Shadow Queen

Shadow Queen
14.kesepakatan


__ADS_3

Andra melamun di kasurnya pandangannya terlihat kosong di samping bangkar nya terlihat seorang pria muda tertidur .


" hah.... sebenarnya kelompok apa itu ? " batin Andra menutupi matanya dengan tangan.


" apa mereka sekelompok pengedar narkoba? atau bandar judi ? atau gaster ? , tapi bagaimana mungkin ? orang orang seperti itu tidak akan mau tinggal di hutan seperti itu !"


" lalu siapa ? "batin Andra pemuda itu mendapat tekanan yang cukup kuat setelah kejadian itu.


bagaimana mungkin tidak ? dari sekian banyak rekan nya , yang selamat hanya dua orang . apalagi rekan rekan nya tewas untuk menyelamatkan diri nya .


"dan kenapa aku harus bangun lebih cepat ?" gumam Andra merasa lelah dengan keadaan nya sekarang.


" hah ! apa yang sebenarnya kalian pikirkan hah?! kalian bahkan tidak meminta izin dari ku untuk operasi itu dan lihat sekarang kita mengalami kerugian !"


"sekarang bagaimana aku akan memberitahu soal ini ?! hah....!!!berita berita itu telah menyebar dengan cepat ! para media sekarang berkumpul di depan kantor ! hah ! "


"Dasar merepotkan!!!" maki Daniel , polisi itu terlihat marah marah melampiaskan semuanya dalam umpatan kasarnya .


"ugh ...."


" eh? , dokter dokter ! pasien kamar 045 kembali sakit !" teriak salah satu polisi di sana.


" hah ! pria tua ini hanya bisa mengomel saja ! ini juga salah dia ! " batin Andra berpura pura sakit , pemuda itu memejamkan matanya seakan pingsan.


" dasar ! jika dia bukan anak orang itu memangnya aku akan patuh begitu saja ? kenapa anak bau kencur ini harus bermain polisi polisi'an ! kenapa tidak mati saja " batin Daniel menatap tak suka kearah Andra yang sedang di periksa dokter.


......................


" uh ...."


Zoya membaringkan tubuhnya di kasur , gadis itu terlihat sangat lelah . setelah bertengkar dengan Gibran Zoya lebih memilih pulang dan bolos sekolah , sekarang dia benar benar lelah , fisiknya butuh tidur sekarang .


" Zoya ! Zoya!!!"


Zoya terbangun ketika mendengar panggilan dari luar , gadis itu melirik jam dinding dan pergi membukakan pintu kamarnya .


" ada apa ? kenapa kau berisik sekali ?!"tanya Zoya melihat Grisa berdiri di depannya .


" kak , aku akan kerja kelompok sama temen sekelas, anterin aku !" yang sudah siap .


"hah! memangnya dimana ? kenapa kau tidak nebeng sama teman teman mu ?!"


" oh , aku lupa memberitahu mereka , ayolah antar kan aku ! aku bisa telat jika tidak pergi sekarang " seru Grisa tidak sabar , gadis itu terlihat sangat terburu buru .


"ck ! kenapa kau tidak menyuruh Victor ?! dia juga bisa mengantar mu ! kau menggangu ku , sekarang aku sedang lelah "


"aku tidak mau ! jika kau tidak ingin mengantar ku maka aku akan mengadu kepada mama !" Grisa pergi dengan menghentakkan kakinya meninggalkan Zoya yang menghela nafas panjang .

__ADS_1


"baiklah , tunggu aku dibawah "


"hah , berapa lama aku tertidur? tubuhku masih lelah " batin Zoya mengganti seragamnya, gadis itu tertidur tanpa mengganti seragam sekolah nya .


setelah mengganti seragamnya Zoya turun dan melihat Grisa berdiri menunggu nya , wajah gadis itu terlihat jelek karena bete menunggu Zoya lama.


" apa!? " tanya Zoya melihat tatapan sinis dari Grisa


" cih , cepetan !" Grisa memalingkan wajahnya , merasa kalah dengan tatapan Zoya yang menurut nya sangat tajam .


setelah selesai mengantar Grisa , Zoya mampir di sebuah taman yang cukup sepi . gadis itu duduk dan menatap kearah melihat langit yang tampak bersahabat.


"hu...! bentar lagi ujian, habis ujian ngapain ya ? " gumam Zoya memijit keningnya .


gadis itu merasa dilema sekarang , di satu sisi dia ingin kuliah dan hidup seperti gadis pada umumnya , tapi di satu sisi dia tidak ingin ketahuan apa pekerjaan nya lagi pula bagaimana dia akan memberitahu ibunya tentang uang nya ?


" kayak nya gw emang harus sampai SMA aja deh , huh ! "


"ya ,gak papa sih ,lol !"Zoya tertawa kecil , merasa konyol dengan dirinya sendiri .


🎶🎶🎶 ponsel gadis itu berdering dengan nomor tidak di kenal .


"halo ? "


"kami dari pihak ...


Zoya menyalakan motor nya dan pergi dari sana gadis itu melaju dengan cepat .


.


.


.


Brak


"kak , gw mau minta permintaan gw kemaren " ujar Zoya tiba tiba sambil membanting pintu dengan kuat .


sedangkan pemilik pintu terkejut sambil mengelus dadanya pelan , Evan mengeryitkan keningnya melihat Zoya datang dengan napas memburu .


"lah , lo kenapa ? , kok lelah kek gitu ? " tanya Evan


"kak , gw minta uang 500jt , hadiah dari pertandingan kita , Lo nggak bakalan lupa kan ?! " tanya Zoya masih mengatur pernafasan nya


" iya sih , tapi kenapa harus uang? Lo nggak mau minta sesuatu yang lain apa ?" Evan duduk sambil meminum koktail nya


"kak ,Lo nggak punya ya ? " tanya Zoya meragukan Evan yang meminum minuman nya dengan santai .

__ADS_1


perempatan muncul di kepala Evan , melihat Zoya yang memperlihatkan wajah khawatir .


"nih anak pikir gw gak punya duit apa ?! " batin Evan merasa kesal melihat wajah Zoya.


"nggak bukan gitu ,tapi ...oke gw kasih , 500jt kan ?" ujar Evan menyerah , Zoya benar benar membuatnya tidak bisa berkata kata .


"iya cepetan !" balas Zoya buru buru.


" emang buat apa sih , sini mana ,gw scan "


Tit


"udah ?kan , udah sana pergi !" usir Evan kembali meminum koktail nya tapi Zoya tidak pergi dari tempatnya .


"apa lagi ? " tanya Evan sambil menaikan alisnya, gadis ini benar benar .


"kak , bantuin Zoya ! "


"heh ? sekarang Lo tau sopan santun ?! yah gw emang udah curiga sih dari tadi , Lo panggil gw ' kak ' pasti ada maunya " Evan tertawa menggoyang kan gelasnya .


pemuda itu mendekati Zoya yang masih di tempatnya , mendekati wajah nya dan menatap kearah mata Zoya .


" heh ,! Lo pikir gw mau ? , dengerin ya , gw udah kabulin permintaan Lo dan sekarang kita nggak ada urusan lagi , jadi mending pergi sekarang " tegas Evan tepat di depan wajah Zoya .


Zoya mengigit bibir bawahnya , rasa malunya sebenarnya menyeruak membuat bibirnya terasa kelu untuk berbicara .


" Lo tau ? disini gak ada yang namanya bantuan orang baik , disini yang ada hanya win and win Lo tahu kan ? udah , mending pergi kalo gak bisa kasih keuntungan buat gw " usir Evan berbalik.


pemuda itu terlihat senyum meremehkan .


" kalo bantuin gw sekarang , kelak gw bakalan bantu Lo kak " ujar Zoya membuat Evan berbalik, menyeringai sambil mendekat .


" seriously ? " Evan menaikan sebelah alisnya menatap tak percaya kearah Zoya , lebih terlihat mengejek Zoya .


bibir Zoya bergetar ,tapi Zoya tetap membuka mulut nya untuk memberi Evan jawaban .


" yeah ," Zoya mengangkat dua jarinya membentuk huruf V .


"hah ! gw ngapain sampai buat perjanjian sama iblis ini ?:!!" nanti Zoya berteriak melihat Evan menyeringai lebar .


"persetan , pokok nya masalah ini harus gw selesain ! permintaannya belakangan ! " batin Zoya memaksa bibirnya tersenyum ketika Evan mengulurkan tangannya tanda kesepakatan dan Zoya menerimanya dengan terpaksa .


.


.


.

__ADS_1


vote and like ya , Jan pelit pelit <( ̄︶ ̄)↗


__ADS_2