
Sudah tiga hari dan perlahan lahan Zoya mulai bisa beraktivitas seperti biasa nya,dia menatap tangannya yang terdapat chip kecil yang nyaris tidak terlihat jika tidak di perhatikan dengan seksama.
" Ini tidak rusak bahkan setelah terkena air laut , gelangnya juga ! Haruskah aku memberikan data ku ?"
Zoya menatap lama gelangnya , gadis itu terlihat berpikir keras untuk keputusan yang akan di ambil nya , haruskah dia mengisinya ?.
" Ziyi kau sudah bangun? "
Yuji tiba tiba saja masuk kedalam dan melihat Zoya duduk .
" Oh kau sudah bangun , maaf aku menerobos masuk ! Bisakah kau membantu ku ?"
Zoya duduk sambil memperhatikan Harumi yang sedang memasak . Gadis itu di suruh menemani Harumi oleh Yuji , pemuda itu ingin pergi ke pasar untuk membeli beberapa bahan
Zoya ingin mengatakan sesuatu tapi gadis itu mengurungkan nya ketika Ryu datang dengan membawa beberapa sayur .
" Bu , aku akan meminjam nya sebentar " seru Ryu sambil menarik lengan Zoya setelah pemuda itu meletakkan sayur yang di bawanya .
Harumi berbalik menatap sang putra yang terlihat mencurigakan.
" Apa yang akan kau lakukan pada nya ,Ryu ?"
" Ibu aku hanya ingin menanyakan sesuatu ,bolehkan ?" Ryu tersenyum berharap sang ibu mengizinkan nya .
Harumi menatap Ryu sejenak kemudian menghela nafas .
" Kenapa kau tidak menanyakan nya kepada orang nya ? "
" Hei ,wanita !Bagaimana kau maukan ?" Tanya Ryu membuat Harumi seketika kesal
Pletak
" Ibu....!! Kenapa memukul ku ? " Ryu menggosok pelan kepalanya yang terasa sakit terkena pukulan sendok besar dari ibunya .
" Kenapa kau sangat tidak sopan !!? "
" Ah , baiklah ! Ayo ikut aku ,aku ingin menany-
Bugh
Belum sempat meneruskan ucapannya sebuah pukulan tiba tiba saja datang.
" Dasar tidak sopan ! Apa begitu caramu berbicara dengan seorang gadis!? Jika begini kapan kau akan menikah !? " seru Harumi dengan kesal , anak sulungnya itu sangat tidak sopan , padahal dia berharap bisa mendapatkan menantu sekarang .
" Ibu , aku hanya ingin menanyakan sesuatu kepada nya ! Ini tentang gadis ! Bisakah ibu mengizinkan nya ?" Ujar Ryu dengan rahang mengeras , pemuda itu mengepalkan tangannya kuat kuat merasa malu mengatakan nya .
Sedangkan Harumi , seketika itu juga wanita cantik itu tersenyum cerah , terlihat dia mendorong Zoya berdiri yang dari tadi diam untuk segera mengikuti Ryu .
__ADS_1
Zoya yang dari tadi memperhatikan keduanya menatap curiga kearah Ryu yang menunjukkan sikap itu .
" Ah benarkah? Apakah sekarang kau memiliki gadis yang kau suka ? Kapan kau akan mengenalkan nya kepada ku ? Akhirnya aku memiliki menantu ! " Harumi terlihat girang wanita cantik itu tersenyum cerah sembari kembali ke dapur .
Ryu menghela nafas lega , pemuda itu terlihat menyandarkan diri untuk merilekskan diri .
" Apa yang ingin kau tanyakan ?" Zoya menatap miring Ryu yang bangkit dan menariknya pergi .
Keduanya sampai di sebuah ruangan lain ,tepatnya itu seperti perpustakaan . Tampak bersih dengan banyak barang antik dan buku yang tertata rapi . Zoya tidak menyangka di rumah kecil itu terdapat ruangan lain yang bagus .
Ryu menatap dalam kearah Zoya yang berwajah datar , gadis cantik itu terlihat tidak terkejut atau panik , malahan dia terlihat tenang tenang saja .
Swos ...sret
Sebuah pisau melesat dengan cepat hingga menggores pipi Zoya yang tidak bergeming dari tempatnya , gadis itu hanya diam dengan wajah terkejut .
" Apa dia menyadari sesuatu?"
" Siapa kau ? Tidak mungkin kau mengatakan kau gadis biasa, jika kau memiliki senjata beracun "
Ryu mendekati Zoya dan menatap tajam mata Zoya ,pemuda itu mengambil pisau nya yang melekat pada sebuah buku .
" Dia seperti nya orang yang terlatih juga , mungkin dia berasal dari organisasi lain "
Zoya melirik sekitar nya , untuk bertarung mereka pasti akan menciptakan keributan dan mungkin dapat mengundang yang lain .
" apa yang kau katakan ! Aku memang gadis biasa !" Seru Zoya dengan wajah panik .
" Kau pikir aku akan percaya !? "
" Uk...aku.. lepaskan...! Aku bukan itu ...!!" Zoya berpura pura kesakitan dengan wajah menyedihkan, berharap Ryu dapat melonggarkan sedikit cengkraman nya .
Ryu tersentak ,pemuda itu melepaskan cengkraman nya kemudian menatapnya tajam .
" Apa dia hanya berpura pura kuat dan dingin selama ini ? Kenapa dia sangat lemah !?" Batin Ryu menatap Zoya intens .
Zoya terbatuk-batuk sembari melirik kearah Ryu yang masih menatap nya .
" Sakit sekali , kenapa kau berbuat seperti itu !? Apa kau ingin membunuhku !? "
" Hei gadis ! Bukannya kau yang ingin membunuh ku waktu itu !?"
" Mana aku tahu , ku pikir kau orang suruhan paman ku ! " Seru Zoya dengan menyedihkan , gadai itu mencoba menangis .
" Sialan kenapa air matanya tidak mau mengalir !?" Batin Zoya .
" Apa yang kau tahu ! Aku di serang paman ku tepat pada hari ulang tahunku ! Dia ingin merampas hak waris ku ,!!! Huhu..."
__ADS_1
Zoya melirik kecil Ryu , pemuda itu terlihat melunak melihat air mata Zoya yang keluar akibat terkena debu .
" Aku hanya ingin melindungi diri ku ! Kau ! Kau pasti orang suruhan paman ku kan !! Aku akan membunuh mu !" Zoya terlihat agresif dan segera meraih buku yang ada di sampingnya mencoba memukul Ryu yang terlambat bereaksi .
"Ahhh.....!!!"
Bruk
Keduanya terjatuh dengan Zoya berada di atas gadis itu tadi memang sengaja menjatuhkan diri tadi .
" Apa yang kau lakukan! " Ryu mencoba menjauhkan zoya yang berada di atasnya tapi gadis itu malah memukulnya dengan buku .
" Argh ...hentikan ! Hentikan ! Apa yang kau lakukan ! Aku bukan orang suruhan paman mu !!"
" Kau pikir aku akan menyelamatkan mu !? Jika kau suruhan nya ?"
Zoya menghentikan pukulan gadis itu terlihat terkejut .
" Oh , maafkan aku !" Seru nya tanpa rasa bersalah .
" Huh ! Rasakan itu ! Sudah lama aku ingin memukul nya !" Batin Zoya merasa puas telah memukul Ryu .
Zoya bangkit dari duduknya, gadis itu berdiri kemudian menepuk tangannya pelan.
" Argh..." Ryu menyibak rambut nya menatap kesal kearah Zoya yang terlihat tidak bersalah sama sekali .
Zoya tersentak , gadis itu menatap kearah celana Ryu yang tersingkap , sebuah tato yang dia kenali terbentuk di sana .
Ryu yang menyadari zoya menatap kearah paha nya segera berdiri dan menatap marah dengan wajah memerah malu .
" Apa yang kau lihat !! Kau mengetahui nya !?" Seru Ryu menatap Zoya curiga.
" Oh ,aku tidak menyangka kau memiliki selera unik , kau menato nya di paha , apakah kau seorang g*y !"
" Beraninya gadis ini !!!!"
Zoya pergi meninggalkan ryu yang mengepalkan tangannya , sepertinya pemuda itu benar benar marah terlihat betul dari rahangnya yang mengeras menatap nyalang kearah nya .
Zoya pergi menuju kamarnya , gadis itu sekarang memikirkannya tato yang dia lihat tadi sepertinya masih terngiang di kepalanya .
Tato cakar elang ,itu sama persis seperti yang dulu dia cari , apakah Ryu salah satu anggota nya ? .
Zoya sekarang benar benar yakin ,dia harus menyelidiki nya , sepertinya dia dapat menemukan jejak ibunya yang hilang dengan menempeli Ryu .
Zoya menatap gelang kecil di tangan nya sekarang dia tidak punya pilihan lagi , satu satu nya teknologi hanya gelang kecilnya itu .
" Aku harus mencari data , sudahlah aku akan tanggung resiko nya nanti saja !" Batin Zoya segera bergegas mengaktifkan gelangnya .
__ADS_1
Sedangkan untuk chip di tangannya sepertinya itu tidak berfungi , mungkin karena jauh dari pemiliknya .
" Sudahlah ,aku akan memikirkan cara untuk dapat mendekati nya ! Untung saja tadi aku berpura pura !" Batin Zoya