
satu satu nya cara agar semua berjalan dengan baik adalah dengan mencari jalan keluarnya .
" Yuji !!"
Zoya melambaikan tangannya kearah Yuji yang terlihat datang mendekat dengan beberapa barang belanjaan , pemuda itu tersenyum lebar menatap Zoya dari jauh .
" kau tampak senang ,apa yang membuat mu begitu ? " tanya Yuji yang melihat perubahan mood Zoya yang tampak berubah , walaupun wajah nya masih menunjukkan wajah dingin.
" tidak ada, apa kau tidak merasa curiga pada ku ?"
" Hem..? apa maksud mu ? "
" kau tidak bertanya kenapa aku sangat kuat saat pertama bertemu ?apa kau tidak curiga ?"
keduanya berjalan beriringan menuju dapur sambil menenteng belanjaan nya .
Yuji tampak berpikir , kemudian pemuda itu menunjukkan senyum cerahnya .
" tidak ,.untuk apa ? lagi pula itu merupakan bentuk pertahanan diri , " balas Yuji
"tapi apa kau tidak merasa aneh ? " tanya Zoya lagi
Zoya terdiam gadis itu memperhatikan Yuji yang terlihat berbeda dengan kakak , mereka sangat berbanding terbalik .
"bisa saja kan aku membunuh kalian ketika aku sudah benar benar sudah pulih ?"
"kau tahu itu bisa saja membuat mu menyesal " tambah Zoya
Yuji tertawa keras ,pemuda itu mendekati Zoya yang mengambil air untuk di minum .
Yuji menepuk pelan kepala Zoya lembut pemuda itu menunjukkan senyum lembutnya sembari menatap Zoya .
" terkadang ada kalanya kita harus menerima nya , mungkin itu takdir , kenapa kita menyalahkan keadaan jika takdir sudah di tentukan ? "
" berpikir lah positif , adakalanya yang kau sesali justru itu yang terbaik , jadi kenapa menyalahkan keadaan jika semuanya sudah di atur ? "
" apa kau benar seorang adik ? kenapa rasanya kau seperti kakak saja ? "
" hahahaha ...aku memang adik !"
"kau seperti orang tua saja !" ujar Zoya menatap kearah lain .
" benarkah ? kurasa tidak ! kita seumuran tahu !" balas Yuji pergi mencuci beberapa buah yang di beli tadi .
Zoya diam memperhatikan kembali Yuji yang begitu telaten membersihkan buah buahan nya. gadis itu mendekat kemudian menyibak rambut coklat Yuji yang terlihat menganggu pemuda itu .
Yuji tersentak ,pemuda itu segera menghindar dari Zoya yang terdiam di tempatnya .
" apa yang kau lakukan ?"
__ADS_1
reaksi Yuji membuat Zoya tersadar gadis itu segera berpura pura terkejut .
" oh , aku hanya risih dengan rambutmu , kenapa kau tidak memotongnya ? bukan kah itu menganggu ? " Zoya bertanya dengan nada canggung ,gadis itu menundukkan kepalanya .
" itu tato yang sama ! apakah mereka berdua .."
"tidak ! aku suka gaya rambut ku !" balas Yuji yang kembali menetralkan raut wajah nya .
" kau memiliki tato yang sama dengan kakak mu ,tapi ...
" ada apa ?! " Yuji tampak penasaran , apa yang akan di katakan Zoya ? mungkinkah gadis itu tahu sesuatu ?
" apa kakak mu g*y ? kenapa dia meletakkan tatonya di paha ? " bisik Zoya membuat Yuji tertawa keras
" apakah dia percaya ? " batin Zoya menatap Yuji yang tertawa mendengarnya .
"kenapa kau tidak menanyakan nya sendiri ? "
"ugh , tidak dia sangat pemarah !"
" bagaimana kau tahu kak Ryu memiliki tato ? " tanya Yuji dengan tatapan menyelidik walaupun wajahnya menunjukkan senyum seperti biasa tapi Zoya tahu Yuji mulai waspada terhadap nya .
" uh , aku tidak sengaja terjatuh di atasnya saat hendak memukulnya "
"apa yang terjadi ?"
"dia bermain pisau seenaknya saja , untung saja aku pintar dan dapat mengalahkannya !!" seru Zoya dengan bangga , mencoba menjadi gadis manja orang kaya .
" ugh ! jika bukan karena ingin menyelidiki kalian aku tidak akan bersikap seperti ini !" batin Zoya membalas tatapan Ryu .
" seorang g*y yang pemarah ! !!" seru Zoya membuat Ryu seketika geram.
" seperti nya kau ingin mengetahui seberapa kuat aku , mari kita lihat siapa yang akan memohon nanti ?!"
" Tante !!!!! .....tolong !!!" Zoya tiba tiba saja berteriak membuat dua pemuda itu secara refleks menutup telinga mereka .
"kau pikir ibuku akan datang ? ibu tidak akan datang ! dia pergi bekerja sekarang , tidak ada yang akan menyelamatkan mu !" seru Ryu dengan senyum jahatnya .
" uh ...Yuji !! tolong aku " mohon Zoya menatap kearah Yuji yang tertawa kecil .
" kak sudahlah , lebih baik kau bersihkan cumi nya , aku akan memasaknya nanti !" seru Yuji meleraikan keduanya .
" seperti nya Yuji sudah mulai membatah kakak ya ?"
Yuji terdiam , pemuda itu menyingkir dari Zoya dan berpura pura tidak tahu .
" ah ...." Zoya benar benar tidak menyangka Yuji akan menjualnya seperti ini .
" nah , sekarang ikut aku !" Ryu menarik tangan Zoya pergi , pemuda itu tersenyum lebar akhirnya dia dapat membalas dendam.
__ADS_1
" kau tidak sungguh sungguh kan ?!" seru Zoya dengan menarik tangan nya .
" tentu saja aku sungguh sungguh !kau ingin melihat kegagahan ku kan ?! "
" hah....jadi maksud mu ini ?! " Zoya menatap jengah dengan cumi di depannya , gadis itu di suruh oleh Ryu untuk membersihkan cumi cumi yang baru saja dia tangkap sedangkan dia , malah enak enak duduk sambil meminum jus .
" penghinaan ini akan ku balas nanti !!!"
.
.
.
.
sudah seminggu dunia di hebohkan dengan meledak nya kapal pesiar terbesar di dunia , kapal yang banyak menewaskan para orang orang teratas menjadi perbincangan hangat , sekarang pihak kepolisian dan polisi dunia sedang menyelidiki kasus terkait dengan hal tersebut .
di bangsal rumah sakit , seorang gadis terbaring menatap kearah tv yang menayangkan beberapa berita up date sedang di siarkan , sampai seorang pemuda tampan masuk gadis itu segera mematikan tv-nya .
" kak Andra kau datang !" Grisa tersenyum menatap pemuda tampan yang berdiri di depannya , membawa beberapa buah untuk dirinya .
Andra hanya diam ,pemuda itu duduk sambil mengupas buah apel untuk di makan Grisa .
" makanlah "
" kak aku ingin kau suapi , bolehkan ? "
Andra menghela nafas panjang , pemuda itu mengambil apel nya dan menyuapi Grisa walaupun dengan terpaksa .
Grisa tahu Andra terpaksa , tapi bagaimana pun caranya dia tidak akan pernah membuat Andra berbalik pergi dari nya .
" aku akan keluar negri , mungkin aku akan di sana selama beberapa bulan !" seru Andra tiba tiba membuat Grisa berhenti mengunyah .
" apa maksud mu kak ?"
" aku ada tugas di luar negri , jadi maaf untuk beberapa saat aku tidak bisa menjaga mu "
" kenapa ? bukan kah kau sudah berjanji untuk menjaga ku ?! kau tidak bisa mengingkari janjinya begitu saja !!"teriak Grisa tidak terima .
" Grisa dengarkan aku ! ini tidak akan lama , tunggu lah di sini ,"
" tidak ! aku ingin ikut, kau telah berjanji untuk menjagaku !!"
" hah...aku tidak ingin kau terluka ! ini terlalu berbahaya !" Andra mencoba menenangkan emosinya .
" tapi aku ingin berada di dekat mu !"
" Grisa ! tidak bisakah kau mengerti ?! kau pikir...ah !!!!" .
__ADS_1
Andra memijat keningnya , merasa frustasi dengan Grisa yang terus menerus selalu ingin bersama nya . jika bukan karena insiden itu mungkin sekarang Andra tidak akan menanggung penderitaan ini .
andai saja dia tidak membawa nya ke sana , sial Sekarang Andra menyesali keputusan nya dulu , kenapa dia sangat bodoh hingga terjebak sekarang .