Shadow Queen

Shadow Queen
43 . pesta dadakan


__ADS_3

di ruangan yang penuh dengan kesan klasik , seorang pria dengan aura mendominasi terlihat duduk menatap seorang gadis kecil yang duduk jauh di depannya .


berbagai makan tersaji di meja makan yang panjang itu , beberapa maid berdiri sejajar sambil menundukkan kepala mereka , terlihat menunggu perintah sang majikan .


suasana hening menjadi sesuatu yang biasa di rumah besar itu dan seakan akan aura hening telah mengakar di rumah itu.


" makanlah , kau tidak akan tubuh jika tidak makan " ujar nya mengambil beberapa lauk untuk piringnya .


gadis kecil itu diam , tapi kemudian menurutinya dan memakan makanan nya , sesekali dia melirik kearah pria yang jauh di depannya .


merasa di perhatikan , pria itu menatap kearah gadis kecil itu ,tak berapa lama mata gadis itu berkaca kaca merasa terintimidasi dengan tatapan nya .


pria itu menghela nafas kemudian bangkit dan pergi meninggalkan nya .


.


.


.


Zoya duduk diam di dalam ruangan nya , gadis itu sedang fokus berkutat dengan komputer dan gelang kecilnya .


beberapa saat berlalu , Zoya menyandarkan tubuhnya pada kursi dan menatap langit langit kamarnya , gadis itu mengangkat tangannya kirinya dan menatap gelang kecil itu .


" siapa yang membuat teknologi ini ? ini sangat keren " gumamnya sambil terus memperhatikan gelang itu .


" siapa yang percaya jika gelang ini adalah sebuah sistem AI yang hebat , semua informasi yang tersembunyi pun dapat dengan mudah di temukan "


" tapi , kenapa ketua memberikan nya kepada ku ?"


Zoya menatap miring gelangnya , gadis itu terlihat menimbang bimbang apa yang akan di lakukan .


" gelang ini terlihat mencurigakan , benarkah ketua memberikan nya secara gratis ? atau dia memiliki niatan lain ?"


" tidak mungkin bukan , orang tua pelit itu akan menjadi sangat baik dan memberikan ku ini ? " batin Zoya .


tok tok tok


" masuk , !"


Zoya berbalik dan melihat Ryu datang bersama Chung-Hee , keduanya terlihat membawa beberapa kertas di tangannya .


" ada apa ?kalian sudah selesai?" tanya Zoya


Ryu menyerahkan beberapa kertas yang dibawa nya sambil menghela nafas pelan .


" mereka mulai bergerak , mendengar tentang kita sepertinya mereka mulai ingin unjuk kekuatan "


"benar , mereka mulai mencari informasi tentang kita ! tapi untunglah kita bergerak secara rahasia , kurasa butuh waktu yang lama agar mereka dapat menemukan kita " sahut Chung-Hee

__ADS_1


" kalau begitu sampai waktunya tiba , sembunyikan identitas kita serapat rapatnya , bangun kekuatan kita dan jika waktunya tiba kita lahap mereka sekaligus "


" ah ,satu lagi ! jangan lupa buat mereka jengkel !" tambah Zoya sambil mengetuk ketuk jarinya .


" baik ,queen.."


setelah keduanya pergi Zoya bangkit dari duduknya gadis itu kemudian pergi menuju lemarinya, mengambil sebuah jaket dan pergi dari sana .


" kau akan kemana ? " tanya Yuji yang melihat Zoya baru saja keluar ruangan nya , pemuda itu baru saja ingin masuk .


" aku akan menghirup udara segar, ada apa ?"


" ah, ada beberapa hal yang perlu kau lihat "


" kirim ke email ku ,aku akan melihatnya nanti ! juga kirimkan aku alamat markas eagle claws , "


"apa yang akan kau lakukan?! apa kah -


"tidak , aku hanya akan berjalan jalan ! jangan khawatir !" potong Zoya pergi meninggalkan Yuji yang terdiam .


" apa yang terjadi ? emosi nya tidak stabil ?"


sudah seminggu sejak markas Zoya menyerang mafia itu, terjadi kehebohan di dunia bawah dan sejak saat itu juga para anggota mafia lain mulai mewaspadai terjadi serangan yang tiba tiba datang , terlebih lagi oleh organisasi yang tidak di ketahui asal usulnya.


Zoya sekarang telah dapat berdiri kokoh di negara J , sekarang gadis itu tidak perlu lagi khawatir dengan keberadaan mereka yang akan terekspos, walaupun sekarang masih samar samar .


" haa...." Zoya menghela nafas pelan , gadis itu menatap ramainya kota T yang penuh dengan orang yang berlalu lalang .


Zoya berjalan menuju sebuah bangku taman dan duduk di sana .


perlahan salju turun , dan udara dingin mulai menyeruak menusuk kulit tapi Zoya masih enggan untuk bangkit dari duduknya .


lambat laut hari mulai meninggalkan tempatnya , menggantikan bulan untuk bertugas .


Zoya bangkit dari duduknya gadis berjalan itu perlahan menuju sebuah restoran kecil yang buka tidak jauh dari tempat nya .


Ting


Zoya pergi menuju salah satu meja yang kosong , sambil menunggu sampai pesanannya tiba gadis itu menatap orang orang yang datang bersama keluarga Meraka , perasaan aneh menusuk gadis itu , tapi tak ayal dia menepisnya dan segera menyantap makanan nya .


drtt...drtt...


saku nya bergetar membuat Zoya menghentikan tangannya , gadis itu mengambil ponselnya dan menatap layar ponselnya .


" ya ? "


" aku ? aku di restoran , ada apa ?"


" ku rasa di restoran mie , HM... namanya Tsuta Ramen ?"

__ADS_1


klik


panggilan berakhir , gadis itu kembali sibuk dengan makanan . sudah lama dia tidak merasakan nya , berjalan jalan normal sambil melihat lihat lalu lalang orang ,makan , bermain dan hidup normal seperti orang lain .


selang beberapa saat , Yuji datang di temani Ryu di belakangnya , keduanya terlihat mencari cari keberadaan Zoya .


Zoya yang menyadari jika Yuji dan Ryu datang , segera melambaikan tangannya memberikan tanda jika dia ada di sana .


" ah ,,,, kupikir kau pergi ke sana tadi " seru Yuji duduk di depan Zoya .


" ada apa ? , kau tampak tidak senang ?"


" bukan begitu , hanya saja ku pikir kau ada di sana dan melakukan sesuatu ,jadi kau benar hanya berjalan jalan ? di cuaca yang dingin ini ? "


Zoya menganggukkan kepalanya , gadis itu terlihat tidak begitu peduli dan kembali memesan makanan


" apa yang kalian lakukan di sini ? "


" kami ? ah ,tidak ada ! kami hanya ingin berjalan jalan juga " jawab Yuji yang mendapat tatapan aneh dari Zoya .


" pesanan anda datang" seru seorang pelayan wanita sambil membawa beberapa makanan di tangan .


"eh kapan kau memesannya? untuk ku mana ? " tanya Yuji menatap mie yang di letakan pelayan tadi .


" kau tidak memesan apa pun , dan aku hanya memesan untuk ku sendiri " balas Ryu sekenanya dan segera memakan makanan nya .


" Itadakimasu "


Yuji menatap sang kakak jengkel , pemuda itu terlihat cemberut dengan mata kesalnya .


" ini untuk mu " seru Zoya menyerahkan semangkuk mie panas yang datang tadi .


Yuji terlihat berbinar, pemuda itu segara mengambil sumpit dan hendak memakan nya tapi sebuah suara familiar menghentikan nya.


" hei , kalian makan sendiri?! kenapa kalian Tidka mengajak kami ?! dimana pesta penyambutan untuk anggota baru ?!" seru Calvin menatap tiga orang di depannya .


Zoya menghela nafas pelan sedangkan Yuji terlihat terkejut ketika anggota yang lain datang ke sini .


" kalian ? kenapa ada di sini ?:" tanya Yuji lewat tatapan matanya .


seakan tahu Brian dan lainnya hanya menyeringai dan itu membuat Yuji jengkel .


" oh ayolah , kenapa kita tidak mengadakan pesta untuk perayaan kemenangan kita ?! atau apa kalian hanya ingin membuat kami bekerja sana , tanpa ada hiburan ?!" Brian duduk di samping Zoya dan menatap kearah Zoya dengan pandangan memelas .


" bagaimana queen ? anda tidak mungkin akan menelantarkan anak buah mu bukan ?! "


" ah ,...pesan lah semau kalian , tapi jangan harap kalian bisa pergi jika tidak menghabiskan nya !" seru Zoya .


" ya ! tentu saja !!" seru mereka semangat dan segera memesan makanan

__ADS_1


dan terjadilah pesta dadakan malam di sana .


__ADS_2