Shadow Queen

Shadow Queen
11. Identitas


__ADS_3

Setelah pulang dari rumah Gibran , Zoya segera pergi menuju markas Red Shadow , tak lupa mengganti seragamnya .


seperti biasa , gadis itu akan berlari menuju ujung kota menuju ke arah hutan , dan tentu saja melewati jalan yang jarang orang orang lewati .


tak terasa , Zoya telah sampai di hutan luar , segera saja gadis itu masuk kedalam sambil sesekali melirik sekitar.


kruuk....


Zoya menyentuh perutnya yang terasa perih , dia ingat jika sekarang dia belum makan siang , hanya minum air putih yang di berikan Gibran tadi .


" duh , mana laper lagi !" batin Zoya celingak-celinguk.


saat melirik sekitar nya mencari buah untuk dimakan , Zoya menajamkan pendengarannya ketika sebuah suara terdengar .


meow...


meow...


Zoya berjalan perlahan menuju arah suara , gadis itu perlahan menarik semak semak dan melihat seekor anak kucing berwarna putih terlihat kesakitan .


" kenapa bisa ada kucing disini ? " batin Zoya segera mengendong kucing dan memperhatikan gerak gerik nya yang ada di pelukannya


keadaan kucing itu cukup memprihatinkan , kucing itu terlihat kesakitan , tangan nya berdarah seperti di lukai pisau dengan sengaja dan cukup pajang sampai ke bahunya . suaranya terdengar sangat kesakitan .


" dia di lukai , dasar brengsek ! " batin Zoya yang kesal , merasa kasihan dengan kucing kecil itu. pelakunya pasti berniat membuat kucing putih itu mati kehabisan darah .


Zoya segera mengobatinya ketika gadis itu sampai di markas . Zoya mengobatinya dengan telaten sambil sesekali mengelus kepala kucing itu.


"meo~w.....


" ehem... !" Zoya menetralkan rasa senang , melihat kucing itu menggesek kan kepalanya pada tangan Zoya .


" lucunya !!! " batin Zoya mempercepat prosesnya .


setelah selesai mengobatinya , Zoya memperhatikan kucing kecil itu dengan seksama , gadis itu terlihat berpikir keras dan tentu saja kucing itu juga menatap ke arah Zoya .


" em...ingin ikut aku ? " tanya Zoya tiba tiba , kucing itu merespon segera , dia mendekati Zoya dan segera menggesek kan lagi kepalanya pada tangan Zoya.


" oh ! baiklah , sekarang nama mu Bill !" ujar Zoya mengelus kepala Bill pelan .


"permisi 005 , ketua memanggil !" ujar seorang pria besar dengan wajah garang nya .Zoya mengangguk , mengikuti pria besar itu menuju ruangan yang di tentukan .


keduanya sampai di depan sebuah ruangan yang besar , pria itu membukakan pintu itu dan segera pergi ketika Zoya telah masuk , di sana 12orang sudah berkumpul .


"baiklah ,semua sudah lengkap, maka pertemuan ini akan kita mulai " ujar butler yang berada di samping ketua .


" perkenalkan anggota baru kita ,Zoya dengan name 005 " ujar butler menunjuk kearah Zoya .


Zoya berdiri, berjalan mendekat kearah butler .


gadis itu melepaskan topeng yang menutupi wajahnya , dan seketika itu juga sepuluh orang yang memakai topeng juga ikut membuka topeng mereka .


Zoya awalnya terkejut , melihat orang orang yang bertopeng itu ikut membuka topeng mereka .


tapi dia diam saja , mungkin itu adalah etikanya ?

__ADS_1


" Zoya , no name 005 " ujar Zoya memperkenalkan diri , gadis itu menatap yang lain ikut memperkenalkan diri mereka.


" Rizwan, no 06 !" ujar


" Evan,no 07 "


" Gabriel , no 08 , cih !"


" Lina , no 09 !"


" Ryan , no 10 ! "


" Gibran , no 04 !"


" deg ! " Zoya menoleh , menatap pemilik nama yang dia kenal , mata Zoya menatap lurus kearah mata Gibran , warna coklat ,! gadis itu membeku. itu benar benar Gibran , sorot mata pemuda itu terlihat dingin dan tajam , sangat berbeda dengan tatapan matanya beberapa jam lalu.


"******!!! itu Gibran ? beneran Gibran ?! " batin Zoya yang panik .


" Azel , no 03 "


" Daffa no 02 !"


" Zyan , no 01"


masing masing dari mereka memperkenalkan diri, tapi sepertinya Zoya tidak fokus , gadis itu terlihat berkeringat dingin .


tap


Zoya menoleh , Mark menepuk bahunya , tatapan matanya seakan menanyakan ada apa ?


" baik , selesai perkenalan nya ,ada yang ingin ketua sampaikan dengan kalian !" ujar Austin , sang butler .


"sebelum , membahas misi yang akan dijalan , aku memiliki , Misi baru untuk kalian semua ."


"misi ini akan di jalan kan 3 bulan kemudian , jadi berlatih lah karena misi ini mungkin akan membuat korban , ! " lanjutnya menatap tajam mereka semua .


"tapi sebelum aku lanjutkan , Zoya ! kenapa kau membawa binatang itu ?" ujar ketua dengan dingin , tatapan nya tajam dengan rahang yang mengeras .


Zoya diam , gadis itu tidak mengatakan apapun .


"bunuh dia !" ujar ketua ketika tidak mendengar jawaban dari Zoya .


Zoya tersentak ,tidak tahu harus menjawab apa . Zoya mengigit bibir bawahnya, semua mata tertuju padanya , tapi dia hanya diam .


Zoya menyerahkan binatang yang sempat dia selamat kan kepada Austin , tanpa membantah .


meow.....


Bill memelas , seolah memanggil Zoya untuk menolongnya .


scrak....


kepala Bill terlepas dan darahnya terciprat kemana mana , Zoya hanya diam , tidak mengeluarkan ekspresi apa pun .


" kau tahu kenapa ?" tanya ketua dengan dingin .

__ADS_1


"tidak!"


" dimana kau menemukan nya ? jangan bilang di hutan ?" tanya Mark


"iya !" jawab Zoya singkat .


mata Mark melotot , dengan sigap pria itu mengeledah mayat Bill sampai membelah kucing itu .


" dasar biadab !! apa yang dia lakukan ?! " batin Zoya yang terkejut dengan aksi Mark , tapi gadis itu bisa apa ? .


setelah beberapa saat , mark menemukan sebuah benda kecil berada di tangan yang sempat Zoya obati tadi .


" lihat ?kau tahu apa ini ? " tanya Mark dengan rahang mengeras , pria itu terlihat sangat marah ketika menatap Zoya .


" itu GPS ! " batin Zoya


" LIHAT YANG KAU LAKUKAN !! 005 !"


...****************...


di tempat lain ,tepatnya di markas polisi


" kau sudah mendapatkan sinyalnya, ?!" tanya seorang pria dengan seragam polisi nya.


" sabarlah , sebentar lagi ." jawab lawan bicara nya yang sedang mengotak Atik komputer.


" memangnya kenapa kita harus repot repot , bisa saja informasi itu salah bukan ? " tanya polisi yang baru saja ikut nimbrung.


"sepertinya tidak , di daerah sana memang terlihat mencurigakan , kita harus memantau semua wilayah di kota ini " tambah pria itu .


" dapat !! , alat itu memberitahukan ada banyak orang di sana! sepertinya itu sekelompok organisasi " tambah nya , melihat layar komputer nya .


" lokasinya di hutan bagian barat, kota A , sekitar 1 jam perjalanan ke sana , " ujar polisi muda itu .


"pantau terus , aku akan memberikan perintah kepada mereka !dan kau segera bersiap ! "


" baik ! ketua ! "


tidak butuh waktu lama , sebagian polisi sudah berkumpul dan segera menuju tepat lokasi .


" semua ! tangkap semua yang mencurigakan ! , jika melawan , lumpuhkan mereka ! " perintah ketua polisi itu ,ketika sebanyak 30 polisi menyerbu masuk kedalam hutan menuju markas Red Shadow .


" lokasinya berada disini ! "


" kerja bagus !


semua polisi itu melihat bangunan tua yang terbengkalai dengan banyak daun dan rumput liar.


setengah dari para polisi itu , masuk dengan hati hati kedalam masion , mereka masuk dengan pistol di tangan masing masing .


hening


tidak ada siapapun dan tidak ada apa apa di sana , hanya debu yang menebal karena tidak di tinggali .


" apa yang terjadi ?! tidak ada siapa pun disini ?!?" ujar seorang polisi yang keluar dari masion itu . rahangnya mengeras merasa dibodohi

__ADS_1


" Andra ! kau bercanda hah ?! " ujar nya meledak , mencengkram kerah seragam Andra .


__ADS_2