Shadow Queen

Shadow Queen
33. tato 2


__ADS_3

satu satu nya cara agar semua berjalan dengan baik adalah dengan mencari jalan keluarnya .


" Yuji !!"


Zoya melambaikan tangannya kearah Yuji yang terlihat datang mendekat dengan beberapa barang belanjaan , pemuda itu tersenyum lebar menatap Zoya dari jauh .


" kau tampak senang ,apa yang membuat mu begitu ? " tanya Yuji yang melihat perubahan mood Zoya yang tampak berubah , walaupun wajah nya masih menunjukkan wajah dingin.


" tidak ada, apa kau tidak merasa curiga pada ku ?"


" Hem..? apa maksud mu ? "


" kau tidak bertanya kenapa aku sangat kuat saat pertama bertemu ?apa kau tidak curiga ?"


keduanya berjalan beriringan menuju dapur sambil menenteng belanjaan nya .


Yuji tampak berpikir , kemudian pemuda itu menunjukkan senyum cerahnya .


" tidak ,.untuk apa ? lagi pula itu merupakan bentuk pertahanan diri , " balas Yuji


"tapi apa kau tidak merasa aneh ? " tanya Zoya lagi


Zoya terdiam gadis itu memperhatikan Yuji yang terlihat berbeda dengan kakak , mereka sangat berbanding terbalik .


"bisa saja kan aku membunuh kalian ketika aku sudah benar benar sudah pulih ?"


"kau tahu itu bisa saja membuat mu menyesal " tambah Zoya


Yuji tertawa keras ,pemuda itu mendekati Zoya yang mengambil air untuk di minum .


Yuji menepuk pelan kepala Zoya lembut pemuda itu menunjukkan senyum lembutnya sembari menatap Zoya .


" terkadang ada kalanya kita harus menerima nya , mungkin itu takdir , kenapa kita menyalahkan keadaan jika takdir sudah di tentukan ? "


" berpikir lah positif , adakalanya yang kau sesali justru itu yang terbaik , jadi kenapa menyalahkan keadaan jika semuanya sudah di atur ? "


" apa kau benar seorang adik ? kenapa rasanya kau seperti kakak saja ? "


" hahahaha ...aku memang adik !"


"kau seperti orang tua saja !" ujar Zoya menatap kearah lain .


" benarkah ? kurasa tidak ! kita seumuran tahu !" balas Yuji pergi mencuci beberapa buah yang di beli tadi .


Zoya diam memperhatikan kembali Yuji yang begitu telaten membersihkan buah buahan nya. gadis itu mendekat kemudian menyibak rambut coklat Yuji yang terlihat menganggu pemuda itu .


Yuji tersentak ,pemuda itu segera menghindar dari Zoya yang terdiam di tempatnya .


" apa yang kau lakukan ?"

__ADS_1


reaksi Yuji membuat Zoya tersadar gadis itu segera berpura pura terkejut .


" oh , aku hanya risih dengan rambutmu , kenapa kau tidak memotongnya ? bukan kah itu menganggu ? " Zoya bertanya dengan nada canggung ,gadis itu menundukkan kepalanya .


" itu tato yang sama ! apakah mereka berdua .."


"tidak ! aku suka gaya rambut ku !" balas Yuji yang kembali menetralkan raut wajah nya .


" kau memiliki tato yang sama dengan kakak mu ,tapi ...


" ada apa ?! " Yuji tampak penasaran , apa yang akan di katakan Zoya ? mungkinkah gadis itu tahu sesuatu ?


" apa kakak mu g*y ? kenapa dia meletakkan tatonya di paha ? " bisik Zoya membuat Yuji tertawa keras


" apakah dia percaya ? " batin Zoya menatap Yuji yang tertawa mendengarnya .


"kenapa kau tidak menanyakan nya sendiri ? "


"ugh , tidak dia sangat pemarah !"


" bagaimana kau tahu kak Ryu memiliki tato ? " tanya Yuji dengan tatapan menyelidik walaupun wajahnya menunjukkan senyum seperti biasa tapi Zoya tahu Yuji mulai waspada terhadap nya .


" uh , aku tidak sengaja terjatuh di atasnya saat hendak memukulnya "


"apa yang terjadi ?"


"dia bermain pisau seenaknya saja , untung saja aku pintar dan dapat mengalahkannya !!" seru Zoya dengan bangga , mencoba menjadi gadis manja orang kaya .


" ugh ! jika bukan karena ingin menyelidiki kalian aku tidak akan bersikap seperti ini !" batin Zoya membalas tatapan Ryu .


" seorang g*y yang pemarah ! !!" seru Zoya membuat Ryu seketika geram.


" seperti nya kau ingin mengetahui seberapa kuat aku , mari kita lihat siapa yang akan memohon nanti ?!"


" Tante !!!!! .....tolong !!!" Zoya tiba tiba saja berteriak membuat dua pemuda itu secara refleks menutup telinga mereka .


"kau pikir ibuku akan datang ? ibu tidak akan datang ! dia pergi bekerja sekarang , tidak ada yang akan menyelamatkan mu !" seru Ryu dengan senyum jahatnya .


" uh ...Yuji !! tolong aku " mohon Zoya menatap kearah Yuji yang tertawa kecil .


" kak sudahlah , lebih baik kau bersihkan cumi nya , aku akan memasaknya nanti !" seru Yuji meleraikan keduanya .


" seperti nya Yuji sudah mulai membatah kakak ya ?"


Yuji terdiam , pemuda itu menyingkir dari Zoya dan berpura pura tidak tahu .


" ah ...." Zoya benar benar tidak menyangka Yuji akan menjualnya seperti ini .


" nah , sekarang ikut aku !" Ryu menarik tangan Zoya pergi , pemuda itu tersenyum lebar akhirnya dia dapat membalas dendam.

__ADS_1


" kau tidak sungguh sungguh kan ?!" seru Zoya dengan menarik tangan nya .


" tentu saja aku sungguh sungguh !kau ingin melihat kegagahan ku kan ?! "


" hah....jadi maksud mu ini ?! " Zoya menatap jengah dengan cumi di depannya , gadis itu di suruh oleh Ryu untuk membersihkan cumi cumi yang baru saja dia tangkap sedangkan dia , malah enak enak duduk sambil meminum jus .


" penghinaan ini akan ku balas nanti !!!"


.


.


.


.


sudah seminggu dunia di hebohkan dengan meledak nya kapal pesiar terbesar di dunia , kapal yang banyak menewaskan para orang orang teratas menjadi perbincangan hangat , sekarang pihak kepolisian dan polisi dunia sedang menyelidiki kasus terkait dengan hal tersebut .


di bangsal rumah sakit , seorang gadis terbaring menatap kearah tv yang menayangkan beberapa berita up date sedang di siarkan , sampai seorang pemuda tampan masuk gadis itu segera mematikan tv-nya .


" kak Andra kau datang !" Grisa tersenyum menatap pemuda tampan yang berdiri di depannya , membawa beberapa buah untuk dirinya .


Andra hanya diam ,pemuda itu duduk sambil mengupas buah apel untuk di makan Grisa .


" makanlah "


" kak aku ingin kau suapi , bolehkan ? "


Andra menghela nafas panjang , pemuda itu mengambil apel nya dan menyuapi Grisa walaupun dengan terpaksa .


Grisa tahu Andra terpaksa , tapi bagaimana pun caranya dia tidak akan pernah membuat Andra berbalik pergi dari nya .


" aku akan keluar negri , mungkin aku akan di sana selama beberapa bulan !" seru Andra tiba tiba membuat Grisa berhenti mengunyah .


" apa maksud mu kak ?"


" aku ada tugas di luar negri , jadi maaf untuk beberapa saat aku tidak bisa menjaga mu "


" kenapa ? bukan kah kau sudah berjanji untuk menjaga ku ?! kau tidak bisa mengingkari janjinya begitu saja !!"teriak Grisa tidak terima .


" Grisa dengarkan aku ! ini tidak akan lama , tunggu lah di sini ,"


" tidak ! aku ingin ikut, kau telah berjanji untuk menjagaku !!"


" hah...aku tidak ingin kau terluka ! ini terlalu berbahaya !" Andra mencoba menenangkan emosinya .


" tapi aku ingin berada di dekat mu !"


" Grisa ! tidak bisakah kau mengerti ?! kau pikir...ah !!!!" .

__ADS_1


Andra memijat keningnya , merasa frustasi dengan Grisa yang terus menerus selalu ingin bersama nya . jika bukan karena insiden itu mungkin sekarang Andra tidak akan menanggung penderitaan ini .


andai saja dia tidak membawa nya ke sana , sial Sekarang Andra menyesali keputusan nya dulu , kenapa dia sangat bodoh hingga terjebak sekarang .


__ADS_2