Shadow Queen

Shadow Queen
39. Kenangan


__ADS_3

terlihat seorang gadis duduk di sebuah kursi roda sambil memandangi seorang laki laki berseragam polisi yang ada di sampingnya , dengan serius gadis itu menatap nya dan terlihat terhanyut oleh pesona sang lelaki.


polisi itu terlihat menelpon dengan mimik wajah serius dan itu seakan menambah plus untuk polisi itu .


" kak Andra tampan !" batinnya sambil memandangi Andra .


"ah ,iya ..aku akan datang , tunggulah sebentar lagi . baik " Andra mematikan ponselnya kemudian menoleh menatap Grisa yang terus menatapnya dari tadi .


" ada apa ? apa aku butuh sesuatu?" tanya nya berjalan ke belakang Grisa dan mendorong kursi gadis itu .


" tidak ,hanya saja kakak tampan ketika bekerja " puji Grisa dengan wajah tersipu malu , sebenarnya gadis itu malu menjawabnya tapi seakan membuncah , rasa kagumnya membuat mulutnya terbuka mengatakan nya .


Andra terdiam pemuda itu tidak merespon pujian Grisa , dia tahu gadis itu menaruh hati padanya tapi tidak dengan dia ,jadi dia tidak ingin bersikap berlebihan karena itu hanya akan membuat Grisa terluka akibat fantasi harapan nya sendiri , lebih baik dia diam dan terus menjaga batasan itu .


" aku akan pergi ke kantor dulu , kau tunggulah di apartemen , aku akan menyuruh Mila untuk menjaga mu " ujar Andra sambil membuka pintu mobil .


Grisa terlihat enggan tapi dengan cepat gadis itu menganggukkan kepalanya dengan lemah .


Andra diam , pemuda itu tahu gadis itu kecewa tapi mau bagaimana lagi , dia tidak dapat memaksakan perasaan nya , jangan hanya karena rasa kasihan membuat nya harus terjebak oleh takdir yang dia buat .


setelah Andra ke masuk mobil , pemuda itu segera menyalakan mobilnya dan segera menjauh dari rumah sakit untuk pulang , selama perjalanan Grisa tampak diam tidak banyak bicara dan itu membuat Andra tampak khawatir.


"ah , tidak ! jangan sampai rasa kasihan membuat mu harus menyesal karena perbuatan ku sendiri !" batin Andra yang akhirnya lebih mementingkan egonya sendiri .


.


.


.


dor


dor ...dor..


terdengar suara bangku tembak yang saling bersahutan , suara suara teriakan tertahan juga terdengar seakan menjadi senandung untuk mengiringinya . bau anyir darah dan bekas asap senjata api seakan menjadi bau khas yang memang harus ada di sana .

__ADS_1


seorang gadis terlihat bersembunyi di balik tembok sambil menunggu musuh terlihat , perlahan tapi pasti gadis itu segera menembak ketika mendengar suara gemerisik kaki mendekat .


dor dor dor


tiga tembakan itu berhasil melumpuhkan tiga lawan yang datang , tapi gadis itu kalah cepat dengan peluru yang datang terakhir .


kakinya terbidik dan membuat nya mengigit bibir bawahnya , sambil membidik musuh yang ternyata sisa satu orang .


dor


" cuih , sakit juga ya ..." gumamnya pelan menatap kearah kakinya yang mengeluarkan darah .


tak jauh darinya dua orang yang di kenalnya di datang dengan tergesa gesa .


" kau tidak apa apa?! "


" sepertinya pelurunya tertanam di kakiku " jawab Zoya menunjuk kearah kakinya yang terus mengeluarkan darah .


" lebih baik segera kita obati ,jika kau akan mati karena kehabisan darah !" usul Harumi .


" sepertinya masih ada beberapa keronco keronco yang berniat melarikan diri , tapi tenang saja mereka akan segera di kirim bersama yang lainnya " sahut Yuji


"bagaimana dengan orang itu ? kalian sudah mengaman-


bugh


" beraninya kau mengabaikan pertanyaan orang tua , kau sudah merasa hebat ya ?!" seru Harumi dengan mengepalkan tangannya setelah memukul kepala Zoya .


Zoya meringis sambil mengusap pelan kepala yang dipukul oleh Harumi .


" mama ku bahkan tidak pernah memukul ku !" gumam Zoya yang masih terdengar oleh Harumi .


" sudah cepat duduk , biarkan aku mengeluarkan pelurunya ! tahan ,ini akan sakit karena aku tidak membawa obat bius sekarang !" seru Harumi mulai membuka kotak obat nya .


Zoya menurut dan duduk , gadis tertawa hambar sambil mengangkat lengannya untuk menutupi matanya .

__ADS_1


" seharusnya kau menambahkan kata ' mungkin ini akan sakit ' " balas Zoya menggigit bibir bawahnya , rasa sakit itu datang ketika dia merilekskan tubuh nya .


" apa ibu mu tidak pernah memukul mu ?" tanya Yuji tiba tiba , pemuda itu tadi sempat mendengar gumaman gadis itu, Zoya terdiam pertanyaan Yuji seakan membuatnya kembali ke masa lalu .


"....."


" apa yang kau lakukan ?! " bisik Harumi serasa ingin memukul Yuji , Yuji hanya bisa tersenyum sembari menggaruk tengkuknya yang tidak gatal .


sekarang pemuda itu merasa menyesal karena sudah bertanya hal private .


"dia wanita yang hebat , dia tidak pernah memihak dan selalu memaafkan kami , bahkan ketika marah dia hanya memberikan nasihat , aku bahkan belum meminta maaf , aku ingin mengatakan banyak terima kasih untuk segala yang dia berikan , aku Tidak bisa menghitung berapa banyak kebaikan nya untuk ku ,aku ingin berteriak dan mengatakan banyak sekali kata pujian untuknya , aku ingin memeluk nya dan kembali melihat senyumannya , aku ingin kembali melihatnya walaupun hanya satu detik"


" aku ingin melihat kekhawatiran di wajahnya ketika melihat ku pulang dengan baju kotor , aku ingin melihat wajah kesalnya yang memarahi adikku , aku ingin ketika membuka mata aku melihat nya tersenyum dan menyuruhku untuk sarapan , aku ingin mendengar suara lantangnya ketika memanggil nama ku ., aku ingin ..."


Zoya ingin berteriak dan menangis sehebat hebat nya , dia ingin melihat ibunya lagi , rasa rindu nya seakan membuat nya rapuh ,dia ingin berlari ke pelukan hangat sang ibu dan menceritakan semuanya .


tanpa di sadari air mata Zoya mengalir jatuh , dua ibu dan anak yang menyadari nya terdiam . gadis yang selalu berwajah dingin dan terdengar kejam itu sekarang terlihat rapuh , dia seperti gadis biasa yang ingin menangis dan menumpahkan segala keluh kesahnya , tapi sayang dunia memang kejam .


bahkan orang yang kejam sekalipun akan lemah jika di hadapkan dengan seseorang yang dia sayang .


" lupakan pertanyaan ku tadi , apa kau baik baik saja ?" Yuji tampak gugup , pemuda itu merasa serba salah melihat air mata Zoya yang masih mengalir .


" apa yang kau katakan ! aku tidak menangis karena pertanyaan mu..,! hanya saja , rasa sakit dari operasi itu membuatku mengeluarkan air mata !!! "


" aku bahkan tidak mengatakan ' dia menangis ' dia sendiri yang mengatakan nya !"


jika Ryu ada , mungkin laki laki itu akan mengatakan " apa kau menangis ? kau menangis bukan , ya kau memang menangis ,jadi jangan malu cengeng " .dan setelah itu pasti akan ada adu mulut walaupun terkadang Zoya enggan membalas nya .


" benarkah , ?! baiklah " Yuji hanya bisa terdiam , dia tidak lagi membuka mulutnya ketika mendengar suara Zoya yang serak .


sekarang Yuji merindukan kakaknya yang cerewet , dia ingin Ryu datang dan membuat suasana canggung itu berakhir .


Harumi tahu , gadis itu menangis karena merindukan pelukan sang ibu , dan bukan karena operasinya ! dia tahu Zoya gadis yang kuat , dia tidak akan menangis untuk luka kecil itu .


^^^( luka kecil (-_-;)・・・)^^^

__ADS_1


" kau mencoba berkhianat ya , tapi sayang kau tetap kalah kan ! " seru Ryu menarik rambut seorang pria dan menyeretnya sepanjang jalan. di belakang nya beberapa orang mengikutinya menuju tempat Zoya dan yang lainnya berada .


__ADS_2