Shadow Queen

Shadow Queen
eps 24. misi


__ADS_3

Di luar ruangan Zoya mengerutkan keningnya menatap kearah gelang cantik yang di berikan Diego tadi .


"aku? mirip dia ?" Zoya meneliti gelang nya sambil menggelengkan kepalanya pelan.


"yang benar saja ! menyamai ku dengan gelang ini , memangnya aku barang ?!" gerutu Zoya pergi menuju barat .


"apa yang kau gumam kan ? " seru Gibran tiba tiba muncul di samping Zoya . pemuda itu terlihat melirik kearah gelang yang di pegang nya.


" tidak ada ,apa yang kau lakukan di sini !? bukan kah kau bilang ingin berlatih menembak? " Zoya memakai gelangnya sambil bertanya.


" sudah selesai ! apa yang akan kau lakukan sekarang ? apa kau akan mengambil misi ?" tanya Gibran sambil melirik kearah Zoya.


"siapa yang memberikan nya?" tanya Gibran yang penasaran melihat gelang cantik itu terpasang di tangan Zoya .


" kenapa ? apa kau ingin menghadiahkan ku sesuatu juga ?"


Gibran hanya diam dan berjalan lebih dulu sambil bergumam .


" kalau tidak mau bilang , kenapa tidak bilang saja ?" gumamnya yang masih di dengar Zoya ,


setelah selesai di markas , gadis itu sekarang sedang berjalan jalan di sebuah kota dengan jalan kaki , sambil kembali menikmati pemandangan kota itu .


di samping nya seorang pemuda tampan berjalan sambil sesekali melirik sekitar mencari sesuatu untuk di makan .


"kau tidak lapar ? " tanya Gibran sambil melirik kearah toko dan kedai yang berjejer di sepanjang jalan kota .


" tidak juga , kau lapar ?"


" uh ,tidak aku hanya ingin menggumpal mulut ku dengan sesuatu !" balas Gibran cepat tapi mata pemuda itu tidak beralih menatap kearah kedai kedai yang mengeluarkan asap dan bau makanan yang enak.


" pergilah , aku hanya melihat lihat sekeliling " kekeh Zoya yang melihat Gibran tampak bersemangat.


"ayo ikut , " Gibran segera menarik Zoya ketika gadis itu hendak pergi ke arah lain .pasti gadis itu ingin pergi .


" ikut saja ,kau lapar kan ?ayo !"


keduanya sampai di depan sebuah kedai makanan yang menjual makanan khas negara k .


Gibran memesan makanan nya dengan semangat ,pemuda itu tampak dengan senang memilih setiap makanan yang akan di makan .


" kau seperti nya benar benar lapar ya ?" seru Zoya menatap Gibran yang tiba tiba terdiam mendengar ucapan nya.


" uhuk ... kau tidak ingin memesan ?" tawar Gibran sambil mendaratkan bokongnya di sebuah kursi .


" tidak , aku belum lapar ! aku akan pergi ke toko buku di seberang , aku menunggu di sana" ujar Zoya menunjuk kearah sebuah toko buku di seberang , Gibran menganggukkan kepalanya sambil melirik kearah yang di tunjukkan Zoya .

__ADS_1


"hati hati !" seru Gibran sedangkan Zoya hanya memutar bola matanya malas .


"dia pikir aku anak kecil ?" batin Zoya .


"baiklah " balas Zoya sambil melambaikan tangannya .


Ting


"selamat datang !"


Zoya menatap tumpukan buku yang tersusun rapi , gadis itu mendekatinya dan hanya diam di depan sebuah rak .


apa yang membawa nya ke sini ? Zoya sekarang terlihat bingung , gadis itu tidak tahu mengapa dia harus ke toko buku , apa yang dia lakukan di sini?


bruk


ketika berbalik gadis itu malah menabrak sesuatu Zoya mendongkak menatap seseorang yang berdiri di depannya.


" maaf ? kau terlalu fokus hingga aku tidak menegur mu , aku ingin mengambil buku ini dan dia di depan mu " seru suara pemuda itu dengan senyum tipis nya memperlihatkannya buku yang berada di tangannya.


" saya juga minta maaf " ujar Zoya sambil mengangguk dan pergi meninggalkan pemuda yang menatapnya .


"tunggu ! apa kita pernah bertemu ?" pemuda itu menahan pergelangan tangan Zoya dan otomatis membuat Zoya terdiam dan dengan cepat menghempaskan tangan pemuda itu.


"maaf ,anda pasti salah mengenali orang " seru Zoya dengan nada tenang nya .


"ap-apa ,apaan ?! dia pergi begitu saja ?!" batin Zoya tidak percaya ,gadis itu dengan cepat pergi keluar dari toko buku itu .


"lupakan mungkin dia hanya orang tua yang terlambat puber ,aku tidak perlu perhitungan dengan nya !" gumam Zoya kembali menetralkan emosinya .


"uhuk ! "


"kau baik baik saja ? kenapa bisa batuk ,apa kau sakit ? "


"ya , mungkin seseorang sedang mengutuk ku ?"


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


malam yang gelap memang menjadi sebuah berkah bagi pekerja malam , di saat yang lain tidur menyelami mimpi mereka seorang gadis terlihat berdiri di sebuah bangunan tinggi sambil menatap kebawah , melihat banyaknya manusia yang berkeliaran bebas .


Zoya menatap layar ponselnya kemudian menatap bangunan megah yang lebih tinggi di depannya .


"kau datang lebih dulu ? ,apa kau bersemangat karena itu ?" Gibran datang sambil membawa senjata kesayangan , pemuda itu melihat kearah bangunan di seberang .


" berpikir itu membuat ku bersemangat , itu membuat ku ingin pulang !" sahut Zoya seraya menatap keatas , sebuah helikopter mengudara di sana .

__ADS_1


"kau yakin masuk sendiri ? , apa kau tidak keberatan jika masuk bersama ?"


" ini misi yang mudah ,kita hanya perlu menganggu mereka , lagi pula ini tidak akan lama " balas Zoya mengambil tali yang di keluarkan oleh helikopter di atasnya .


" baiklah ,aku akan menunggu di sini ,! ingat jangan sampai kau mengirim seseorang ke langit ." teriak Gibran ketika Zoya telah melompat pergi .


tap


Zoya menyentuh dinding kaca yang ada di depan dari sana dia bisa melihat dengan jelas jika ruangan itu terisi oleh benda benda antik dan mahal untuk para orang kaya itu .


tuk tuk tuk .


Zoya mengetuk nya pelan kemudian menyemprotkan sesuatu ke dinding kaca itu dan seketika itu juga kaca meleleh sebesar kepala .


" Hem...ini tidak menghebohkan ! kenapa aku tidak membuat keributan saja ?"


Zoya merubah pemikiran nya ,gadis itu mulai menepatkan kakinya di kaca dan mulai mendorong nya jauh untuk berayun dan mulai memecahkan kaca di depan .


brak


seketika itu juga suara alarm berbunyi dan seketika lampu berubah merah , banyak langkah kaki mendekat dan memperlihatkan banyak nya orang orang berjas hitam datang.


"hai ! " Zoya menyapa nya dengan ruangan yang berantakan ,di sekitar banyak barang barang mewah yang telah rusak akibat perbuatan gadis itu .


" tangkap di- ! "


swosh ...


sebuah peluru meleset cepat dan tepat mengenai kepala laki laki yang berbicara itu .


sebuah percikan darah menyebar membuat mereka lambat bereaksi , kepala laki laki itu berhamburan berantakan ketika sebuah peluru tiba tiba saja menghantam kepalanya dan membuatnya seperti kembang api .


" selamat tinggal !" seru Zoya pergi meninggalkan keributan di sana . gadis itu meraih tali yang masih melayang di luar ruangan itu.


" kau bilang jangan sampai ada yang ke langit , bukan kah ucapan mu berlawanan dengan tindakan mu " seru Zoya ketika melihat Gibran berjalan santai menuju tangga yang di berikan Zoya .


"oh itu tangan ku yang bergerak secara sepihak ,ini tidak ada hubungannya dengan ku " sahut Gibran dengan senyum aneh nya .


" kau berubah aneh , " seru Zoya .


Gibran terkekeh dan hanya melihat pemandangan di bawah kakinya .


sedangkan di tempat kejadian , keadaan semakin ricuh , perusahaan itu mengalami kerugian besar ketika banyak barang barang yang akan di lelang hancur berantakan , jangan di tanya berapa harga nya ,yang pasti itu sangat membuat perusahaan mereka rugi besar .


" bagiamana ? apa kau menemukan sesuatu?" tanya seorang polisi menatap kearah pemuda yang berada di TKP .

__ADS_1


" ya , sebuah peluru yang mereknya tidak di kenali dengan sebuah bekas merah di pelurunya " jawabnya .


__ADS_2