu ada di sana ! kenapa Lo masuk lewat jendela ?! " ujar Gibran duduk dan memperhatikan Zoya yang mengutak-atik laptop nya .


Gibran menghela nafasnya , pemuda itu berjalan mendekat ketika Zoya menghiraukannya dan mengacak acak rambut Zoya membuat sang empu mendongkak kesal kearahnya .


" sorry ya , gw belum bisa lacak keberadaan Tante Lili sama Kayla " seru Gibran membuat Zoya mengangguk , gadis itu kembali fokus pada layar laptop nya .


" gak papa , mending Lo istirahat ! gak baik begadang Loh.."


" Lo begadang juga , emang kenapa gw gak boleh ? "


"terserah Lo aja !" ujar Zoya kembali fokus pada kegiatannya ,. mengabaikan Gibran yang terkekeh pelan .


keesokkan harinya Zoya terbangun , menatap langit langit kamarnya dengan banyak pikiran , gadis itu ingin mencari tentang identitas nya , tapi tidak mungkin dia mencarinya ke rumah yang sudah hangus terbakar .


sampai sekarang dia masih tidak mengerti dengan apa yang akan dia ambil ,langkahnya terasa berputar sejak gadis itu masuk dan terjebak di kegelapan , semua nya terasa rumit dan satu persatu masalah datang menghampiri nya .


setelah berpikir lama , Zoya turun dan pergi ke dapur ketika merasakan perutnya minta di isi , gadis itu mengeledah isi kulkas dan tidak menemukan makanan yang bisa di makan sekarang . akhirnya Zoya memutuskan untuk memasak .


" udah lama juga gw gak masak , gimana rasanya ya ?" batin nya pada diri sendiri .


Gibran baru saja selesai mandi dan segera turun menuju kamar Zoya untuk membangunkan pemilik kamar itu ,tapi tidak mendapatkan sahutan dari sang empu .


"apa udah bangun " gumam Gibran pergi meninggalkan kamar Zoya . pemuda itu pergi menuju dapur ketika mencium sesuatu dari sana.


Gibran duduk menatap kearah Zoya yang sedang serius memasak .


" gw boleh makan !? " tanya Gibran ketika gadis itu menata masakan nya , terlihat menggiurkan untuk di makan apa lagi perut nya sudah demo minta di isi .


" kenapa bertanya ? ya makan lah , !" seru Zoya duduk dan mulai memasukkan nasi ke mulut nya .


sedangkan Gibran dengan lahap menyantap makanan nya , tapi pemuda itu berhenti menyuapi makanan nya , Gibran memperhatikan masakan telur yang di buat Zoya dengan seksama sebelum menyingkirkan nya di sisi piring lain dan kembali menyantap makanan nya .

__ADS_1


Zoya yang memperhatikan itu bertanya tanya apa yang dilakukan oleh Gibran .


"Lo gak suka ?!" tanya Zoya menatap masakan telur nya yang tidak tersentuh .


" ha? suka kok ,masakan Lo enak !" jawab Gibran sekena nya .


" itu telur kok gak di makan ? emang gak enak ?" tanya Zoya mengambil sesendok telur dan makanan .


" uhuk ! ! " Zoya terbatuk ketika merasakan rasa dari masakan pertama nya , rasa nya sangat asin sampai membuat mulutnya terbakar .


" nih minum !" ujar Gibran menyerahkan segelas air putih kepada Zoya dan dengan cepat gadis itu menyambar nya .


" hah....asin !" ujar nya pelan sedangkan Gibran tertawa kecil .


" kenapa gak bilang ?! " kesal Zoya


" ya ,gw pikir Lo tahu ! lagian kan Lo yang masak" jawab Gibran tak mengerti , pemuda itu menggelengkan kepalanya sedangkan Zoya hanya mengendus kesal .


" sekarang Lo bakal ngapain ? " tanya Gibran sambil mencuci piring bekas makan mereka sedangkan Zoya nampak termenung .


" Lo bakal cari Tante ? " tanya Gibran lagi .


" iya , tapi prioritas gw cari Kayla dulu ! gw khawatir banget sama dia , mana masih kecil lagi !" jawab Zoya


" Lo inget gak waktu gw minta tolong Lo selidiki web yang gw kasih ?" tanya Zoya mengutak-atik ponselnya .


" iya , kayaknya itu organisasi pembunuh bayaran yang bergerak cuma buat orang kaya , tapi nerobos ke sana sama aja cari mati kalo dengan kemampuan Lo yang sekarang , lagian Lo juga sendiri " balas Gibran duduk di depan Zoya setelah selesai dengan kegiatannya.


" gimana kalo gw masuk buat jadi anggota mereka ? "


" Lo gila ? tua bangka itu pasti gak bakalan ngizinin Lo buat masuk ke sana ! " seru Gibran


Gibran benar , Diego tidak akan menyerah begitu saja pada nya setelah lama pria itu melatih nya , dengan kemampuan nya yang sekarang dia layak berada di posisi ke 5 dengan stabil .


" dengerin! kalo Lo mau masuk ke sana ! Lo harus buat kekuatan Lo sendiri ! tapi inget jangan sampai tua tua ****** itu tahu !" bisik Gibran dengan cepat.


" Lo kayaknya benci banget ya sama mereka ?"

__ADS_1


" biasanya nih orang gak kayak gitu kenapa bisa benci banget sama tetua tetua itu ?" batin Zoya merasa heran .


__ADS_2