
seorang pemuda dengan jas berwarna putih nya terlihat menatap pantulan diri di dalam cermin , pemuda itu terlihat tersenyum tipis sembari memperbaiki gaya rambutnya .
" berhenti lah berkaca dan cepat pergi!" seru Andra menatap jengah dengan rekan nya , Rizky .
" apa yang kau tahu ?! " sarkas nya menatap tajam Andra .
" kak ...andraaa......!!!!"
teriakkan seorang gadis membuat keduanya menoleh dan melihat pembuatan kegaduhan itu .
" kak aku sudah siap ayo kita pergi " ujar Grisa dengan manja hendak meraih tangan Andra .
Andra menatap nya tajam dengan pandangan tidak suka .
" Grisa kau kau tahu kan aku mengajakmu bukan untuk bersenang senang , jadi berperilaku lah normal !" ujar Andra dengan dingin.
Grisa tersenyum manis tapi diam diam gadis itu mengepalkan tangannya merasa terhina oleh perkataan Andra . laki laki itu tahu jika gadis di depannya ini tidak akan berhenti , sekarang dia menyesali telah membawa nya .
" baiklah ,ayo pergi !" seru Rizky melihat ketegangan di antara keduanya .
di ruangan dengan penjagaan yang ketat seorang gadis dengan pakaian hitamnya berdiri di antara kotak kota besar berisi berbagai barang yang akan di lelang , gadis itu berbisik sembari menatap beberapa penjaga yang tidak jauh dari nya .
" 2,8,10,14,18,26,30, mereka ada tiga puluh ! waktu sampai sang pembantu datang mengambil barang adalah 10 menit "
"bulan kecil ganggu sistem mereka di sini ! 5 menit cukup untuk menumbangkan mereka " bisik Zoya sembari mengeluarkan senjata nya .
gadis itu berjalan dengan tenang , dan ketika sampai di target yang ditetapkan Zoya segera menembak kan jarum kecilnya .
Swiss
satu persatu penjaga itu tumbang dan tidak butuh waktu yang lama semua nya tumbang tanpa tahu apa yang terjadi .
" 5 menit sebelum mereka datang , bulan kecil kau menemukan di mana kalung itu berada ?"
bip!
"kotak ke 13 berada di arah barat dengan kotak berdebu !"
bulan kecil adalah nama panggilan untuk sistem AI yang ada di gelang nya , Zoya menamainya karena tidak tahu harus memberi nama apa untuk sistem AI itu.
Zoya berjalan dengan cepat dan hati hati, gadis itu dapat melihat di sekitar kotak berdebu itu terdapat benang kecil yang tak terlihat ,hampir kasat mata jika dia tidak memiliki mata yang tajam .
mungkin akan terpotong menjadi beberapa bagian jika di tidak menyadari keberadaan benang itu .
" mereka cukup pintar ,tapi ini masih belum bisa menghentikan ku !" Zoya menarik bibirnya membentuk senyuman , gadis itu mendekat dengan badan yang lentur dan lincah Zoya berhasil melewati benang benang itu .
" terkonfirmasi ! barang berhasil di amankan , !!tugas selesai !"
__ADS_1
" benarkah ?"
Zoya terdiam membeku , sebuah suara dingin terdengar tepat di belakangnya . suara dengan nada mengintimidasi.
bip !
" waktu habis , mulai hitung mundur , 59 ,58
Zoya berbalik dan melihat seorang laki laki dengan mata tajam menatap lurus kearah nya .
" bagaimana jika kau menyerahkan nya ? " ujar Alex dengan tatapan tajam nya , menatap gadis bertopeng yang berdiri di depannya .
Zoya tahu pria di depannya ini tidak mudah untuk di kalah kan , apalagi waktu terus mengalir dan Zoya terlambat menyadari ketika sebuah tangan menariknya pergi .
ceklek
bom!!
tepat saat pintu terbuka sebuah ledakan terdengar di tempat acara , laki laki pengambil barang itu berlari meninggalkan ruang barang dan pergi menuju tempat lelang berada .
terdapat banyak asap tebal memenuhi ruangan besar nan mewah itu , asap itu berwarna hijau yang membuat orang orang tanpa persiapan itu terkapar di lantai .
" wow , !! racun asap itu membuat mereka tidur ,haha ...itu membunuh mereka kan ? bisakah kita melempar mereka ke laut ?" tanya Dafa dengan semangat .
" hentikan itu 04 , cari target nya dan pergi dari sini !" seru Zyan sambil mengendong Dila , gadis itu di buat pingsan sebelum mereka menyebarkan racunnya .
sebelum asap itu benar benar hilang , sebuah tembakan melesat melewati Zyan , pemuda itu terlihat waspada dan menatap kedepannya dengan tajam.
" wow ! kita kedatangan tamu ??!!! "ujar Dafa dengan semangat , Lina yang ada di sampingnya segera memukul kepala Dafa dengan keras .
" apa yang kau lakukan ?! itu sakit !!"
" tidak bisa kah kau diam ?! "
ketika asap itu menghilang terlihat beberapa kelompok berpakaian hitam dengan senjata mereka berdiri sambil menondongkan senjata mereka.
terdapat tiga kelompok di sana dan di tambah kelompok Zyan totalnya ada empat .
satu di antara nya adalah para anggota lelang dan polisi ,dua dari mereka seperti nya kelompok gelap yang ada di dunia bawah .
" sepertinya kita akan benar benar berpesta malam ini ? "
di saat empat kelompok saling bentrok terlihat seorang gadis dan seorang pemuda bersembunyi di balik jendela luar .
" lepaskan aku !! apa yang kau lakukan dengan mengendong ku seperti karung beras ?!" kesal Zoya berusaha lepas dari sana .
" kau cukup liar , kau yakin ingin ku lepaskan ?" Alex menyeringai , keduanya berada di lantai paling atas dan berada di luar jendela.
__ADS_1
" heh kau pikir aku akan takut ?! lepaskan aku !!"
Alex mengeluarkan sebuah chip kemudian menempelkan nya ke tangan Zoya , gadis itu tersentak kemudian menarik kepala Alex kebelakang dan segera Zoya mengayunkan kakinya hingga terlepas dari genggaman Alex .
Zoya menginjak pundak Alex dengan keras dan pergi menuju dek .
" kau yang terburuk !" Zoya mengacungkan jari tengah sembari menyeringai lebar , gadis itu pergi setelah menggores luka di tangan Alex sampai siku .
Alex terdiam , pemuda itu menyeka darah di bibirnya , tanpa sengaja Zoya meninggalkan goresan di sana hingga membuatnya berdarah .
" gadis liar "
satu kata untuk menggambarkan nya , keadaan di acara lelang itu terlihat sangat kacau , berbagai suara tembakan terdengar mengerikan , darah berceceran di mana mana beberapa tamu undangan yang belum sempat di amankan menjadi sasaran empuk untuk timah panas yang meleset .
" terkonfirmasi ! barang berhasil di amankan , !!tugas selesai"
" tugas selesai ! kembali !" seru Zyan memberikan perintah dan segera saja mereka mundur sambil saling melindungi .
"tugas kita selesai ? bukan kah kita harus membunuh mereka semua agar tidak ada saksi mata ? " seru Lina
" misi kita hanya membuat kekacauan , katakan kepada 03 jika kita telah selesai ,bilang padanya kirimkan kita kendaraan !"
" mereka ingin melarikan diri ! ,jangan biarkan mereka pergi !"
" kau yang melarikan diri ! tugas kami selesai ! apa kau pikir kami pengecut yang melarikan diri ?! " teriak Dafa sambil melesatkan peluru hingga menembus kepala orang yang berucap tadi .
Zoya telah menunggu di atas , gadis itu menatap helikopter yang mendekati kapal pesiar , itu helikopter Meraka dan tidak berselang lama rekan rekan nya datang .
" cepat masuk !!" seru Azel yang mengendalikan helikopter itu , terlihat yang lain masuk kecuali Zoya .
" 05 apa yang kau lakukan !? kenapa kau tidak masuk ?" tanya Zyan yang melihat Zoya tidak ada niat untuk masuk .
" aku akan di sini , seseorang memasukkan alat pelacak di tubuhku ! tenang saja aku tidak akan mati " seru Zoya
" apa yang kau katakan?!" Gibran
melototi nya ,pemuda itu terlihat ingin turun jika saja Dafa tidak menahannya .
" pergilah , aku akan kembali !!"
itu adalah kalimat terakhir yang Gibran dengar setelah tiga tahun kemudian .
.
.
.
__ADS_1
.