
Zoya mendesah pelan , gadis itu menatap lelah pada seorang gadis yang hanya duduk duduk saja , tidak ada niat untuk membantunya sama sekali .
Grisa hanya duduk di depan tv sambil memainkan hpnya , gadis itu seakan buta jika Zoya sedang menyapu dan membersihkan rumah .
kletak
" bantuin ! " Zoya menjatuhkan sapunya dan menatap Grisa , gadis itu menoleh kemudian bersikap acuh tak acuh .
" Lo enak enak disini tanpa mau bantuin ! Grisa ! Lo mikir gak sih ?! " seru Zoya membanting bantal sopa ke lantai .
" gw udah selesai !"
" Lo belum selesai Grisa , Lo cuma beresin kamar Lo doang ! kenapa Lo gak bantu yang lain ?!" bentak Zoya , merasa kesal melihat kearah adiknya itu .
" ck! ah ! , gw cape kak ! lagian udah hampir selesai kan ?" jawab Grisa sekena nya .
gadis itu kembali memainkan hp nya sambil sesekali tertawa .
amarah Zoya memuncak , gadis itu mengambil sapu yang sempat dia banting kemudian pergi menyelesaikan nya .
tidak ada gunanya berdebat dengan Grisa ,gadis itu hanya ingin menang dan dia hanya memikirkan dirinya sendiri .
Zoya beralih ke dapur melihat Lili membersihkan peralatan rumah yang kotor akibat berdebu .
" ma , Zoya bantuin ya ?" ujar Zoya dari belakang Lili.
" kamu potong sayur aja gimana ? , bentar lagi makan siang"
"oke !" Zoya segera bergegas dan memotong sayuran sesuai perintah Lili .
" Grisa mana ? kok gada ?" tanya Lili
"biasa , GRISA !!! SINI LO !! " teriak Zoya kuat
ta tak tak
suara langkah kaki terdengar mendekat , disusul dengan wajah tidak suka Grisa .
"apa ? " tanya nya lesu .
"sini , bantuin mama " jawab Lili menunjuk kearah tumpukan alat alat kotor .
" huh ! "
"yang bersih ya .... " seru Zoya melirik Grisa yang terpaksa , gadis itu terkekeh kecil melihat wajah Grisa seperti di tarik .
__ADS_1
"mampus Lo " batin Zoya terkekeh pelan
" Victor mana ? " tanya Lili yang tidak melihat Victor sama sekali
" lagi beresin kamar nya " jawab Zoya
"belum selesai juga ?! ck !" kali ini Grisa yang berbicara , wajah nya terlihat tidak rela jika Victor tidak datang membantu .
" VICTOR !!!" teriak Grisa membuat Zoya dan Lili terkejut dengan suara tinggi nya yang tiba tiba .
"apa ?! gw lagi beresin kamar gw ?!" seru seorang pemuda dengan wajah tak sukanya .
Grisa menatap kearah Victor iri ,
"sini bantuin kita !" seru Grisa sambil menunjuk kearah tumpukan alat untuk di cuci .
" udah selesai beresin kamar nya " tanya Lili , Victor menggelengkan kepalanya tanda dia belum selesai .
"belom, tinggal dikit lagi " seru Victor berbalik pergi .
"nanti juga bisa kan ?! sini bantuin susun piring piring ini ke rak nya !!" seru Grisa membuat Victor berhenti .
" iya nanti gw turun kak , kakak nggak denger aku bilang tadi kamar ku belom selesai di beresin ?"
Victor menarik rambutnya kasar , Grisa sangat tidak suka melihat nya pergi ketika dia di suruh suruh .
" ck ! bodoh amat !" seru Victor berlari pergi dan tentu saja membuat wajah Grisa kesal bukan main .
" Victor !!! ma ! mama liat si Victor ! dia gak mau bantuin sama sekali!" ujar Grisa tidak terima , gadis itu menoleh melihat kearah Zoya yang memasak .
" iri teross , Lo tuh cewe ! udah gede Grisa ! seharusnya Lo sadar kalo Lo udah dewasa !" ujar Zoya yang tahu jika Grisa melirik ke arah nya .
" cih ! " Grisa mendecih , kemudian kembali menyusun Piring ke dalam rak .
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
malam menyambut , Zoya duduk dengan gelisah menatap kearah ponselnya , sesekali gadis itu melirik kearah jendela dan kemudian kearah jam dinding .
" duh ! kok mereka belum tidur ya " gumam Zoya yang mengintip dari pintu kamar nya , melihat mama dan adik adiknya masih asik menonton tv .
"huh...." Zoya menghela nafas pelan ,gadis itu berjalan sambil membawa bantal .
" tidur tidur tidur , lanjut besok lagi ! sekarang waktunya tidur , anak anak tidurnya jam sembilan tepat ,! sekarang udah jam sembilan lewat , cepat tidur besok sekolah !" seru Zoya berdiri didepan tv ,sambil menepuk nepuk bantal yang dia bawa .
Lili melirik jam dinding dan memang benar waktu sudah lewat pukul sembilan malam , wanita itu ikut berdiri .
__ADS_1
" pergi ke kamar ,waktunya tidur besok sekolah !" ujar Lili membawa Kayla masuk ke kamar .
" Grisa , Victor kembali ke kamar ! waktunya tidur " seru Lili , keduanya hanya menurut karena sepertinya memang sudah mengantuk .
Zoya berjalan mematikan tv dan pergi ke kamarnya .
"huh...untung aja !" gumam Zoya sesaat sebelum pergi keluar rumah .
Zoya melirik ke atas dan sekitarnya , agak waspada untuk kemungkinan yang lain , sebelum pergi dan menghilang di gelapnya malam .
markas cabang Red Shadow
Zoya menatap kearah markas Red Shadow yang baru , bangunan itu lebih jauh dan lebih masuk ke dalam hutan . bahkan dia membutuhkan waktu yang lama untuk bisa sampai .
Zoya mengepalkan tangannya , hari ini adalah hari keputusan dimana dia akan menerima hukuman , di keluarkan atau yang lain nya dia tidak tahu , tapi yang pasti Zoya berharap dia tidak di keluarkan .
tak
Zoya berdiri menghadap ketua yang duduk dengan elegan di kursi kebesaran nya , dia sampingnya Mark dan Austin yang berdiri tegak .
suasana dingin dan mencengkam menjadi suasana yang di sewa di tempat itu entah kenapa rasa takut mulai muncul di hati Zoya .
" 005 , kau tahu kesalahan mu kemarin ?"
" ya !" tegas Zoya , gadis itu tidak membantah sama sekali .
" bagus , untungnya tidak memakan korban , dan juga kau berhasil membuat mereka rugi walaupun sebagian karena dibantu para anggota yang lain "
glek
Zoya menahan nafas menanti kalimat selanjutnya yang keluar dari mulut Mark .
" kau akan di hukum sesuai hukum yang ada di organisasi ini ,tapi melihat kau baru saja bergabung maka hukuman mu di ringan kan ." jelas Mark sesekali melirik kearah Zoya yang berwajah datar .
" sesuai kesepakatan tetua yang lain , kau akan dikirim ke Amerika setelah misi selesai untuk hukuman mu , pada saat itu bertahan selama sebulan di sana " ujar Mark mengakhiri percakapan itu .
" bersyukur lah karena ketua masih berbelas kasih untuk mu " bisik Mark yang melewati Zoya .
"yah , seperti nya memang harus berterima kasih ! "batin Zoya menghela nafas lega , gadis itu bergegas pergi keluar sambil tersenyum lega .
"ingat besok malam adalah waktu misi di laksanakan ,jangan sampai terlambat !" ujar Austin membuat Zoya berhenti .
"baik , saya permisi dulu " ujar Zoya pergi menutup pelan pintu .
" sepertinya besok akan menjadi hari yang berdarah " gumam sang ketua menatap malam yang gelap tanpa ada bulan ataupun bintang . Austin ikut memandang kearah ketuanya menatap , pria tua itu seakan tahu apa yang dipikirkan oleh ketuanya .
__ADS_1