Shadow Queen

Shadow Queen
29. pergi


__ADS_3

" kau di tinggalkan oleh rekan rekan mu ?"


Zoya menoleh ketika suara yang dia dengar beberapa saat lalu berada di belakang nya .


" menurut mu ? sayang sekali kau tidak mendapatkan kalung nya ,bukan kah itu sangat di sayangkan?" ejek Zoya dengan smirk nya .


"benarkah ? tapi kurasa aku mendapat yang lebih besar dari itu !" balas nya dengan senyum jahat nya , menatap kearah Zoya .


gadis itu menyadari tatapan Alex , insting nya mengatakan untuk segera pergi dari sana . dan itu mengingatkannya tentang seseorang yang tempo hari menatap nya dari jauh , pandangan itu sama persis walaupun dia tidak yakin.


drrtt ..dtrr..


"argh...!!!"


Zoya terlambat menyadari nya, sesuatu tiba tiba saja menyentrum tubuhnya dengan kuat hingga membuatnya jatuh terduduk , tenaga seperti menguap menghilang hingga mati rasa.


" sial !" batin Zoya yang menyadari Alex mendekati nya .


" lihat ? aku menangkap ikan besar ? " Alex duduk menyamai posisi Zoya ,laki laki itu menarik rambut Zoya hingga gadis itu menatap kearahnya .


" cih ! apa yang akan kau lakukan ? apa kau akan memakan ku ? " Zoya hanya bisa berdoa , gadis itu berharap pria di depannya ini membuang nya kelaut agar dia bisa pergi .

__ADS_1


" memakan mu ? , kurasa itu ide yang bagus " Alex semakin melebar seringaiannya , laki laki itu mendekatkan wajahnya hingga sesuatu yang Kenyal dapat Zoya rasakan di bibirnya .


gadis itu membulatkan matanya tidak percaya dengan apa yang dilakukan Alex , untuk beberapa saat otak Zoya terasa berhenti bekerja .


puah


tautan keduanya terlepas dan terlihat betul Zoya terlihat syok dengan serangan Alex .


"ciuman mu buruk , apa ini adalah ciuman pertama mu ?" Alex menyeringai sambil mengusap Saliva nya menatap mata Zoya yang seakan ingin membunuhnya .


" kau sepertinya ingin mati ? "


" jika kau bisa lepas , aku tidak masalah jika kau mampu untuk membunuhku " seru Alex dengan tatapan tajam .


" aku akan membunuhmu , tentu saja it- argh...!!!"


sengatan listrik itu kembali terasa , Zoya memaksakan diri melempar belati yang lain walaupun dia tahu jika Alex dapat menghindari nya .


set


Alex menangkap belati yang melesat kearahnya dengan santai ,laki laki itu duduk menatap remeh kearah Zoya yang telah terkapar .

__ADS_1


" perlawanan yang sia sia " .


" heh! sia sia ? kurasa kau yang kalah sekarang " Zoya menyeringai ,gadis itu benar benar memprediksi jika Alex akan mengambil belatinya dan sekarang dia yakin laki laki di depannya tidak akan selamat .


" uhuk !! "


Alex tidak menyangka darah tiba tiba saja mengalir dari mulutnya , dia menatap tajam kearah Zoya yang tersenyum mengejek .


" sejak kapan ?! belatinya beracun !!"


" lihat kau telah kalah !" seru Zoya memaksakan tubuhnya untuk bangun , gadis itu berjalan menuju Alex dan menarik rambutnya . sekarang posisi keduanya terbalik .


"seperti yang kau katakan, aku bisa membunuhmu !"


" ini balasannya , lagi pula perhitungan sebelum mati tidak akan merugikan mu bukan ?" Zoya menciumi kening Alex sebelum pergi menyeret tubuhnya menuju tepi kapal, gadis itu menatap laut dalam yang terlihat gelap seakan akan dapat menelan nya .


" tuan !!!!"


" seperti nya anak buah mu sudah datang , semoga kau mati !" seru Zoya sambil mengacungkan jari tengah dan melompat ke dalam laut yang dingin dan gelap itu .


BYUUR

__ADS_1


"tuan ! anda baik baik saja ?! "


" kalian cepat panggil dokter kita !!!" pria berkacamata itu terlihat khawatir dengan kondisi Alex yang memprihatinkan , laki laki itu terlalu banyak mengeluarkan banyak darah , belum lagi melihat tuan nya yang terdiam tidak bergerak .


__ADS_2