
Mermaid queen earrings sebuah anting dengan teknologi terbaru yang memiliki berbagai informasi dunia, anting itu adalah sebuah sistem AI yang memiliki kecerdasan buatan yang di buat oleh seorang ahli teknologi yang tiba tiba saja menghilangkan 23 thn silam .
tidak ada yang tahu siapa yang membuat nya , laki laki atau perempuan , tapi yang pasti anting itu di buat oleh seorang ternama yang nama nya tidak di ketahui.
awalnya mermaid queen earrings itu sepasang , itu di buat sebagai hadiah , tapi karena sebuah insiden earrings itu menghilang dan hanya tersisa satu yang di temukan dan kemudian di lelang . sedangkan yang satu nya lagi hilang seakan di telan bumi .
teknologi itu membuat siapa pun yang memiliki nya dapat menguasai dunia , dengan teknologi dunia pasti berubah , hanya saja tidak mudah untuk dapat mengaktifkan nya , ini tidak sama dengan mengaktifkan komputer .
earrings itu memiliki bahasa yang tidak dapat di mengerti dan jika salah langkah , datanya akan hilang , jadi untuk dapat menggunakan nya earrings itu harus di temukan dengan pasangan nya , karena pasangan memiliki bahasa yang mudah di pahami tapi sayang sampai sekarang anting itu tidak dapat di temukan .
Zoya menatap binar hidangan di depannya , gadis itu menatap banyak hidangan seafood yang tertata rapi dan terlihat enak untuk di santap .
" nah sekarang makanlah kau sudah benar benar pulih sekarang "
" apa sekarang lelahku terbayarkan ? makanan nya tampak enak dimakan "
Zoya bersorak , menatap cumi dan ikan yang di bersihkan nya tadi sekarang menjadi makanan yang menggiurkan, sangat enak untuk di makan .
Setelah selesai makan , Zoya menatap lurus ke depan di mana tidak jauh dari tempat nya bibir pantai terlihat . Hari mulai perlahan menjauh dan matahari tampak kembali menenggelamkan cahayanya .
Yuji datang sambil membawa jaring di tangannya , di sampingnya Ryu ikut membawa tempat untuk tangkapan mereka nanti .
" Sial ! Kenapa aku juga harus ikut menangkap ikan !? " Batin Zoya dengan wajah kesal nya .
" Kau baik baik saja Ziyi ?"
" Ya , aku tidak apa apa , jadi pakai apa kita ke sana ?" Tanya Zoya sambil melihat sekeliling .
" Heh ! Apa yang kau pikirkan ? Apakah kau berpikir kita akan jalan motor ? Kita jalan kaki " seru Ryu dengan senyum mengejeknya .
" Apa ? Tapi itu jauh ! Jika kita berjalan bukan kah akan gelap? "
" Memang benar , jadi apa yang kau harapkan nona manja ?"
" Ziyi , jika kau tidak mau , kau bisa kembali " sahut Yuji setelah membereskan jaringnya dan hendak pergi
" Eh ,tidak ! Aku akan ikut "
" Ya, kau memang tidak boleh cuma tahu makan saja ! Kau juga harus bekerja !"
" Sabar Zoya , kau bisa membalasnya nanti " batin Zoya benar benar kesal .
Ketiga segera pergi menuju perahu , jaraknya cukup jauh dari rumah jadi butuh waktu sekitar 45 menit untuk sampai .
Zoya menggosok pelan tangannya , cuaca malam itu cukup dingin , angin bertiup kencang hingga rasanya menusuk tulang .
" Kau tidak apa apa ? Apa kau kedinginan ? "
" Sedikit , tapi apa tidak apa apa meninggalkan ibu mu sendiri ? " Tanya Zoya berbalik melihat kebelakang .
__ADS_1
" Cepatlah ," seru Ryu yang telah naik kedalam perahu , pemuda itu mengulurkan tangannya agar Zoya dapat ikut masuk ke sana.
" Tunggu , apa itu ?"
Dari kejauhan terlihat kobaran api membakar sebuah rumah dengan ganas , api itu menjalar cepat ke sekitar nya seakan ingin melahap apa pun yang di sentuhnya .
" Bukan kah itu rumah kalian ?"
Kedua saudara itu ikut menatap kearah yang Zoya tunjuk dan membeku melihat kobaran api itu telah menelan habis rumah mereka .
Tanpa berkata sepatah katapun Ryu dan Yuji berlari menuju rumah mereka , Zoya mengikuti keduanya dari belakang , terlihat dari kejauhan beberapa sosok hitam terlihat menghalangi jalan.
Ryu dan Yuji mengeluarkan sesuatu di balik pakaian mereka , berlari menerjang sepuluh orang yang memakai masker untuk menutupi wajah mereka .
" Sudah ku duga ,mereka bukan sembarang orang "
Zoya ikut melawan tiga dari mereka yang datang menghampiri nya .Tapi tanpa sempat menyentuh ,ketiga nya telah terjatuh ke tanah .
Setelahnya ketiga nya pergi menuju rumah yang terbakar itu dan tampak di sekitar nya terjadi pembantaian secara sepihak oleh orang orang berpakaian hitam terhadap warga lemah di sekitar .
Bau anyir dan gosong menyebar dengan cepat di sertai dengan teriakan kesakitan dari beberapa warga tidak bersalah .
Zoya mempercepat larinya dan segera melesatkan jarum jarum nya menuju musuh yang berada dekat dengan jangkauan nya .
Zoya melihat sekeliling nya, orang orang berpakaian hitam itu tidak habis habisnya , selalu muncul dan terus menyerang , seakan akan mereka tidak akan berhenti sampai target mereka berhasil di bunuh .
" Siapa target mereka ?"
Beberapa dari mereka berpencar dan saling mencari target untuk menghilangkan saksi mata .
Zoya paham sekarang , tujuan mereka adalah Harumi , wanita cantik itu menjadi target mereka . Terlihat dari banyaknya musuh yang mengepung Harumi .
Ryu dan Yuji sepertinya juga kewalahan , musuh terlalu banyak mengepung, belum lagi mereka tidak ada habis habis nya . Jarum jarum Zoya juga ikut menipis ,dan dia hanya memiliki satu belati di tangannya untuk bertarung , Dia tidak dapat membantu .
" Sial apa yang harus ku lakukan !? Apa aku akan mati konyol di sini?"
Zoya menggigit bibir bawahnya ,gadis itu berpikir keras untuk dapat keluar dari situasi ini , dia tidak memiliki racun lagi sekarang.
Tapi musuh terus bertambah .
" Ah , andai saja senjata ku tidak hanya belati ini "
Duar
Sebuah ledakan mengejutkan semua orang , dan tanpa Zoya sadar ditarik oleh sesuatu dan pergi menjauh dari sana .Beberapa dari mereka sadar dan ikut mengejar .
" Aku akan mengendong mu , pegangan yang erat "
Zoya diam mengenali suara yang familiar , gadis itu menurut Sambil melihat kebelakang menjaga bagian belakang .
__ADS_1
Jarum nya tersisa lima belas , tapi yang mengejar malah lebih banyak dari jarumnya dan sial nya lagi mereka sudah hampir dekat .
Beberapa dari mereka ternyata membawa senjata api dan hendak membidik mereka.
" Sial ! Kalian berhutang pada ku .!!"
Zoya melempar beberapa jarumnya menuju orang orang yang membawa senjata api . Dan seperti yang dia duga jarumnya tidak akan cukup tapi itu cukup untuk beberapa orang yang membawa senjata api .
Ryu tidak tahu lagi sudah berapa lama dia berlari , tubuhnya hampir mencapai batas tapi keadaan memaksanya untuk terus berlari .
Pasir pasir pantai seakan akan melambatkan laju larinya , suara suara para musuh seakan menjadi sebuah panggilan kematian untuk nya .
Zoya merasakannya, larian Ryu perlahan melambat , pemuda itu hampir kehilangan tenaga .
" Hei , kau ingin mati !? Jika iya jangan bawa bawa aku " seru Zoya dengan nada dingin nya .
" Jika aku ingin kau mati bersama ku bagaimana ?" Kekeh Ryu dengan tawa renyahnya .
" Apa dia masih memiliki selera untuk bercanda ? " batin Zoya yang merasa jengkel
" Heh ,aku tidak akan mati ! Aku akan balas dendam bahkan jika yang ku punya hanya gigi untuk mengigit !" Seru Zoya dengan nada tinggi nya .
Ryu tersentak , perkataan Zoya seakan menampar nya , gadis itu tidak akan menyerah bahkan bila cahaya untuk nya hanya setitik kecil dia tidak akan menyerah .
ah, dia jadi kepikiran kenapa dia bisa kalah dari Zoya ?
" Jika kau memang ingin mati maka matilah sendiri , jangan bawa orang lain untuk mati bersama mu "
" Haha... Kau membuat ku ingin cepat cepat mati , tapi bersama mu "
" Kalau begitu matilah , jika kau takut aku bisa membunuh mu , dan sudah ku bilang jangan bawa bawa aku "
" Kau terdengar seperti memang ingin membunuh ku ".
" Memang , aku memang ingin membunuh mu "
" ......"
.
.
.
Pagi yang cerah seakan tidak menganggu tidur tiga muda mudi yang terbaring di sebuah kasur lantai .
Tapi Bau anyir yang kuat tercium dari ketiga nya dan itu membuat mereka perlahan membuka mata mereka .
Rasa sakit menyerang ,Zoya perlahan melihat sekeliling nya dan merasa asing dengan tempatnya .
__ADS_1
" Ugh , apa yang terjadi ? "