
Ting
Bip
" halo aku sistem AI yang ada di gelang bulan ini , berikan data mu dan kau bisa mengunakan ku !"
sistem yang ada di gelang Zoya mengeluarkan suara ketika gadis itu menyalakannya .
" ? , kenapa harus data ? " Zoya tidak akan percaya begitu saja , bagaimana pun teknologi bisa di bajak , yah walaupun agak sulit untuk membajak sistem ini .
"kalau begitu berikan saja nama mu !" seru sistem itu lagi .
sistem kecil yang memiliki berbagai macam teknologi itu membuat Zoya semakin penasaran akan isi di dalam nya .
" seperti nya kau akan memperbaiki mu agar aku tidak di awasi " seru Zoya sambil menatap gelang nya yang memancarkan sinar biru hologram dengan gambar yang bisa di sentuh .
" apa maksudnya ? ,aku tidak di sadap ! kami di ciptakan tanpa ada hal seperti itu ! semuanya ada di kendali kami "
" kau pikir aku akan percaya? bisa saja sekarang kita sedang di awasi lewat kamera mu "
Bip
" anda salah , kami tidak akan mengirim hal seperti itu ! kami di ciptakan untuk keluarga --bip--" ..
Zoya mengerutkan keningnya , AI itu tiba tiba saja tidak bisa mengatakan kalimat akhir nya dan malah terlihat eror .
" hei ? kau baik baik saja ?"
"sepertinya aku yang eror karena berbicara dengan nya " gumam Zoya yang masih memperhatikan gelang nya .
" lupakan aku hanya perlu mengisi nama ku di sana , aku akan mengisi nama panggilan aku saja dulu "
Zoya mengetikan nama dan seketika itu juga sistem itu memulai perangkat nya lagi . gadis itu menunggu nya dengan tenang sampai tidak tahu jika seseorang sedang mengetuk pintu nya .
"Zoya "
" eh ? ya ?? "
gadis itu terlihat fokus sampai tidak menyadari Gibran yang telah masuk ke kamarnya .
" kau baik baik saja ? " tanya nya berjalan menuju balkon .
" siapa yang mengizinkan mu masuk ke kamarku ?! " seru Zoya merasa jengkel dengan tingkah pemuda di depannya itu .
" perlu kah aku meminta izin? tadi aku mengetuk pintu ,tapi kau yang gak denger !!! " Gibran berbalik dan menatap kearah Zoya dengan senyum nya
" tentu saja , kau pikir ini di mana? masuk seenaknya saja ?!"
__ADS_1
" tapi ini rumah ku kan ? "
Zoya tersentak , gadis itu terdiam dengan mata yang masih menatap Gibran .
"ak-
" baiklah aku hanya bercanda , besok kita akan pergi ke negara J ,jadi bersiap lah " ujar nya Gibran pergi meninggalkan Zoya sebelum gadis itu mengamuk .
" tidak , setelah misi itu aku akan pindah !" ujar Zoya pergi menuju kamar mandi nya .
" eh ,kau marah !? aku hanya bercanda ,Zoya !! Zoya "
Gibran mengetuk pintu kamar mandi , berharap gadis itu membukakan nya , seperti nya gadis itu benar benar marah , Zoya tidak menjawab sama sekali .
" .... "
"Zoya !!! aku hanya bercanda kau tidak benar benar marah kan ? kau tadi terlihat lesu ,jadi aku hanya ingin menghibur mu !"
" pergilah ,aku ingin mandi !!" teriak Zoya dari dalam .
Gibran menghela nafasnya pelan , pemuda itu berbalik pergi meninggalkan nya dan kembali ke kamarnya .
keesokkan harinya di negara J
di vila mewah kota T, terlihat 2 gadis dan satu pemuda menikmati waktu senggang mereka di ruang tengah , menonton tv dengan camilan khas kota T .
" oh ,ayolah ! berhenti memikirkan pekerjaan sekarang , ayo nikmati hari libur ini sehari !" sahut Gibran sambil merenggang kan tangan nya .
Zyan menatap tajam kearah Gibran , sedangkan sang empu hanya mengendikkan bahunya seolah tidak peduli, begitu juga dengan Lina dan Zoya .
merasa jengkel , Zyan berjalan menuju tv dan mematikan nya , pria itu menatap ketiga nya dengan tatapan dingin.
" berhenti bermain main ,lakukan tugas kalian ! dan sekarang ayo pergi ke sana !" seru Zyan pergi berlalu meninggalkan ketiga nya .
ke empat nya sekarang berada di sebuah ruangan yang penuh dengan berbagai alat teknologi.
berjam jam berlalu dan suasana di sana terlihat serius sampai sesuatu yang tidak terduga tiba tiba datang .
" haloo.. semuanya !!!" sebuah suara yang familiar membuat keempat nya menoleh .
" apa yang kalian lakukan di sini ?! " Zyan menatap tajam dua pemuda di depannya yang tiba tiba menerobos masuk .
" aha...kita di suruh ketua untuk datang membantu !!" seru Dafa dengan semangat , Azel yang berada di belakang nya menepuk jidat melihat kelakukan Dafa yang tidak ada takutnya .
" seperti yang di katakan nya ,kita memang di suruh ke sini untuk membantu kalian .! markas mendapatkan informasi jika ada kekuatan di atas kita yang juga mengincar anting itu !" jelas Azel sambil menarik kerah baju Dafa , pemuda itu terlihat ingin mengacak acak ruangan itu .
" lepaskan aku ! kau !! apa yang kau lakukan ?! kau ingin ku banting ?!??" kesal Dafa , pemuda itu menarik lengan Azel yang menarik kerah nya .
__ADS_1
" diam lah ,kau ingat janji yang kau katakan jika ingin ikut ? " seru Azel membuat Dafa bungkam .
Zyan memijit keningnya, terlihat betul jika dia terganggu dengan keadaan di sekitar nya.
" baiklah, tapi jangan rubah strategi nya ! satu Minggu lagi acara itu akan di mulai !" final Zyan pergi .
tersisa lah lima orang yang saling pandang .
" kurasa kita sudah boleh pergi , ayo keluar dan shopping !!" seru Lina dengan semangat .
" kalian pergi asah kemampuan kalian ! jangan ada yang keluar dari sini barang sedikit pun " seru Zyan yang tiba tiba saja muncul lagi .
" apa !???! dasar laki laki menyebalkan !!! kau akan menua sendirian nanti !!! " teriak Lina mengeluarkan unek unek nya .
" kau ! dilarang makan sebelum kau mengasah kemampuan menembak mu !!" sahut Zyan dengan tatapan tajam nya .
"apa ??...." .
" ayo ...kak !" ajak Zoya , Lina pergi dengan raut wajah kesal nya .
akhirnya anggota Red Shadow itu melatih diri mereka selama seminggu di ruangan masing masing , tidak ada yang keluar kecuali untuk hal terdesak .
setiap malam Zoya akan meneliti gelang AI yang di berikan Diego kepada nya , terlihat asing tapi ada perasaan familiar di sana .
waktu berjalan dengan cepat dan tak terasa waktu untuk menjalankan misi mereka akhirnya datang , terlihat dua laki laki duduk di sofa sembari menunggu pasangan mereka.
" apa yang mereka lakukan ?! kenapa sangat lama ?!:" seru Gibran sambil menarik nafasnya dalam-dalam . merasa jengkel karena sudah satu jam lebih dia duduk menunggu .
"kami datang ayo kita pergi !!!" seru Lina datang dengan gaun biru nya , perempuan itu terlihat bersemangat . di belakang nya Zoya datang dengan gaun hitam nya , berjalan dengan langkah tegas tapi raut wajahnya terlihat lelah .
" apa yang terjadi pada mu ? " tanya Gibran
" tidak ada , " jawab Zoya sekenanya , gadis itu lelah karena dari tadi selalu di paksa oleh Lina untuk berdandan .
" ehem ...ketua biarkan aku ikut , boleh kah ?" Dafa tiba tiba saja datang siap dengan pakaiannya formal nya .
" apa yang kau lakukan ? bukan kah undangan nya hanya dua ?!" sahut Gibran.
Dafa tersenyum , pemuda itu menunjukkan satu lembar undangan di balik jas nya .
" dari mana kau mendapatkan nya ?"
" oh ,pada saat itu aku tidak sengaja menolong seorang gadis , jadi sebagai imbalan dia ingin mengajakku ke sana ! dia bilang pacarnya tidak dapat hadir karena sibuk bekerja ." jawab Dafa dengan semangat .
" kau yakin tidak di tipu ?!"
" tentu saja , aku sudah memeriksa latar belakang nya ! dia dari keluarga kaya , jadi tenang saja ! yah... lagi pula pasti pacarnya rugi Karana tidak datang ! dan aku pikir pacar nya adalah orang bodoh yang tidak mengerti cara memperlakukan wanita !" seru Dafa .
__ADS_1
Zyan menatap tajam kearah Dafa , entah kenapa perasaannya seakan tertusuk setelah mendengar perkataan Dafa .