Shadow Queen

Shadow Queen
41. Shadow


__ADS_3

...Ryu dan Yuji...


...elang kembar dari Eagle claws...


...Harumi...


...dokter dari Eagle claws...


...kim Hajin...


...18thn , tentara Korea Utara yang sedang melarikan diri , dalam proses pencarian ....


...Mizuki dan Hiro...


...mantan assassin kelas atas yang pensiun ....


...Satoru...


...prajurit Jepang yang di keluarkan secara sepihak ....


...Ae-Ri...


...penembak jitu...


...Brian...


...Assassin kelas atas...


...Clara and Calvin...


...pembunuh bayaran...


...Chung-Hee...


...Assassin korea Selatan...


...Shiro ,Ichiro,Ryota...


...para mantan ketua yang kalahkan Zoya...


sekian perkenalan


" ada yang ingin ku sampaikan ,jadi dengarkan baik baik !" seru Zoya menatap datar para anggota nya .


"malam ini kita akan memperluas jaringan kita , jadi bersiap lah dan naikkan peringkat kita !"


" bagi yang menolak , kalian bisa mengirim mereka ke raja Yama !"


" kalian bisa pergi !" seru Zoya setelah selesai , gadis itu pergi tanpa menanyakan pendapat para anggotanya .


orang orang di sana saling bertatapan kemudian beberapa dari mereka pergi.


" hah....mau berapa kali pun aku masih tidak terbiasa , dia terlalu muda bukan ?" seru Brian tiba tiba , pemuda itu menyandarkan tubuhnya dengan tangan menahan kepalanya .


" tapi kau tetap kalah dari nya bukan ,? haha. ..." ejek Calvin sambil membersihkan pisau nya .

__ADS_1


" kau juga kalah !" sahut Clara membuat Calvin menatap tak percaya ke arah sang kekasih.


"fftt .. . seperti nya pacarmu juga mengejek mu" seru Brian dengan tawa renyahnya


wajah Calvin tampak merah menahan malu , laki laki itu mendekati sang pacar dengan wajah memelas .


" baby ,,,kau mengejek ku ??" serunya dengan nada lemah , mencoba mencari rasa kasian Clara


"ewww...hentikan bro itu menjijikkan ! kau menjatuhkan harga diri pembunuh bayaran !" sahut Chung-Hee kemudian berlari pergi .


" katakan kau iri ! dasar jomblo tua !!" balas Calvin sambil mengacungkan jari tengah nya.


" sudah , hentikan ! lebih baik kalian bersiap malam ini ! jika tidak ingin jadi bubur hangus !" seru Satoru , pria itu berlalu pergi sambil membawa senjata nya.


beberapa dari mereka pergi dan hanya menyisakan Yuji dan Ae-Ri yang masih duduk di tempatnya .


Yuji terdiam sendiri ketika yang lain telah pergi , pemuda itu terlihat termenung memikirkan segala hal yang terjadi hingga sekarang.


sekarang dia merindukan perkataan nya yang mengatakan ingin memulai hidup baru tanpa tangan berdarah ,tapi apa sekarang ? dia malah kembali dan sekarang tangannya terus berdarah .


tapi jika tidak begini , mungkin hidupnya sekarang akan terus di ikuti dan di cari , mungkin dia akan terus hidup dalam pelarian terus menerus dan itu sangat melelahkan.


puk


Yuji tersadar ketika merasakan sentuhan di bahunya , pemuda itu menoleh menatap kearah pelaku yang telah menyandarkan nya .


" Ae-Ri? What is it ?" tanya Yuji menatap gadis di depannya itu .


" you pensive, you're fine? "


(kau termenung , kau baik baik saja )


" let's go " .


waktu yang di tunggu akhirnya datang , para anggota Shadow telah bersiap dengan posisi mereka masing masing .


sekarang mereka telah mengepung markas besar mafia yang menjadi target mereka dan tinggal menunggu perintah Zoya untuk menyerang .


di dalam markas


terlihat beberapa orang kekar sedang berpesta dengan lampu remang dengan para wanita malam di sekitar mereka , beberapa dari mereka terlihat bermain dan yang lainnya lagi terlihat minum.


" hei , apa kalian berpikir para bajingan lemah itu akan menyerang ? " seru salah satu dari mereka dengan nada berat .


" hahaha....apa yang kau pikirkan ?! mereka hanya organisasi baru yang tidak stabil , dan apa , menyerang ? mereka hanya menyerang markas markas kecil yang tidak layak ! "


" bahkan untuk memandang mereka saja kita tidak perlu !" sahut yang lainnya .


" hahaha...kau benar kak ! kita Tidak perlu peduli dengan bajingan lemah yang baru bangkit itu !, mereka bahkan tidak layak untuk kita pandang !" sahutnya sambil menggoyangkan pinggulnya cepat .


" benar jika mereka datang kita tinggal menembak mereka dan boom...kita menang ! hahaha..." oceh nya yang sudah mabuk berat .


beberapa orang itu tidak tahu jika mereka tidak akan bisa melewati malam ini .


Boom

__ADS_1


sebuah ledakan kuat membuat siapa pun panik , asap berkabut itu membumbung tinggi menyelimuti markas mereka .orang orang dari markas besar itu terlihat berlarian untuk melaporkan keadaan dan sebagian lagi tetap berjaga .


tapi perlahan lahan sebuah reaksi aneh terjadi ketika asap itu perlahan lahan menghilangkan.


beberapa dari mereka terlihat kejang kejang sebelum bangkit dan saling menyerang .


para anggota Zoya datang menyerang ketika melihat para musuh telah hilang kendali , mereka membantai semuanya dan terus memburu orang orang yang terlewati racun Zoya .


" apa yang terjadi ?!" salah satu orang yang ada di dalam ruangan itu tersadar ketika mendengar sebuah ledakan .


pria itu bangkit walaupun tubuhnya agak oleng ketika dia mencoba berdiri secara tiba tiba


"apa yang terjadi?! apa ada serangan ?! " seru pria tua dengan marah, merasa waktu asik asiknya bermain di ganggu .


" panggil seseorang di luar !" perintah nya tapi setelah berteriak sekian kalinya tetap tidak ada yang menjawab .


salah seorang dari mereka merasa aneh dan pergi untuk melihat apa yang terjadi , tapi sebelum benar benar membuka pintu , sebuah tendangan kuat menghempaskan pintu beserta tubuhnya .


" argh. ..!"


"aaaaahhhh .........." para wanita malam itu berteriak ketakutan ketika melihat beberapa orang tidak dikenal masuk dengan berbagai senjata .


"diam lah ****** !!" bentaknya


pria tua itu memukul wanita di sampingnya hingga kepala wanita itu berputar dan mati tanpa kepala . beberapa dari para wanita itu meringkuk ketakutan melihat rekan mereka mati secara mengenaskan .


pria tua itu buru buru memakai celananya setelah menatap tidak suka kearah wanita tanpa kepala itu .


" siapa kalian ?!" seru pria tua yang menjadi pemimpin mafia.,pria tua itu tidak dapat menebak siapa yang datang karena mereka memakai masker .


"...."


" beraninya kalian menyerang markas ku ! apa kalian ingin mati di bawah katana ku ?!" teriaknya marah ketika lawan bicara nya Tidak merespon .


Zoya dan Chung-Hee masuk kedalam dan melihat pemandangan yang menodai mata mereka , mungkin bagi Chung-Hee sudah biasa tapi bagi Zoya itu terlalu vulgar .


" ka-kalian Shadow?!" seru salah satu dari mereka .


"heh.! shadow atau apalah itu aku tidak peduli ! karena sudah menganggu waktu ku dan menyerang markas ku , jangan harap kalian bisa pergi !!" teriak nya marah .


pria tua itu melesat kearah Chung-Hee dan memberikannya serangan katana nya , pria tua itu dengan lihai memainkan nya dan terus membuat Chung-Hee dalam posisi bertahan.


" diluar dugaan ,kau cukup kuat pak tua " seru Chung-Hee sambil menangkis setiap serangan yang datang .


" pak tua ? kau tidak memiliki sopan santun untuk seorang bocah bau !" balasnya .


" pak tua yang tidak senonoh !" gumam Chung-Hee yang masih terdengar lawannya.


" apa !!! beraninya kau !!!aku bukan Akemi jika tidak bisa membunuh dan mencincang mu maka aku akan mencekik diri ku sendiri!!" seru nya emosi .


"ingat kata kata mu pak tua "


.


.

__ADS_1


.


tangan ente nganggur kan ..


__ADS_2