
Zoya menatap lurus ke arah laptop nya dengan jari yang bergerak lincah menekan tombol yang ada di sana.
beberapa saat mata Zoya membulatkan , gadis itu menggertak kan gigi nya .
20•1•18•7•5•20 : 12^9*12c1k14h1 ¢ 18j1k22o5k14k1 >
target: Liliana Raveena
16•5 14 7 9 18 7 13: 18 5 14 1 20 1 ¢ 1 4 18 91 14 1
pengirim : Renata Andriana
nominal : 200 10j20t ! "
"ini!!! sungguhan ? " teriak Zoya tertahan gadis itu akhirnya berhasil membaca kode kode itu , kenapa dia tidak memikirkan nya , kode kode itu sangat mudah di baca jika dia hanya menghitung setiap posisi para angka pada huruf .
pantas saja organisasi itu sulit di cari , mungkin orang orang berpikir itu hanya lah kode kode yang tidak penting ,lagi pula siapa juga yang akan percaya organisasi sebesar itu mengunakan kode yang muda di baca .
Zoya menatap lekat layar laptop nya , gadis itu memikirkan hal apa yang membuat Renata menargetkan ibu nya , lagi pula dia ingat ibunya selalu mengalah jadi apa yang di inginkan Renata sampai ingin membunuh ibunya ? .
jika itu tentang harta , bukan kah dia sudah menguasai semuanya ? jadi apa lagi yang di inginkan wanita itu ? .
Zoya menyandarkan tubuhnya di kursi , kepalanya terasa nyut nyutan memikirkan banyak hal , gadis itu menatap lurus ke depan di mana sebuah foto terbingkai rapi .
Zoya mendekati nya gadis itu mengambil nya dan mengusapnya perlahan.foto itu hanya memperlihatkan sedikit gambar akibat terbakar api .
" ma , tunggu Zoya !" gumam Zoya sesaat sebelum pergi meninggalkan nya .
ceklek
Zoya hanya diam saja ketika Gibran memasuki kamar dan duduk di kasurnya , pemuda itu berbaring dan hanya diam .
"ngapain? " tanya Zoya tanpa menoleh .
Gibran diam dan beberapa saat terdengar suara dengkuran halus dari nya .
Zoya menghela nafas , gadis itu tidak habis pikir dengan Gibran . pergi ke kamar nya hanya untuk tidur ? yang benar saja .
Zoya pergi meninggalkan kamar nya , gadis itu beralih ke ruang tengah untuk menghabiskan waktu nya dengan laptop .
waktu berlalu dengan cepat , matahari tampak pergi meninggalkan tempatnya dan di gantikan oleh bulan .
Gibran baru saja datang dengan celemek dan spatula di tangan nya , menatap kearah Zoya yang masih nyaman dengan aktivitas nya .
__ADS_1
"ehem ! apa kau tidak lapar ? " seru Gibran melirik kearah Zoya yang tergerak .
" ya aku akan datang nanti " jawab Zoya kembali .
Gibran menghela nafas panjang , pemuda itu berjalan mendekat dan menutup laptop nya sambil menatap kearah Zoya .
tak
" pergilah mandi ini sudah malam , tidak baik jika kau mandi terlalu larut " ujar Gibran menatap Zoya yang juga menatap nya .
Zoya hanya diam , gadis itu pergi meninggalkan Gibran dengan membawa laptop nya .
" jangan terlalu lama , nanti masakan nya dingin " teriak Gibran dan pergi menuju dapur.
Zoya berjalan mendekati Gibran yang sibuk menata masakan nya .
" kau... kepanasan ? " Gibran menaikan sebelah alisnya melihat pakaian yang di kenakan Zoya , cukup terbuka , walaupun dia sebenarnya tidak ingin menegur nya tapi sekarang cuaca dingin sini ,belum lagi AC yang menyala .
" tidak ,aku hanya ingin membiarkan sebagian tubuhku berkeringat ." jawab Zoya sekenanya gadis itu mengambil sendok nya dan mulai makan .
" bukan kah kau terbalik ? " seru Gibran duduk dan ikut makan .
Zoya memutar matanya malas , Gibran kembali menyebalkan menurut nya, banyak sekali pertanyaan nya
" aku laki laki tulen !" sahut Gibran dengan cepat .
"kapan kau akan datang ? bukan kah sudah lewat dua hari ? lagi pula libur mu sudah habis " ujar Gibran di sela sela makannya.
"besok aku akan datang " seru Zoya dengan perasaan kesal gadis itu bahkan mencabik cabik ayam nya dengan kasar .
" hei ! makan lah ! berhenti memperlakukan makanan seperti itu !" seru Gibran yang tidak terima dengan perlakuan Zoya kepada masakan nya . kenapa juga gadis itu tiba tiba marah .
keesokkan harinya Zoya berjalan perlahan sambil menikmati pemandangan kota yang sudah lama dia tinggalkan , gadis itu memilih berjalan menuju markas dari pada mengikuti Gibran dengan mobil , mungkin dia merindukan kota itu .
"semuanya berubah , yah, siapa juga yang tidak berubah setelah tiga tahun berlalu ? pasti banyak yang berubah " gumam Zoya melihat sekitarnya begitu banyak pohon pohon yang di taman di sekitar jalan dan dirawat dengan baik , beberapa bangku juga hadir di sana .
beberapa jam berlalu dan sampailah Zoya di depan sebuah mansion megah yang indah , berbagai penjagaan ketat hadir di sana .
sekarang sudah dua kali dengan ini Zoya kembali menginjakkan kakinya di sini , bangunan yang dulunya sangat jelek itu sekarang berubah menjadi bangunan megah nan indah.
"silakan masuk , tuan besar sudah menunggu " seorang pria muda datang dan menuntun Zoya memasuki mansion megah itu , mengarahkan nya menuju sebuah ruangan redup yang elegan .
"bukan kah kau terlambat ?" seru Diego menatap kearah Zoya yang menunduk hormat kepada nya .
__ADS_1
" maafkan saya " seru Zoya dengan nada tenang nya , Diego menatap Zoya dengan tatapan intimidasi tapi sepertinya gadis itu tidak lagi takut , tidak seperti dulu yang berpura pura kuat .
" lupakan itu ,kau tahu kau sudah harus berkontribusi dalam organisasi ini "
" jadi kau akan harus mulai mengambil misi resmi mu " seru Diego sambil menatap dingin Zoya .
" baik, tapi ada sesuatu yang ingin saya tanyakan , apakah boleh ?"
" katakan "
" kenapa anda berbohong ? , anda bilang hukuman ku hanya sebulan , kenapa sampai tiga tahun ?" tanya Zoya dengan berani .
Mark yang berada di samping Diego terlihat sangat ingin menelan Zoya hidup hidup, karena gadis itu terlihat tidak sopan.
Diego menyeringai , pria itu berjalan mendekati Zoya dan berhenti tepat di depan nya , sedikit menunduk dan menatap tajam mata Zoya .
" menurut mu? kau belum cukup kuat menyandang status itu , jadi 3 tahun kurasa cukup untuk membuktikan jika kau cukup pantas menyandang gelar sebagai 05 , jadi ingat posisi mu "
Zoya diam sebelum membalas.
"baik aku mengerti !" balas Zoya menatap lurus ke arah Diego .
" nah ,kerena kau sudah mengerti ....kau bisa pergi dan mengambil misi mu , tapi sebelum itu .. "
Diego melemparkan sebuah gelang cantik dengan manik bulan kearah Zoya , terlihat manik bulan itu bersinar ketika terkena cahaya .
" ini ..?"
" itu sistem AI , kau terlihat mirip dengan nya , jadi sana pergilah " seru Diego berbalik badan .
Zoya ingin mengatakan sesuatu tapi gadis itu mengurungkan nya dan pergi meninggalkan ruangan itu .
" terima kasih paman !" seru Zoya berlari meninggalkan ruangan itu dengan cepat .
Diego tertawa kecil mendengar suara Zoya yang tidak lagi datar , sedangkan Mark dan Austin yang berdiri di samping nya hanya bisa diam .
" tuan , kenapa tidak mengatakan kebenaran nya ? buka kah itu lebih baik ? bagaimana pun cepat atau lambat kebenaran akan terungkap " seru Austin dengan rasa khawatirnya .
" biarkan dia mencari jawaban nya sendiri , dia kuat aku yakin itu ! jadi kalian hanya perlu diam dan lakukan seperti biasanya !" perintah Diego .
"baik ! " jawab keduanya secara bersamaan .
Diego menatap kearah jendela yang memperlihatkan langit cerah , pria itu menghela nafasnya pelan , dan seketika raut wajah yang biasanya tegas dan dingin berganti menjadi raut wajah sedih .
__ADS_1
" kak... aku tidak bisa memegang janjiku , maafkan aku !" batin Diego menatap langit .