Shadow Queen

Shadow Queen
eps 23.kembali


__ADS_3

Zoya menatap lurus ke arah laptop nya dengan jari yang bergerak lincah menekan tombol yang ada di sana.


beberapa saat mata Zoya membulatkan , gadis itu menggertak kan gigi nya .


20•1•18•7•5•20 : 12^9*12c1k14h1 ¢ 18j1k22o5k14k1 >


target: Liliana Raveena


16•5 14 7 9 18 7 13: 18 5 14 1 20 1 ¢ 1 4 18 91 14 1


pengirim : Renata Andriana


nominal : 200 10j20t ! "


"ini!!! sungguhan ? " teriak Zoya tertahan gadis itu akhirnya berhasil membaca kode kode itu , kenapa dia tidak memikirkan nya , kode kode itu sangat mudah di baca jika dia hanya menghitung setiap posisi para angka pada huruf .


pantas saja organisasi itu sulit di cari , mungkin orang orang berpikir itu hanya lah kode kode yang tidak penting ,lagi pula siapa juga yang akan percaya organisasi sebesar itu mengunakan kode yang muda di baca .


Zoya menatap lekat layar laptop nya , gadis itu memikirkan hal apa yang membuat Renata menargetkan ibu nya , lagi pula dia ingat ibunya selalu mengalah jadi apa yang di inginkan Renata sampai ingin membunuh ibunya ? .


jika itu tentang harta , bukan kah dia sudah menguasai semuanya ? jadi apa lagi yang di inginkan wanita itu ? .


Zoya menyandarkan tubuhnya di kursi , kepalanya terasa nyut nyutan memikirkan banyak hal , gadis itu menatap lurus ke depan di mana sebuah foto terbingkai rapi .


Zoya mendekati nya gadis itu mengambil nya dan mengusapnya perlahan.foto itu hanya memperlihatkan sedikit gambar akibat terbakar api .


" ma , tunggu Zoya !" gumam Zoya sesaat sebelum pergi meninggalkan nya .


ceklek


Zoya hanya diam saja ketika Gibran memasuki kamar dan duduk di kasurnya , pemuda itu berbaring dan hanya diam .


"ngapain? " tanya Zoya tanpa menoleh .


Gibran diam dan beberapa saat terdengar suara dengkuran halus dari nya .


Zoya menghela nafas , gadis itu tidak habis pikir dengan Gibran . pergi ke kamar nya hanya untuk tidur ? yang benar saja .


Zoya pergi meninggalkan kamar nya , gadis itu beralih ke ruang tengah untuk menghabiskan waktu nya dengan laptop .


waktu berlalu dengan cepat , matahari tampak pergi meninggalkan tempatnya dan di gantikan oleh bulan .


Gibran baru saja datang dengan celemek dan spatula di tangan nya , menatap kearah Zoya yang masih nyaman dengan aktivitas nya .

__ADS_1


"ehem ! apa kau tidak lapar ? " seru Gibran melirik kearah Zoya yang tergerak .


" ya aku akan datang nanti " jawab Zoya kembali .


Gibran menghela nafas panjang , pemuda itu berjalan mendekat dan menutup laptop nya sambil menatap kearah Zoya .


tak


" pergilah mandi ini sudah malam , tidak baik jika kau mandi terlalu larut " ujar Gibran menatap Zoya yang juga menatap nya .


Zoya hanya diam , gadis itu pergi meninggalkan Gibran dengan membawa laptop nya .


" jangan terlalu lama , nanti masakan nya dingin " teriak Gibran dan pergi menuju dapur.


Zoya berjalan mendekati Gibran yang sibuk menata masakan nya .


" kau... kepanasan ? " Gibran menaikan sebelah alisnya melihat pakaian yang di kenakan Zoya , cukup terbuka , walaupun dia sebenarnya tidak ingin menegur nya tapi sekarang cuaca dingin sini ,belum lagi AC yang menyala .


" tidak ,aku hanya ingin membiarkan sebagian tubuhku berkeringat ." jawab Zoya sekenanya gadis itu mengambil sendok nya dan mulai makan .


" bukan kah kau terbalik ? " seru Gibran duduk dan ikut makan .


Zoya memutar matanya malas , Gibran kembali menyebalkan menurut nya, banyak sekali pertanyaan nya


" aku laki laki tulen !" sahut Gibran dengan cepat .


"kapan kau akan datang ? bukan kah sudah lewat dua hari ? lagi pula libur mu sudah habis " ujar Gibran di sela sela makannya.


"besok aku akan datang " seru Zoya dengan perasaan kesal gadis itu bahkan mencabik cabik ayam nya dengan kasar .


" hei ! makan lah ! berhenti memperlakukan makanan seperti itu !" seru Gibran yang tidak terima dengan perlakuan Zoya kepada masakan nya . kenapa juga gadis itu tiba tiba marah .


keesokkan harinya Zoya berjalan perlahan sambil menikmati pemandangan kota yang sudah lama dia tinggalkan , gadis itu memilih berjalan menuju markas dari pada mengikuti Gibran dengan mobil , mungkin dia merindukan kota itu .


"semuanya berubah , yah, siapa juga yang tidak berubah setelah tiga tahun berlalu ? pasti banyak yang berubah " gumam Zoya melihat sekitarnya begitu banyak pohon pohon yang di taman di sekitar jalan dan dirawat dengan baik , beberapa bangku juga hadir di sana .


beberapa jam berlalu dan sampailah Zoya di depan sebuah mansion megah yang indah , berbagai penjagaan ketat hadir di sana .


sekarang sudah dua kali dengan ini Zoya kembali menginjakkan kakinya di sini , bangunan yang dulunya sangat jelek itu sekarang berubah menjadi bangunan megah nan indah.


"silakan masuk , tuan besar sudah menunggu " seorang pria muda datang dan menuntun Zoya memasuki mansion megah itu , mengarahkan nya menuju sebuah ruangan redup yang elegan .


"bukan kah kau terlambat ?" seru Diego menatap kearah Zoya yang menunduk hormat kepada nya .

__ADS_1


" maafkan saya " seru Zoya dengan nada tenang nya , Diego menatap Zoya dengan tatapan intimidasi tapi sepertinya gadis itu tidak lagi takut , tidak seperti dulu yang berpura pura kuat .


" lupakan itu ,kau tahu kau sudah harus berkontribusi dalam organisasi ini "


" jadi kau akan harus mulai mengambil misi resmi mu " seru Diego sambil menatap dingin Zoya .


" baik, tapi ada sesuatu yang ingin saya tanyakan , apakah boleh ?"


" katakan "


" kenapa anda berbohong ? , anda bilang hukuman ku hanya sebulan , kenapa sampai tiga tahun ?" tanya Zoya dengan berani .


Mark yang berada di samping Diego terlihat sangat ingin menelan Zoya hidup hidup, karena gadis itu terlihat tidak sopan.


Diego menyeringai , pria itu berjalan mendekati Zoya dan berhenti tepat di depan nya , sedikit menunduk dan menatap tajam mata Zoya .


" menurut mu? kau belum cukup kuat menyandang status itu , jadi 3 tahun kurasa cukup untuk membuktikan jika kau cukup pantas menyandang gelar sebagai 05 , jadi ingat posisi mu "


Zoya diam sebelum membalas.


"baik aku mengerti !" balas Zoya menatap lurus ke arah Diego .


" nah ,kerena kau sudah mengerti ....kau bisa pergi dan mengambil misi mu , tapi sebelum itu .. "


Diego melemparkan sebuah gelang cantik dengan manik bulan kearah Zoya , terlihat manik bulan itu bersinar ketika terkena cahaya .


" ini ..?"


" itu sistem AI , kau terlihat mirip dengan nya , jadi sana pergilah " seru Diego berbalik badan .


Zoya ingin mengatakan sesuatu tapi gadis itu mengurungkan nya dan pergi meninggalkan ruangan itu .


" terima kasih paman !" seru Zoya berlari meninggalkan ruangan itu dengan cepat .


Diego tertawa kecil mendengar suara Zoya yang tidak lagi datar , sedangkan Mark dan Austin yang berdiri di samping nya hanya bisa diam .


" tuan , kenapa tidak mengatakan kebenaran nya ? buka kah itu lebih baik ? bagaimana pun cepat atau lambat kebenaran akan terungkap " seru Austin dengan rasa khawatirnya .


" biarkan dia mencari jawaban nya sendiri , dia kuat aku yakin itu ! jadi kalian hanya perlu diam dan lakukan seperti biasanya !" perintah Diego .


"baik ! " jawab keduanya secara bersamaan .


Diego menatap kearah jendela yang memperlihatkan langit cerah , pria itu menghela nafasnya pelan , dan seketika raut wajah yang biasanya tegas dan dingin berganti menjadi raut wajah sedih .

__ADS_1


" kak... aku tidak bisa memegang janjiku , maafkan aku !" batin Diego menatap langit .


__ADS_2