
" jika begitu kenapa kalian tidak menentukan peringkat kalian ? " tawar butler tiba tiba .
07 dan 08 menyeringai ketika mendengar perkataan sang bulter .
" ide yang bagus ,tapi bagaimana dengan junior kita ? apakah dia akan menerima tantangan dari kita ?" tanya 07 dengan seringainya .
Zoya memiringkan kepalanya , jika tidak di terima pasti kedua manusia itu akan menganggu kehidupan nya.
" aku terima , tapi jika aku yang menang , kalian harus mengabulkan permintaan ku !" ujar Zoya .
" oh,,, tentu saja ,dan jika kau kalah -
08 mendekati Zoya dan berbisik tepat di telinga Zoya .
" maka kau harus membayarnya dengan nyawa mu " ujar no 08 yang dapat di dengar oleh seluruh anggota Red shadow .
" oke , tapi aku ingin dia menjadi wasit nya ! " Zoya menunjuk kearah butler yang berdiri dengan tenang di belakang ketua .
" baiklah , jika dia mau ,hahaha "
.
.
.
.
seluruh anggota tanpa terkecuali berkumpul di tempat latihan , sebuah gedung yang di desain khusus untuk sparing bagi anggota Red Shadow .
tempat itu sangat luas dan muat untuk menampung seluruh anggota utama Red Shadow.
di ruangan lain ,Zoya sedang menghadap pemilik masion itu .
"ya , cukup berani untuk ukuran seorang pemula seperti mu ,tapi kau tahu akhir yang kau dapatkan jika kau kalah !" seru ketua dengan suara dinginnya, menatap Zoya dengan tatapan tajam dibalik topengnya .
" jika aku tidak menerima sekarang, mereka pasti akan mengusik hari hari ku " ujar Zoya mendecak kesal .
"hmm....kau cukup aneh , apakah suasana hati mu tidak baik , yah tapi itu bukan urusan ku !" ujar ketua mengendikkan bahunya .
Zoya hanya diam, tanpa berniat menjelaskan lebih .
" paman , jika aku ikut dalam misi ini , berapa bayaran ku ?" tanya Zoya tanpa basa basi .
" HA.. HAHAHAHAHA ....kau sungguh lucu , kau bisa saja mati sebelum misi itu selesai !"
" aku tidak akan mati , !"
"kau sungguh percaya diri Zoya .!apa yang membuatmu berpikir begitu ? " tanya ketua dengan suara khas nya.
" karena aku ingin membeli rumah !" jawab Zoya singkat , ketua cukup terkejut dengan jawaban Zoya , tapi segera pria dewasa itu tertawa renyah mendengarnya .
" yah , semoga berhasil , pergilah , jangan mati sebelum berangkat menjalankan misi " ujar ketua membalikkan badannya .
__ADS_1
" aku tidak akan mati , yah untuk hari ini " balas Zoya pergi meninggalkan ruangan itu.
hening kembali menyeruak ketika Zoya pergi meninggalkan pria dewasa itu sendiri .
" haha...gadis yang tidak takut mati , aku tidak tahu dia bodoh atau memang ingin mati ." gumam ketua itu .
.
.
.
" Yo...sang pemeran utama kita sudah datang ! " ujar 07 yang senang melihat Zoya datang .
" kau tidak kenal takut ya , kau bisa saja mati tahu ?"
"ya ,itu lebih baik daripada datang dan mengerumuni seperti lalat " jawab Zoya segera menaiki ring .Ring nya cukup luas ,berbeda dengan ring yang biasa digunakan untuk olahraga tinju . di sana sang butler sudah berdiri menunggu .
"apa maksud ucapan mu hah ?!" ujar 07 dengan nada tidak terima , pemuda itu kesal dengan perkataan Zoya
" menurut mu ? " tanya balik Zoya
" tenang lah dia hanya ingin menyulutkan amarah mu ! " ujar 08 yang sebenarnya juga ikut kesal dengan perkataan Zoya .
" mulai ! " ujar butler itu tanpa bertanya apakah sang pemain siap atau tidak .
" oh kalian tidak maju bersama ? " tanya Zoya sambil memiringkan kepalanya , melihat keduanya diam tanpa berniat maju duluan .
" kau bisa mati jika kami maju bersama " jawab 07
" oh , bukannya kalian yang bakalan mati jika tidak maju bersama ?" sepertinya Zoya benar benar ingin mati , dia memprovokasi dua seniornya ,
merasa kesal dan emosi nya sudah meledak , 07 segera menerjang memukul wajah Zoya, serangan 07 tidak main main , gerakan itu sangat cepat , tapi Zoya berhasil menghindari nya .
" pukulannya sangat cepat !"
" apakah di sini tidak memakai aba aba ? kenapa menyerang tiba tiba ?! "batin Zoya yang tadi sepertinya tidak mendengar ucapan butler .
melihat 07 menyerang Zoya dengan cepat membuat 08 ikut dalam pertarungan itu , dia dengan cepat ikut menyerang Zoya .
swosh
sekarang Zoya merasa menyesal sudah membuat keduanya menyerang bersama sama , tempo mereka terlalu cepat bagi nya , apalagi mereka hanya adu jotos tanpa mengeluarkan senjatan ,keduanya bekerja sama dengan baik dalam bertahan maupun menyerang .
tidak ada cela , setiap Zoya ingin menyerang 07 akan melindungi 08 dan begitu juga sebaliknya , mereka benar benar bekerja sama dengan baik.
" ah , sial , dasar bodoh ! " runtuk Zoya dengan kesal , gadis itu terus bertahan dan menghindari setiap pukulan yang datang ke arah nya .
pak
buk
pak
__ADS_1
"wah ,,, seperti nya si pemula terpojok , lihat ,dia bahkan tidak bisa membalas "
"yah , memang apa yang bisa dia lakukan? dia hanya orang baru yang beruntung "
" dasar sombong ! "
para anggota yang menonton mulai ricuh , melihat pertarungan yang berat sebelah di atas ring .
di atas ring , Zoya kewalahan menghadapi keduanya tapi dia tidak akan mengalah begitu saja , sambil menunggu cela gadis itu terus menghindar dan bertahan .
" ayolah , keberuntungan !!"
buk
satu pukulan dari 07 berhasil mengenai lengan kiri Zoya , gadis itu meringis ketika merasakan sakit di bagian itu .
" haha ,,,dimana kesombongan mu tadi ?! bukan kah kau berkata kami akan mati ?" ujar 08 dengan nada mengejek, 07 menyeringai mendengar perkataan 08 .
swosh
" sepertinya 05 sangat lemah sampai bisa kalah dengan mu , " tambah 08
" hanya mengenai lengan ku sekali saja ,kau sudah sombong , dan sudah berapa banyak waktu yang berjalan ? hanya untuk mengenai lengan kiri ku ?" ejek Zoya sambil menahan sakit di lengannya dan juga tidak terima ketika mendengar keduanya meremehkan 05 , dia hampir mati melawan 05 ,jika bukan karena keberuntungan datang waktu itu, mungkin sekarang dia tidak akan ada disini.
seketika wajah 07 dan 08 memerah mendengar perkataan Zoya , 07 mengeluarkan senjatanya dan dengan cepat menerjang ke arah Zoya .
" oh? kau ingin serius ? , baiklah , akan ku ladenin " Zoya melirik kearah butler yang tenang tenang saja ketika melihat 07 dan 08 mengeluarkan senjata mereka , sepertinya senjata di perbolehkan , pikir Zoya .
Zoya melihat cela ketika 07 berlari ke arahnya , tapi 08 juga ikut berlari di belakangnya , tapi inilah waktu yang dia tunggu .
" ya! itu lebih baik , setidaknya aku tidak perlu repot repot menyatukan kalian berdua ! nih makan senjata ku !! " batin Zoya melempar sekantong bubuk berukuran kecil tepat di depan wajah 07.
bum
sebuah asap berwarna hijau muncul dan menutupi area sekita 07 dan 08 , seketika keadaan heboh melihat yang terjadi selanjutnya .
07 dan 08 membeku ketika asap hijau itu menghilang , keduanya tidak dapat menggerakkan tubuh mereka .
" sekarang kalian kalah " ujar Zoya menondongkan belati nya tepat di leher 07 .
keadaan sekitar hening sebelum suara tepukan membuat seluruh gedung itu riuh .
"woah.....gila ...."
" apa itu , racun ?"
" gila ! apakah dia berpura pura terpojok agar lawannya lengah ?"
" tidak peduli itu adil atau tidak , di dunia bawah , semua cara bisa dilakukan , kali ini aku menang , tepati janji kalian " bisik Zoya menyeringai tepat di telinga 08 . wajah 08 memerah padam mendengar nada sombong dari perkataan Zoya .
" awas saja Lo !!! dasar biadab !" batin 08
" baik , 005 menang ! dan peringkat nya tetap tanpa tergeser sedikit pun !" ujar butler mengumumkan kemenangan Zoya yang tidak di sangka sangka.
__ADS_1
" woah....!!!"