
...Ryu dan Yuji...
...elang kembar dari Eagle claws...
...Harumi...
...dokter dari Eagle claws...
...kim Hajin...
...18thn , tentara Korea Utara yang sedang melarikan diri , dalam proses pencarian ....
...Mizuki dan Hiro...
...mantan assassin kelas atas yang pensiun ....
...Satoru...
...prajurit Jepang yang di keluarkan secara sepihak ....
...Ae-Ri...
...penembak jitu...
...Brian...
...Assassin kelas atas...
...Clara and Calvin...
...pembunuh bayaran...
...Chung-Hee...
...Assassin korea Selatan...
...Shiro ,Ichiro,Ryota...
...para mantan ketua yang kalahkan Zoya...
sekian perkenalan
" ada yang ingin ku sampaikan ,jadi dengarkan baik baik !" seru Zoya menatap datar para anggota nya .
"malam ini kita akan memperluas jaringan kita , jadi bersiap lah dan naikkan peringkat kita !"
" bagi yang menolak , kalian bisa mengirim mereka ke raja Yama !"
" kalian bisa pergi !" seru Zoya setelah selesai , gadis itu pergi tanpa menanyakan pendapat para anggotanya .
orang orang di sana saling bertatapan kemudian beberapa dari mereka pergi.
" hah....mau berapa kali pun aku masih tidak terbiasa , dia terlalu muda bukan ?" seru Brian tiba tiba , pemuda itu menyandarkan tubuhnya dengan tangan menahan kepalanya .
" tapi kau tetap kalah dari nya bukan ,? haha. ..." ejek Calvin sambil membersihkan pisau nya .
__ADS_1
" kau juga kalah !" sahut Clara membuat Calvin menatap tak percaya ke arah sang kekasih.
"fftt .. . seperti nya pacarmu juga mengejek mu" seru Brian dengan tawa renyahnya
wajah Calvin tampak merah menahan malu , laki laki itu mendekati sang pacar dengan wajah memelas .
" baby ,,,kau mengejek ku ??" serunya dengan nada lemah , mencoba mencari rasa kasian Clara
"ewww...hentikan bro itu menjijikkan ! kau menjatuhkan harga diri pembunuh bayaran !" sahut Chung-Hee kemudian berlari pergi .
" katakan kau iri ! dasar jomblo tua !!" balas Calvin sambil mengacungkan jari tengah nya.
" sudah , hentikan ! lebih baik kalian bersiap malam ini ! jika tidak ingin jadi bubur hangus !" seru Satoru , pria itu berlalu pergi sambil membawa senjata nya.
beberapa dari mereka pergi dan hanya menyisakan Yuji dan Ae-Ri yang masih duduk di tempatnya .
Yuji terdiam sendiri ketika yang lain telah pergi , pemuda itu terlihat termenung memikirkan segala hal yang terjadi hingga sekarang.
sekarang dia merindukan perkataan nya yang mengatakan ingin memulai hidup baru tanpa tangan berdarah ,tapi apa sekarang ? dia malah kembali dan sekarang tangannya terus berdarah .
tapi jika tidak begini , mungkin hidupnya sekarang akan terus di ikuti dan di cari , mungkin dia akan terus hidup dalam pelarian terus menerus dan itu sangat melelahkan.
puk
Yuji tersadar ketika merasakan sentuhan di bahunya , pemuda itu menoleh menatap kearah pelaku yang telah menyandarkan nya .
" Ae-Ri? What is it ?" tanya Yuji menatap gadis di depannya itu .
" you pensive, you're fine? "
(kau termenung , kau baik baik saja )
" let's go " .
waktu yang di tunggu akhirnya datang , para anggota Shadow telah bersiap dengan posisi mereka masing masing .
sekarang mereka telah mengepung markas besar mafia yang menjadi target mereka dan tinggal menunggu perintah Zoya untuk menyerang .
di dalam markas
terlihat beberapa orang kekar sedang berpesta dengan lampu remang dengan para wanita malam di sekitar mereka , beberapa dari mereka terlihat bermain dan yang lainnya lagi terlihat minum.
" hei , apa kalian berpikir para bajingan lemah itu akan menyerang ? " seru salah satu dari mereka dengan nada berat .
" hahaha....apa yang kau pikirkan ?! mereka hanya organisasi baru yang tidak stabil , dan apa , menyerang ? mereka hanya menyerang markas markas kecil yang tidak layak ! "
" bahkan untuk memandang mereka saja kita tidak perlu !" sahut yang lainnya .
" hahaha...kau benar kak ! kita Tidak perlu peduli dengan bajingan lemah yang baru bangkit itu !, mereka bahkan tidak layak untuk kita pandang !" sahutnya sambil menggoyangkan pinggulnya cepat .
" benar jika mereka datang kita tinggal menembak mereka dan boom...kita menang ! hahaha..." oceh nya yang sudah mabuk berat .
beberapa orang itu tidak tahu jika mereka tidak akan bisa melewati malam ini .
Boom
__ADS_1
sebuah ledakan kuat membuat siapa pun panik , asap berkabut itu membumbung tinggi menyelimuti markas mereka .orang orang dari markas besar itu terlihat berlarian untuk melaporkan keadaan dan sebagian lagi tetap berjaga .
tapi perlahan lahan sebuah reaksi aneh terjadi ketika asap itu perlahan lahan menghilangkan.
beberapa dari mereka terlihat kejang kejang sebelum bangkit dan saling menyerang .
para anggota Zoya datang menyerang ketika melihat para musuh telah hilang kendali , mereka membantai semuanya dan terus memburu orang orang yang terlewati racun Zoya .
" apa yang terjadi ?!" salah satu orang yang ada di dalam ruangan itu tersadar ketika mendengar sebuah ledakan .
pria itu bangkit walaupun tubuhnya agak oleng ketika dia mencoba berdiri secara tiba tiba
"apa yang terjadi?! apa ada serangan ?! " seru pria tua dengan marah, merasa waktu asik asiknya bermain di ganggu .
" panggil seseorang di luar !" perintah nya tapi setelah berteriak sekian kalinya tetap tidak ada yang menjawab .
salah seorang dari mereka merasa aneh dan pergi untuk melihat apa yang terjadi , tapi sebelum benar benar membuka pintu , sebuah tendangan kuat menghempaskan pintu beserta tubuhnya .
" argh. ..!"
"aaaaahhhh .........." para wanita malam itu berteriak ketakutan ketika melihat beberapa orang tidak dikenal masuk dengan berbagai senjata .
"diam lah ****** !!" bentaknya
pria tua itu memukul wanita di sampingnya hingga kepala wanita itu berputar dan mati tanpa kepala . beberapa dari para wanita itu meringkuk ketakutan melihat rekan mereka mati secara mengenaskan .
pria tua itu buru buru memakai celananya setelah menatap tidak suka kearah wanita tanpa kepala itu .
" siapa kalian ?!" seru pria tua yang menjadi pemimpin mafia.,pria tua itu tidak dapat menebak siapa yang datang karena mereka memakai masker .
"...."
" beraninya kalian menyerang markas ku ! apa kalian ingin mati di bawah katana ku ?!" teriaknya marah ketika lawan bicara nya Tidak merespon .
Zoya dan Chung-Hee masuk kedalam dan melihat pemandangan yang menodai mata mereka , mungkin bagi Chung-Hee sudah biasa tapi bagi Zoya itu terlalu vulgar .
" ka-kalian Shadow?!" seru salah satu dari mereka .
"heh.! shadow atau apalah itu aku tidak peduli ! karena sudah menganggu waktu ku dan menyerang markas ku , jangan harap kalian bisa pergi !!" teriak nya marah .
pria tua itu melesat kearah Chung-Hee dan memberikannya serangan katana nya , pria tua itu dengan lihai memainkan nya dan terus membuat Chung-Hee dalam posisi bertahan.
" diluar dugaan ,kau cukup kuat pak tua " seru Chung-Hee sambil menangkis setiap serangan yang datang .
" pak tua ? kau tidak memiliki sopan santun untuk seorang bocah bau !" balasnya .
" pak tua yang tidak senonoh !" gumam Chung-Hee yang masih terdengar lawannya.
" apa !!! beraninya kau !!!aku bukan Akemi jika tidak bisa membunuh dan mencincang mu maka aku akan mencekik diri ku sendiri!!" seru nya emosi .
"ingat kata kata mu pak tua "
.
.
__ADS_1
.
tangan ente nganggur kan ..